
Camelia, Andrean, Lucas, dan Liam mengubur kesedihan mereka. Ini adalah hari yang berbahagia. Harus dilakukan dengan bahagia pula.
Di acara resepsi itu, tamu yang datang jauh lebih banyak. Petinggi Glory Entertainment, rekan artis satu agensi, dan rekan-rekan artis lainnya, di mana termasuk di dalamnya adalah Nicholas.
Dan kedatangan Nicholas itu sukses mencuri perhatian. Tentu saja, Nicholas yang biasa selalu sendiri menghadiri acara, kini datang bersama dengan seorang wanita dan bayi.
"Wanita cantik di sisiku ini adalah Natalie, istriku. Sementara bayi kecil yang cantik ini adalah putri, Fiona," ucap Nicholas, memperkenalkan kedua orang tercintanya, dengan menunjukkan cincin yang melingkar di jari manis.
Tentu saja, hal itu langsung menjadi buah bibir selain pernikahan Camelia dan Andrean.
Dan gosip-gosip yang pernah beredar sebelumnya, mengenai kedekatan mereka langsung terjawab tuntas. Mereka hanya berteman. Mereka sudah punya tambatan hati masing-masing.
But, Nicholas sangatlah hebat, apalagi istrinya. Sanggup bertahan untuk tidak mengungkapkan pernikahan mereka, bahkan setelah memiliki buah hati.
"Kau benar-benar luar biasa, Nicholas. Beraninya kau memanfaatkan acaraku untuk mengumumkan bahwa kau sudah menikah dan punya anak!"lakar Camelia, saat Nicholas dan kedua kesayangannya datang untuk memberi ucapan selamat.
Natalie, istri Nicholas tampak gugup dan tegang. Ekspresinya seperti tidak percaya. Sesekali menggigit bibirnya.
"Kalau begitu, izinkan saya memohon maaf, Nona. Saya pikir membawa pasangan dalam acara seperti ini adalah wajar," sahut Nicholas, ia tersenyum lebar.
Camelia mendengus senyum. "Yaya, selamat untuk kalian," balas Camelia.
"Lia?"tanya Andrean.
"Aku perkenalkan padamu, dia Nicholas. Lawan mainku waktu syuting di Swiss," ujar Camelia. Andrean mengangguk.
"Salam kenal, Mr. Gong," sapa Nicholas, ia dan Andrean kemudian berjabat tangan.
"Selamat untuk pernikahan Anda berdua."
"Terima kasih."
"Istrimu ini, apakah tidak mau berpelukan denganku? Kau bilang padaku, wanita beruntung ini adalah penggemarku?"tanya Camelia, mengalihkan tatapannya pada Natalie yang menggendong Fiona.
"B-boleh?"tanya Natalie dengan mata membulat.
"Tentu saja." Camelia merentangkan tangannya.
Nicholas segera mengambil alih Fiona. Dan istrinya langsung memeluk Camelia.
Terdengar isakan pelan. Terlalu senang. Bisa bertemu langsung bahkan berpelukan dengan idolanya.
Camelia menepuk pelan punggung Natalie. Tidak mengatakan apapun.
Setelah beberapa saat, Natalie melepas pelukannya. Camelia dengan lembut menyeka sudut mata Natalie.
"Silakan nikmati acaranya," ujar Camelia. Nicholas mengangguk. Suami dan istri itu kemudian berlalu.
Paras cantik istri Nicholas standar. Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tubuhnya berisi, tidak terlalu ramping. Mungkin efek setelah melahirkan.
Di acara resepsi itu, akan ada dua gaun yang Camelia gunakan, seperti yang pernah dikatakan.
Akan ada acara dansa dan pada acara itu, Camelia akan menggunakan gaun berwarna kuning yang bertemakan putri Disney, Belle.
__ADS_1
Saat ini, Camelia mengenakan gaun berwarna biru, senada dengan setelan yang Andrean gunakan. Kedua, semakin dilihat benar-benar semakin serasi.
"Lawan mainmu usianya di bawahmu?"bisik Andrean.
"Aku pikir kau sudah tahu," sahut Camelia.
"Syukurlah dia sudah menikah," balas Andrean.
"Kau cemburu? Dia sudah menikah, loh?"
"Peluk aku." Andrean merentangkan tangannya. Camelia mengangkat alisnya.
"Kau? Cemburu pada istri Nicholas?"
"Peluk aku," jawab Andrean.
"Astaga!" Namun, Camelia masuk dalam pelukan Andrean.
Tak lupa, Andrean mengecup puncak kepala Camelia.
"Ehem." Ada yang berdehem. Ada yang menghampiri mereka.
Itu Luna. Menatap Camelia dan Andrean yang masih berpelukan, hanya tatapan saja yang terarah padanya. "Nona, hmm … salah. Nyonya, bukan?"
Camelia tersenyum. "Apa kabar, Nona Luna?"
"Saya sudah mendapatkan jawaban untuk pertanyaan saya dulu. Jawabannya, iya," ucap Luna.
"Ya?" Camelia mengingat.
Camelia tertawa pelan. "Terima kasih telah datang."
"Tentu saja aku harus datang. Aku dengar souvernirnya parfum dari Paris, right?"
"Kau bisa mendapatkan beberapa, akan aku kirim secara pribadi nanti," bisik Camelia pada Luna. Dan tebak ekspresi Luna? Sangat berseri sangking senangnya.
Yups, Camelia menjadi Eternel sebagai souvenir pernikahannya. Para tamu dibebaskan memiliki wangi yang mereka sukai, dan tentu saja tidak boleh membawa lebih dari yang dibatasi.
"Selamat! Selamat!" Luna memeluk Camelia.
"Aku tunggu, okay?" Luna berbisik pada Camelia.
"Tentu."
"Mr. Gong Anda sangat beruntung. Namun, Anda akan jadi musuh besar Glory Entertainment," ucap Luna, dengan ketus menatap Andrean.
"What?" Mengapa ia menjadi musuh Glory Entertainment? Apa salahnya?
"Kau ini telah mencuri berlian paling berharga di Glory Entertainment, dan pencuri biasanya dibenci, bukan?"
Luna tertawa pelan melihat ekspresi shock Andrean. Sementara Camelia yang menggeleng pelan.
"Aku menikahinya, bukan mencurinya!"tegas Andrean.
__ADS_1
"Sama saja! Kau kan akan membawanya pergi!"kekeh Luna.
Luna malah memeluk lengan Camelis posesif. "You!"
"Sayang, Luna hanya bercanda," ujar Camelia.
"Hm … kau ada di orang yang tepat selanjutnya, Nyonya," ucap Luna, melepas pelukannya pada Camelia.
"Aku akan menikmati pestanya, dadah." Luna beranjak pergi.
"Dia dekat denganmu?"tanya Andrean.
"Tidak juga," jawab Camelia.
"Aku … jadi merasa bersalah," ucap Andrean. Camelia tersenyum simpul.
"Aku tidak kehilangan apapun. Jangan bahas sekarang atau mood ku akan hancur."
Andrean mengangguk pelan.
"Kau menangis, Han Jialu?"
"Aku juga tidak mau menangis. Air mataku keluar sendiri."
"Menangislah dalam pelukanku." Silvia menarik sang suami dalam pelukannya.
"Dia sudah setua ini, tapi masih menangis," keluh Silvia, pada Lie yang menatap keduanya suram.
Hei, padahal sudah di pertengahan tahun. But, Lie belum mendapatkan pasangan.
"Rean dan Hans mengalami banyak hal bersama. Dan pernikahan adalah suatu hal yang sangat sakral. Kehidupan seseorang akan berubah setelah menikah. Air mata itu, adalah air mata kebahagiaan. Kemarilah, Hans. Kakek Tua ini juga menangis." Kakek Gong memanggil Hans.
Dan Hans, dengan cepat berganti menjadi memeluk Kakek Gong.
"Kau tidak menangis, Lie?"tanya Silvia, dengan wajah merenggut kesal.
"Kau tidak lihat mataku yang sangat merah ini?"sahut Lie.
Silvia mendengus pelan.
Dia bahkan tidak menangis saat Han Jialu menikah denganku. Tapi, mengapa Han Jialu menangis seperti itu?
Silvia mengambil minum dan minum dengan menatap sang suami yang masih memeluk Kakek Gong. "Aku akan memelukmu sepanjang malam!"
"MOM!"
"MOM!"
"MOM!"
Di tengah kemeriahan pesta, tiba-tiba Lucas berteriak dan berlari ke arah Camelia. Wajahnya sangat panik.
"Ada apa, Lucas?"tanya Camelia, ikut cemas melihat raut panik Lucas.
__ADS_1
"DARAH!"
"LIAM!"