
Tiga hari kemudian. Bendera duka masih terpasang. Namun, tidak bisa berlama-lama dalam keadaan berduka. Andrean harus kembali ke Sirius Group. Dan begitulah, di hari keempat kepergian Kakek Gong, mereka kembali ke Beijing.
Andrean kembali bekerja. Sementara Camelia kembali pada kesehariannya.
"Kejadian duka ini sungguh di luar dugaan. Aku minta maaf karena menyita waktu kalian karena hal ini," sesal Camelia.
"Jangan menyalahkan diri sendiri, Lia. Kau juga tidak menduga hal ini, bukan?"sahut David.
"Lia, sejujurnya kami berencana untuk kembali besok. Hari ini kami akan mengunjungi makam leluhurku," ujar Lina merasa tidak enak hati.
"Begitu ya? Aku paham." David adalah Presdir, tak bisa meninggalkan perusahaan lama-lama. Dan tidak akan tenang juga jika kembali sendiri. Camelia sudah merasakan hal itu.
"Kami akan berkunjung lagi nanti. Dengan waktu yang lebih lama," ucap David.
"Baiklah."
Lina tidak menduga hidupnya akan berubah drastis seperti ini. Dari yang ibaratnya upik abu berubah menjadi seorang nyonya dari keluarga ternama. Tak pernah berharap untuk menikah dengan seorang Tuan Muda. Namun, goresan takdir menginginkan hal tersebut. Niat yang semula meninggalkan China untuk pergi mengadu nasib di negeri orang, benar-benar merubah nasibnya.
Di depan makam leluhurnya, Lina menitikkan air mata. David juga membungkuk tubuhnya sebagai bentuk penghormatan.
Setelah selesai berziarah, Lina mengajak David dan Alvis melihat perusahaan tempatnya bekerja dulu, Peach Entertainment.
"Jadi, perusahaan kecil ini yang memperlakukanmu dan Lia dengan buruk?"tanya David geram.
"Apa yang ingin kau lakukan, David?"tanya Lina penasaran.
"Apa kau ingin mencegahku?" Lina memalingkan wajahnya menatap gedung Peach Entertainment. Perusahaan itu masih berdiri dan ya, tidak mengalami banyak perkembangan dan terancam bangkrut. Sebab, perusahaan itu tidak hanya akan berusaha dengan David, akan tetapi juga dengan Andrean.
"Mereka tidak membantuku saat aku diperlakukan dengan buruk. Untuk apa aku mencegahmu, David?"tanya balik Lina dengan smirk nya.
David ikut tersenyum smik. "Artinya, aku tinggal mendorong mereka, bukan?"
Lina mengangguk. "Baiklah. Kau tunggu kabar saja." Mereka kemudian meninggalkan Peach Entertainment. Mengunjungi beberapa tempat lagi.
__ADS_1
Peach Entertainment diumumkan telah bangkrut dan tersandung banyak kasus. Di antaranya adalah terlacaknya dana taktis, penggelapan pajak, kekerasan kepada artis, dan lainnya yang membuat perusahaan itu dihujat dan dijuluki sebagai perusahaan sampah meskipun sudah bangkrut.
Camelia tersenyum puas membacanya. Dan Lina, yang sudah kembali ke Kanada, juga puas dengan itu. Rasa kesal dan dendamnya sudah terbayar dengan tuntas. Ya, pembalasan itu akan selalu ada.
Waktu terus berjalan, tidak akan berhenti sampai akhir dunia nanti. Tahun ajaran baru telah tiba. Lucas dan Liam masuk ke dalam kelas akselerasi. Dan Crystal, sudah naik kelas dengan nilai semester yang memuaskan.
Musim gugur telah tiba.
Camelia, ia juga sudah menjalani pemotretan untuk sampul majalah brand yang disebut Kak Abi tempo lalu. Acara pemotretan itu berlangsung di Beijing.
Menjalani pemotretan dengan membawa anak, itu bukan hal sulit baginya. Camelia sudah berpengalaman bahkan saat itu harus merawat anak kembar bersamaan. Begitu juga dengan Lucas dan Liam yang sudah kembali aktif di dunia modeling. Bersama dengan Crystal, mereka menjadi model cilik yang sangat diminati.
Untuk akting, mereka masih perlu beradaptasi lagi dengan ciri khas atau macam peran anak dalam drama China. Sedangkan naskah yang Camelia inginkan belum ada yang cocok meskipun ada banyak tawaran yang masuk.
Andrean, ia memang sibuk. Sirius Group semakin berkembang pesat. But, bukan berarti ia mengabaikan keluarganya. Andrean, berusaha semaksimal mungkin membagi waktunya antara pekerjaan dan keluarga. Dan, jikapun ia terlampau sibuk, maka keluarganya yang akan datang menemani dirinya. Camelia, ia cukup rutin membawakan makan siang untuk Andrean. Lucas, Liam, dan Crystal juga sering datang ke kantor Andrean. Mereka datang untuk belajar dari Andrean. Belajar secara langsung, bukan hanya sekadar teori.
Silvia telat melahirkan. Anak laki-laki, Han Fu Guang. Tampan, menuruni ketampanan Hans.
Sedangkan Lie, pria itu juga akhirnya menemukan belahan jiwanya. Istrinya adalah seorang pemilik restoran Chinese.
"Lia, selamat hari pernikahan yang ke-3," ucap Andrean. Kini berada di sebuah restoran yang terletak di lantai tertinggi sebuah hotel. Di dalam ruangan, dengan atap kaca yang menyajikan pemandangan langit malam yang cantik. Hiasan mawar merah mendominasi. Benar-benar cantik dan romantis. Apalagi ditambah dengan permainan biola. Sungguh, terlena di dalamnya.
"Maukah kau menari denganku?"tanya Andrean dengan mengulurkan tangannya.
"Dengan senang hati." Di bawah langit malam itu, mereka berdansa dengan sangat romantis. Tatapan yang penuh cinta dan kasih.
"Lia, terima kasih telah mewarnai hidupku. Kau adalah gairah hidupku yang mengajarkan banyak hal baru kepadaku. Terima kasih, telah menjadi ibu dari anak-anakku. Terima kasih, telah menjadi bagian dari diriku. Sungguh, tidak terlukiskan dengan kata. Menikah denganmu adalah keberuntungan terbesarku. Kau adalah seorang malaikat yang sangat luar biasa."
"Rean, terima kasih, kau telah menjadi bagian dari kisahku. Terima kasih telah mencintai dan memperjuangkan diriku. Mari, lepaskan masa lalu dan bergandengan tangan menyongsong masa depan yang gemilang. Aku, akan selalu ada di sisimu sampai kapanpun."
"Aku mencintaimu."
"Aku mencintaimu." Dansa itu ditutup dengan ciuman manis.
__ADS_1
Kebahagiaan melingkupi keluarga Gong. Yuwen tumbuh dengan baik. Lucas, Liam, dan Crystal, usia mereka sudah menginjak usia 10 tahun. Untuk Lucas dan Liam, mereka sudah menamatkan sekolah menengah pertama. Akan mengambil jangka waktu untuk masuk sekolah menengah atas, mereka berdua menunggu Crystal yang jujur saja, masih berada di sekolah dasar. Kecerdasan ketiganya memang berbanding terbalik. But, Lucas dan Liam tak mengizinkan Crystal berkecil hati. Lupakan latar belakang, keduanya hanya tahu Crystal adalah adik perempuan mereka.
Sementara Camelia, akhirnya ia menemukan drama yang sesuai dengan keinginannya. Naskah sudah ditangan dan akan akan dipelajari.
Yuwen, anak itu semakin menunjukkan kemiripan yang sangat duplikat dengan Andrean. Barulah Andrean menyadari dan membenarkannya. Benar-benar mirip dengan dirinya.
Persatuan, kebahagiaan, itu adalah tujuannya. Dari awal pertemuan hingga akhirnya menikah dan memiliki keluarga yang bahagian, ada banyak lika-liku dan cobaan di dalamnya. Mulai dari restu keluarga hingga sakitnya Liam.
Takdir tidak ada yang dapat menebak. Kembali dengan niat membalas dendam, malah dipertemukan dengan ayah kandung Lucas dan Liam.
Mungkin, banyak yang mengatakan ini bertele-tele. Balas dendam, fokus pada pekerjaan. Sejujurnya, hidup ini bukan hanya tentang cinta. Namun, juga pekerjaan. Camelia, sebagai seorang artis tentu saja ia juga mengalami konflik dengan lawan mainnya. Dendam, apakah ada yang langsung puas jika langsung berakhir? Mungkin tipe setiap orang berbeda.
Namun, dendam bukanlah suatu yang dianjurkan. Akan tetapi, tidak semua hati manusia itu sama. Jika demikian, niscaya dunia ini akan aman dan damai.
Kesayangan Presdir. Tentu saja itu Camelia dan anak-anaknya. Andrean, rela melakukan apapun untuk mendapatkan anak dan istrinya.
Dan pada akhirnya, kisah yang panjang ini akan berakhir. Tujuan cerita sudah tercapai. Kesayangan Presdir, Andrean telah mendapatkan utuh keluarganya. Memberikan curahan kasih dan sayang pada mereka. Ia benar-benar menjalankan pesan terakhir Kakek Gong.
Mengenai Lucas dan Liam yang akan kembali ke Kanada untuk menjadi penerus keluarga Shane, itu akan menjadi kisah mereka sendiri. Kisah ini, mungkin akan berakhir. Namun, kehidupan mereka akan tetap berjalan. Suka dan duka, itu sudah bagian dari hidup.
Terima kasih telah mengikuti dan mendukung karya ini. Mulai dari awal hingga akhir. Melihat asam manis kisah Camelia dan Andrean hingga mendapatkan kebahagiaan yang utuh.
Happy ending.
Salam hangat Camelia dan Andrean.
Anak-anak tampan dan cantik, Lucas, Liam, Crystal, dan Yuwen.
Sampai jumpa di karya selanjutnya. Terima kasih banyak atas semuanya dukungannya. Author mengucapkan banyak terima kasih. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika karya ini tidak sesuai dengan ekspektasi para pembaca dan 'kesal' dengan alurnya. Tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada karya yang semua. Terima kasih atas semua saran dan kritiknya.
Dan Author kembali mengucapkan terima kasih. Sampai jumpa di karya selanjutnya.
Salam hangat
__ADS_1
Author
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️