Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 185


__ADS_3

Tok


Tok


"Kakak," panggil Dion. Ia baru saja pulang kerja dan langsung mencari Camelia.


"Kak, kau di dalam?"panggil Dian lagi dengan tetap mengetuk pintu.


Beberapa saat kemudian, pintu kamar terbuka. Camelia menunjukkan dirinya. "Ya? Ada apa?"


"Kakak harus menerima tawaranku!"ucap Dion dengan menggebu.


"Maksudnya?" Camelia memiringkan kepalanya.


"Proyek apartemen terbaru telah rampung. Dan perusahaan membutuhkan model untuk mempromosikannya. Dan kakak sesuai untuk itu!"ucap Dion. Matanya dipenuhi dengan binar harap.


"Bagaimana? Setuju, kan?" Dion memasang wajah memelas.


"Uh?"


Tawarannya tiba-tiba dan langsung diminta keputusannya.


"Kapan pembuatan videonya?"tanya Camelia, menyilangkan kedua tangannya di dada. Bahunya bersandar pada pintu.


"Secepatnya," jawab Dion.


Camelia mengerutkan dahinya. Ia tengah memperkirakan waktunya. Tawaran ini mendadak dan pasti Kak Abi sudah menyusun jadwalnya. Namun, tidak mungkin juga ditolak.


"Tenang saja. Pekerjaan tetaplah pekerjaan. Aku akan membayarnya!"ucap Dion lagi. Wajahnya was-was.


Camelia tertawa. "Apa aku orang seperti itu?" Menyentil dahi Dion. Dion mengusap dahinya. Ia mengaduh sakit. "Aku akan konfirmasi pada kak Abi. Jika cepat, maka lusa sudah bisa dimulai," ujar Camelia, sembari mengambil ponselnya.


Dion mengangguk semangat. "Aku juga akan persiapan kontraknya," ujar Dion.


Camelia menyipitkan matanya. Jadi, tawaran itu dibuat dan ditawarkan dadakan?


Camelia tertawa pelan. Dasar Dion.


*


*


*


Keesokan paginya, di kediaman Shane.


Jadwal Camelia telah diperbaharui. Kontrak bekerja sama dengan Shane Group sudah selesai dan telah ditandatangani oleh Camelia. Besok, ia akan kembali bekerja. Dan menjadi model properti apartemen adalah aktivitas perdananya.


Dan besok pula adalah hari pesta perayaan kesuksesan drama Split Love. Acaranya sore sampai malam di ballroom hotel.


Sebagai hari terakhir Camelia bersantai, Camelia menghabiskan waktunya dengan Lucas dan Liam.


Sementara Tuan dan Nyonya Shane memperpanjang liburan mereka di Hawai.


"Kita main ini lagi?"tanya Liam, menatap Lucas yang tengah meletakkan bingkai puzzle di atas lantai dan mengeluarkan semua potongan puzzle nya.


"Ayah membuat ini spesial untuk kita. Lihat, yang kita pecahkan baru dua, masih ada tiga lagi," sahut Lucas.


"Mainlah sendiri. Aku mau meningkatkan rank ku," ucap Liam. Langsung mengambil ponselnya dan login ke game. Ponselnya sudah miring.


"Mom ikut!"ucap Camelia cepat. Ponselnya sudah miring.


"Loh? Mom? Katanya mau mau puzzle?"protes Lucas. Liam menyeringai tipis.


"Rank Mom turun karena sibuk syuting kemarin. Mom harus mengembalikan dan meningkatkannya," ujar Camelia, menatap lembut Lucas.


Lucas cemberut.


"Satu permainan saja."


"Janji?"


"Janji!"


"Okay!"


Camelia dan Liam bermain game online. Sementara Lucas menyusun potongan puzzle itu.


"Mom, acara pesta itu boleh membawa keluarga, kan?"tanya Lucas.


"Tentu saja. Mengapa? Kalian mau ikut?"tanya Camelia.


Lucas mengangguk. "Aku mau jadi pasangan Mom. Kan pemeran utamanya tidak bisa hadir," sahut Liam. Tersenyum lebar.


Kata-katanya dalam. Pemeran utamanya adalah Joseph. Artinya, apakah Joseph tengah dalam masalah lagi?


"Melihat waktunya, Mom yakin dia sudah menerima kejutannya," balas Camelia.


"Mom, kali ini benar-benar final. Dan hasilnya adalah…."


Victory


*


*


*


Saat sebuah drama sukses, pasti akan mengangkat karir pemainnya pula. Namun, lain ceritanya dengan Joseph. Karena skandalnya, ia dirumahkan dan tidak menerima tawaran apapun.


Nama baiknya juga tercoreng. Kini, Joseph dikenal sebagai artis dengan reputasi buruk.


Waktunya ia habiskan di dalam apartemen.


Apartemen itu benar-benar tidak terawat. Sampah terlihat berserakan, begitu pula dengan sandang. Belum lagi bau apek yang menyengat dan aroma alkohol.

__ADS_1


Di sudut, terlihat botol-botol alkohol berserakan. Joseph benar-benar berantakan. Apalagi penampilannya. Rambutnya mulai gondrong dan kumisnya yang mulai lebat.


Joseph benar-benar di bawah tekanan.


"Aku menyesal. Harusnya aku tidak menyinggungnya!"


"Semua gara-gara wanita sialan itu! Jika saja dia tidak merayuku …!"


Sejak hari itu, Joseph memutuskan Alice dan sampai detik ini tidak pernah lagi bertemu ataupun berhubungan dengan Alice.


Drrt


Drtt


Ada pesan masuk.


Selamat pagi, Tuan Joseph.


Tuan Joseph, kami perwakilan dari tim penyelenggara, mengundang Anda untuk menghadiri pesta dalam rangka merayakan kesuksesan drama Split Love. Besar harapan kami Anda akan hadir.


Semoga hari Anda menyenangkan.


Begitulah isi pesannya.


"Di luar dugaan."


Joseph pikir dirinya tidak akan diundang.


Tapi, apa bisa ia menghadirinya?


Namun, ini juga sebuah kesempatan untuk mengembalikan nama baiknya.


Joseph dilema. Ia memutuskan untuk menghubungi managernya.


Dilihat dari rona wajahnya, sepertinya tidak disetujui.


"Sudah sejauh ini, aku tidak akan menurut!"


Joseph bangkit. "Wajah siapa ini?"gumam Joseph saat mematut dirinya di depan cermin


"Joseph, kau benar-benar buruk!"maki Joseph pada dirinya sendiri.


Seakan mendapatkan kembali semangatnya, Joseph mulai membersihkan apartemennya.


Setelah bercukur dan rambutnya ditata rapi, penampilan Joseph sudah jauh berbeda dari beberapa waktu lalu.


"Rambut panjang? Boleh juga." Joseph tersenyum lebar.


Dengan rambut sedikit gondrong itu, Joseph terlihat lebih tampan.


Tingtong


Tingtong


Ada yang menekan bel apartemennya. Joseph menoleh. Siapa yang menemuinya?


Jantung Joseph berdebar kencang saat membuka pintu. Matanya bergerak cemas.


"A-ada apa yang, Pak?"tanya Joseph gugup.


"Kami membawa surat perintah penangkapan Anda!"


"Apa?" Joseph terkejut. Belum sempat lagi ia bereaksi, kedua tangan Joseph sudah ditahan dan diborgol.


"Pak, ini apa? Saya salah apa?"tanya Joseph panik. Kali ini sungguh, ia tidak tahu apa lagi kesalahannya.


"Anda ditahan atas tuduhan penggelapan pajak dan penipuan! Jika ada pembelaan, bisa dinyatakan pada persidangan!"


"Hah? Apa?"


"Apa lagi ini?!"


*


*


*


"Ckckck! Tidak habis-habisnya dia berbuat ulah," decak Dion, melihat pemberitaan yang menyiarkan berita penangkapan Dion.


"Jika melakukan sesuatu, jangan setengah-setengah," sahut Camelia. Dion sudah pulang, dan menunggu waktu makan malam, mereka mengobrol di ruang keluarga.


Lucas dan Liam asyik bermain balok susun. Sudah banyak yang ditarik. Sekarang, susunan balok itu sangat rentan dan salah langkah sedikit saja maka susunan balok itu akan hancur.


Lucas dan Liam sangat serius. Mereka ada membuat kesepakatan di awal.


"Ulah kalian bertiga bukan?"tebak Dion. Camelia tersenyum.


"Narkoba, penggelapan pajak dan penipuan, mustahil ia bisa bangkit. Atau mungkin saja dia akan diboikot," ujar Dion.


"Penjara di depan mata, Dion. Agensi tidak akan bisa membantu. Mereka cenderung akan lepas tangan karena itu kesalahan pribadi," papar Dion.


"Ah … kasihan. Tapi, siapa suruh mengusik kakak."


Camelia menyeruput tehnya. Matanya berkilat tajam. Camelia sudah memastikannya.


"Kau kalah, Liam!"seru Lucas. Saat giliran Lucas, susunan balok itu hancur.


"Huh!"


"Aku duduk di samping Mom!"ucap Lucas, ia berseru girang.


Wajah Liam kusut. "Bagaimana bisa aku kalah?"


"Ayo lakukan sekali lagi!"tantang Liam.

__ADS_1


"Tidak mau!" Lucas menolak. "Kau harus menerimanya, Liam. Dan seharusnya memang aku yang duduk di samping Mom karena aku adalah kakak!"


"Jangan katakan itu! Kita seimbang!"


"Kau harus menerima kekalahan, Liam. Jika tidak, kau tidak dewasa!" Lucas mengkritik Liam. Wajah Liam semakin ditekuk.


"Kalian akan pergi dengan pergi dengan mobil mana?"tanya Dion. Kediaman ini memiliki banyak mobil. Dan itu ditambah lagi dengan hadiah Andrean berupa mobil Ferrari. Dan itu, baru dipakai saat tes drive saja.


"Ferrari!"jawab Lucas.


"Kakak menyetir sendiri?"


"Hm."


"Okay."


Ferrari itu memiliki kapasitas empat penumpang.


"Aku pernah mencobanya. Kemudinya tidak jauh beda dari mobil kita yang lain," ujar Dion.


"Ada auto drivenya."


*


*


*


Keesokan paginya, Camelia, Lucas, Liam berangkat menuju lokasi syuting apartemen. Pembuatan video promosi dan pemotretan untuk majalah ditargetkan rampung dalam tiga hari. Mengingat Camelia tidak full di sana saja. Hari ini hanya sampai setengah hari karena Camelia harus bersiap untuk menghadiri pesta perayaan.


Meskipun syuting hanya setengah hari, pembuatan video sudah selesai. Hal itu didukung oleh tim yang kompeten dan cepat tangkas serta model yang mudah untuk diarahkan dan telah paham konsep yang diinginkan.


Nama apartemen itu adalah Amare. Nama itu diambil dari bahasa latin dengan arti cinta. Konsep apartemen ini dirancang cocok dengan kebutuhan pasangan yang akan menikah, pasangan yang baru menikah, apartemen keluarga, yang dimana diharapkan apartemen ini dapat berperan untuk memberikan cinta kepada penghuninya.


Jadi, Lucas dan Liam ikut dalam pembuatan video. Meskipun kurang suami, hal itu tidak terlalu dipermasalahkan. Karena konsepnya adalah cinta. Cukup dipajang saja foto Chris.


Temukan kebahagiaanmu bersama Amare.


Video promosi telah selesai. Tinggal pemotretan saja dan itu diadakan besok siang.


"Dion, kami pulang duluan, okay?"


"Hati-hati, Kak."


"Dah, Dion. Semangat kerja kerasnya, okay." Kak Abi memberikan jempolnya untuk Dion.


Dion membalas dengan jempol juga.


Camelia meninggalkan apartemen bersama dengan Lucas, Liam, dan Kak Abi.


*


*


*


Setibanya di kediaman Shane, Camelia segera bersiap-siap untuk pergi ke pesta perayaan. Ada sekitar 3 jam sebelum acara dimulai.


Camelia membuka lemari baju tempat gaunnya disimpan. Di sana tergantung pukulan gaun yang disusun berdasarkan warna.


Camelia mengambil gaun berwarna biru dengan payet bunga Camelia. Gaun yang Andrean kirimkan beberapa bulan yang lalu.


Camelia juga mengambil high heels berwarna senada. Begitu juga dengan aksesorisnya.


Dan terakhir parfum yang Andrean belikan. Semua telah siap.


Camelia menggunakan semua yang telah ia ambil.


Polesan makeup nya fresh. Rambutnya dikuncir kuda. Sedikit berantakan namun itu cocok dengan gaya pakaiannya.


"Selesai!"


Satu jam sebelum acara, Camelia telah selesai bersiap. Begitu juga dengan Lucas dan Liam. Kedua anak itu mengenakan setelan formal, seperti biasanya.


*


*


*


Acara pesta itu menjadi sorotan. Selain para pemain, pihak sponsor juga turut menghadiri acara tersebut. Begitu juga dengan pihak penyiaran.


Mendekati acara, satu persatu tamu hadir. Wartawan yang hadir pun hanya yang telah memiliki izin. Para wartawan sibuk mengabadikan kedatangan para tamu.


Seperti biasanya pula, sang bintang tentu menjadi sorotan. Apalagi kedatangan Camelia begitu mencolok. Kesannya yang dingin dan misterius menciptakan rasa segan.


"Nona Camelia, apakah Anda bersedia menjawab beberapa pertanyaan kami?"


"Silakan."


"Bagaimana perasaan Anda dengan kesuksesan Anda kali ini?"


Karena ini bukan pertama kali bagi Camelia.


Camelia tersenyum. "Setiap kesuksesan memiliki nilai tersendiri. Saya sangat senang dengan kesuksesan ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan besar untuk kesuksesan ini!"


"Kata-kata Anda sangat dalam. Namun, Nona, kabar tidak sedap kembali datang dari lawan main Anda. Bagaimana tanggapan Anda akan hal ini?"


"Saya sangat prihatin dengan semua kabar itu. Namun, saya tidak menyangka Tuan Joseph akan terseret kasus seperti itu. Saya mengharapkan yang terbaik untuk beliau."


"Kami juga! Terima kasih, Nona."


Camelia masuk dengan menggandeng tangan Lucas dan Liam. Kedua anak itu tak lupa melambaikan tangan kepada pada wartawan.


"Yang terbaik bagaimana, Mom?"tanya Liam, dalam bahasa China.

__ADS_1


"Sebaik putusan pengadilan," sahut Camelia.


__ADS_2