
Setelah pesta akhir bulan itu terselenggara. Dan setelah David mengumumkan, memberitahu pada dunia bahwa Lina ada istrinya, aktivitas pekerjaan Lina berubah.
Ia sudah berhenti menjadi trainee atau asisten Margaretha. Namun, kegiatan masih berhubungan dengan management artis. Bedanya, ia bekerja di bawah bimbingan David langsung.
Selain itu, Lina juga mulai debut pergaulan atas. Dimulai dengan menemani Nyonya Smith menghadiri beberapa undangan sosialita.
Camelia berperan cukup aktif untuk menunjukkan pada Lina bagaimana harus bersikap pada perkumpulan seperti itu. Jangan sombong namun jangan mau direndahkan atau dihina. Berlakulah selayaknya Nyonya dari keluarga besar.
Awalnya Lina cukup kesulitan. Namun, lambat laun ia mulai memahami dan memasang image bahwa ia adalah nyonya yang tidak bisa diganggu.
David tentu senang dengan hal tersebut. It yang ia cari, kemampuan Lina menyesuaikan dengan posisinya.
Hubungan Lina dengan Margaretha juga masih terjaga. Hanya saja, yang namanya ada perbedaan tingkat sosial dan juga tanah air, tak jarang Lina mendengar karyawan Glory Entertainment maupun artis yang berada dalam naungannya, menggunjing dirinya.
Lina tidak ambil pusing. Itu kan sudah diperkirakan. Dan ia tidak perlu menggubrisnya. Lama-lama akan hilang dengan sendirinya.
Dan yang paling senang adalah David. Ia tidak perlu main kucing-kucingan jika ingin menemui istrinya di perusahaan. Juga bebas membawa Lina bersama dengannya, kemanapun itu. Dan ia juga tenang karena dapat menjaga istri dan anaknya secara langsung.
*
*
*
Camelia sudah mendengar kabar bahwa Hans akan segera menikah.
Persiapan pernikahan Hans sudah dimulai. Dan tentu saja Andrean menyuarakan kecemburuannya. Sebab Hanslah yang lebih dulu akan merasakan berdiri di altar pernikahan dan mengucap janji suci. Dan harus mulai akan lebih dulu merayakan pesta pernikahan.
Camelia tertawanya mendengarnya. Camelia juga sangat menantikan hari di mana ia akan kembali berjalan menuju altar dan mengucap janji suci dengan pria yang berbeda. Dengan pria yang benar-benar mencintainya, Andrean.
Pernikahan Hans dan Silvia akan dilangsungkan di akhir Februari.
"Wo ai ni." Itu adalah pernyataan cinta kesekian kalinya dalam satu sesi telponan. Dan itu pula kesekian kalinya Camelia tersipu mendengar pernyataan itu.
"I love you too, Honey," balas Camelia.
"Tapi, Sayang. Jika pernikahan Hans dilaksanakan akhir bulan ini artinya kau tidak akan datang kemari? Mengunjungi kami?"tanya Camelia.
"Sepertinya akan seperti itu. Hans sudah mengajukan permintaan cuti untuk bulan madu. Dan aku sulit untuk menolaknya," jawab Andrean, terlihat penuh sesal. Kedua anak laki-laki pasti akan kecewa.
"Aku paham kehidupanmu jika ditinggal oleh Hans. Aku akan memberi pengertian pada anak-anak. Jadi, jangan terlalu cemas. Mereka pasti akan paham," ujar Camelia, setelah menghela nafas pelan.
"Aku sangat berharap padamu, Lia," balas Andrean.
"Di sana sudah malam, bukan? Istirahatlah. Kau butuh energi untuk besok," ujar Camelia.
"Baiklah."
"Terima kasih untuk bunga dan coklatnya. Selamat hari Valentine, Sayang."
"Untukmu juga," balas Andrean dan panggilan berakhir. Camelia menatap karangan mawar berjumlah 1001 mawar, yang memiliki arti cinta selamanya dan tidak akan terganti. Juga satu kotak coklat favoritnya.
Andrean memang tipe suami idaman. Membuktikan jarak, bukanlah pemisah atau pencipta kerenggangan di antara mereka.
"Dia semakin romantis," gumam Camelia.
*
*
*
Setelah berbicara dengan Andrean tadi dan setelah mendengar perkiraan Andrean bahwasannya ia tidak bisa berkunjung ke kediaman Shane sebagaimana janjinya sebelum pulang pada Lucas dan Liam, Camelia segera mengajak kedua anaknya untuk bicara. Menyampaikan hal tersebut.
Lucas dan Liam sendiri tengah bermain dengan Alel dan Archie.
Camelia sudah siap dengan kata-kata menghiburnya juga rencana membawa Lucas dan Liam jalan-jalan. Namun, reaksi Lucas dan Liam santai. Dan hanya menjawab, "sudah kami duga." Meskipun ada sedikit sorot kekecewaan.
"Terkadang apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Contohnya seperti ini. Ayah kalian sangat ingin. Namun, keadaan tidak mengizinkannya untuk pergi," ujar Camelia.
"Artinya itu karena sekretaris Ayah itu kan, Mom?"
"Ya bisa dikatakan seperti itu. Namun, jika tidakpun Mom rasa Ayah kalian tetap kesulitan," ujar Camelia.
"Kalau begitu, kita akan pergi ke mana akhir bulan ini?"tanya Liam. Seperti sudah menduganya.
__ADS_1
"Kalian inginnya bagaimana?"tanya Camelia.
"Hm … terserah Mom saja deh," ucap Liam. Yang diangguki oleh Lucas. Camelia mendengus pelan.
"Terserah Mom ya?"
"Iya, Mom."
*
*
*
Sebagai seorang desainer, Silvia merancang sendiri gaun pernikahannya serta juga baju pernikahan untuk Hans.
Begitu juga dengan pakaian yang akan digunakan pada saat resepsi. Ini adalah beberapa hari menuju hari-H pernikahan.
Hans dan Silvia beberapa kali bertemu. Tentu saja untuk mengurus berkas pernikahan, membeli barang-barang untuk mengisi apartemen baru mereka, serta juga untuk berkencan.
Hans dan Silvia memutuskan untuk tinggal terpisah dengan Andrean maupun Tuan Lu. Itu juga atas dasar pertimbangan yang matang.
Oleh karenanya, Hans membeli sebuah apartemen di kawasan yang sama dengan apartemen Camelia dan juga apartemen Andrean. Hanya beda lantai. Jika apartemen kedua orang itu berada di lantai teratas, maka apartemen Hans satu tingkat lebih rendah.
Meskipun itu hal biasa untuk Hans. Namun, bagi Silvia itu sangat luar biasa. Ia dan ayahnya memang kaya. Namun, untuk membeli unit apartemen di kawasan itu, harus berpikir berulang kali.
*
*
*
"Hoho akan ada yang segera merasakan malam pertama." Lie tertawa, menggoda Hans yang tengah merapikan dasinya. Sebentar lagi, ia akan naik ke altar, menunggu pengantinnya untuk mengucap janji suci pernikahan.
"Diamlah!"
"Kau gugup? Seorang sekretaris Hans gugup?"
Lie tertawa.
"Aku mendapatkan wanita yang aku inginkan, harusnya aku senang, bukan gugup," kekeh Lie.
"Kau akan menjilat ludahmu sendiri!"ucap Hans.
"Ayo-ayo. Ceritakan nanti bagaimana pengalaman malam pertamamu, okay?"
"Coba saja sendiri," sahut Hans.
"Hm, aku yakin rasanya berbeda. Entahlah…." Lie mengedikkan bahunya.
"Bagaimana dengan wanita itu? Kau belum mendapatkannya?"tanya Hans, melirik Lie yang langsung muram.
"Dia … lukanya dalam sekali. Sulit untuk membuka hati," ucap Lie, ia murung.
Hans tertegun sesaat. Kemudian menepuk bahu Lie. "Ikuti saja kata hatimu."
*
*
*
Silvia menuju altar pernikahan didampingi oleh Tuan Lu. Wanita itu sangat cantik dalam balutan gaun pengantin. Berjalan dalam tempo lambat yang membuat jantung Hans semakin tidak karuan. Pria yang mengenakan tuxedo putih itu berkeringat dingin. Ia tegang.
"Han Jiayu, aku serahkan putri kesayanganku padamu. Aku harap kau memegang teguh janji yang telah kau ucapkan saat melamarnya!"ucap Tuan Lu, menyatukan tangan Hans dan Silvia.
"Saya berjanji, Ayah."
Tuan Lu kemudian menuju tempat duduknya, di samping Andrean.
Prosesi pernikahan dimulai.
"Han Jiayu, apakah Anda bersedia menerima Lu Jia Li sebagai istri Anda? Setia dan saling mencintai seumur hidup? Saling menjaga dan mengasihi? Selalu bersama dalam keadaan dalam suka dan duka?"
"AKU BERSEDIA!!"
__ADS_1
Hans menjawab lantang. "Lu Jia Li, apakah Anda bersedia menerima Han Jiayu sebagai suami Anda? …."
"AKU BERSEDIA!"jawab Silvia, bahkan itu belum dibacakan semuanya.
Silvia tersenyum lebar. "Baiklah, silakan untuk saling menyematkan cincin." Itu berlangsung dengan cepat. Karena Silvia menantikan hal puncaknya.
"Dengan ini saya umumkan bahwa Han Jiayu dan Lu Jia Li adalah pasangan suami istri. Sebagai bentuk kasih sayang, silakan…."
Silvia membuka tudungnya lebih dulu. Langsung menarik dan mencium Hans.
Hans terbelalak. Begitu juga dengan pendeta dan hadirin tamu undangan. Tuan Lu menutupi wajahnya. Putrinya benar-benar luar biasanya.
Apa Lia akan seperti itu? Dan itulah yang Andrean pikirkan.
"HAN JIAYU, YOU'RE MINE!"
*
*
*
Resepsi pernikahan Hans dan Silvia berlangsung di salah satu nama hotel ternama. Yang mana untuk biaya sewanya ditanggung oleh Andrean. Sebagai bentuk hadiah pernikahan untuk Hans. Itu hanya salah satu. Biar bagaimanapun Andrean termasuk bos yang royal.
Seperti janji yang pernah Lie ucapkan sebelumnya, ia memberikan angpao tebal sebagai hadiah pernikahan Hans. Andrean juga memberikan angpao tebal.
Kakek Gong turut hadir dalam pernikahan Hans. Ia juga memberikan angpao tebal.
Resepsi pernikahan itu adalah acara formal yang mengundang banyak orang penting. Juga menjadi ajang untuk mencari relasi dan juga untuk bertegur sapa.
Tak kecuali, Andrean juga ikut terseret di dalamnya. Apalagi masih sangat banyak yang penasaran dengan siapa pasangan Andrean.
Dan cincin itu menjadi andalan Andrean jika ada wanita yang ingin mendekatinya. Cukup tunjukkan saja cincin itu, maka akan mundur dengan sendirinya.
Ucapan selamat tidak hanya diterima oleh Hans dan Silvia selaku pihak yang berbahagia. Namun, juga diterima oleh Andrean atas pernikahannya. Semua menantikan siapa sebenarnya sosok pemilik hati Andrean.
"Ehem, mohon perhatian semuanya," ucap Lie. Ia berada di panggung.
"Di hari yang berbahagia ini, saya ingin menyanyikan satu lagu."
Dia bisa menyanyi? Hans membatin.
Musim mengalun. Dan saat pertama kali mendengar langsung tahu bahwa itu lagu romantis. Intro itu, familiar di telinga Andrean.
"Dài nǐ dào tiān yá hǎi jiǎo." Lie mulai bernyanyi.
Benar saja. Itu adalah lagu yang merupakan salah satu soundtrack drama China, Love 020. Yang dinyanyikan oleh Yang Yang dengan judul one just smile is very alluring.
"Cā jiān ér guò nǐ de fā shāo."
Lie bernyanyi dengan penuh penghayatan.
"Yù jiàn nǐ wǒ cái zhī dào nǐ duì wǒ duō zhòng yào"
"Méi yǒu rén néng gǎn jué dào nǐ zuì tián měi de xiào"
"Wǒ zài bù yòng bǎ bié ren xún zhǎo"
"Yīn wèi wǒ yǐ jīng zhǎo dào"
"Wǒ men de yuán fèn gāng hǎo bù xǔ bié ren dǎ rǎo"
"Dā pèi ài qíng de měi miào zhǐ yǒu wǒ men zhī dào"
"Jǐn jǐn wéi rào nǐ měi fēn měi miǎo"
"Nǐ duì wǒ duō me zhòng yào"
"Bagus! Bagus sekali!" Tepuk tangan meriah. Andrean ikut bertepuk tangan. Apalagi pengantin baru itu.
"Terima kasih. Han Jiayu, semoga kau bahagia dengan pernikahanmu. Doakan aku segera menyusul!"
"Tentu saja!"
Selain menyewakan ballroom sebagai tempat resepsi pernikahan Hans dan Silvia, Andrean juga memberikan tiket bulan madu ke Hawaii. Dan malam itu juga setelah resepsi, pengantin baru itu langsung terbang menuju Hawai.
__ADS_1