Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 45


__ADS_3

Saat memasuki restoran, Andrean mendapati ada Dion dan Camelia berada di restoran ini juga. Segera Andrean menghampiri keduanya. Hans merasa kagum dengan kebetulan ini. 


"Sepertinya kita memang berjodoh," ucap Andrean dengan tersenyum pada Camelia. 


"Selamat sore, Nyonya Camelia," lanjut sapa Andrean. Camelia menyipitkan matanya. Begitu juga dengan Dion. 


"Boleh saya duduk di sini?"tanya Andrean, kembali bersuara. Nadanya sangat bersahaja. Hans lagi dan lagi tertegun dan tercengang dengan perubahan sikap Andrean. 


Dion melihat sekitar,  "saya lihat di sini masih ada meja kosong. Dan pelanggan sekelas Anda pasti memesan meja VIP, bukan?" Dari nada dan kalimatnya, jelas menunjukkan Dion tidak setuju Andrean 


duduk satu meja dengan mereka. Dion tidak menyukai Andrean.


Dan dalam benak Camelia, menerka-nerka, apa ini memang suatu kebetulan atau sebuah kebetulan yang disengaja seperti terakhir kalinya? 


"Saya tidak mau jadi bahan perbincangan lagi, Tuan Gong!"ucap Camelia yang menandakan penolakan.


 Dalam dunia entertainment, kadang yang tertera atau tersebar tidak sesuai dengan aslinya. Camelia tidak ingin nantinya ada berita lagi yang menyeret namanya dengan tajuk "Presdir Gong dan artis Camelia terciduk bersama di restoran Shanghai, keduanya ada hubungan spesial?" 


Memikirkannya saja sudah membuat Camelia mendengus.


"Ini sebuah kebetulan. Saya ada urusan di sini, dan Anda juga ada urusan. Lagipula Anda bersama dengan adik Anda. Dan jika menjadi bahan perbincangan, tinggal kita klarifikasi, bukan?"


Oh God!


Baik Camelia, Dion, dan Hans sendiri terpana dengan jawaban Andrean. Bagaimana bisa ia berkata demikian dengan entengnya? Dan dengan wajah datarnya? Apa wajahnya begitu tebal? 


Apa benar Presdir dingin itu lebih tebal muka karena mereka menganggap itu hal wajar dan biasa? 


Dan baginya itu mungkin hal kecil. Tapi, bagi Camelia yang seorang publik figur pasti akan mempengaruhi citranya, terlebih ia seorang janda. Pasti akan ada pihak yang mendikte dirinya seorang penggoda, dan itu adalah sebuah hal yang bagus untuk Rose. Rose bisa menjatuhkannya dengan cara itu.


"Kami sudah selesai. Permisi, Tuan Gong!"tukas Dion yang sangat menyadari ketidaksukaan dan keengganan Camelia. Camelia berdiri. Dengan bergandengan tangan, Dion dan Camelia menuju kasir. Andrean tak bisa menahannya. Dion sungguh melindungi kakaknya. 


Lagi-lagi Hans yang merasa tertekan. Aura Andrean langsung berubah, membuatnya merasa sesak dan lututnya lemas.


Seorang Andrean yang tidak pernah ditolak, selalu didambakan, bahkan jika ia bersedia, dalam satu lirikan lengannya tidak cukup untuk merangkul wanita. 


Namun, dengan Camelia, di mana ia sudah menunjukkan sebuah ketertarikan, Camelia malah acuh tak acuh dan cenderung tidak menyukainya. Andrean bertanya-tanya, seberapa besar cinta Camelia untuk suaminya? 


Hei Andrean! Apa kau tidak mengetahui latar belakang keluarga Camelia? Mana bisa begitu suami meninggal langsung cari baru? Kesepian? Jangan lupakan kalau Chris adalah penyuka sesama jenis, selama pernikahannya, Camelia tidak pernah merasakan kehangatan ranjang. Namun, Camelia merasakan kehangatan sebuah keluarga dan rumah!!


"Apa yang kau tunggu, Hans?!" Suara Andrean yang dingin seakan menusuk tulang mengatakan Hans yang termenung.


"Ah … apa, Tuan?" Dengan wajah dan nada polosnya Hans bertanya. Wajah Andrean menggelap.


"Kau sudah menderita almeizer, besok pagi serahkan surat pengunduran dirimu!!"jawab Andrean sarkas. 


"Ah saya ingat, Tuan." Hans langsung berlari keluar. Penyakit lupanya langsung sembuh ketika teori ancaman Andrean sudah keluar. 

__ADS_1


"Nyonya Camelia, tunggu!!" Hans berlari menghampiri Camelia yang untungnya belum masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area parkir restoran. 


Camelia hanya hendak masuk ke dalam mobil, menoleh pada Hans dengan raut wajah heran. "Ada apa, Sekretaris Hans?"tanya Camelia.


"Sebelumnya saya, dan Presdir Gong atas nama Starlight Entertainment memohon maaf pada Anda karena kami telah menetapkan Anda sebagai pemeran pengganti untuk screen terakhir drama salah salah satu artis kami yang terkena musibah." Hans menjelaskannya dengan lancar. 


Camelia tercengang. Apa katanya? Namanya telah ditetapkan sebagai pemeran pengganti? 


Pemeran pengganti?


Bukan sombong, but. Itu tidak sesuai dengan dirinya yang seorang ratu film dan model internasional. 


"Apa-apaan kalian, hah?!"seru Dion, ia sungguh kesal. Agensi besar mengapa begitu sembarangan? 


Kakaknya ini bukan artis negara ini, punya agensi sendiri, bagaimana bisa seenaknya saja menetapkan nama kakaknya menjadi pemeran pengganti! Mungkin jika pemeran utama masih dipertimbangkan. 


"Maaf. Maaf, Nyonya. Kami memang tidak sopan melakukannya tanpa memberi tahu dan persetujuan Anda. Hanya saja, situasinya mendadak dan nama Anda terlintas di saat itu. Jadi, kami menetapkan Anda sebagai pemeran pengganti utama." Hans kembali membungkuk dan mengajukan permohonan maaf.


Apa yang disampaikan Hans, membuat Camelia tidak bisa berkata. "Kami bisa menuntut Anda dan Tuan Anda karena memakai nama tanpa persetujuan yang mana itu melanggar privasi seseorang! Benar-benar keterlaluan!" 


Dion mengepalkan tangannya. Jika yang di depannya ini Andrean, bogem mentah pasti sudah mendarat di wajah dingin Andrean. Camelia tanpa sepatah katapun melangkahkah kakinya kembali ke restoran.


"Kakak!!" Dion menyusul. Bibir dan hatinya mengumpat kesal pada Andrean. Mengapa suka sekali mencari dan membuat sensasi dengan kakaknya? Sudah punya wanita sendiri, mengapa harus menyeret nama kakaknya? Apa gunanya tunangan Andrean itu? Cuma pajangan?! Sialan!


"Tuan Gong, Anda melanggar kebijakan privasi! Harap segera Anda tarik nama saya dari pemeran pengganti yang disebutkan sekretaris Anda tadi!!"tegas Camelia dengan tatapan tajamnya pada Andrean. Andrean duduk di meja yang ditempati oleh Dion dan Camelia tadi.


"Kalau begitu sampai jumpa di meja hijau!" Setelah mengucapkan itu, Camelia berbalik.


"Rupanya begini sifat ratu film Kanada. Seharusnya Anda senang dan merasa terhormat menerimanya. Okay, saya memang melanggar privasi Anda namun tidak perlu sampai ke meja hijau!" Entah memang dia takut atau malas menghadapi meja hijau, Andrean menyudutkan Camelia berdasarkan citra. 


Camelia dikenal selalu tenang, tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif yang membicarakan tentang dirinya. Dan saat di luar negeri pun Camelia harus menjaga citra. Jika tidak, bukan hanya ia yang akan terkena imbas jika citranya hancur. Dan Andrean ini sungguh menguji kesabaran dan citranya.


Camelia mengeram kesal. Apakah Andrean tengah menyiratkan bahwa masalah apapun itu, baik kecil atau besar yang tidak sesuai hatinya, naik ke meja hijau begitu? 


"Memangnya kenapa dengan itu? Apa karena agensi Anda terbesar di negara ini, maka Anda berhak mengatur siapa-siapa saja yang masuk ke dalam syuting drama artis Anda?"sarkas Dion. Restoran ini tidak terlalu ramai dan Hans telah mengosongkannya. Maka, selain pelayan yang menjauh hanya ada keempatnya.


"Tuan Gong, Anda punya banyak artis. Mengapa bagus kakak saya yang tidak terikat dengan Anda?"


"Karena dia cocok untuk itu!"jawab Andrean. Dion terkekeh, ia merasa geli saja. Sedangkan Camelia menarik senyum miring. 


"Bagaimana jika Kakak saya tidak ada di China? Apa Anda akan mendatanginya di Kanada? Atau Anda langsung seperti ini dan menimbulkan masalah? Tuan Gong, jika hal ini terdengar oleh Agensi kakakku, maka meja hijau bukanlah suatu kemustahilan!!" Dion menunjuk Andrean dengan wajah geramnya. 


"Jika Anda menawarkan lebih dulu, dan Kakak saya menerimanya, itu tidak akan jadi masalah. Namun, Anda benar-benar melanggar kebijakan privasi kakak saya! Membahas citra? Anda kira citra Anda itu seratus persen sempurna?"


"Tuan Muda Dion, Nyonya Camelia, mohon maafkan kelancangan kami. Hanya saja kami tidak bisa menarik nama Anda karena investor dan kru sudah sangat senang Anda bergabung. Jika Anda menolaknya, tolong pikirkan nama baik Starlight Entertainment." Hans yang maju ke depan untuk mewakili Andrean yang masih terdiam mendengar kata-kata Dion. Hans bahkan membungkuk sebagai bentuk penyesalan dan permintaan maaf, serta pengharapan.


Camelia menatapnya dengan dingin. Memang kelihatan bukan hal buruk. Hanya menggantikan sebuah pameran utama dalam screen terakhir. Hanya saja caranya terlalu lancang seolah-olah Camelia terikat dengan Starlight Entertainment. 

__ADS_1


Camelia menghela nafas kasar. "Hanya untuk besok. Kabari managerku waktu dan tempatnya!"putus Camelia kemudian melangkah pergi. Hans tercengang beberapa saat kemudian membungkuk beberapa kali, dengan mengucapkan terima kasih. 


Andrean tersenyum. "Kita juga akan pulang besok. Pesan kamar hotel untuk menginap!"titah Andrean. "Dan pastikan hotel di mana mereka berdua menginap!!"lanjut Andrean.


"Tuan … Anda benar-benar sedang mengejar Nyonya Camelia?"tanya Hans memastikan.


"Mengejar? Aku tidak tahu itu apa. Yang aku tahu aku tertarik padanya dan ingin membuatnya bertekuk lutut padaku!"


Ya itu juga mengejar namanya. Mungkin karena kedua anak Camelia, juga sikap Camelia pada Andrean. 


*


*


*


"Kakak kau setuju?" Dion langsung bertanya begitu masuk ke dalam mobil.


"Jika tidak aku setujui urusannya akan banyak. Masalah kompensasi atas pelanggaran privasi, agensiku yang akan menanganinya. Apa kau kira aku terima-terima saja?!" Camelia masih kesal. Ia harusnya pulang sore ini, namun karena hal itu harus diundur menjadi besok.


"Kakak bagaimana jika setelah ini kau dan anak-anak kembali ke Kanada?"saran Dion. Semenjak datang kemari, Kakaknya sudah beberapa kali menerima hal yang tidak menyenangkan. 


"Kita sudah datang, aku tidak akan pulang tanpa membawa apa yang aku inginkan!" 


"Tapi, Kak …." Dion menghela nafas pelan.


"Baiklah. Tapi, secepatnya harus selesai!"


"Aku akan mengirim email pada agensiku." Camelia mengetikkan pesan dan mengirimnya via email. 


"Kak apa kau merasakan bahwa Andrean itu seperti tengah mengejarmu?"


"Mengejarku?" Camelia tersenyum tipis mendengarnya. "Aku tidak akan terkejar olehnya, Dion. Aku tidak akan menjalin hubungan asmara lagi."


"Apa menurut Kakak Lucas dan Liam tidak akan menginginkan sosok seorang ayah pengganti?"


"Aku bisa menjadi ayah dan ibu untuk mereka. Terlebih ada dirimu, Kak Abi, Mommy, dan Daddy. Mereka tidak akan kekurangan kasih sayang," jawab Camelia. Artinya Camelia tidak ada niatan untuk menikah lagi. 


"Aku mengerti." 


Tak lama kemudian, mereka tiba di hotel tempat Camelia akan menginap. "Jangan pulang terlalu larut. Aku akan ke sana membawakan makan malam untukmu," pesan Camelia pada Dion yang akan kembali ke perusahaan.


"Sarapan saja, Kak. Jangan keluar malam sendirian," sahut Dion.


"Oh baiklah. Dah …."


Dion mengangguk dan meninggalkan area hotel. Camelia kemudian masuk ke dalam hotel dengan menarik kopernya. Setelah memesan kamar, Camelia langsung menuju kamarnya dengan diantar oleh petugas yang biasa mengantarkan tamu hotel ke kamarnya. 

__ADS_1


Setibanya di kamar, Camelia menghela nafas panjang. Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. "Ku harap ini yang terakhir kalinya!"


__ADS_2