Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 228


__ADS_3

Sore harinya seperti yang telah dijadwalkan, Camelia melakukan konferensi pers di ruangan konferensi Glory Entertainment.


Ada cukup banyak wartawan yang datang. Itupun setelah melalui seleksi dari agensi. Sekitar pukul 17.00, Camelia masuk ke ruang konferensi pers bersama dengan David.


Semenjak Camelia dan David masuk, kilat lampu kamera tidak kunjung berhenti. Camelia sudah duduk, begitu juga dengan David. Dan konferensi ini juga ditayangkan secara live.


"Baik. Selamat sore semuanya. Semoga ini hari yang baik ini semua dalam keadaan sehat. Di momen ini kami selaku agency dari Camelia mengadakan konferensi pers ini untuk menjembatani mengenai beragam pertanyaan yang tersebar luas di media sosial karena pengumuman pernikahan Camelia dengan Tuan Gong dari China," ucap David, membuka acara tersebut.


"Sebelumnya agency sudah mengkonfirmasi berita tersebut bahwasanya itu memang benar adanya. Namun, ada beberapa hal di luar kendali yang tiba-tiba saja muncul dengan cepat. Jadi, kami berharap setelah diadakan konferensi ini semua kabar simpang siur di luar sana clear," harap David.


"Dan saya harap teman-teman wartawan sekalian tertib dalam mengajukan pertanyaan sehingga tidak akan terjadi keributan," ujar David, memberi peringatan.


"Baik, dimulai dari pertanyaan pertama."


"Silakan nomor 10," ucap David.


Wartawan yang nomor urutnya ditunjuk berdiri. "Baik, terima kasih untuk kesempatan yang telah diberikan kepada saya. Di sini, saya ingin bertanya pada Anda, Camelia. Semuanya, saya, para wartawan di sini, dan publik di luar sana penasaran dengan awal mula hubungan Anda dengan Presdir Gong. Sementara, seperti yang kita tahu bersama, Anda pernah membantah berita kedekatan Anda dengan beliau. Apakah sejak saat itu Anda berdua sudah berhubungan atau bagaimana? Sementara, jarak negara kita dengan China itu sangatlah jauh. Apa yang membuat Anda yakin untuk menikah dengan beliau?"


Pertanyaan wartawan itu ada beberapa sehingga cukup panjang.


"Baik, di sini saya akan menjawab pertanyaan dari wartawan nomor urut 10. Terima kasih atas pertanyaannya." Camelia langsung menjawabnya.


"Jika saya tidak salah ingat, berita yang Anda sebutkan itu adalah berita satu tahun yang lalu, right?"tanya Camelia, menginformasikan kembali.


"Benar, Nona!"


"Satu tahun itu waktu yang cukup lama, bukan? Dan ada banyak yang berubah dalam kurun waktu itu. Mungkin dari sana juga awal mula hubungan kami. Kami sering berbalas pesan dan menemukan kesamaan satu sama lain…." Camelia menjeda jawabannya. Ia menarik nafas dan menghembuskannya cepat.


"Mungkin saya akan merangkum jawaban jika kiranya setelah ini Anda memiliki pertanyaan lagi. Andrean beberapa kali mengunjungi kediaman Shane. Dan pada akhirnya kami memutuskan untuk menikah. Anak-anak saya menerima kehadiran Andrean dan keluarga saya menerima hubungan saya dengan Andrean. Saya merasa nyaman dengannya. Anak-anak juga menemukan sosok ayah dalam dirinya. Jadi, itulah alasan saya setuju menikah dengan Andrean," lanjut Camelia.


"Mengenai bagaimana cara kami berhubungan, tentu saja dengan hubungan jarak jauh," jawab Camelia. Ia menjawab pertanyaan itu dengan tenang dan tegas.


"Jadi, Anda memutuskan menikah dengan Tuan Gong karena Anda merasa nyaman dengan beliau dan serta Anda dan anak-anak Anda melihat sosok Chris dalam dirinya?"tanya wartawan itu lagi, cepat sekali ia merangkai pertanyaan. Malah seakan hendak menyudutkan Camelia.


"Mereka adalah dia orang yang berbeda. Saya dan kedua anak saya menatap Andrean sebagai Andrean Gong. Bukan sebagai Chris!"tegas Camelia langsung, menampik pemikiran itu.


"Baik, pertanyaan selanjutnya," ucap David, setelah wartawan nomor urut 10 itu terdiam dengan jawaban Camelia.


"Nomor 3," tunjuk David.


Wartawan nomor 3 berdiri. "Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Di sini saya ingin bertanya mengenai kelanjutan karier Anda. Apakah jika nanti Anda dan Tuan Andrean sudah menikah, apakah Anda akan pindah ke China dan mengakhiri kontrak di Glory Entertainment?"tanya wartawan itu. "Terima kasih."


"Mungkin akan dijawab oleh agensi saya," jawab Camelia, menyerahkannya pada David.


"Ah, baik. Camelia tidak akan mengakhiri kontrak dengan agensi. Dan benar, ia akan ikut suaminya kelak ke China dan melanjutkan karier di sana dengan tetap di bawah naungan Glory Entertainment. Apakah terjawab?"


"Baik, terima kasih," jawab wartawan nomor urut 3.


"Selanjutnya nomor urut 6," ucap David.


"Terima kasih atas kesempatannya. Saya ingin bertanya mengenai anak perempuan Tuan Gong. Apakah Anda tidak masalah menjadi seorang ibu tiri? Dan seperti yang kita tahu, keluarga Gong adalah keluarga yang cukup kaku. Bagaimana tanggapan Anda? Terima kasih."


Dan ya, ada beragam pertanyaan. "Setiap kali Andrean datang ke kediaman Shane, ia selalu membawa putrinya. Usia kedua anak saya sama dengan usia putrinya. Dan saya seorang ibu, tidak sulit untuk mendekatkan diri dengannya," jawab Camelia.


Tidak sulit karena aku dapat menjadi cahaya baginya yang merindukan sosok seorang ibu, batin Camelia.


"Dan untuk menilai sesuatu keluarga, kita tidak bisa melihatnya dari sisi luar saja. Jika keluarga Gong adalah keluarga yang kaku, bagaimana bisa mereka merestui pernikahan kami? Dan, tolong jangan berpikir kami menikah tanpa restu keluarga Gong. Dan jangan lupakan juga, bahwa Andrean adalah kepala keluarga Gong saat ini," imbuh Camelia. Ia sama sekali tidak cemas atau panik. Setiap pertanyaan dijawab dengan tenang dan percaya diri.

__ADS_1


*


*


*


"Tuan, apakah keputusan Anda ini tidak keliru?" Dan nyatanya, di dalam keluarga Gong, kecuali Kakek Gong, banyak yang mempermasalahkan keputusan Andrean itu, karena Andrean tidak langsung ke Beijing namun mampir lebih dulu ke kediaman lama Gong.


Keputusan itu diambil setelah Kakek Gong memberitahu Andrenn bahwasannya ada beberapa tetua yang menentang keputusan pernikahan itu.


Dan kini Andrean tengah berada di ruang rapat keluarga bersama dengan para


tetua dan anggota keluarga yang menentang keputusan pernikahannya.


"Mengapa kalian menolaknya? Sebutkan satu alasannya, setelah aku memberitahu alasanku memutuskan untuk menikah dengannya!"tanya Andrean dingin. Ia mulai muak dengan keluarganya sendiri. Apakah ia harus menuruti kemauan mereka? Melakukan ini itu yang telah ditetapkan atau diusulkan oleh mereka? Menjadi boneka dengan posisi kepala keluarga?


Ah, tidak! Tidak bisa seperti itu! Di sini, ia yang memegang kendali. Maka, Andrean menantang para tetua yang menolak itu.


"Apa yang kurang darinya? Karena statusnya sebagai janda? Bagaimana denganku? Dia memiliki anak dalam hubungan pernikahan, sementara diriku? Bukankah aku lebih hina daripada dirinya?"


"T-Tuan? Apa yang Anda katakan?!" Mereka panik.


"Ya, jika kalian menganggapnya seperti itu!"sela Andrean. Sorot matanya begitu dingin.


"Lalu apa lagi? Keluarganya? Apakah kalian tahu siapa keluarganya? Bagaimana kedudukan keluarga? Dia sendiri adalah artis ternama. Keluarga adalah keluarga bisnis yang merajai Kanada. Jika dibandingkan dengan keluarga ini, kita harus berhati-hati pada mereka!"papar Andrean lagi.


"Dan kini perusahaan Gong juga bekerja sama dengan Shane Group. Apakah kalian tahu besar harga kerja samanya? Apakah kalian bisa menanggung kerugian andaikata proyek tersebut gagal karena penentangan tidak masuk akal kalian ini?"


Wajah para penentang itu pucat langsung. Mereka sudah dengar berapa harga kerja sama itu. Sangatlah fantasis.


"Apalagi yang ingin kalian permasalahkan? Karena ia orang asing? Paman, istri Anda adalah orang asing, bukan?"tunjuk Camelia pada salah seorang tetua.


"Maka dengarkan aku baik-baik. Aku, hanya akan menikah dengan Camelia. Hanya dia yang akan menjadi Nyonya Gong. Lupakan semua rencana kalian!"


"Kemudian satu lagi, jika kalian menganggap Camelia tidak pantas, maka orang yang ingin kalian jodohkan denganku jauh lebih tidak pantas! Paham?!"


"Aku berhak menentukan keinginanku. Dan sekarang katakan padaku, satu alasan saja, mengapa kalian menolaknya?"tanya Andrean.


Mereka semua saling panjang. Semua yang ingin mereka keluarkan telah disapu bersih oleh Andrean. "Tidak ada? Maka aku anggap kalian semua setuju!"ucap Andrean, setelah cukup lama hening.


Kakek Gong yang berada di belakang Andrean tersenyum lebar. Andrean menanganinya dengan bagus.


"Untuk itu, kalian buat persiapan yang terbaik untuk Nyonya Rumah ini. Akhirnya, setelah bertahun-tahun, kediaman ini memiliki Nyonya!"tegas Andrean, tidak lebih tepatnya itu adalah titah.


Lebih baik aku yang menangani kalian. Lia itu, aslinya sangat menyeramkan. Aku harap kalian tidak salah jalan.


*


*


*


Camelia dan Andrean sama-sama menghadapi masalah tersendiri. Dan keduanya dapat mengatasi hal tersebut dengan baik.


Keesokan paginya, Camelia, Lucas, dan Liam kembali ke Glory Entertainment.


Dan ada satu tagar yang naik lagi, yakni jawaban Camelia yang mengatakan bahwa, Andrean adalah Andrean, Chris adalah Chris.

__ADS_1


Camelia tidak ambil pusing lagi. Ia yakin bahwa konferensi pers kemarin dapat menjawab semuanya.


"Aku pikir akan lebih baik jika kau mengambil satu job sebelum pernikahanmu, Lia," ucap Kak Abi. Di tangannya sudah ada beberapa tawaran.


"Ah, ya ada undangan untukmu. Itu acara di Milan, pertengahan bulan ini," ucap Kak Abi.


Camelia melihat undangan tersebut. Ada pagelaran busana di Milan dan Camelia diundang sebagai tamu kehormatan atau VIP.


Itu adalah undangan kelas dunia. Mana mungkin Camelia menolaknya. "Aku akan pergi."


"Lalu ini?" Kak Abi menunjukkan berkas tawaran di tangannya.


"Menurut Kakak yang mana?"tanya Camelia. Waktunya tidak banyak lagi di Kanada. Jadi, jika mengambil job pun mungkin hanya bisa pemotretan atau bintang iklan.


"Eh, salah! Bulan ini ada jadwal pemotretan brand ambassadormu!"seru Kak Abi.


"Lantas?"


"Bagaimana dengan menyanyi? Single baru?"usul Kak Abi. Karena, ia sudah tahu, tawaran itu tidak menarik bagi Camelia.


Bodohnya ia menanyakan hal itu. "Amare akan kembali melakukan pemotretan. Kemudian brand ini juga. Astaga! Jadwalmu cukup padat, Lia!"


"Apa cukup jika aku membuat single baru?"tanya Camelia.


"Sebentar." Manager Camelia itu tengah membuat perhitungan waktu. Jarinya bergerak cepat menghitung.


"Dengan kemampuanmu, itu bisa termanage semuanya," ucap Kak Abi setelah selesai menghitung.


"Jika kau ingin membuat single, aku akan panggil kompuser dan produsernya," ucap Kak Abi, dan itu disetujui oleh Camelia.


Selagi menunggu kedua orang itu datang, Kak Abi beralih pada Lucas dan Liam. Sebab selama Camelia syuting di Swiss, kedua anak itu tidak mengambil kegiatan syuting atau pemotretan sama sekali.


"Ada ini, tapi hanya pemeran saat usiamu saja. Syutingnya tidak terlalu lama juga, bagaimana?"ujar Kak Abi pada Lucas.


Peran Lucas adalah dari tokoh utama pria. Lucas mulai membaca naskahnya. Naskah sampai dimana perannya.


"Menarik." Lucas tidak perlu melakukan banyak improvisasi karena karakternya hampir sama dengan dirinya sendiri. Jadi, bisa dikatakan Lucas memerankan dirinya sendiri.


"Aku akan mengambilnya," jawab Lucas. Kak Abi mengangguk.


"Aku ingin fokus pada modeling," ujar Lucas.


"Baiklah, Prince Liam!" Kak Abi memberikan hormat.


Berapa saat kemudian komposer dan produser musik datang. Mereka membawa salinan lagu untuk Camelia lihat.


David juga ikut hadir di sana.


Camelia melihat naskah lagu tersebut. Musiknya riang. Dan itu adalah lagu romantis. Namun, tetap ada lirik yang dark. Tentang seseorang yang menemukan orang yang tepat setelah terus gagal dan salah memilih pasangan.


"Ini sindiran untukku?"tanya Camelia.


"Gurauanmu bisa saja," sahut komposer musik itu.


"Baguslah jika begitu," sahut Camelia.


"Kemarin kau berhasil membawakan lagu bernada tinggi, aku memilihmu untuk single ini, apakah kau menerimanya, Lia?"tanya produser musik itu.

__ADS_1


"Sudah menaruh kepercayaan besar padaku, tentu saja aku tidak boleh mengecewakan kalian. Semoga prosesnya lancar!" Camelia mengulurkan tangannya, mereka berjabat tangan.


Dan ya, bulan ini Camelia akan sibuk. Mulai dari pemotretan apartemen Amare, lalu pemotretan brand pakaian di mana ialah BA nya, lalu pergelaran busana di Milan, lalu pembuatan MV dan juga rekaman, dan juga mempersiapkan pernikahannya. Untung saja untuk pernikahan tinggal hanya gaun. Selebihnya sudah tertangani.


__ADS_2