Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 95


__ADS_3

"Lia apa foto ini benar?!"tanya Tuan David, menunjukkan foto yang didapatkan dari postingan sebuah akun gosip. Foto Camelia berpelukan dengan seseorang di bandara.


"Lia, kau bisa menjelaskannya?" Kak Abi menatapnya tajam. Begitu juga dengan Tuan David.


Camelia memejamkan matanya. Dalam hati berdecak kesal.


Siapa yang memotretnya?


"Baru saja kau akan comeback, kau membawa gosip?" Ya, itu akan mempengaruhi pekerjaan Camelia. Lebih-lebih Camelia adalah publik figur dan juga seorang janda.


Sebenarnya wajar-wajar saja Camelia seandainya menjalin hubungan dengan pria lain. Akan tetapi, dengan citra yang selama ini ditampilkan itu akan menimbulkan gunjingan. Waktunya terlalu cepat untuk memulai hubungan baru. Dan lagi ia memiliki fans dan fans suaminya masih ada dan abadi hingga sekarang. Ia akan dibully untuk itu.


"Ini memang terjadi," jawab Camelia, pelan.


"What?! Itu pelukan real? Kalian benar-benar berhubungan?!"pekik Tuan David. Wajahnya benar-benar terkejut!


Beberapa bulan lalu, Camelia membuat skandal dengan fotonya bersama dengan Andrean yang mengenakan gaun dan kemeja putih bak sepasang pengantin. Namun, itu sudah teratasi dan dibantah.


"Iya, kami memang berpelukan namun tidak berhubungan. Itu seperti pelukan perpisahan karena aku akan meninggalkan China. Aku rasa itu wajar…," jelas Camelia.


Tentunya tidak mengatakan yang sebenarnya.


Tuan David mengusap wajahnya kasar. Sementara kak Abi sibuk dengan ponselnya, mengurus masalah Camelia karena mulai banyak media yang meminta konfirmasi.


"Camelia oh Camelia, rupanya kau belum sadar betul posisimu," keluh Tuan David, kembali mengusap wajahnya kasar.


"Lia, kau hubungi Andrean sekarang! Beritanya ini datangnya dari sana!"titah kak Abi.


Untuk mengakhirinya, harus ada konfirmasi dari kedua belah pihak. Kak Abi berdecak pelan, di era yang semakin canggih ini, informasi menyebar dengan sangat cepat.Gegas, Camelia mengambil ponselnya, mencari nomor ponsel Andrean.


"Karena kau sudah disini, setelah ini kita akan melakukan klarifikasi. Jika tidak, nama baikmu bisa tercoreng dan kau … kau juga bukan hanya artisku, kau itu menantu keluarga Shane."


Tuan David memberi instruksi dan kembali mengingatkan Camelia akan posisinya.


Camelia mengangguk pelan kemudian menghubungi Andrean.


Di sini pukul 11.00, kemungkinan besar di sana pukul 23.00.


Berita ini berawal dari China, seharusnya Andrean sudah tahu. Namun, Camelia ragu Andrean sudah mengurus masalah ini. Terlebih, itu benar adanya. Malah mungkin sebaliknya. Andrean menggunakan gosip itu untuk mempublikasikan hubungan mereka yang belum dimulai.

__ADS_1


"Halo." Setelah beberapa saat, Andrean menjawab panggilannya.


"Halo, Tuan Gong. Apa Anda sudah tahu gosip tentang kita berdua?"tanya Camelia, basa basi sejenak.


"Tentu saja, mengapa? Kau ingin mengonfirmasinya bahwa itu tidak benar?"tanya Andrean langsung, nadanya terdengar sedih.


"Tentu saja!"jawab Camelia.


"Itu sangat mempengaruhi reputasi saya di sini. Maka saya berharap Anda dapat bekerja sama," jawab Camelia.


"Lia, aku tidak akan …."


Camelia berjalan menjauh dari Tuan David dan Kak Abi, menuju jendela yang menampakkan pemandangan yang khas.


"Aku tahu maksudmu! Tapi, mendiamkan berita seperti ini juga bukan hal yang baik. Kau mungkin didukung. Sementara aku, aku ini punya fans, begitu juga dengan suamiku. Ini terlalu cepat untuk mempublikasikan hubungan baru. Aku memang sudah memberimu kesempatan, namun bukan ini!"ucap Camelia, penuh penekanan.


"Aku mohon Andrean. Hubungan yang dimulai dengan gosip seperti ini tidak baik. Aku yang akan terkena masalah di sini. Jangan utamakan egomu sendiri. Kau seorang Presdir dunia hiburan, seharusnya tahu dampak hal seperti ini terhadapku!"tandas Camelia kemudian.


Belum terdengar balasan dari ujung sana. "Jika tidak, jangan salahkan aku jika tidak memberimu kesempatan!" Memberi ancaman.


"Baik." Andrean menjawab singkat. "Lantas aku harus mengkonfirmasi apa? Foto itu editan atau apa?"tanya Andrean.


"Apa?"


"Teman."


"Pelukan perpisahan."


"Perpisahan?" Terdengar tidak senang.


"Bukankah kita berpisah di sana? Aku pulang ke Kanada? Ayolah Andrean jangan pura-pura bodoh!!"


"Hm."


"Aku akan keluar pernyataan lebih dulu, besok pagi di sana, kau harus mengeluarkan pernyataan yang mendukung pernyataanku!"ucap Camelia.


"Tapi, kau tidak akan menolakku, kan?"tanya Andrean.


"Tidak jika kau tidak menyulitkanku. Aku mohon, mengerti keadaanku di sini."

__ADS_1


"Baiklah. Aku setuju." Camelia menghela nafasnya.


"Baiklah. Aku tutup, ya," balas Camelia.


"Hm." Setelahnya, Camelia menutup panggilan.


Saat berbalik, Camelia dikejutkan oleh Tuan David dan Kak Abi yang sudah berada di belakang tubuhnya. Kedua orang itu menatapnya penuh selidik, sementara kedua anaknya tetap duduk di sofa.


"Apa yang kalian bicara sampai nada bicaramu seperti itu tadi?"tanya Tuan David.


"Kau juga menggunakan bahasa China, ada yang kau sembunyikan dari kami, Lia?"timpal Kak Abi.


Ah … rupanya tanpa sadar, Camelia menggunakan nada bicara yang beragam, emosi, mengancam, dan meminta. Dan ia juga mengubah bahasa yang ia gunakan, dari Inggris menjadi China. Tentu saja Kak Abi dan Tuan David tidak mengerti.


Tidak mungkin bukan aku jelaskan pada mereka?


Camelia tersenyum. "Bukan apa-apa. Aku akan membuat klarifikasi untuk gosip itu," jawab Camelia, melangkah meninggalkan kedua orang itu yang menatapnya penuh tanda tanya.


"Ibu, kami mendengar semua percakapanmu," ucap Liam datar dengan bahasa China kala Camelia duduk di sampingnya. Tentu saja dengan nada pelan.


Camelia menatap Liam, "Kita akan bicarakan hal itu di rumah," balas Camelia.


Segera membuka kamera untuk merekam pernyataannya. "Camelia Shane, klarifikasi apa yang akan kau berikan?"tanya Tuan David. Jika sudah memanggil nama lengkap, artinya itu sangat serius.


"Kakak … itu hanya pelukan perpisahan. Kami juga pernah jadi rekan. Jadi, wajar jika berpelukan seperti itu," jawab Camelia.


"Jangan mewajarkan sesuatu, Lia!"kecam Tuan David.


"Kakak … mengapa kau begitu sensitif hari ini? Bukankah setelah membuat pernyataan yang didukung kedua belah pihak masalah asal selesai?"tanya Camelia, heran dengan sikap Presdir nya ini.


"Iya, Tuan David. Saya sependapat dengan Camelia," imbuh Kak Abi.


Tuan David tampak tertegun. "Baiklah. Kau buat pernyataan. Humas akan mendukung klarifikasimu. Selain itu, pastikan ini yang terakhir. Jika ada yang ketiga kalinya, artinya kalian memang ada hubungan!!"final Tuan David, tampaknya sudah mulai lelah.


"Lantas jika kami kemudian hari berhubungan, bagaimana?"tanya Camelia.


Tuan David tidak langsung menjawab. "Setidaknya jangan di tahun pertama setelah kepergian Chris," jawab Tuan David. Camelia mengangguk, menyanggupinya.


Tuan David menghela nafas kasar, kemudian melangkah keluar dari ruangan.

__ADS_1


Entahlah … aku merasa ada yang aneh dari Presdir, batin Kak Abi.


__ADS_2