
"Kak …."
"Kakak…."
"Kak…."
Camelia merasa terusik dengan tepukan di bahunya. Matanya membuka dengan berat dan malas.
"Kak, ayo bangun." Sekali lagi, tepukan ringan mendarat di bahunya.
"Hm … Dion?" Didapati Dion berada di sampingnya, tersenyum lembut padanya.
"Hoam." Menguap sekali.
"Kau sudah pulang?" Camelia mengerjap, membuang rasa kantuknya.
"Iya, Kak."
"Jam berapa sekarang?"tanya Camelia, melihat hari yang mulai sore. Dan tanpa ia sadari, ia tidur di gazebo dalam posisi duduk dan bersandar pada dinding.
Ahh … pasti aku sangat kelelahan tadi, batin Camelia.
"Jam 18.00, Kak." Memang, matahari terbenam di Kanada lebih lama, sekitar pukul 21.00 dengan panjang siang sekitar 15 jam.
"Mom dan Daddy sudah pulang?"tanya Camelia, sembari memeriksa ponselnya.
"Hm … dan sekarang menunggu kakak di perpustakaan," jawab Dion.
Camelia mengalihkan tatap pada Dion. "Membahas gosipku itu?"tanya Camelia memastikan.
"Sepertinya."
Camelia menghela nafas pelan. Seperti dugaannya.
"Ya sudah, ayo." Camelia beranjak diikuti oleh Dion.
"Oh iya, Dion. Kak Lina sudah berangkat. Kemungkinan tiba pukul 10 besok pagi. Kau nanti jemput dia, ya? Besok kakak ada wawancara," ujar Camelia dalam perjalanan menuju perpustakaan.
Karena sudah dalam dugaannya, Camelia tidak begitu tegang namun tetap gugup. Ia penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh kedua mertuanya.
"Sungguh? Baiklah kalau begitu, Kak," sahut Dion.
"Sore, Dad, Mom," sapa Camelia saat tiba di perpustakaan.
"Lia, kau sudah bangun?" Nyonya Shane berdiri dan mengajak Camelia duduk di sampingnya.
"Hehe, iya, Mom," jawab Camelia, merasa malu.
"Pasti sangat melelahkan berurusan dengan gosip seperti itu hingga kau ketiduran di gazebo," tutur Tuan Shane. Camelia tersenyum pahit.
Ya, memang melelahkan. "Daddy dengar berita klarifikasi nya sudah keluar, masalah itu sudah teratasi?"
"Sepertinya, Dad. Karena klarifikasinya belum lama dirilis," jawab Camelia.
Tuan Shane mengangguk pelan. "Kalau boleh Daddy tahu, apa kalian benar ada hubungan selain hubungan kerja?"tanya Tuan Shane kemudian. Mulai bicara dengan serius.
Camelia tidak langsung menjawab. Ia menatap bergantian Nyonya Shane, Dion, dan Tuan Shane.
"Kami tidak ada hubungan di luar hubungan kerja, Dad," jawab Camelia. Benar, bukan? Mereka belum menjalin hubungan apapun selain pendekatan.
__ADS_1
"Benarkah, Lia?" Nyonya Shane menggenggam jemari Camelia.
"Jujurlah pada kami. Agar kami juga bisa bersikap," lanjutnya.
"Dad, Mom." Camelia memanggil pelan. "Andai kata aku menjalin hubungan baru, apa kalian akan setuju?"tanya Camelia, lirih.
Biar bagaimanapun, hidupnya berada di dalam lingkaran keluarga Shane. Sebagai menantu, jelas ia harus menjaga mimik wajah keluarga Shane juga memperhatikan pertimbangan mereka.
Tuan dan Nyonya Shane saling pandang. Nyonya Shane membawa tangan Camelia, bertumpu pada pahanya.
"Lia, kau putri kami …." Menjeda sesaat. "Kau juga masih muda, begitu juga dengan Lucas dan Liam yang masih kecil." Kata-katanya begitu lembut. Camelia menanti ucapan selanjutnya.
Dion turut menyimak.
"Kami, baik Daddy atau Mommy tidak akan menghalangimu untuk menjalin hubungan baru, karena itu adalah hakmu, Sayang."
Camelia sedikit melebarkan matanya. Dion mengangkat alisnya.
"Hanya saja, jangan terlalu cepat. Kami memang tidak menghalanginya. Namun, kami ingin meminta satu hal padamu. Mom harap kau dapat mengerti dan menerimanya."
"Katakanlah, Mom."
"Jangan memulai atau mengumumkan hubungan selama tiga tahun ke depan. Setelah itu, andai kata kau ingin berpacaran atau menikah lagi, asalkan pria itu pantas untukmu, kami akan merestuinya."
Camelia sedikit membuka mulutnya. Tidak menyangka. Begitu pula dengan Dion.
Tiga tahun? Itu waktu yang cukup lama! Camelia langsung tertuju pada Andrean, apa Andrean mau menunggu selama itu?
"Selain itu, andai kata kau menikah lagi, Lucas dan Liam tetap di keluarga ini," lanjut Tuan Shane. Kali ini, mata Camelia membulat sempurna.
"Daddy harap kau masih ingat surat yang kau tandatangani tempo hari. Bahwa Lucas dan Liam adalah anak dari keluarga Shane. Mereka akan menjadi pewaris Shane Group jadi tidak bisa meninggalkan keluarga ini." Tuan Shane kembali menjelaskan.
Camelia mengingatnya dengan jelas sekarang.
Di malam perceraiannya dengan Chris, semua terbongkar di sana. Camelia juga akhirnya ingat bahwa Tuan dan Nyonya Shane sudah tahu bahwa Lucas dan Liam bukanlah darah daging keluarga Shane. Namun, kedua anak itu tumbuh dengan keringat keluarga Shane.
Namun, bukankah itu terlalu berat?
Jika kelak ia menikah, hanya ia yang boleh pergi, kedua anaknya tetap tinggal. Secara tak langsung, mereka dipisahkan.
"Mom tahu kau merasa ini tidak adil. Akan tetapi, ini guna menjaga nama baik kita semua, Lia."
Sebagai seorang wanita dan Ibu, Nyonya Shane tahu Camelia sedikit terguncang. Namun, itu harus dilakukan dan dibicarakan. Agar di kemudian hari tidak terjadi keributan karena sejak awal telah dibicarakan dan disetujui.
"Keturunan keluarga Shane, terutama laki-laki, tidak boleh ikut ke keluarga lain!"
Itu ultimatum yang jelas. "Mom, Dad, jadi kalian sudah tahu?" Setelah mencerna semua percakapan tadi, akhirnya Dion mengerti.
Tuan Shane mengangguk singkat. "T-tapi, bukankah jika Lucas dan Liam berpisah dengan kakak, mereka masih kecil? 8 tahunan?"
"Di keluarga Shane itu sudah termasuk dewasa. Apalagi dengan kecerdasan mereka. Daddy tahu ini berat, namun ini adalah konsekuensi yang harus diterima jika ingin menikah lagi."
"Begitu juga denganmu, Dion. Jika seandainya kau ingin pergi atau pindah, kau harus menyelesaikan tugasmu lebih dulu."
Dion menelan ludahnya. Sungguh tidak mudah. Dan benar, Camelia tidak dilarang untuk menikah lagi. Namun, ada banyak syarat di dalamnya. Bukankah itu sama saja?
"B-bagaimana jika aku akan menikah dengan ayah kandung Lucas dan Liam?"tanya Camelia, dengan nada bergetar. Bagaimana tidak? Perlu keberanian untuk mengatakan itu.
"Maksudmu?" Tuan Shane mengernyit.
__ADS_1
"Andrean Gong, dia adalah ayah kandung dari Lucas dan Liam," ucap Camelia dengan sangat jelas.
Tuan dan Nyonya Shane terdiam. Tampaknya terkejut. Keduanya kemudian saling melempar pandang. Sementara Camelia, memejamkan matanya. Dion juga terbelalak.
"Tidak ada yang berubah," jawab Tuan Shane kemudian.
Camelia membuka matanya, menatap Tuan Shane rumit.
"Publik mengenal bahwa jika Lucas dan Liam adalah keturunan keluarga Shane. Meskipun kau tahu siapa ayah kandung keduanya, jangan sampai tersebar karena jika tidak, bukan kami yang akan hancur melainkan dirimu. Selain itu, pria itu … Andrean Gong apa dia sudah tahu tentang hal ini?"
Kata-kata Tuan Shane hari ini bukan sebagai seorang ayah, melainkan sebagai kepala keluarga yang harus tetap menjaga dan mempertahankan keluarga. Dari mulai nama baik hingga status.
Camelia mengangguk. Tuan Shane menghela nafas kasar.
"Tidak heran, mereka memang punya kemiripan." Nyonya Shane bergumam.
"Siapapun pria itu, apa yang Daddy katakan tadi tetap berlaku, Lia. Kau cerdas, pasti paham dengan apa yang Daddy lakukan ini."
Tersirat raut wajah bersalah. Namun, ini adalah keputusan yang harus diambil dan disetujui.
"Kakak…."
Dion berdiri di samping Camelia. Menepuk pundak sang kakak pelan. Ia tahu, hal ini berat untuk Camelia. Akan tetapi, keputusan memang harus diambil.
"Daddy, Mommy, Dion, aku paham. Dan aku menerima semuanya," jawab Camelia.
"Apa kau baik-baik saja, Lia? Dengan semua ini?"
"Andai kata aku menikah lagi, dan anak-anak tidak ikut denganku, bukankah kami hanya berbeda rumah?"
Artinya, kelak apapun yang terjadi tidak akan mempengaruhi hubungan Camelia dan anak-anaknya. Jarak hanya di lokasi rumah yang berbeda, selebihnya tidak ada yang berubah.
"Dan masa depan tidak ada yang tahu seperti apa. Apakah aku akan menikah lagi atau tidak? Apakah jika menikah lagi akan dengan Andrean Gong, tidak ada yang tahu. Aku menerima semua keputusan Daddy dan Mommy."
Camelia berkata dengan tenang.
Hah ….
"Baiklah kalau begitu. Kalian pasti lelah, istirahatlah," putus Tuan Shane.
"Ada satu hal lagi yang ingin Lia beritahukan pada kalian," ucap Camelia.
"Apa itu, Lia?"tanya Nyonya Shane.
"Sebenarnya kami masih memiliki orang tua di China."
"Kakak?" Tidak menduga Camelia akan mengatakannya.
"Kami sudah menemui dan mengaku pada mereka."
Tuan Shane diam beberapa saat. Nyonya Shane melirik suaminya. Tampaknya tidak tahu harus mengatakan apa.
"Lia, Dion, apapun masa lalu kalian, itu adalah masa lalu. Sekarang, dan masa depan kalian adalah keluarga Shane. Daddy bukan menyuruh kalian memutuskan hubungan dengan mereka. Mereka tetaplah orang tua kalian, akan tetapi identitas kalian adalah keluarga Shane. Apa kalian mengerti?"
Dion dan Camelia menunduk kemudian mengangguk pelan. "Kami mengerti, Dad."
Setelah mengatakan hal itu, Camelia dan Dion undur diri.
Sejak mereka menginjakan kaki di keluarga Shane dan mengganti identitas mereka, mereka terikat dengan keluarga ini sampai kapanpun.
__ADS_1
Aku tidak menyangka, kepergianmu akan membawa dampak tak berujung bagi kami, Chris. Aku tidak menyesal. Sama sekali tidak. Namun, aku hanya sedih … ya hanya sedih…