Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 29


__ADS_3

UHUK-UHUK!!!!


Camelia tersedak dan menyemburkan air yang ia minum. Dan itu tepat mengenai wajah Kak Abi yang tepat berada di depan Camelia. 


“Kalian serius?”tanya Camelia pada Lucas dan Liam tanpa mempedulikan wajah kesal Kak Abi yang tengah sambil membersihkan wajahnya dengan tisu. Dion juga terkejut dengan apa yang Lucas dan Liam katakan, mereka berdua ingin masuk ke Starlight Entertainment. 


Lucas dan Liam mengangguk membenarkan. Lina sendiri pulang ke rumahnya sendiri setelah Dion pulang. Dion belum memberitahu Camelia tentang ia yang bertemu dan berbincang dengan Nyonya Liang saat di taman tadi. Rencananya setelah ini, setelah Lucas, Liam dan Kak Abi tidur.


Dion ingin berbicara tentang keluarga Liang dan langkah apa yang akan mereka ambil untuk menyelesaikan urusan di sini dan secepatnya kembali ke Kanada. 


“Kalian tahu apa yang kalian berdua katakan? Lucas, Liam, ini China bukan Kanada. Kita hanya sementara di sini. Lagipula kalian berdua, termasuk Kak Lia masih terikat kontrak dengan agensi kalian. Tuntutannya bisa jatuh ke pidana nantinya. Tolong pikirkan sekali lagi keputusan kalian,” papar Dion.


Mengingatkan Lucas dan Liam bahwa mereka berdua adalah artis agensi besar di Kanada. Tidak bisa sembarangan mengambil pekerjaan di luar sepengetahuan Agensi. 


“Aunty Abi sudah menjelaskannya pada kami, Mom, Uncle,” jawab Liam. Camelia mengalihkan tatapannya pada Kak Abi, menatap managernya itu meminta penjelasan. 


“Aku paham kekhawatiranmu, Lia. Kita hanya bekerja sama dengan mereka tanpa masuk dan terikat di dalamnya. Anggap saja kita meminjam tempat untuk bernaung sementara. Lagipula di dalam sana yang bermasalah denganmu. Kami sudah tahu alasan kalian berdua memutuskan ke China dengan alasan mengunjungi leluhur sekaligus menenangkan hati. Balas dendam, Camelia kau punya dendam bukan dengan salah satu artis Starlight Entertainment yang merangkap sebagai tunangan Presdirnya. Juga dengan mantan kekasihmu, pria yang berpapasan dengan kita di basement kemarin lusa. Aku benar, kan?”papar Kak Abi panjang lebar. 


Baik Camelia atau Dion tercengang dengan pemaparan itu. Dengan wajah terkejut, Camelia dan Dion menoleh pada Lucas dan Liam yang tersenyum penuh arti.  


“Jangan lupakan kami, Mom. Jika Mommy dan Uncle berniat untuk tidak melibatkan kami, untuk apa Mommy membawa kami ikut serta ke China, juga Aunty Abi?”ujar Lucas. 


Tidak perlu ditanya lagi dari mana Kak Abi mengetahui apa yang barusan Kak Abi paparkan. Dua bocah yang mempunyai IQ tinggi di usia dini, dan sangat perasa itu, memang terkadang, ada masanya Lucas dan Liam bungkam pura-pura tidak tahu. 


“Ah ... kalian benar. Lebih susah main petak umpet dengan kalian daripada orang lain. Baiklah, Mommy izinkan kalian bermain-main di sana. Mommy juga berencana untuk balas dendam dengan berada pada bidang yang sama. Itu akan lebih menyenangkankan, bukan?” 


Camelia tersenyum devil, diikuti oleh Dion, kedua anaknya, dan juga Kak Abi. 


“Kapan kalian berencana mengunjungi Presdirnya?” Tidak ada lagi rasa takut, cemas, dan semacamnya di hati Camelia akan siapa sebenarnya Andrean Gong bagi kedua anaknya. Ia kuat, ia mampu, ia punya pendukung, tak ada yang perlu ditakutkan. 

__ADS_1


"Rencananya besok," jawab Liam, mantap. 


"Ah cepat juga ya," balas Dion. "Aku rindu Grandma dan Grandfa. Aku rindu rumah kita," ucap Dion. Rumah yang Liam maksud adalah villa mereka tinggal bersama dengan Chris sebelum pergi.


*


*


*


Kabar Camelia, aktris top Kanada berada di Beijing sudah terdengar oleh salah satu penyelengga penghargaan bergengsi yang bergerak dalam bidang entertaiment. Penghargaan itu akan diselenggarakan dua hari lagi dan pagi ini Camelia menerima undangan untuk menjadi tamu khusus juga untuk memberikan tropi pada salah satu pemenang nominasi penghargaaan.


Camelia menerimanya karena di dalamnya ada nama Rose Liang sebagai salah satu nominator. 


Pagi ini juga Lucas dan Liam ditemani oleh Kak Abi yang memainkan peran sebagai Ibu dari Lucas dan Liam. Kedatangan kedua bocah itu menarik perhatian orang-orang yang lalu lalang di lobby. 


"Ada yang bisa dibantu, Nyonya?"tanya resepsionis itu dengan tatapan lekat pada Lucas dan Liam.


Dalam hatinya menerka-nerka siapa kedua bocah itu? Mengapa begitu mirip dengan Presdirnya? 


Kak Abi mengeluarkan kartu mana yang Andrean berikan kemarin. "Ah silakan, Nyonya, anak-anak. Naik lift yang di sebelah kanan, itu akan membawa kalian langsung ke lantai ruangan Presdir," ucapnya memberitahu dengan sopan karena Hans sudah menitahkan padanya jika ada dua orang anak kembar yang membawa kartu namanya, itu adalah tamu Presdir. 


"Ayo, Boys!" 


Hanya dalam waktu singkat, Lucas, Liam, dan Kak Abi telah tiba di lantai ruangan Presdir, lantai tertinggi gedung Starlight Entertainment. Di sana mereka sudah disambut oleh Hans. 


"Kalian benar-benar datang," ujar Hans tersenyum senang. Ia merasa senang sekaligus merinding melihat Tuan Mudanya sejak tadi malam dan pagi ini tersenyum tanpa sebab yang ia ketahui. Dalam dua anak itu.


"Welcome," ucap Andrean saat Lucas, Liam, dan Kak Abi menginjakkan kaki di ruangannya. 

__ADS_1


"Morning, Mr. Gong," sapa Kak Abi, sopan.


"Hai, Uncle. Kita berjumpa lagi," sapa Lucas.


"Ini sesuatu yang menyenangkan. Ayo silakan duduk," ujar Andrean.


"Jadi, kalian berniat menjadi model di perusahaan ini?"tanya Andrean to the point menanyakan alasan Lucas dan Liam kemarin. 


"Sebelumnya mohon maaf, Mr. Gong. Jujur saja kami tertarik untuk masuk ke perusahaan Anda ini. Hanya saja kami tidak bisa membatalkan kontrak dengan agensi kami. Karena kami bukan insan yang kacang lupa kulitnya. Kami tidak akan meninggalkan agensi kami walaupun tawaran Anda cukup menggiurkan," papar Kak Abi, langsung menyampaikan niatnya. 


"Jadi, kalian berdua ini model?" Andrean terhenyak. 


"Benar, Uncle," jawab singkat Lucas.


"Jika begitu kalian ada di agensi mana?" Andrean tidak pernah mendengar nama keduanya dalam dunia modeling cilik negara ini.


Apa agensi atau studio mereka kecil hingga nama mereka tidak terdeteksi? Namun, dengan paras sulit dipercaya jika keduanya tidak sukses dalam dunia modeling. Padahal zaman sekarang, dengan modal ponsel dan kuota saja bisa menjadikan seseorang tenar.


Hans membatin. Ia belum mendapatkan biodata Lucas dan Liam karena ia sendiri tidak tahu nama keduanya, apalagi Andrean.


"Kewarganegaraan kami ada di Kanada. Agensi kami berada di sana. Kami ke sini dalam rangka mengunjungi makam leluhur dan cuti sementara sebelum mempersiapkan comeback. Jadi, bagaimana Mr. Gong. Anda tidak masalah bukan jika kita tetap menggunakan nama agensi kami, walaupun kami berada di perusahaan Anda saja. Lagipula cuti kami hanya tiga bulan," terang Kak Abi. 


Pantas saja!batin Hans. Ia melirik Tuan Mudanya yang ia yakini merasa kecewa namun tak bisa memaksakan kehendak.


"Jadi, intinya kalian berniat untuk sekadar bermain di perusahaanku?"


"Jika Anda tidak setuju. No problem. Malah kami merasa tenang karena tidak ada beban pekerjaan. Cuti kami benar-benar full untuk istirahat," ucap Liam, dengan senyum tipisnya. Lagipula masih banyak cara untuk membantu ibunya selain masuk ke perusahaan ini. 


Apa Tuan Muda akan setuju? Perusahaan besar miliknya dibuat untuk bermain-main? Itu termasuk aib bagi Tuan Muda. Selama ini, tidak ada satu pun yang menolak tawaran Starlight Entertainment, terlebih undangan khusus dari Presdir baru mereka yang merasakan. Tapi, dilihat dari kata-katanya, apa agensi mereka sangat besar? Atau mereka adalah orang yang setia? Kedua anak ini juga tidak sesederhana yang terlihat, batin Hans, menanti jawaban Tuan Mudanya.

__ADS_1


__ADS_2