
Breaking News!
Kecelakaan menimpa pesawat Airbus A319neo yang merupakan pesawat pribadi milik keluarga Shane. Pesawat hilang kontak setelah 3 jam lepas landas. Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Pearson Toronto pada pukul 13.15 dan dijadwalkan tiba di Bandara Kopenhagen pada pukul 21.45. Pesawat membawa aktor kenamaan asal Kanada bernama Chris Shane dan empat kru pesawat. Hilang kabar ini disiarkan belum ada kepastian di mana pesawat tersebut hilang kontak!
Jeder!
Pyaarrr!!
Bagai disambar petir di siang bolong, Lucas dan Liam terkejut dan membeku di tempat mereka saat mendengar berita itu dari televisi ada ada di bandara. Cup minum yang Lucas pegang jatuh dan isinya berserakan di lantai. Liam ia menatap tidak percaya berita yang menjadi breaking news itu. Lucas, Liam, dan Camelia baru saja mengantarkan keberangkatan Kak Abi kembali ke Kanada sedang ketiganya stay di Kopenhagen menunggu Chris.
Camelia sendiri sedikit terhuyung mendengar berita itu. Matanya berkaca-kaca. Camelia menelan salivanya, kau sungguh menepati ucapanmu, Chris.
"Daddy!!" Camelia tersadar mendengar teriakan histeris kedua anaknya.
"Mom itu tidak benar kan! Itu bukan Daddy, kan!" Lucas sudah menangis. Camelia berjongkok dan memeluk Lucas.
"Mom Daddy akan baik-baik saja, bukan?!" Liam meminta persetujuan Camelia walau nadanya bergetar. Ia tidak memeluk Camelia, ia masih menatap layar televisi yang masih menyiarkan berita tentang kecelakaan yang menimpa pesawat yang ditumpangi Chris. Mata Liam memerah, tiada air mata yang keluar.
Sungguh, kecepatan digital memang luar biasa. Berita dari luar negeri bisa sampai di negara ini dalam hitungan kilat.
"Tidak! Itu bukan Daddy! Mom kita harus kembali ke rumah! Daddy menunggu kita!"ucap Lucas, ia menarik tangan Camelia. Namun, Camelia bergeming. Ia kembali mendekap putra sulungnya itu.
"Mom, ayo!" Lucas meronta. Ia memukul-mukul Camelia agar melepaskannya. Lucas sangat mengkhawatirkan Daddynya begitu juga dengan Liam.
Sedang Camelia yang sudah menduga ini akan terjadi, sudah mempersiapkan hatinya.
"Kita jangan gegabah. Kita tunggu kabar pasti dari Grandfa," ucap Camelia.
"Mom kami ingin pulang!"ucap Liam, tegas.
Sebelum Camelia menjawab, ponselnya berbunyi. Itu dari Dion.
"Aku sudah tahu."
"Kami akan pulang segera!"
"Ayo kita pulang!" Camelia merubah keputusannya. Segera ia mendatangi meja untuk membeli tiket. Sayangnya, penerbangan ke Ottawa sudah lepas landas lima menit yang lalu. Untuk penerbangan selanjutnya adalah besok pagi. Lucas dan Liam jelas tidak bisa menunggu. Camelia memutuskan menyewa jet pribadi.
*
__ADS_1
*
*
Kini Camelia, Lucas, dan Liam sudah berada dalam penerbangan kembali ke Ottawa. Mereka sudah mengudara selama dua jam sedang untuk tiba di Ottawa masih membutuhkan waktu kurang lebih enam jam lagi. Camelia menghabiskan waktunya dengan melamun. Sedang Lucas berdiam diri memanjatkan doa untuk keselamatan Daddynya. Hatinya menolak kabar itu benar.
Namun, akalnya tidak bisa mengabaikan kabar itu. Kabarnya sangat akurat, belum lagi sudah menduduki puncak pencarian dan trending topik di Kanada. Titik lokasi pesawat hilang kontak pun sudah ditemukan dan pesawat diduga meledak di atas lautan. Tim Sar diturunkan untuk menyisir lokasi jatuhnya pesawat untuk melakukan pencarian.
Sedang Liam tenggelam dalam laptopnya. Jemari kecilnya bergerak lincah di atas keyboard. Matanya yang merah tak menghilangkan sorot mata tajamnya.
Beberapa menit kemudian, Liam menghentikan gerakan jarinya dan menoleh pada Camelia yang masih melamun.
Ada yang aneh!gumam Liam dalam hati.
*
*
*
Camelia, Lucas, dan Liam tiba di Ottawa saat hari sudah gelap mendekati tengah malam. Sopir yang ditugaskan untuk menjemput dirinya dan keduanya anaknya sudah stay di depan bandara. Ketiganya langsung naik dan pulang ke mansion keluarga Shane.
Tuan Shane membisu, begitu juga dengan Dion. Mereka sangat tertekan dengan kejadian ini, belum lagi wartawan yang masih berada di sekitar mansion, mencari kesempatan untuk mewawancarai keluarga Shane atas kecelakaan yang menimpa Shane. Padahal Tuan Shane sudah menginstruksikan bahwa akan diadakan konferensi pers besok siang. Namun, agaknya para wartawan itu tidak sabar menunggunya. Mereka juga memburu Camelia untuk dimintai tanggapan. Sayangnya keluarga Shane bungkam sebelum waktunya.
"Grandma!!"
Lucas dan Liam langsung memeluk Nyonya Shane. Liam tidak bisa lagi mempertahankan kedatarannya. Ia menangis pilu dalam pelukan Nyonya Shane, setelah sebelumnya menangis lebih parah dalam pelukan Camelia. Begitu juga Lucas. Tuan Shane mendekat dan masuk dalam pelukan itu. Sedang Dion menghampiri Camelia yang masih terpaku pada tempatnya.
"Kakak." Dion memeluk Camelia, memberi kakaknya itu dukungan. Ia tahu, bahwa Chris memiliki tempat tersendiri di hati Camelia. Bukan sebagai suami tapi lebih kepada seorang kakak. Terlepas dari apapun hubungan mereka, Camelia pasti sangat kehilangan. Sosok Chris sudah mengisi harinya selama lebih kurang 5 tahun belakangan. Hal itu juga berlaku untuk Dion. Sosok Chris begitu ia kagumi. Terlepas dari kebenaran tentang Chris, Chris adalah idola kedua Dion setelah Camelia.
Kecelakaan yang menimpa Chris membuat hatinya berdenyut nyeri. Ia merasakan kehilangan yang besar.
Bukan!
Bukan mereka saja! Tapi, seluruh keluarga dan Kanada. Mereka sangat terkejut dan begitu berharap agar ada keajaiban Chris selamat. Walau agaknya itu sulit untuk diharapkan karena pesawat meledak dan jatuh di atas lautan.
Hari ini menjadi hari patah hati dan duka mendalam bagi fans dan Kanada. Chris adalah harta kebanggaan Kanada, ia sangat berpengaruh baik dalam industri perfilman dan kebudayaan. Ia juga sudah menjadi duta negara untuk menghadiri acara pertemuan antar negara. Ia bahkan beberapa kali menyampaikan pidato di depan ratusan delegasi negara dalam organisasi terbesar dunia.
Belum lagi ia didapuk menjadi duta Unicef, dan beberapa organisasi lain yang bersifat internasional. Chris bukan sekadar aktor, ia adalah kebanggaan rakyat Kanada. Ia sudah mendapat lencana untuk itu yang langsung disematkan oleh pimpinan negara.
__ADS_1
Harapan dan doa terus mengalir di kolom komentar yang menyajikan berita tentang kecelakaan Chris. Dunia entertainment begitu terguncang. Mereka mengharap yang terbaik.
Keesokan paginya keluarga Shane sudah berada di meja untuk konferensi pers. Wajah mereka menunjukkan ketegaran. Terlihat jelas mereka tidak bisa tidur dari lingkar hitam di bawah mata mereka.
Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh wartawan dijawab oleh keluarga Shane. Tentang alasan Chris hendak ke Denmark secara pribadi hingga mengalami kecelakaan dijawab oleh Camelia. Semua jawaban apa adanya. Didukung dengan bukti yang beredar, yakni foto perpisahan Chris dan Camelia sewaktu di bandara sebelum Camelia berangkat ke Denmark. Ucapan manis yang mengandung keharuan dan bela sungkawa semakin mengalir deras.
Mengenai nasib Chris, akan diumumkan setelah seminggu pencarian.
Selama itu pula, ucapan Bella sungkawa tiada henti mengalir bahkan pimpinan negara berikut jajarannya berkunjung ke mansion keluarga Shane untuk menyampaikan turut berduka cita.
*
*
*
Seminggu kemudian, pencarian dihentikan. Chris dinyatakan tewas dan jasadnya ditelan oleh dalam dan luasnya lautan. Kotak hitam juga tidak berhasil ditemukan. Penyebab pesawat meledak masih menjadi pertanyaan. Akan tetapi mengingat lokasinya yang cukup berbahaya, biarlah itu menjadi rahasia. Keluarga Shane sudah ikhlas dengan kepergian Chris. Merelakan Chris pergi jauh dan menjalani kehidupan yang baru.
Keesokan paginya, diadakan pemakaman simbolis untuk Chris. Itu dihadiri dari berbagai kalangan. Relasi bisnis Shane Group, pejabat, dan sesama rekan sepekerjaan. Mereka semua menunjukkan sikap penghormatan terakhir.
Keesokan malamnya, alun-alun kota Ottawa dipenuhi dengan ratusan bahkan ribuan orang. Mereka berkumpul untuk mendoakan agar Chris tenang dan bahagia di sana. Di tengah alun-alun, banyak foto Chris dengan berbagai pose yang dikelilingi dengan bunga lily putih dan lilin.
Di antara mereka ada keluarga Shane. Mereka menundukkan kepala sesaat sebelum akhirnya menyalakan lentera. Malam itu, malam yang terasa mendung dan dingin, langit yang gelap tanpa ada bintang yang bersinar menjadi terang benderang karena ribuan lentera yang diterbangkan.
King Chris, damailah engkau di sana.
Kami merelakan engkau pergi, pergilah dengan tenang.
King Chris, selamanya engkau adalah kebanggaan kami. Kau adalah harta yang tidak ternilai.
Selamanya kau tidak akan tergantikan. King Chris, kau adalah legenda yang akan terus diingat sepanjang masa.
Terima kasih. Terima kasih telah menjadi kebanggaan kami.
Daddy, kau berbohong kali ini. Aku tidak akan pernah memaafkanmu. Kelak saat kita bertemu, aku akan memberi Daddy hukuman!batin Lucas, menatap sayu lentera yang menerangi langit malam kota Ottawa.
Daddy, selamat jalan. Dan aku pasti akan memberimu hukuman saat kita berjumpa lagi!batin Liam, wajahnya datar menatap lurus ke depan.
Chris, semoga kau bahagia selalu.
__ADS_1