
Halaman depan Starlight Entertainment penuh dengan wartawan, menantikan jalannya konferensi pers berserta apa yang akan disampaikan oleh pihak Starlight Entertainment.
Rasa penasaran para wartawan membuncah saat melihat Andrean turut duduk di meja konferensi pers. Biasanya, sebesar apapun masalah atau skandal yang menimpa artisnya, Andrean tidak pernah muncul secara langsung seperti ini.
Atau … apa karena artisnya adalah tunangannya?
Oleh karenanya Andrean turun tangan?
Sejenak, decakan kagum silih berganti. Namun, tidak dilihatnya interaksi di antara Andrean dan Rose, membuat mereka meragu bahwa apa yang mereka pikirkan benar.
Andrean menganggukkan kepalanya kepada staff, mengintruksikan bahwa acara sudah bisa dibuka. Rose memainkan jarinya gelisah di bawah meja.
Ya, bagaimana tidak?
Ini akan jadi hari bersejarah dalam hidupnya. Ini juga akan menjadi akhir dari kehidupan mewahnya. Ya, meskipun keluarga Liang tergolong keluarga kaya. Tapi, masih berada di bawah kekayaan Andrean. Rose punya gaya hidup yang sangat tinggi.
Rose melirik Andrean. Pria itu tetap dengan wajah dinginnya. Sebelum duduk di sini, Rose sempat kembali meminta dan memohon pada Andrean untuk tidak memutuskan dirinya. Setidaknya sampai skandal yang menimpa dirinya selesai dan dia dinyatakan tidak bersalah. Namun, Andrean telah mantap pada keputusannya. Keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.
Rose kemudian melirik Hans. Sama, sekretaris Andrean itu memiliki ekspresi yang sama seperti Tuannya. Andrean mendengus dalam hati. Ia buntu. Jalannya buntu.
Jordan juga terseret skandal. Dan nanti setelah ini ia akan menjalani pemeriksaan.
"Kami belum bisa memastikannya benar atau tidak. Tapi, yang pasti kami akan menyelidikinya dengan seksama." Hans sebagai pembicara.
"Bagaimana jika Nona Rose terbukti bersalah dan bagaimana jika tidak? Bagaimana agensi menyikapinya?"
"Jika benar Nona Rose terbukti bersalah, maka Nona Rose akan menjalani prosedur yang berlalu. Agensi juga akan memutuskan kontrak dengan Nona Rose. Jika tidak terbukti, agensi akan bersama dengan Nona Rose. Memulihkan namanya dan menindak hatersnya," jawab Hans. Ya, itu jawaban yang lazim.
"Apakah agensi akan mendampingi Nona Rose melewati pemeriksaan?"
"Benar. Agensi akan mendampingi Nona Rose sama putusan keluar," jawab Hans.
"Lalu apakah skandal yang terang-terangan menyeret nama Nona Rose akan berpengaruh dalam hubungan Presdir Gong dan Nona Rose?" Pertanyaan itu yang dinantikan oleh Andrean.
Andrean tersebut. Segera menarik mikrofon untuk berbicara. " Good question!" Andrean menjentikkan jarinya.
"Saya yakin Anda sekalian bertanya mengapa saya duduk di sini. Baiklah. Berdirinya saya di sini adalah untuk mengumumkan suatu hal," ujar Andrean.
"Mulai hari ini, detik ini juga, saya tidak ada hubungan dengan Nona Rose."
"HAH? APA?" Para wartawan dan yang mendengar itu, kecuali Hans dan Rose tercengang. Apakah ini pengumuman putus?
__ADS_1
"Apa alasannya, Presdir Gong? Bukankah Anda dan Nona Rose sudah bertunangan kurang lebih lima tahun? Mengapa memutuskan untuk putus?"
"Lantas bagaimana dengan putri Anda?"
"Apa karena skandal ini, Presdir Gong?"
"Apa karena Anda mengejar artis Kanada, Camelia Shane?"
"What? Mengapa membawa namaku?!"kesal Camelia yang menonton siaran live konferensi pers itu.
Camelia menonton sembari menunggu giliran casting tahap kedua yakni dalam bidang pemotretan.
Kembali lagi ke acara konferensi pers.
"Apa Anda akan tetap bertanggung jawab pada Nona Rose sebagai ibu dari putri Anda? Tolong jawab pertanyaan kami, Presdir Gong." Riuh pertanyaan langsung menghujani Andrean.
"Nona Rose bagaimana tanggapan Anda? Mengapa Anda setuju putus dengan Presdir Gong?" Rose menarik senyum simpul yang merupakan senyum kecutnya. Ia disuruh Hans untuk tetap diam. Biar Andrean yang menjawab semua pertanyaan.
"Begini … hubungan yang sudah lama pun bisa hancur. Selama lima tahun ini, kami merasakan ada perbedaan yang signifikan. Kami punya pandangan yang berbeda dan itu sulit untuk diatasi. Setelah lima tahun, kami merasa ada ketidakcocokan yang jika dipaksa untuk tetap bersama akan berdampak fatal di kemudian hari." Andrean menjawab dua pertanyaan.
"Kemudian bagaimana dengan putri saya? Tentu saja ikut dengan saya karena dia adalah darah keluarga Gong!" Andrean memberi penegasan. Meskipun ia tahu Crystal bukan darah dagingnya. Namun, tetes keringatnya lah yang membesarkan Crystal. Lagipula Kakek Gong juga tidak akan setuju Crystal bersama dengan Rose.
"Nona Rose benar begitu?"
"Ah … ya. Ya itu benar. Kami berpisah dengan cara baik-baik. Mohon rekan-rekan sekalian untuk tidak membawa-bawa nama orang lain dalam hubungan kami berdua," jawab Rose dengan tersenyum.
Sialan! Rose mengumpat.
"Masalah pembiayaan, saya rasa Nona Rose adalah wanita yang mapan tanpa tanggungan. Saya tidak ada kewajiban untuk menafkahinya!!" Rose langsung melayangkan tatapan protes pada Andrean. Apa katanya? Namun, itu memang benar.
Andrean acuh. "Konferensi pers selesai!" Andrean mengakhiri acara konferensi pers dengan meninggalkan tempat. Diikuti oleh Hans dan juga Rose.
Pertanyaan wartawan tidak lagi ditanggapi karena acara sudah berlangsung.
Tak lama setelah acara berakhir, polisi datang untuk membawa Rose ke kantor polisi. Rose mendengus. Belum sempat ia melayangkan protes secara verbal, ia sudah diangkut untuk pemeriksaan.
*
*
*
__ADS_1
Andrean tersenyum. Ia tersenyum dengan begitu lebar. Pancaran wajahnya menunjukkan kelegaan yang begitu besar.
"Lalu sekarang apa rencana Tuan selanjutnya? Apa yang akan Tuan jawab nanti Nona Crystal bertanya tentang Ibunya?"tanya Hans.
"Hm?" Andrean menatap Hans. "Kita akan pindah," ucap Andrean.
"Hah?" Hans terkesiap. Pindah? Maksudnya?
"Apartemen yang baru dibelinya kemarin, bersihkan jejaknya di sana!"
Apartemen yang baru dibeli oleh Rose? Artinya Andrean akan pindah ke kawasan apartemen yang sama dengan Camelia? Satu lantai? Apakah ini bentuk pembenaran atas pertanyaan salah seorang wartawan tadi?
Andrean sedang mengejar Camelia? Andrean tadi tidak menampik secara tegas. Hans tidak bisa untuk tidak menggeleng.
"Baiklah, Tuan." Hans hanya bisa mengangguk setuju. Toh itu memang hak Andrean. Apa haknya melarang sang Tuan?
*
*
*
Camelia melangkah keluar dari gedung Phoenix Teknologi dengan senyum mengembang lebar. Why? Tentu saja karena ia berhasil mendapatkan proyek yang ia inginkan.
Juri memutuskan dirinya yang mendapatkan proyek ini setelah melewati proses pemotretan.
Camelia segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan parkiran menuju restoran Liang untuk makan siang.
Tak butuh waktu lama, Camelia sudah tiba di restoran Liang. Kak Abi, Lucas, dan Liam sudah berada di dalam, sudah booking ruang makan lebih dulu.
Camelia turun dengan sedikit tergesa. Hal itu membuatnya tidak begitu fokus.
Bruk.
Camelia menabrak seseorang saat hendak masuk ke dalam restoran.
"Ah … maaf … maaf. Saya tidak sengaja," ucap sesal Camelia dengan cepat.
"Jasmine?" Camelia terhenyak mendengarnya. Ia mengangkat wajahnya,
Itu Tuan Liang!
__ADS_1