Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 77


__ADS_3

"Jadi, bagaimana hasilnya, Kak?"tanya Camelia pada Lina.


Tadi, Camelia menghubungi Lina untuk memintanya datang ke apartemen. Camelia hendak menanyakannya langsung tanpa sambungan telepon. 


"Aku sudah berkunjung ke rumah bibi Liang. Aku yakin, aku sudah mencari hampir di setiap tempat. Namun, itu tidak ada. Entah aku yang melewatkannya atau memang tidak ada di sana. Atau diletakkan di suatu tempat yang tidak terjangkau. Mengingat, selama puluhan tahun kau juga tidak mengetahuinya, kan?"terang Kak Lina panjang lebar. Merasa bersalah karena tidak bisa menemukan apa yang Camelia cari.


Camelia menghela nafasnya kasar. Memijat pangkal hidungnya.


Di mana Tuan dan Nyonya Liang menyimpan berkas adopsinya? Jika tidak tahu di mana panti asuhannya dulu, bagaimana bisa ia mencari tahu tentang siapa sebenarnya dirinya? Tuan dan Nyonya Liang juga tidak pernah cerita. 


"Bagaimana rencanamu selanjutnya, Lia?"tanya Lina, setelah hening beberapa saat.


"Eh iya. Anak-anak dan Kak Abi mana?"tanyanya lagi. Tidak mendapati Lucas dan Liam di apartemen ini, biasanya keduanya anak itu bergabung atau tidak keluar untuk menyapa dirinya.


"Sudah pulang ke Kanada," jawab Camelia singkat. Dan dari nadanya tidak ingin membahas hal itu lebih jauh. Lina hanya ber-oh-ria.


"Entahlah, Kak. Aku merasa putus asa untuk yang satu ini," ucap Camelia, wajahnya frustasi.


"Apa kau tidak punya petunjuk lain, selain berkas adopsi itu?"tanya Lina. Camelia diam beberapa saat. Ia sedang mengingat-ingat. 


"Aku punya tanda lahir," jawab Camelia kemudian. "Di dada kananku," imbuh Camelia. Tanda lahir berbentuk lotus. Warnanya merah menyala dengan mahkota yang indah. 


"Itu tanda lahir?" Lina berseru kaget. Camelia mengangguk. Selama ini, selama ia menjabat sebagai manajer Jasmine Liang, ia mengira lotus merah di dada Camelia itu adalah sebuah tato. Rupanya tanda lahir. 

__ADS_1


"Yang lain?"tanya Lina. Tanda lahir lotus di dada itu juga sebuah petunjuk besar. Alangkah baiknya jika ada petunjuk lagi, minimal satu. 


"Sebuah kalung. Ya, aku punya kalung sejak aku kecil. Aku sering memakainya," jawab Camelia, dengan mata yang berbinar. Seperti menemukan sebuah cahaya di tengah kegelapan.


"Di mana itu sekarang?"tanya Lina lagi. Sebuah benda, itu petunjuk yang sangat penting. 


"Ada padaku. Namun, itu di Kanada," jawab Camelia, dengan meringis. 


"Tidak apa. Setidaknya ada bersamamu." Lina menenangkan. 


"Artinya kita akan menggunakan petunjuk kalung itu saat sudah di Kanada nanti." Diangguki oleh Camelia.


Kalung Camelia itu, bentuknya sangat cantik. Memiliki liontin berbentuk lotus, sama seperti tanda lahir yang ada pada dadanya. 


"Aku akan mengakhirinya, segera!" Camelia menyeringai. 


"Butuh bantuan?"tawar Lina. 


"Yeah!" Camelia kemudian membahas rencana dengan Lina. Hal apa yang harus dilakukan oleh Lina. 


*


*

__ADS_1


*


Kini, di sinilah Camelia berada. Di depan kediaman Liang. Ia turun dari mobilnya, mendekati gerbang dan penjaga gerbang.


"Excuse me."


"Ada yang bisa dibantu, Nona?"tanya penjaga itu sopan. 


"Aku Camelia. Ingin bertemu dengan Nyonya Liang," jawab Camelia, memperkenalkan dirinya dan menyampaikan tujuannya. 


"Baik. Tunggu sebentar, Nona," balas penjaga itu. Agaknya meminta persetujuan Nyonya Liang lebih dulu. 


Tak menunggu lama, gerbang itu terbuka. Camelia kembali ke mobil dan menjalankan mobilnya masuk ke dalam gerbang. Di teras, Nyonya Liang menunggunya. "Lia, kau datang," sapanya dengan senang, memeluk Camelia. 


"Iya, Ibu. Aku datang," jawab Camelia. 


"Ayo masuk. Kebetulan ibu baru buat kue," ajak Nyonya Liang dengan menggenggam tangan Camelia. Camelia tersenyum dan mengangguk. 


"Duduklah. Ibu akan mengambilkan kuenya." Nyonya Liang begitu antusias. Camelia duduk di sofa ruang tamu. Tak lama setelah Nyonya Liang ke dapur, Rose pulang entah dari mana. 


Matanya langsung melotot melihat Camelia yang duduk manis di sofa, melemparkan senyum padanya. "Kau! Untuk apa kau di sini?!"


"Menemuimu," jawab Camelia santai, seraya meniup kukunya. 

__ADS_1


__ADS_2