
Singkat cerita saat ini Molly dan Pietro sudah berada di dalam mobil mereka untuk perjalanan menuju ke tempat yang Pietro inginkan.
Molly yang penasaran dia tetap memilih diam saja sambil menikmati pemandangan jalanan yang sedang di laluinya itu.
Molly tidak seperti sebelumnya yang akan selalu mual dan ingin muntah jika naik mobil.
Sekarang dia sudah terbiasa dengan aroma di dalam mobil, dan Molly sudah bisa menahan gejolak mual yang sedang di rasakannya itu.
Setelah berada di dalam perjalan sekitar beberapa menit lamanya, akhirnya mobil yang Pietro kendarai sampai juga di sebuah Mall yang cukup besar sekali.
" Waaah kita ke sini lagi Kakanda ",, kata Molly dengan wajah yang berbinar senang sekali.
" Iya, apa kamu menyukainya My Queen?? '',, tanya Pietro sambil melepaskan sabuk pengamannya.
" Suka sekali ",, jawab Molly kepada Pietro.
Setelah Pietro membantu Molly melepaskan sabuk pengamannya, dia langsung saja mengajak Molly untuk keluar dari dalam mobil.
Seperti tidak mau kehilangan Molly, Pietro terus menggenggam erat dan menautkan jari jemarinya ke jari jemari Molly.
Walau sudah ke dua kalinya Molly pergi ke mall, tetap saja sikap norak dan senang berlebihan dia tunjukkan seperti itu.
Dan seperti sebelumnya, banyak sekali orang yang melihat ke arah Molly dan juga Pietro yang saat ini sedang memakai hoody couple yang sengaja Pietro beli kemarin.
" Kita mau kemana Kakanda?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Nanti kamu akan tahu sendiri ",, jawab singkat dari Pietro kepada Molly.
Molly lalu memilih diam saja tidak menanggpi perkataan dari Pietro sambil terus memperhatikan toko-toko yang ada di sebelah kanan dan sebelah kirinya.
Akhirnya setelah banyak sekali langkah kaki yang mereka gerakkan, Pietro dan Molly sampai juga di salah satu toko gadget paling besar dan juga paling lengkap di dalam mall tersebut.
Molly yang melihat banyak sekali barang-barang elektronik di jual di dalam toko tersebut, mulut dia langsung saja terbuka cukup lebar sambil mengagumi setiap gadget yang di lihatnya.
" Waaaah ini semua sangat bagus sekali dan pasti sangat mahal harganya ",, kata Molly yang masih di dengar oleh Pietro.
Ketika Pietro dan Molly tadi masuk ke dalam toko tersebut, wajah cantik alami yang di miliki oleh Molly membuat para karyawan laki-laki yang berjaga di pintu depan, mereka semua langsung saja terpesona sekali kepada Molly.
Apalagi Molly tadi tersenyum manis kepada mereka semua, ketika mereka semua menyambut ramah kedatangannya dan juga Pietro.
Semakin membuat hati para penjaga pintu tadi yang ke semuanya laki-laki itu langsung meleleh seketika melihat senyuman dari Molly.
Dan Pietro yang melihatnya dia langsung saja memberikan tatapan mautnya kepada para karywan laki-laki tersebut.
Sehingga para karyawan laki-laki tadi langsung saja menundukkan pandangannya sambil menyapa ramah kepada Pietro dan juga Molly.
Pietro langsung saja mengajak Molly untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan di dalam toko gadget tersebut.
__ADS_1
" Selamat datang Tuan dan Nyonya di toko kami, apakah ada yang bisa saya bantu?? ",, sapa ramah dari salah satu karyawan laki-laki kepada Pietro sambil terus melirik ke arah Molly yang sedang mengagumi ponsel yang ada di etalase kaca.
Karyawan laki-laki itu dia sampai salah fokus dengan kecantikan wajah yang di miliki oleh Molly walau kepala Molly tertutup hoody besar seperti saat ini.
Pietro yang memiliki kepekaan yang cukup tinggi, dia langsung menegur tatapan dari karyawan laki-laki yang sedang berdiri di depannya.
" Jangan memandang dan curi-curi pandang ke arah istri saya seperti itu, atau kamu mau saya congkel itu mata di sini sekarang juga!! ",, kata Pietro dengan suara tenang, lembut namun syarat dengan ketegasan.
" Emmm ma........ maaf Tuan ",, jawab dari sang karyawan toko kepada Pietro.
" Cepat ambilkan dan pilihkan ponsel, laptop dan juga game terbaru yang di jual di toko ini!! ",, perintah sombong dari Pietro kepada karyawan toko itu.
" Ba......... baik Tuan sebentar akan saya ambilkan dulu ",, jawab karyawan toko itu kepada Pietro.
Dan Pietro pun hanya mengangguk saja kepada karyawan toko tersebut.
" Kakanda, ponsel itu bagus sekali ",, kata Molly dengan tiba-tiba kepada Pietro sambil menunjuk sebuah ponsel.
Pietro hanya tersenyum tipis saja menanggapi Molly.
" Eeh tapi kita ke sini apa Kakanda mau membeli ponsel baru lagi?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Bukan untuk Kakanda, tapi untuk kamu ",, jawab Pietro kepada Molly sambil menjawil pelan hidung mancungnya Molly.
" Untuk Molly?? ",, kata Molly kepada Pietro sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Tapi kan Molly tidak bisa menggunakan benda-benda keramat seperti ini Kakanda?? ",, kata Molly kepada Pietro.
" Nanti di rumah Kakanda ajari ",, jawab Pietro kepada Molly.
Molly yang mendengar jawaban dari Pietro dia langsung saja terdiam sambil mengatakan sesuatu di dalam hatinya.
" Memangnya apa aku bisa menggunakannya??, aaah biar sajalah, jika nanti aku tidak bisa menggunakannya, ponselnya buat mengulek saja ah ",, kata batin dari Molly.
Dan akhirnya ponsel, laptop dan game keluaran terbaru yang di inginkan oleh Pietro sudah di ambilkan juga oleh karyawan toko tadi.
" Tuan ini semua barang-barang yang anda inginkan, dan semuanya ini terbaru, termahal dan terbaik di kelasnya Tuan ",, kata sang karyawan toko kepada Pietro.
" Semua ini sangat bagus sekali Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro.
" Hah Kakanda?? ",, kata batin dari karyawan toko ketika mendengar panggilan dari Molly untuk Pietro.
" Apa itu Kakanda??, ko saya tidak pernah mendengarnya, sangat asing sekali terdengarnya?? ",, sambung lagi kata batin dari karyawan toko sambil melihat ke arah Molly dan juga Pietro.
" My Queen suka?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Suka......... Molly suka Kakanda, aaaaaa terimakasih ",, kata Molly kepada Pietro dengan wajah yang terlihat senang sekali.
__ADS_1
Molly yang berteriak karena senang, dia reflek langsung memeluk Pietro dan memberikan kecupan sekilas di pipi Pietro.
Semua pengunjung toko dan termasuk para karyawan toko yang melihat ke mesraan dari Pietro dan Molly, membuat mereka iri saja.
Untuk para kaum hawa yang ada di situ, mereka langsung saja salting sendiri ketika melihat ketampanan dari Pietro.
Dan kebalikannya, untuk para kaum adam yang juga ada di dalam toko itu, mereka semua juga langsung terpesona melihat kecantikan alami yang di miliki oleh Molly.
Pietro sendiri yang di peluk serta di berikan ciuman sekilas oleh Molly senyum manis nan tipis pun langsung terlihat di wajahnya.
" Ok bungkus semua ini, dan saya membayarnya pakai ini ",, kata Pietro kepada karyawan toko sambil memberikan black cardnya.
Setelah selesai membeli semua barang-barang itu, Pietro lalu mengajak Molly untuk makan malam di sebuah cafe yang masih berada di dalam mall.
Dimana pun tempatnya pasti Molly dan Pietro akan menjadi pusat perhatian oleh semua orang.
Terlebih lagi wajah Molly yang cantiknya berbeda dari para wanita pada umumnya yang jarang sekali mereka lihat.
" Kakanda Molly mau pipis ",, kata Molly dengan tiba-tiba ketika dia dan Pietro sedang makan.
" Sebentar ",, jawab Pietro kepada Molly.
Setelahnya Pietro memanggil salah satu waiters untuk berjalan ke arah mejanya.
" Iya Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya dari waiters tersebut kepada Pietro.
" Dimana letak kamar mandinya?? ",, tanya Pietro kepada waiters tersebut.
Waiters tersebut langsung saja menunjukkan kamar mandi mereka kepada Pietro.
" Ok, saya mau mengantar istri saya dulu, dan kamu jaga di sini sampai saya kembali, karena saya tidak mau meja saya di ambil oleh orang lain ",, kata Pietro kepada waiters tersebut.
" Baik Tuan, akan saya jaga dulu meja anda sampai anda kemabli ",, jawab ramah dari waiters itu kepada Pietro.
Dan setelahnya Pietro langsung saja mengantarkan Molly masuk ke dalam kamar mandi.
Namun bukan itu yang jadi masalahnya, yang patut di permasalahkan adalah Pietro mengantarkan Molly hingga sampai masuk ke dalam kamar mandi khusus perempuan.
Sebegitu takutnyakah Pietro kehilangan Molly, hingga Molly pipis pun dia ikut masuk juga ke dalam kamar mandi perempuan dan membuat semua pengunjung perempuan yang ada di dalam kamar mandi merasa risih kepada Pietro.
...❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️...
Yeaaay episode seratus, dan terimakasih untuk para readers yang masih setia di novelnya si Pietro dan Molly🤗🤗.
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...
__ADS_1