
Kalian semua pasti tahu sendiri bagaimana keadaan dari siZafran yang kepalanya tertimpa batu yang ukurannya sangat besar tersebut bukan.
Kejadian itu langsung membuat para warga kampung yang melihat merasa sangat terkejut sekali.
" Hah............................... ",,
Kata semua warga kampung yang terkejut melihat pemandangan mengerikan didepannya.
Mulut warga kampung langsung terbuka dengan ekspresi yang pada terkejut melihat kekejaman dari Sang King.
Dan dengan santainya sang King setelah melakukan hal tersebut kepada Zafran, dia terlihat tidak mempunyai rasa bersalah sama sekali.
Air mata Agya langsung saja menetes dengan sendirinya ketika melihat sang sahabat terbunuh tepat didepan matanya sendiri dalam keadaan yang sangat mengenaskan sekali.
" Kamus dihidupku tidak ada kata ampun!! ",, kata Pietro dengan tenang dan terkesan dingin kepada Agya dan tetua kampung tersebut.
" Sampai kalian menangis darah, bahkan rela mati sekalipun demi dia, saya tidak akan melepaskannya, atau saya akan tersentuh oleh pengorbanan dari kalian semua ",, sambung lagi perkataan dari Pietro kepada Agya dan Tetua kampung tersebut.
" Bagiku, orang yang sudah berani bermain-main denganku, itu artinya dia sudah siap mati ditanganku, karena aku adalah malaikat pencabut nyawa bagi orang yang berani membuatku marah!! ",, kata Pietro lagi dan masih didengar oleh semua warga kampung yang ada didepannya.
Setelah mengatakan itu semua, Pietro dengan santainya langsung berjalan kearah Molly dan meninggalkan tubuh Zafran yang sudah tidak bernyawa itu.
Dengan segera Pietro menggendong tubuh Molly yang masih tidak sadarkan diri untuk dia bawa kembali pulang kerumahnya.
Dan untuk para warga setelah kepergian dari Pietro, mereka semua langsung saja berjalan mendekat kearah jasad Zafran yang kepalanya sudah hancur mengenaskan sekali.
Bahkan ada beberapa warga yang muntah-muntah melihat keadaan Zafran yang sangat mengenaskan tersebut.
Agya tidak henti-hentinya mengeluarkan air matanya dalam diamnya sambil berusaha mengangkat batu tersebut dari atas kepala Zafran.
Bahkan untuk mengangkat batu tersebut, harus membutuhkan lima orang dewasa supaya bisa terangkat dari kepala siZafran.
Tapi tadi Pietro hanya seorang diri mengangkat batu tersebut tanpa bantuan orang lain sama sekali.
" Ayo cepat angkat batunya!! ",, kata tetua kampung kepada warganya.
Satu....... dua......... tiga.
Komando dari Tetua kampung, supaya batu itu bisa terangkat secara bersama-sama.
__ADS_1
Akhirnya batu tersebut bisa terangkat juga dari atas kepala siZafran.
Yang dari awal sudah tidak tahan melihat keadaan siZafran, mereka semua semakin tidak tahan saja.
Dan yang tiba-tiba mual ketika sudah melihat dengan jelas wajah siZafran yang hancur ketika batunya sudah disingkirkan, mereka ada yang langsung saja pingsan seketika.
Sepertinya hanya Agya saja yang kuat melihat keadaan dari Zafran dan duduk bersimpu disamping jasad sang sahabat.
" Zafran.......... ",, kata Agya sambil menangis.
" Sudah aku peringatkan, dan katakan kepadamu tadi ",, kata Agya kepada Zafran.
" Jangan mengganggu sang King, beginilah jadinya.......... ",, kata Agya lagi sambil terus menangisi jasad sang sahabat yaitu Zafran.
" Maafkan aku Zafran, karena aku kamu harus meninggal dengan cara seperti ini, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena memang beginilah keputusan yang tepat ",, kata Agya lagi dan lagi kepada jasad Zafran sambil menangis sejadi-jadinya.
Sang Ayah yang melihat putranya menangisi sahabatnya dengan pilu, dia langsung saja mencoba menyentuh pundak Agya untuk memberikan ketenangan serta kekuatan.
" Tenang Agya, walau kita kehilangan Zafran, tapi memang seperti inilah jalan yang terbaik untuk kita semua ",, kata tetua kampung itu kepada Agya.
" Ini semua bukan salah kamu, tapi salah Zafran sendiri, janganlah kamu merasa bersalah Agya ",, nasihat dari sang Ayah kepada Agya.
Akhirnya setelah Agya dan semua warga kampung bisa mengendalikan diri mereka masing-masing setelah melihat keadaan dari Zafran.
Dengan bersusah payah mereka semua lalu menggotong tubuh Zafran untuk mereka bawa kekampung dan akan mereka kuburkan dengan cara adat mereka.
Walau mereka yang tadinya ikut marah kepada siZafran, tapi mereka juga tidak tega melihat kondisi dari Zafran, terlebih Zafran cuma hidup seorang diri dikampung tersebut.
Para warga kampung itu dengan suka rela menguburkan dan mengritualkan penguburan dari Zafran dengan layak sebagaimana mestinya.
Sebab mereka berharap arwah Zafran akan tenang dialam sana, walau harus meninggal dengan cara mengenaskan sekali seperti itu.
Meninggalkan Agya dan juga para warga kampung, saatnya kita kembali kePietro lagi.
Tadi Pietro ketika sudah menggendong Molly dalam gendongannya.
Pietro langsung saja berjalan cepat dengan sedikit berlari untuk bisa segera sampai dimobilnya.
Cuma beberapa menit saja akhirnya Pietro sampai juga didepan mobil miliknya.
__ADS_1
Ketika Pietro sudah sampai dikampung tadi, para warga kampung yang ada disitu yang melihat kedatangan dari Pietro sambil menggendong Molly yang sedang tidak sadarkan diri, mereka semua langsung saja bertanda tanya didalam benak mereka.
Apakah yang sudah terjadi kepada Molly, terlebih tangan sang King terlihat banyak sekali berlumuran darah, yaaah begitulah sekiranya kata batin dari semua warga yang melihat.
Tanpa banyak berbicara kepada siapapun, Pietro langsung saja menaruh Molly kedalam mobilnya dan dia langsung juga kendarai mobilnya untuk pulang kerumah.
Mobil mewah dan mahal itu langsung saja Pietro kendarai dengan kecepatan yang sangat tinggi supaya bisa segera sampai dirumahnya.
Akhirnya cuma memakan waktu empat puluh menitan saja Pietro sampai juga dirumahnya yang ada ditengah hutan.
Molly yang masih belum sadarkan diri, langsung Pietro gendong dan dia bawa masuk kedalam ruang pengobatannya.
Didalam ruang pengobatan itu Pietro langsung merobek paksa baju yang dipakai oleh Molly, dan Molly langsung Pietro tengkurapkan tubuhnya supaya dia bisa melihat luka yang berada dibalik punggung serta juga kepala dibagian belakangnya.
Dengan ekspresi serius Pietro mencoba mengecek kepala Molly apakah ada robek atau luka, karena terlihat ada darah mengering disekitar rambutnya.
Ternyata ada robekan kecil dikepala Molly dan juga lebam dibekas benturan tersebut.
Sedangkan dipunggung Molly terlihat ada lebam membiru yang sangat biru sekali dan juga besar.
Itu artinya punggung Molly pasti terasa sangat sakit sekali nanti jika digerakan.
Pietro yang sangat tahu sekali dengan apa yang harus dia lakukan dipunggung Molly.
Dia mengambil sebuah minyak oles yang sudah pernah dia buat sebelumnya, dan Pietro lalu mengoleskan minyak tersebut kepunggungnya Molly.
Sambil duduk dikaki Molly, Pietro mengurut punggung Molly dengan kuat sekali untuk menetralkan cidera punggung yang dialami oleh Molly supaya nanti tidak terlalu sakit jika digerakan.
Apapun caranya sebisa mungkin semua kemampuan yang Pietro kuasai dia kerahkan semuanya untuk mengobati Molly.
Ketika Pietro sudah cukup lama mengurut punggungnya Molly, Pietro langsung membuat ramuan yang dia tumbuk sendiri dari beberapa tumbuhan obat untuk dia berikan kekepala Molly.
Walau jaman sudah canggih namun Pietro lebih suka membuat obat dari ramuan dedaunan yang dia temui didalam hutan.
" Semoga nanti jika kamu sadar keadaan kamu sudah lebih baik lagi Ratuku ",, kata Pietro ketika sudah selesai mengobati Molly.
Setelah berkata seperti itu kepada Molly, Pietro meninggalkan Molly sejenak untuk dia tinggal kedalam kamar karena dirinya ingin bersih-bersih badannya sebelum Molly sadarkan diri nanti.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...