KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu, dan tidak terasa minggu sudah berganti dengan bulan, serta bulan pun juga sudah berganti dengan bulan lagi.


Singkat cerita tidak terasa kehamilannya Molly sudah menginjak usia ke sembilan bulan saja.


Banyak sekali rintangan dan cobaan, serta kebahagiaan yang di alami Molly ketika mengalami masa kehamilannya.


Pernah suatu ketika, di saat Molly masih hamil sekitar tujuh bulan, tiba-tiba saja dia ingin sekali melihat sang suami yaitu Pietro, memakai baju yang bermotif bunga-bunga yang berwarna orange.


Sungguh baju yang sangat tidak cocok sekali di pakai oleh Pietro yang terkenal dengan julukan King Psikopat.


Tidak cuma baju saja ternyata yang ingin di lihat oleh Molly, melainkan Molly juga ingin melihat Pietro memakai celana berwarna pink dengan motif volkadot, sungguh perpaduan yang sangat ramai sekali jika sedang di pakai dan sangat tidak cocok jika di padupadankan.


Pada saat itu, semua Keluarga Roderick sedang berkumpul di ruang Keluarga rumah Pietro kecuali Gilbert.


Karena Kak Ivar dan Agnes beserta Alva sedang sengaja mengunjungi sang adik, sambil membawakan makanan sehat untuk Molly dan juga Pietro.


Dan untuk masalah Gilbert, kita akan membahas di part selanjutnya.


Suara tawa dari Kak Ivar sangat menggelegar sekali di dalam ruang Keluarga rumah si Pietro, ketika dia mendengar permintaan aneh dari Molly yang tadi untuk Pietro.


Sedang Pietronya sendiri, dia hanya bisa menampilkan wajah datar nan cemberutnya itu di hadapan semua Keluarganya.


" Sungguh Molly keingingan kamu ini sangat lucu sekali dan Kakak sudah sangat tidak sabar ingin segera melihat suami kamu memakai baju dan celananya ",, kata Kak Ivar kepada Molly sambil tertawa.


" Iya Molly, dan Kakak juga sudah tidak sabar ingin melihat Pietro memakai baju yang seperti itu ",, kata Agnes menyahuti perkataan dari Kak Ivar tadi.


" Aku tidak punya baju yang seperti itu!! '',, kata Pietro kepada Molly dan masih di dengar oleh Kak Ivar serta Agnes.


Sedangkan Alva dia sedang asik bermain sendiri bersama si King.


Iya si King, singa peliharaannya Pietro, awalnya Alva takut, namun semakin dia besar dan sudah sering kali Alva di ajak berkunjung ke rumah sang Paman, sekarang Alva sudah tidak takut lagi dengan King.


Begitupun dengan King, dia juga sudah tahu, jika Alva adalah keponakan dari majikannya yaitu Pietro.


" Kalau tidak punya belilah Kakanda, uang Kakanda kan banyak ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


" Oh, tenang saja Molly ",, kata Kak Ivar menyahuti perkataannya Molly.


" Sebagai tanda kesengsaraannya Pietro, dengan senang hati Kakak akan memberikanmu uang untuk membelikan baju yang kamu minta itu, ini pegang saja dulu kartu atmnya Kakak ",, kata Kak Ivar lagi sambil menyerahkan kartu atm-nya kepada Molly.


Hampir saja Molly ingin mengambil kartu atm tersebut, namun langsung saja tangan Molly di tarik kembali oleh Pietro.


" Tidak perlu, nanti aku akan beli sendiri!! ",, jawab dari Pietro kepada semua orang dengan menampilkan wajah datarnya itu.


" Ok di tunggu ",, kata Kak Ivar sambil menampilkan wajah mengejeknya kepada Pietro.

__ADS_1


Singkat cerita, akhirnya baju yang di inginkan oleh Molly pun sudah berada di tangan Pietro.


Dengan sedikit sulit mendapatkan baju yang sama persis yang di inginkan oleh sang istri, akhirnya Pietro bisa juga mendapatkan baju dan celana tersebut.


Pietro yang sudah memakai baju dan celana yang di inginkan oleh Molly, ketika dia sedang bercermin, Pietro merasa badannya sangat geli sekali, dan juga merasa jijik dengan pakaian yang sedang di kenakannya itu.


Ingin rasanya Pietro merobek dan membakar baju serta celana yang di pakainya, namun Pietro tidak mau melihat Molly bersedih, jadi akhirnya dia menurut saja ketika seharian penuh di suruh memakai baju dan celana tersebut.


Molly yang polos, dia mau saja ketika Kak Ivar dan Agnes menghasutnya untuk mengajak Pietro jalan-jalan saja ke mall menggunakan baju tersebut.


Walau ketampanan wajahnya Pietro tidak akan luntur karena pakaiannya itu, akan tetapi tetap saja semua pengunjung mall pada melihat ke arah Pietro.


Pietro tentu saja merasa malu dan risih, namun wajah malu dan risihnya itu tertutup dengan kaca mata hitam miliknya serta wajah datarnya.


Alhasil malah ada aura tersendiri yang terlihat di dalam diri Pietro, ketika dia memakai pakaian tersebut, dan membuat para kaum hawa semakin mengagumi Pietro.


Kak Ivar dan Agnes yang ikut juga ke mall, mereka yang berjalan di belakang Molly dan Pietro, sambil terus menahan suara tawa mereka, karena melihat penampilannya Pietro yang sangat ramai sekali serta mencolok.


Itulah kebahagiaan yang menyiksa bagi Pietro, namun tidak bagi Keluarganya.


Apapun yang di inginkan oleh Molly, Pietro akan berusaha memenuhi semuanya.


Dari pesawat jet yang kemarin di inginkan Molly juga, Pietro pun akhirnya membelikannya menggunakan uangnya sendiri, tidak jadi menggunakan uangnya Gilbert.


Dan saat ini Molly sedang berada di rumah Kak Ivar, sebab Pietro sedang ada pekerjaan mendadak yang tidak bisa di tinggalkannya.


Seperti biasa, jika Pietro sedang ada tugas Negara seperti itu, dia akan pandai sekali bersilat lidah mencari alasan kepada Molly.


Dan Molly yang bodoh selalu saja percaya apa yang dikatakan oleh Pietro kepadanya.


Entah kapan Pietro akan berhenti dari pekerjaannya itu, namun Kak Ivar selalu berdoa, semoga pintu hati dari sang adik terketuk untuk meninggalkan pekerjaan buruknya itu.


Molly yang sedang santai sambil menonton televisi di temani oleh Agnes pun, Agnes lalu mencoba untuk bertanya dan mengajak mengobrol Molly.


" Molly, kira-kira kelahiran baby kembar kamu ini kapan?? ",, tanya dari Agnes kepada Molly.


" Dua minggu lagi Kak ",, jawab dari Molly kepada Agnes.


" Waaaahh, tidak terasa ya, tinggal menghitung hari saja ",, kata Agnes lagi kepada Molly.


" Iya Kak, dan rasanya Molly sudah tidak kuat membawa perut Molly ini, begah sekali ",, jawab Molly kepada Agnes.


Usia kehamilannya Molly yang sudah semakin tua, membuat berat badan Molly pun ikut bertambah juga, dan Molly semakin hari terlihat semakin berisi saja dari sebelumnya.


Dan tubuh Molly yang sekarang justru sangat di sukai sekali oleh Pietro.

__ADS_1


Bahkan biasanya Pietro yang jarang sekali memuji Molly, sekarang dia hampir setiap saat jika berduaan dengan Molly, Pietro akan terus memuji Molly.


" My Queen sangat seksi dan juga cantik ",, begitulah perkataan yang terus di ucapkan oleh Pietro kepada Molly, sambil terus mengusap lembut calon baby mereka yang masih berad adi dalam perut.


Ketika pertama kali Pietro merasakan tendangan dari sang calon baby, di dalam dada Pietro merasakan sesuatu yang ingin meledak.


Entah apa itu Pietro tidak tahu, dan ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan oleh Pietro dengan perkataan, ketika Pietro setiap kali dia mengusap perut Molly selalu mendapat respon berupa tendangan dari sang baby twins.


" Semoga saja ketika babynya lahir, Ito sang Ayah sudah pulang ke sini ya Molly '',, kata Agnes kepada Molly.


" Iya pasti sudah pulanglah Kak, kan Kakanda cuma satu minggu saja perginya ",, jawab dari Molly kepada Agnes.


" Memangnya kamu tahu Ito pergi ke mana Molly?? ",, tanya dari Agnes mencoba mengetes Molly.


" Tahu, katanya Kakanda sedang mencari ramuan herbal di salah satu Negara untuk persediaan obat di rumah ",, jawab Molly kepada Agnes.


" Iya ternyata Ito masih saja membohongi Molly ",, kata batin dari Agnes ketika mendengar jawaban dari Molly.


" Oh ya, kelahiran dari sang baby tidak bisa di prediksi lho Molly, bisa saja besok kamu sudah melahirkan, kan kita semua tidak tahu ",, kata dari Agnes mengalihkan pembicaraan kepada Molly.


" Masa sih Kak?? ",, tanya dari Molly kepada Agnes.


" Iya, dulu saja ketika Kakak melahirkan Alva, itu maju dua minggu lho, sampai-sampai membuat Kak Ivar sampai kebingungan sendiri ",, jawab dari Agnes kepada Molly.


" Semoga saja Kakanda sudah pulang ketika Molly akan melahirkan nanti ",, kata Molly kepada Agnes sambil mengusap perut super buncitnya itu.


Perkataan dari Molly pun langsung saja di aamiinin oleh Agnes.


" Eh Molly perut kamu bergerak ",, kata Agnes dengan tiba-tiba kepada Molly.


" Iya Kak, sepertinya mereka di dalam sini sudah tidak betah karena kesempitan ",, jawab dari Molly kepada Agnes sambil tertawa.


" Iya benar mereka sudah kesempitan di dalam ",, kata Agnes kepada Molly sambil tertawa juga.


" Boleh Kakak usap perut kamu Molly?? ",, tanya dari Agnes kepada Molly.


" Boleh, ini Kak ",, jawab dari Molly kepada Agnes.


Agnes pun tentu saja langsung pindah duduk di sampingnya Molly.


Dan ketika Agnes sudah duduk di samping Molly, dia pun langsung saja mengusap-usap perut Molly, dan selalu mendapatkan respon berupa tendangan dan gerakan dari sang baby.


Molly dan Agnes merasa sangat bahagia dan mereka berdua tertawa geli sendiri melihat sang baby selalu mengikuti ke mana tangan Agnes sedang mengusap-usap perut Molly.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2