KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
ELINA HEDY


__ADS_3

Jika pagi harinya Pietro dan Molly sedang berkunjung kekampung halamannya Molly.


Berbeda lagi dengan paginya Gilbert.


Semalaman setelah pulang dari menonton balap mobil disirkuit, sesampainya didalam rumah Gilbert langsung bersih-bersih badannya.


Setelah selesai bersih-bersih badannya, Gilbert mencoba ingin memejamkan matanya, namun tidak bisa.


Gilbert yang tidak bisa tidur, dia lalu teringat dengan tas kecil milik Elina yang dia bawa masuk juga tadi kedalam kamarnya.


Gilbert yang sudah turun dari atas ranjangnya, dia lalu berjalan untuk mengambil tas milik Elina yang dia taruh diatas shofa didalam kamarnya.


Diatas shofa itu Gilbert duduk sambil mengeluarkan semua isi dalam tas milik Elina.


Didalam tas itu Gilbert menemukan masker penutup wajah yang biasanya dimiliki para pembalap mobil, topi yang warna dan gambarnya sangat manly sekali, dompet berisi semua identitas dan kartu nama, uang tunai, kartu kredit, ATM dan juga sebuah kunci mobil.


Gilbert langsung melongo melihat isi dalam tas milik Elina, karena Gilbert tidak menemukan makeup yang biasanya dibawa seorang perempuan.


" Dia sebenarnya perempuan tulen atau jadi-jadian sih??, ko tidak membawa makeup sama sekali didalam tasnya ",, kata Gilbert dengan ekspresi keheranan.


" Kan biasanya perempuan isi tas utamanya adalah makeupnya tidak boleh ketinggalan, lihat saja isi dalam tasnya Kak Agnes, sudah seperti orang jualan makeup ",, kata Gilbert sambil berbicara sendiri.


" Coba aku cari lagi saja deh, siapa tahu ada yang menyelinap diantara ini semua ",, kata Gilbert lagi.


Dan Gilbert langsung saja mencoba mencari disetiap dalam isi tas milik Elina.


" Tidak ada,...... benar-benar wanita aneh ",, kata Gilbert sambil mengajak berbicara foto milik Elina.


Sedang disisi lain, Elina yang sudah sampai dirumah mewah milik sang Kakak, dia langsung saja dimarahi seperti biasanya oleh sang Kakak.


Elina bernama lengkap Elina Tyra Hedy, anak kedua dari pasangan Eric Hedy dan Juni Hedy, sedang sang Kakak yang tadi menjewer telinganya dia bernama Danish Hedy.


" Kakak tidak mau lagi mendengarmu main mobil balap lagi ya Elina!! ",, kata Danish kepada Elina.


Dan mereka berdua saat ini sedang berada diruang tamu rumah Danish.


Elina hanya bisa diam saja ketika sedang dimarahi seperti itu oleh Kakaknya.


" Tapi Elina suka Kak, Kak Danish kan tahu sendiri jika Elina menyukai balap mobil sejak kecil ",, jawab Elina kepada Danish.


Dan foto yang Gilbert temukan didalam tas milik Elina adalah memang benar milik Elina, serta mobil yang menjadi jagoan Gilbert adalah mobil yang dikendarai oleh Elina.


" Mau sampai kapan Elina??, kamu itu seorang perempuan, Ayah sama Mamah menitipkan kamu kepada Kakak, kenapa kamu tidak bisa mendengarkan perkataan Kakak sih Elina?? ",, kata Danish kepada Elina.

__ADS_1


Elina hanya bisa menunjukkan wajah sedihnya kepada Danish.


" Ayah sama Mamah jika tahu kamu bertanding lagi disirkuit seperti tadi, pasti mereka akan jantungan lagi ",, kata Danish kepada Elina.


" Iya kalau begitu Kakak jangan memberitahukan perihal tadi kepada Ayah dan Mamah ",, reflek bantah dari Elina kepada Danish.


" Kamu membantah perkataan Kakak Elina??!! ",, kata Danish kepada Elina.


" Heheha ampun Kak, maaf ",, kata Elina sambil tertawa garing kepada Danish.


Danish langsung saja menggelengkan kepalanya melihat sikap sang adik yang seperti tadi.


" Apa kamu tidak jera Elina, kamu pernah koma selama dua bulan, karena kecelakan mobil itu hah??!! ",, kata Danish lagi kepada Elina.


" Maafkan Elina Kak, Elina bersalah ",, kata Elina kepada Danish sambil menundukkan kepalanya.


" Sudah sekarang kamu masuk kedalam kamar, dan ingat jangan diulangi lagi Elina ",, kata Danish kepada Elina.


" Kakak, Ayah dan Mamah itu sayang sama kamu Elina, kita tidak mau kehilangan kamu, kamu tidak tahu bagaimana hancurnya kami ketika mengetahui kamu kecelakaan dulu, terlebih kamu dinyatakan koma oleh Dokter selama itu ",, kata Kak Danish dengan suara lembut kepada Elina.


Elina langsung saja menangis mendengar perkataan dari Danish yang terakhir.


Setelah itu tanpa adanya aba-aba, Elina beranjak berdiri dan langsung memeluk Danish yang sedang berdiri didepannya.


Danish pun langsung juga membalas pelukan dari Elina sambil mengusap punggungnya.


" Janji Elina .........?? ",, kata Danish kepada Elina.


" Tidak tahu........ wleeeee ",, jawab Elina kepada Danish sambil memeletkan lidahnya.


Dan setelahnya Elina memilih kabur dan masuk kedalam kamarnya meninggalkan Danish yang kebingungan lagi bagaimana menasihati adik perempuan satu-satunya itu.


" Astaga Elina ",, kata Danish sambil memijat dahinya.


Elina yang sudah masuk kedalam kamarnya, dia langsung saja tersenyum manis sambil membayangkan wajah dari sang Kakak yang pasti sedang uring-uringan sendiri karena sikapnya.


Elina sendiri sebenarnya sudah pernah mencoba insaf untuk tidak mau balapan lagi, namun lagi-lagi dia tergoda dengan semua teman laki-lakinya yang bisa ikut bertanding lomba balap mobil disirkuit.


Apalagi Elina tadi baru saja memenangkan perlombaan itu dan hadiah uangnya sangatlah banyak sekali, membuat Elina semakin merasa bangga dengan dirinya dan puas sekali akan pencapaiannya.


Nama Elina Hedy sudah terkenal dikalangan pembalap muda maupun profesional, dan banyak pembalap profesional tidak mau meremehkan kemampuan bermanufer dari Elina.


Sebenarnya semua Keluarga awalnya mendukung cita-cita dari Elina yang ingin menjadi pembalap internasional.

__ADS_1


Tapi karena berhubung Elina pernah mengalami kecelakaan dan koma selama dua bulan lamanya, kedua orang tua Elina beserta sang Kakak sangat melarang Elina untuk ikut perlombaan lagi, karena mereka takut kehilangan Elina diusianya yang masih muda.


Mau bagaimanapun mereka melarang Elina, ujung-ujungnya Elina akan kembali lagi kesirkuit untuk balapan mobil, sebab itu sudah hobi dan juga cita-citanya.


Balapan yang awalnya diikuti Elina cuma balapan liar, sekarang Elina sudah bisa mengikuti balapan hingga sampai tingkat internasional.


Bahkan Elina sudah mempunyai tim dan sponsor sendiri untuk menunjang keahliannya menaklukkan sirkuit.


Elina yang sudah selesai bersih-bersih badannya, dia baru saja teringat jika dia masuk kedalam kamarnya tadi tidak membawa tas kecil miliknya.


" Tasku dimana ya??, apa ketinggalan didalam mobilnya Kak Danish?? ",, kata Elina sedang berbicara sendiri.


" Coba aku lihat dulu didalam mobilnya Kak Danish ",, kata Elina lagi.


Dan Elina langsung saja keluar dari dalam kamar menuju kedalam garasi untuk mencari tas kecil miliknya.


Elina yang sudah sampai didepan mobil milik Danish, dia langsung saja mengintip kesemua sisi kaca mobil tersebut.


" Ko tidak ada tasnya, dimana tasku sih?? ",, kata Elina sambil terus berfikir.


" Astaga,.............!!, apa tasku ketinggalan didalam mobil laki-laki tadi ya?? ",, kata Elina sambil menepuk jidatnya sendiri.


" Aduh bagaimana ini.........??, aku kan tidak tahu dimana laki-laki itu tinggal ",, kata Elina sambil kebingungan sendiri.


Danish yang baru saja keluar dari dalam kamarnya dan ingin kedapur untuk mengambil segelas air minum, dia tidak sengaja melihat pintu garasi yang terhubung dengan ruang tengah terbuka.


" Pintu garasinya ko terbuka, seingat aku pintunya sudah aku tutup tadi?? ",, kata Danish berbicara sendiri.


Alhasil Danish mengurungkan niatnya untuk kedapur dan memilih menutup pintu garasinya.


Ketika Danish ingin menutup pintu garasinya, dia tidak sengaja melihat Elina sedang sibuk sendiri sambil mengacak-ngacak rambut panjangnya.


Hal tersebut membuat Danish sedikit terkejut dan langsung mengur Elina.


" Kamu kenapa disini Elina, dan seperti kebingungan sendiri seperti itu?? ",, tanya Danish kepada Elina.


Elian langsung saja terkejut ketika mendengar teguran dari Danish sang Kakak.


Sebelum menjawab perkataan dari Danish, Elina langsung saja tertawa garing kepada Danish sambil keluar dari dalam garasi mobil.


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


Lanjut part sebelahπŸ€—.

__ADS_1


...πŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2