
Pietro yang sudah mematikan sambungan telefon dari sang Kakak, dia malah dengan santainya terus mengh154p pucuk bukit kembar milik Molly yang sangat kenyal itu sambil memejamkan matanya, dengan tangan miliknya terus memainkan bukit yang satunya lagi.
Sekuat tenaga Molly menahan suara supaya dia tidak mend354h karena ulah bibir dan tangan siPietro.
Sedang Pietro sendiri dia seperti tidak merasa kasihan kepada Molly, karena fikir Pietro dia merasakan nyaman, enak dan ketagihan dengan tubuhnya Molly.
Sepertinya Molly harus dijauhkan dari Pietro, apa jadinya nanti jika Molly sudah sah sebagai istri dari sang King Psikopat itu.
Pasti pekerjaan dari Molly hanya akan diatas ranjang dan ranjang saja tanpa melakukan apa pun, sebab sang suami sangat tidak tahan dengan kemolekan dari tubuh sang istri yaitu Molly.
Tapi jika seumpama Molly dijauhkan dari Pietro apa ya yang akan terjadi kepada Pietro.
Apakah Pietro berubah menjadi monster atau berubah semakin ganas saja dalam membunuh.
Semua itu bisa terjawab nanti dipart-part yang akan datang.
Dan sekarang belum saatnya untuk membahas hal itu, karena kita akan membahas Pietro yang sedang asik terus men3n3n kepada Molly.
" Tuanhhhhh, bisakah anda menyingkir dari tubuhhhh sahyah....... ",, kata Molly kepada Pietro dengan suara sedikit mend354h.
" Kenapa harus menyingkir, ini itu enak, apa kamu tidak merasa enak juga karena ulah saya??, saya yakin kamu juga ketagihan akan hal itu, terlebih milik saya sangat besar dan bisa memuaskanmu ",, jawab Pietro sambil melihat kearah wajah cantiknya Molly.
Molly yang tidak bisa menjawab perkataan dari Pietro, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
" Sebelum Kakak saya datang, bagaimana kalau kita melakukannya lagi satu kali, tadi rasanya saya masih kurang karena terganggu dengan kedatangan dari Kakak ",, kata Pietro kepada Molly.
" Tidak mau Tuan ",, kata Molly kepada Pietro sambil menggelengkan kepalanya.
" Kamu berani menolak saya??!! ",, kata Pietro dengan wajah yang terlihat sangat marah sekali langsung menindih badannya Molly.
Molly sungguh sangat ketakutan sekali melihat Pietro wajahnya berubah drastis seperti itu.
Pietro memang sangat tidak suka sekali jika perintahnya ditolak, jadi dia reflek ketika mendengar penolakan dari Molly, dia langsung menindih badan Molly sambil mencekik lehernya juga.
" Am................pun Tuan ",, kata Molly dengan suara tertahan karena lehernya sedang dicekik oleh Pietro.
" Sekarang kamu harus puaskan saya!! ",, kata Pietro dengan sangat tegas sekali kepada Molly sambil melepaskan cekikannya itu dari leher Molly.
__ADS_1
" Uhuk........uhuk ba........baik Tuan ",, jawab Molly kepada Pietro sambil mengusap lehernya.
Pietro langsung saja tersenyum miring kepada Molly ketika dia mendengar perkataannya Molly tadi.
Dan tanpa menunggu waktu lama dengan posisi masih berada diatas tubuh Molly, Pietro langsung mecium bibir Molly dengan cukup ganas.
Molly sedikit kewalahan mencoba membalas ciuman dari Pietro, hingga tanpa sadar bibir tipis milik Molly sedikit berdarah karena terkena gigi milik Pietro.
Pietro selain mencium Molly tepat dibibirnya dia juga memainkan tangannya dibukit kembar milik Molly.
Tangan Pietro mer3m45 manja dengan lembut sambil memainkan pucuk bukit milik Molly.
Dan ketika Pietro sudah puas mencum6u bibirnya Molly, dia langsung saja memasukkan pucuk bukit itu kedalam mulutnya dengan sangat menggebu sekali.
Sambil masih berada diatas tubuh Molly, Pietro begitu menikmati sekali dengan kegiatannya itu.
Disaat Pietro sedang asik men3n3n pucuk bukit milik Molly tiba-tiba saja pintu kamar dia terbuka dari luar dengan sangat kasar sekali.
Dan pelakunya adalah Kak Ivar.
Kak Ivar bisa langsung masuk kedalam rumah siPietro karena pintu utama rumah Pietro tidak dikunci dari dalam, jadi alhasil Kak Ivar bisa dengan mudah masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Dia langsung memejamkan matanya, sambil menahan rasa gemas dengan tingkah dari sang adik yang begitu tinggi sekali n4f5u 941rahnya kepada Molly.
Sedang Pietro yang melihat kedatangan dari Kakaknya dengan tiba-tiba didalam kamarnya, dia bukannya malu, malah dengan santainya hanya melihat saja kearah Kak Ivar dengan mulut yang masih mengh154p manja pucuk bukit milik Molly seperti bayi yang sedang n3n3n dengan ibunya.
Jangan ditanyakan untuk Molly sendiri, dia begitu sangat malu sekali ketika dirinya dalam keadaan seperti itu bersama Pietro dan dilihat oleh Kak Ivar.
Bahkan ketika Molly mencoba mendorong kepala Pietro untuk menyingkir dari atas tubuhnya, Molly sangat kesusahan sekali, karena badan Pietro sangat berat sekali digerakkan.
" Astaga anak ini, Pietroooooooo hentikan!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro dengan berteriak sangat keras sekali.
Kak Ivar bisa melihat jika Molly sedang merasa kurang nyaman dan malu dengan apa yang sedang Pietro lakukan kepadanya.
Dia pun berusaha membantu Molly yang terlihat sekali sangat tertekan dengan ulah siPietro adiknya.
" Kakak selalu mengganggu saja!!, awas saja jika Kak Ivar sama Kak Agnes sedang bermesraan, akan Pietro rubuhkan itu rumah Kakak!! ",, gerutu dari Pietro sambil melepaskan diri dari atas tubuhnya Molly.
__ADS_1
Molly yang melihat Pietro sudah bangun dari atas tubuhnya, dia langsung saja menurunkan kaos yang dipakainya dari atas dadanya untuk menutupi kedua bukit miliknya.
Pietro yang kebanyakan disuntik ramuan tidak jelas oleh sang Kakek selama bertahun-tahun lamanya, membuat fikiran dan sifatnya seperti mutan yang DNAnya sudah bermutasi.
Jadi jangan salahkan Pietro jika dia terkadang bersikap, berfikir serta bertindak tidak seperti para manusia sewajarnya.
" Sudah kamu diam!!, sekarang ajak Molly untuk segera pergi keGereja, dan ini Molly gaun pengantinnya segera kamu pakai ya, Kakak tunggu diluar ",, kata Kak Ivar kepada Pietro dan juga Molly.
Pietro yang mendengar perkataan dari Kak Ivar dia langsung ingin mendekat lagi kearah Molly, namun langsung dicegah oleh Kak Ivar.
" Mau kemana kamu Pietro??!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
" Membantu dia untuk ganti baju ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.
" Tidak-tidak-tidak!!!, yang ada nanti bukannya membantu malah melakukan hal itu!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
" Sudah ayo ikut Kakak dan kamu Molly segera pakai gaunnya ",, kata Kak Ivar kepada Pietro dan Molly.
" Iya Tuan ",, kata Molly dengan sopan kepada Kak Ivar.
Setelah itu Kak Ivar langsung saja menarik tangan Pietro untuk keluar dari dalam kamarnya meninggalkan Molly yang ingin berganti baju.
Sepeninggalan dari Kak Ivar dan Pietro, Molly begitu sangat mengagumi sekali gaun pernikahan yang ada didalam paperbag yang dikasih oleh Kak Ivar tadi.
Karena seumur hidup Molly, Molly tidak pernah melihat gaun pernikahan sebagus serta semewah itu.
Walau sedikit kesusahan karena badannya sedang merasa sakit semua, terlebih pergelangan tangannya juga masih sakit, akhirnya Molly bisa juga memakai gaun pengantin itu.
Begitupun dengan Pietro, dia juga sudah berganti baju dengan jas pengantin yang dibelikan juga oleh Kak Ivar.
Sembari menunggu Molly selesai memakai gaun pengantin, Kak Ivar terus menceramahi Pietro dengan sabar.
Tapi sayang orang yang sedang diceramahi hanya mendengarkannya sesaat setelah itu dia lupa dengan apa yang tadi disampaikan oleh sang Kakak kepadanya.
Iya begitulah Kak Ivar untuk menghadapi Pietro, harus stok kesabaran yang cukup banyak, karena fikiran serta sifat Pietro sedikit berbeda dari manusia pada umumnya.
Walau sebenarnya Kak Ivar capek, namun dia tidak pantang menyerah terus memberitahu hal-hal baik kepada sang adik keduanya yaitu Pietro.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...