KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KASIHAN SI GILBERT


__ADS_3

Pietro yang sudah kembali ke dalam kamar tamu yang ada Mollynya, dia langsung membersihkan badannya sebelum dia ikut tidur bersama Molly.


Setelah selesai bersih-bersih badannya, Pietro pun lalu melepaskan baju dan juga celana yang dipakainya cuma hanya menyisahkan celana d4l4mnya saja.


Molly yang sedikit terkejut ketika ranjang sebelahnya bergoyang, dia pun mencoba membuka matanya, dan langsung melihat Pietro.


" Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro dengan mata yang terlihat sayu.


" Tidurlah, biar Kakanda lihat dulu luka di perut My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.


Molly hanya diam saja, karena memang mata dia sudah benar-benar sangat mengantuk sekali.


Sedangkan Pietro dia lalu membuka selimut yang dipakai oleh Molly, untuk melihat luka di perutnya Molly.


Pietro sedikit terkejut ketika dia melihat lukanya Molly sudah tertutup perban, dan ketika Pietro ingin bertanya kepada Molly, siapakah yang memakaikan perban tersebut, Pietro tidak tega.


Sebab dia melihat Molly sudah tertidur dengan sangat lelap sekali.


Akhirnya Pietro mengurungkan niatnya itu dan dia menutup kembali bajunya Molly, lalu membawa Molly ke dalam pelukannya.


Jam pun berdenting sesuai iramanya, dan Pietro sudah tertidur lelap juga sama seperti yang lainnya.


Ketika jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, Agnes yang sedang pingsan tadi, akhirnya dia menunjukkan ingin sadar dari pingsannya.


Akan tetapi alangkah terkejutnya Agnes ketika dia sudah terbangun, namun dalam keadaan ke dua tangan dan ke dua kaki yang terikat seperti itu, serta jangan lupakan mulutnya pun sedang dilakban.


Membuat Agnes langsung merasa sangat ketakutan sekali.


Agnes lalu berusaha melepaskan lakban yang berada di mulutnya itu untuk meminta tolong kepada seseorang, supaya dia bisa terlepas dari ikatan tali tersebut di tubuhnya.


" Aaaaaaaaaaaa, siapapun tolong saya!! ",, teriak dari Agnes meminta tolong ketika sudah membuka lakban di mulutnya.


" Molly juga tidak ada di sini, aaaaaaaaaaaaaaaa toloooooooooooooooooong!! ",, teriak lagi yang lebih keras dari Agnes.


Gilbert yang mendengar teriakan keras dari Agnes, dia juga langsung ikut tersadar dari pingsannya.


Dan ketika Gilbert ingin terbangun dari rebahannya, tentu saja dia langsung kejedot kolong ranjang yang ada di atasnya.


" Aduuuuhhh,!! sakitnya ",, kata Gilbert sambil mengusap dahinya yang kejedot itu.


" Eh ko gelap, dan ini apa,?? aku ada di mana?? ",, kata Gilbert ketakutan sendiri sambil meraba kolong ranjang.


" Aaaaaaaaaaa tolong aku ",, kata Agnes lagi yang di dengar oleh Gilbert.


Mau sekeras apapun Agnes berteriak, di dalam setiap kamar yang ada di rumah Kak Ivar, ada kedap suaranya sendiri.


Jadi dari luar kamar tentu saja semua orang tidak akan ada yang mendengarnya.

__ADS_1


" Eh itu suara siapa, hiiiiii aku takut, tapi tunggu-tunggu,!! itu seperti suaranya Kak Agnes, apa aku sudah mati ya ",, kata Gilbert lagi masih berbicara sendiri.


Gilbert lalu mengalihkan pandannya ke arah sisi kiri dan kanannya.


Dan ketika dia merasa tidak asing dari tempatnya tiduran, dia pun lalu mencoba keluar dari bawah kolong ranjang tersebut.


" Hah,!! ko bisa aku berada di bawah kolong ranjang?? ",, kata Gilbert dengan merasa keheranan.


Agnes yang melihat Gilbert baru saja keluar dari bawah ranjang, dia pun langsung mencoba meminta tolong kepada Gilbert.


" Gilbert tolong Kakak ",, kata Agnes kepada Gilbert.


" Lho,!! Kak Agnes kepada bisa terikat begitu?? ",, tanya Gilbert kepada Agnes.


" Mana Kakak tahu, cepat bantu Kakak, Kakak harus kembali ke dalam kamar, takut Kak Ivar mencari atau membutuhkan bantuan dari Kakak ",, jawab dari Agnes kepada Gilbert.


" Iya-iya sebentar ",, jawab dari Gilbert sambil berjalan ke arah Agnes.


Setelahnya Gilbert pun lalu membantu melepaskan semua ikatan di ke dua kaki dan ke dua tangannya Agnes.


" Kak Mollynya mana Kak Agnes, bukannya dia ada di sini tadi?? ",, tanya dari Gilbert kepada Agnes.


" Tidak tahu,!! sudah Kakak mau melihat keadaan dari suami Kakak dulu ",, jawab dari Agnes kepada Gilbert sambil berlalu keluar dari dalam kamar itu.


Gilbert yang ditinggal sendirian di dalam kamarnya Pietro, dia pun merasa bingung sekali.


Namun ketika Gilbert tidak bisa menemukan jawaban atas apa yang dia pikirkan, karena kepalanya pusing gara-gara kejedot tadi, dia pun lalu ikut-ikutan keluar dari dalam kamar itu dan menuju ke dalam kamarnya sendiri.


" Kakak tidak kenapa-kenapa ko Pietro, ini sudah lebih baik, hanya tunggu pemulihannya saja ",, jawab dari Kak Ivar kepada Pietro.


Gilbert yang baru saja keluar dari dalam kamar dan melihat sang Kakak yaitu Pietro sedang berbincang dengan Kak Ivar, dia pun akhirnya bisa menemukan atas pertanyaannya semalam, kenapa dia bisa berada di bawah kolong ranjang.


" Sekarang Gilbert tahu ",, kata Gilbert dengan tiba-tiba sambil berjalan ke arah dua Kakaknya.


Tidak cuma ada Pietro dan Kak Ivar saja di dalam ruang Keluarga itu, melainkan ada Molly, Mama Jaena, Alva dan juga Agnes.


" Kamu kenapa Gilbert, eh dahi kamu kenapa ko benjol memerah seperti itu?? ",, tanya dari Mama Jaena kepada Gilbert.


Namun Gilbert tidak mempedulikan pertanyaan dari Mama Jaena, sebab dia langsung ingin bertanya kepada Pietro.


" Tadi malam Kak Pietro kan yang memasukkanku ke dalam kolong tempat tidur, dan membuat Gilbert kejedot hingga menghasilkan ini ",, kata Gilbert kepada Pietro sambil menunjuk benjolan yang ada di dahinya.


" Iya, sekarang aku ingat juga, yang semalam mengikat ke dua tangan dan kakiku di atas ranjang, kamu juga kan Pietro?? ",, kata Agnes juga kepada Pietro.


Semua orang yang mendengar perkataan dari Gilbert dan Agnes langsung saja terdiam, kecuali Pietro, dia malah berpura-pura seperti tidak mendengar sambil meminum tehnya.


Setelahnya tiba-tiba saja semua orang kecuali Pietro, mereka semua langsung tertawa dengan terbahak-bahak, karena merasa lucu saja dengan ulah Pietro kepada Agnes dan Gilbert.

__ADS_1


" Astaga, sungguh aku beruntung bisa mengenal kalian semua, bisa membuatku awet muda, karena sering tertawa dengan tingkah kalian yang masih seperti anak kecil ",, kata Mama Jaena sambil tertawa.


" Kenapa kalian semua tertawa, sakit tahu kepalaku ini ",, kata Gilbert kepada semua orang, terutama Pietro.


" Oh ya Kakanda, Molly sekarang ingat juga, kata Gilbert Kakanda kemarin pergi karena sedang ingin membeli pesawat jet, terus mana pesawat jetnya Kakanda?? ",, kata Molly yang ikut-ikutan juga kepada Pietro.


Pietro yang sedang menikmati tehnya, dia langsung tersedak mendengar perkataan dari Molly.


Dan sekarang gantian Gilbert yang tertawa terbahak-bahak melihat keterkejutan dari Pietro tersebut karena Molly.


Pietro lalu mengusap mulutnya dan dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah Gilbert yang sedang mentertawakannya.


Setelahnya Pietro langsung tertawa miring nan licik seperti sedang merencanakan sesuatu.


" Kakanda tidak jadi membelinya My Queen ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


" Kenapa?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Karena Gilbert!! ",, jawab Pietro dengan mode manja kepada Molly sambil menunjuk Gilbert.


" Eh ....?? ",, Kak Ivar pun sampai terkejut melihat wajah manja dari seorang sang King Psikopat kepada Molly.


" Ko aku kenapa Kak?? ",, tanya Gilbert dengan ekspresi bingung kepada Pietro.


" Iya, ko karena Gilbert kenapa Kakanda?? ",, tanya dari Molly juga kepada Pietro.


" Karena Gilbert tidak mau mengabulkan permintaan dari Kakanda My Queen ",, jawab dari Pietro sambil menyembunyikan wajahnya di pundaknya Molly.


" Permintaan apa?? ",, tanya dari Molly lagi kepada Pietro.


" Iya permintaan apa Kak, karena setahu Gilbert Kakak tidak minta apa-apa kepada Gilbert ",, kata Gilbert juga kepada Pietro.


" Tuh lihat, Gilbertnya lupa My Queen ",, kata Pietro lagi sambil mencuri perhatian dari Molly.


" Apa sih Kakanda, jangan bersedih begitu dong, bilang sama Molly, biar Molly nanti yang menyuruh Gilbert untuk melakukannya ",, kata Molly sambil mengusap manja wajahnya Pietro.


Tidak tahukah Molly, jika Pietro tersenyum senang mendengar perkataannya.


" Kemarin Gilbert bilang, " Ok, Gilbert akan membotakin kepala Gilbert, asal Kakak mau juga membelikan pesawat jet yang sama seperti Kak Molly, " Gilbert berkata seperti itu My Queen ",, kata Pietro mengadu kepada Molly.


" Terus malamnya ketika Kakanda menelpon Gilbert, ternyata dia belum potong rambut, ya alhasil Kakanda belum jadi membeli pesawat jetnya dong My Queen ",, kata Pietro mengadu terus kepada Molly seperti anak kecil.


Pietro sengaja melakukan itu kepada Molly, karena dia ingin mengerjai Gilbert lagi.


Dan semua orang yang mendengar perkataan dari Pietro kepada Molly, mereka semua langsung saja membuka mulutnya sambil melihat ke arah Gilbert.


Yang paling lebar membuka mulutnya tentu saja si Gilbertlah orangnya, karena dia tidak menyangka jika sang Kakak gilanya itu mengerjainya lagi, dan kali ini cukup parah, di suruh menggunduli rambut kesayangannya itu.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2