
Gilbert dan Elina saat ini sudah duduk berdua berdampingan di atas sofa yang ada di ruang kerjanya Elina.
Sambil menggenggam tangan Elina dengan lembut, senyum di bibir Gilbert pun, terus merekah dengan sangat manis sekali.
Sedangkan Elinanya sendiri, dia masih belum bisa mengendalikan dirinya yang masih bingung dengan keadaan yang ada.
" Kenapa kamu diam saja Elina,?? apakah kamu tidak suka melihatku berada di sini?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.
" Aku masih belum percaya jika kamu berada di sini bersamaku, bukan bersama istrimu Gilbert?? ",, jawab Elina kepada Gilbert.
" Bagaimana jika dia tahu kalau kamu bersamaku?? ",, tanya Elina kepada Gilbert.
" Dia akan aku suruh untuk menjambak dan menendangmu ",, jawab Gilbert kepada Elina.
Elina reflek langsung melepaskan genggaman tangan Gilbert, ketika dia mendengar jawaban dari Gilbert.
Sedangkan Gilbertnya sendiri, dia langsung saja tertawa terbahak-bahak melihat sikap Elina yang langsung marah kepadanya.
Gilbert lalu mengambil kembali tangan Elina untuk dia genggam lagi.
Dengan menatap sangat intens sekali ke wajah Elina, mereka berdua saat ini sedang dalam keadaan mengunci pandangan satu sama lainnya.
Gilbert lalu mengusap pipi Elina dengan sangat lembut sekali sambil masih tersenyum dengan manis.
" Percayalah sayang, aku belum menikah ",, kata Gilbert sambil terus mengusap pipinya Elina.
" Selagi kamu belum aku dapatkan, aku tidak akan menikah Elina ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.
" Lalu, jika kamu belum menikah, siapakah wanita yang kemarin bersama kamu masuk ke dalam ruang kandungan?? ",, tanya Elina kepada Gilbert.
" Dia Angela, teman masa kuliahku dulu, dan kemarin aku masuk ke dalam ruang kandungan, cuma mengantarkannya saja mengambil tasnya yang tertinggal ",, jawab Gilbert kepada Elina.
" Apakah kamu bersungguh-sungguh jika kamu belum menikah Gilbert?? ",, tanya Elina lagi kepada Gilbert.
" Sungguh Elina, untuk apa aku berbohong kepadamu ",, jawab Gilbert kepada Elina.
" Jika kamu tidak percaya ayo ikut bersamaku ke rumah Kakakku ",, kata Gilbert kepada Elina.
Elina yang sudah mendengar jawaban dari Gilbert, dia reflek langsung memeluk Gilbert dengan sangat erat sekali.
Begitupun dengan Gilbert, dia langsung membalas pelukannya Elina tidak kalah eratnya.
Setelah berpelukan cukup lumayan lama, mereka pun lalu melepaskan juga pelukan tersebut.
__ADS_1
" Aku percaya Gilbert, aku percaya ",, kata Elina kepada Gilbert.
Sebelum menjawab perkataan dari Elina, Gilbert menangkup ke dua pipinya Elina menggunakan ke dua tangannya, dan lalu setelahnya, Gilbert menyatukan dahinya ke dahi Elina dengan mata yang saling menatap satu sama lainnya.
" Kalau begitu, maukah kamu menikah denganku Elina, maukah kamu menjadi ibu untuk anak-anakku kelak?? ",, kata Gilbert kepada Elina.
Dengan bibir yang tersenyum manis, Elina langsung saja mengangguk dengan sangat semangat menjawab perkataannya Gilbert.
Melihat anggukan dari Elina, Gilbert mencoba memajukan bibirnya ke bibir Elina.
Dan baru saja menempel ke dua bibir mereka, kegiatan indah mereka yang hampir saja berlangsung, tiba-tiba terganggu dengan suara dering ponsel milik Gilbert.
" Mengganggu saja,!! siapa sih yang menelpon ku, awas saja jika tidak penting!! ",, gerutu Gilbert sambil mengambil ponselnya yang berada di dalam saku jasnya.
Elina hanya tersenyum saja mendengar gerutuan dari Gilbert, karena memang seperti itulah Gilbert yang dia kenal dan cintai, suka menggerutu sendiri, terlebih untuk Kakak ke duanya.
" Kak Pietro ternyata yang menelpon ",, kata Gilbert yang sudah melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Setelahnya, tanpa menunggu waktu lama lagi, Gilbert pun langsung saja mengangkat sambungan telepon tersebut.
" Halo Kak ",, kata Gilbert kepada Pietro.
" Apakah kamu berada di kantor saat ini Gilbert?? ",, tanya Pietro kepada Gilbert.
" Bagus, cepat ke sini bantu Kakak untuk mengurus kepulangannya si kembar ",, perintah Pietro kepada Gilbert.
" Iya baiklah ",, jawab pasrah dari Gilbert kepada Pietro.
Setelah itu sambungan telepon mereka pun terputus juga.
Elina yang melihat Gilbert sudah selesai menerima telepon, dia langsung saja bertanya kepada Gilbert.
" Ada apa dengan Kakak kamu?? ",, tanya Elina kepada Gilbert.
" Dia menyuruhku untuk datang ke rumah sakit sekarang, apakah kamu mau ikut denganku?? ",, jawab Gilbert kepada Elina.
" Ke rumah sakit, ada apa memangnya?? ",, tanya Elina lagi kepada Gilbert.
" Kak Molly baru saja melahirkan baby kembarnya, dan saat ini dia akan segera pulang ke rumah ",, jawab Gilbert kepada Elina.
" Waaah selamat untuk Kakak kamu Gilbert, pasti mereka sedang sangat bahagia, karena baru saja di karuniai anak kembar ",, kata Elina dengan wajah yang berbinar senang sekali.
" Iya, dan apakah kamu jadi mau ikut bersamaku?? ",, tanya Gilbert lagi kepada Elina.
__ADS_1
" Baiklah aku mau, tapi apakah tidak apa-apa jika aku ikut denganmu, eeem maksudnya nanti jika ke dua Kakak kamu .......... ",, perkataan Elina langsung terputus dengan perkataan dari Gilbert.
" Tidak apa-apa, mereka sudah melupakan untuk masalah yang lalu, yang terpenting jika aku sekarang bahagia, mereka akan selalu mendukungku ",, kata Gilbert kepada Elina.
" Baiklah, kalau begitu ayo aku ikut denganmu ",, jawab mantap dari Elina kepada Gilbert.
Gilbert pun hanya mengangguk saja kepada Elina, dan setelah itu mereka berdua beranjak keluar dari dalam ruang kerjanya Elina menuju ke rumah sakit tempat Molly di rawat.
Di dalam mobil baik Gilbert dan Elina saling bercerita tentang keadaan mereka yang sudah enam bulan tidak bertemu.
Banyak hal yang di ceritakan dari Elina kepada Gilbert, begitupun sebaliknya, dan mereka juga saat ini sudah bertukar media sosial mereka yang selama ini sudah berubah demi saling menghindar.
Senyum cerah dan wajah ceria terlihat lagi di wajahnya Gilbert, ketika dia sudah bersama Elina lagi.
Dan Elina nya sendiri pun juga sama halnya, dia sudah tidak lagi merasa galau serta sakit hati, karena kebenaran saat ini sudah terungkap.
Setelah mengendarai mobil sekitar empat puluh menit lamanya, akhirnya mobil yang di kendarai oleh Gilbert sampai juga di parkiran rumah sakit.
Gilbert yang sudah memarkirkan mobilnya, dia langsung saja menggandeng mesra tangan Elina untuk dia ajak masuk ke dalam ruang perawatannya Molly.
Sesampainya di ruang perawatannya Molly, semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut, sedikit merasa terkejut melihat kedatangannya Elina bersama Gilbert.
" Nona Elina, hai senang bisa melihatmu lagi ",, sapa Agnes dengan ramah kepada Elina.
" Terimakasih Nyonya Agnes, saya pun senang juga bisa melihat anda lagi ",, sapa balik dari Elina kepada Agnes sambil tersenyum manis.
Sedangkan Kak Ivar dan Molly, mereka berdua hanya tersenyum ramah saja kepada Elina.
Dan jangan di tanyakan bagaimana ekspresi Pietro, dia flat saja tanpa senyum ataupun marah melihat kedatangannya Elina.
" Mari saya bantu untuk membawa semua barang-barangnya ke luar ",, kata Elina kepada semua orang.
Hingga akhirnya mereka semua saat ini sudah berada di depan mobil milik mereka sendiri-sendiri.
Karena berhubung babynya Molly dan Pietro kembar, dan Pietro yang akan menyetir, Agnes pun tentu saja ikut satu mobil dengan Pietro untuk menggendong salah satu baby mereka.
Sedangkan Kak Ivar dia naik mobil sendiri, dan untuk Gilbert beserta Elina, mereka berdua juga masuk ke dalam mobil milik Gilbert.
Dan saat ini mereka semua sedang berada di perjalanan menuju ke rumah Kak Ivar.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1