
Akhirnya pagi pun menjelang, dikediaman rumah Kak Ivar saat ini sang penghuni rumah sudah pada bangun dari tidur mereka.
Orang yang pertama bangun adalah Pietro, disusul Agnes kemudian Molly.
Namun ketika Molly bangun dari tidurnya tadi, dia langsung melihat wajah sang suami sedang tertidur lelap sambil memeluknya.
Senyum manis reflek terbit dibibirnya yang manis itu, sambil mengusap wajah kokoh nan tampan milik Pietro.
" Selamat pagi ",, kata Molly sambil berbisik tepat didepan wajah Pietro.
Dan tidak lupa Molly memberanikan diri memberikan kecupan sekilas dibibir Pietro.
Setelah itu Molly langsung beranjak bangun dari atas ranjang menuju kedalam kamar mandi.
Molly yang sudah menuntaskan kegiatannya didalam kamar mandi, dia memutuskan untuk keluar dari dalam kamar dan langsung menuju kedalam dapur.
Sedang Pietro yang mendengar pintu kamarnya tertutup dari luar, dia langsung saja tersenyum manis untuk Molly yang sudah berani mengecup bibirnya.
Karena sebenarnya Pietro sudah bangun daritadi sebelum matahari terbit.
Pietro membiarkan saja ketika Molly keluar dari dalam kamar, dan Pietro memilih melanjutkan tidurnya lagi.
Molly yang sudah sampai didalam dapur, dia langsung melihat Agnes sang Kakak ipar sedang memasak dibantu oleh asisstan rumah tangga yang ada disitu.
" Kak Agnes apa ada yang bisa Molly bantu?? ",, kata Molly dengan tiba-tiba dan membuat Agnes sedikit terkejut.
" Eeeh Molly, aduh senangnya hati Kakak pagi-pagi sudah didekati bidadari ",, sahut dari Agnes kepada Molly.
" Kakak jangan seperti itu ",, kata Molly sambil tersenyum malu.
" Tapi kamu memang cantik sekali Molly, dan Kakak tebak kamu juga belum mandi kan??, belum mandi saja sudah cantik seperti ini ko ",, canda Agnes kepada Molly.
Molly langsung saja tertawa cukup lebar ketika mendengar candaan dari Kakak iparnya tadi.
" Mana Kak, sini Molly bantu ",, kata Molly lagi kepada Agnes.
'' Boleh, sini bantuin Kakak ",, kata Agnes kepada Molly.
" Eem kamu mending kerjakan pekerjaan yang lainnya saja, biar urusan memasak, saya dan adik ipar saya saja yang menyelesaikan ",, kata Agnes kepada asisstan rumah tangganya.
" Baik Nyonya ",, jawab dari asisstan rumah tangga itu kepada Agnes.
Setelahnya Agnes memasak berdua dengan Molly, diselingi perbincangan hangat antara Kakak dan adik ipar.
Agnes dan Molly mereka cepat sekali akrab, karena bawaan Agnes yang humble dan mudah merangkul semua orang, membuat Molly yang awalnya malu-malu sekarang jadi dekat dengan Agnes.
__ADS_1
" Oh ya Kak, boleh Molly memasak yang lain?? ",, kata Molly kepada Agnes.
" Silahkan saja Molly, kamu mau memasak apa?? ",, kata Agnes kepada Molly.
" Molly mau memasak makanan kesukaan Ayah Kak, dan Molly akan mencoba memasak masakan yang biasa Ayah Molly atau Mamah Molly masak dulu ",, jawab Molly kepada Agnes.
" Ok, masaklah saja Molly, nanti Kakak mau ikut mencicipi boleh?? ",, kata Agnes kepada Molly.
" Tentu saja boleh Kak ",, jawab Molly kepada Agnes sambil tertawa.
Molly dan Agnes sangat asik sekali menikmati kegiatan memasak mereka, hingga tanpa sadar waktu sudah hampir menunjukkan pukul tujuh pagi.
" Akhirnya selesai juga, bagaimana dengan masakan kamu Molly?? ",, kata Agnes kepada Molly.
" Sudah siap Kak, ayo kita taruh semua makanan ini keatas meja makan ",, jawab Molly kepada Agnes.
Dan akhirnya Agnes serta Molly menata semua hasil masakan mereka diatas meja makan yang ada diruang makan.
" Kakak mau membangunkan Kak Ivar dulu ya Molly, kamu bangunkan suami kamu juga sana, tapi biasanya tanpa dibangunkan Pietro kalau bangun paling pagi sendiri diantara kita-kita ",, kata Agnes kepada Molly.
" Masa sih........ ?? ",, kata Molly kepada dirinya sendiri sambil melamun.
Agnes yang sudah berlalu menuju kedalam kamarnya meninggalkan Molly yang masih terbengong sendirian didalam ruang makan.
" Sepertinya aku harus mengecek Kakanda juga untuk memastikan apakah benar jika Kakanda sudah bangun daritadi apa belum ",, kata Molly berbicara sendiri.
Ketika Molly sudah masuk kedalam kamar, dia langsung melihat Pietro masih terlelap dalam tidurnya.
" Kakanda masih tidur,.......... kata Kak Agnes Kakanda kalau bangun paling awal sendiri, tapi ini nyatanya dia masih berada diatas ranjang ",, kata Molly berbicara sendiri.
Tidak tahukah Molly jika apa yang dia katakan itu didengar jelas oleh Pietro.
Membuat Pietro tersenyum dalam diamnya karena merasa lucu dengan perkataan Molly.
Dan yaps apa yang dikatakan oleh Agnes memang benar adanya, jika Pietro kalau bangun paling awal sendiri.
Sebenarnya Pietro sudah bangun sejak tadi sekitar pukul tiga dinihari.
Bahkan Pietro sudah berolahraga pagi disekitar halaman rumah, namun ketika dirasa waktu masih gelap Pietro yang sudah mandi untuk menghilangkan keringat dia memilih ikut merebahkan badannya lagi disamping Molly.
" Kakanda........... ",, panggil Molly sambil sedikit mengguncangkan tubuh Pietro.
Tanpa banyak berbicara dan menjawab panggilan dari Molly, Pietro malah dengan sengaja menarik tangan Molly hingga membuat Molly terjatuh keatas tubuhnya.
" Kakandaaaaaaaaa................. ",, teriak pelan dari Molly kepada Pietro.
__ADS_1
Sebab Molly merasa sangat terkejut sekali dengan tindakan Pietro yang secara tidak terduga itu.
Pietro yang melihat wajah terkejut dari Molly, dia reflek sampai tertawa dengan sangat lebar sekali.
Hal yang sudah lama hilang didalam diri Pietro tanpa sengaja terlihat lagi, karena adanya Molly disamping Pietro.
Molly sampai terpesona melihat Pietro bisa tertawa lebar seperti itu, dan wajah Pietro pun terlihat berbeda dari biasanya.
" Kakanda tampan jika tertawa seperti itu ",, kata reflek dari Molly kepada Pietro.
Dan hap............ langsung terdiamlah siPietro ketika mendengar perkataannya Molly.
" Ehemmmm - ehemm ......... ",, Pietro sengaja berdeham untuk menetralisir rasa malunya kepada Molly sambil melepaskan tubuh Molly dari atas tubuhnya.
" Sudah yuk kita sarapan, pasti kamu kesini memanggil Kakanda untuk sarapan kan?? ",, kata Pietro dengan suara dan wajah kaku kepada Molly.
Molly pun reflek langsung memangguk saja kepada Pietro.
Setelahnya Pietro mencoba menggandeng tangan Molly untuk dia ajak keluar menuju keruang makan.
Dan sesampainya diruang makan, ternyata sudah ada Kak Ivar yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya, dan juga Agnes yang sudah mandi serta wangi.
" Ayo Pietro, Molly sini duduk kita sarapan bersama ",, ajak dari Kak Ivar kepada Pietro dan Molly.
" Ito, hanya ini dan ini saja yang Kak Agnes masak, selebihnya ini masakan istri kamu Molly, ayo cobain Ito jangan bilang tidak enak, nanti kamu tidak akan mendapatkan jatah lho dari Molly kalau Molly tidak kamu puji ",, kata Agnes kepada Pietro.
Pietro yang mendengar perkataan dari Agnes, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Molly.
Dan Molly yang dilihat Pietro seperti itu, dia langsung saja tersenyum garing dengan malu-malu.
Diruang makan itu Gilbert tidak terlihat sendiri ikut sarapan bersama mereka semua.
Entahlah Gilbert ada dimana, karena Pietro saja yang merasa sangat penasaran sekali dengan apa yang terjadi kepada Gilbert, apakah dia sudah mengetahui tentang Freja atau belum.
Jika iya, bagaimana reaksinya, yaaah sekiranya begitulah yang difikirkan Pietro dan para readers yang membaca๐ .
...๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ...
Hai-hai readers, dimusim seperti ini, ayo jangan lupa jaga kesehatan yah, jangan sampai tumbang atau sakit berkepanjangan๐.
Demi kalian semua walau sudah satu minggu ini author lagi ngedrop, tapi tetap author usahakan Up, karena rasa tanggung jawab dan ingin selalu jumpa dengan kalian semua๐.
Jadi maafkan author ya jika Upnya tidak akan bisa teratur๐.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...