KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BERMANJA - MANJA


__ADS_3

Meninggalkan mereka semua kita akan membahas pasangan ter........?? ter apa yah enaknya??, ter oon atau ter terasi eh ko terasi, serasi maksudnya๐Ÿคฃ๐Ÿ˜….


Siapa lagi jika buka siPietro dan Molly.


Selesai sarapan tadi, Kak Ivar yang mempunyai tanggung jawab untuk mengurus Perusahaan peninggalan dari kedua orang tuanya, dia pun langsung saja berpamitan berangkat kepada sang istri tercinta yaitu Agnes dan juga Molly serta Pietro yang masih berada disitu.


Dan setelah sepeninggalan dari Kak Ivar, Pietro pun langsung saja mengajak Molly pulang kerumahnya sendiri.


" Iyaaaaaahhhh....... kalian mau pulang sekarang ya??, jadi sepi dong rumah ini ",, kata Agnes sambil menampilkan wajah cemberutnya kepada Molly dan Pietro.


" Nanti lain kali Molly bisa datang kesini lagi Kak ",, jawab Molly kepada Agnes.


Sedang Pietro dia cuek saja tidak mempedulikan Agnes sama sekali.


" Janji ya Molly datang kesini lagi, nanti kita bisa menghabiskan waktu lebih banyak lagi berdua saja ",, kata Agnes kepada Molly.


" Iya siap Kak Agnes ",, jawab Molly kepada Agnes.


" Sudah ayo pulang ",, kata singkat dari Pietro untuk mengakhiri percakapan dari Agnes bersama Molly.


" Daaah Kak Agnes ",, kata Molly sambil melambaikan tangan kearah Agnes.


" Iya dadaaah Molly, hati-hati ya dijalan ",, kata Agnes juga sambil membalas lambaian tangan kepada Molly.


Setelahnya Molly pun ikut masuk kedalam mobil bersama Pietro.


Dan Pietro tanpa berpamitan kepada Agnes dia langsung saja menyalakan mesin mobilnya meninggalkan rumah peninggalan kedua orang tuanya dulu.


Didalam perjalanan pulang kerumah, senyum Molly pun tidak pernah luntur sama sekali.


Karena Molly merasa sangat senang, sebab semua masakannya tadi dihabiskan oleh Pietro.


Akan tetapi senyum Molly tiba-tiba saja luntur ketika mendengar perkataan dari Pietro.


" My Queen......... ",, panggil Pietro kepada Molly.


" Iya Kakanda?? ",, jawab Molly kepada Pietro dengan bibir yang masih tersenyum.


" Apa tadi semua makanan yang Kakanda makan, itu masakannya My Queen?? '',, tanya Pietro kepada Molly sambil melirik sekilas.


" Iya Kakanda itu semua Molly yang masak ",, jawab Molly kepada Pietro.


" Besok lagi jangan memasak makanan itu lagi ",, kata Pietro dengan tanpa ekspresi kepada Molly.


Senyum yang awalnya merekah langsung menjadi pudar seketika, ketika Molly mendengar perkataan singkat dari Pietro tadi.

__ADS_1


Molly mengira jika Pietro menghabiskan semua masakannya tadi, karena suka, ternyata tidak.


" Iya baiklah Kakanda ",, jawab Molly dengan suara lesu sambil menundukkan wajahnya.


Molly berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya yang ingin keluar dari kelopak matanya yang indah itu.


Sekuat tenaga Molly manahannya, namun rasa sakit yang dirasakan hatinya membuat Molly akhirnya menumpahkan juga air matanya sambil menolehkan wajahnya menghadap kejendela mobil.


Pietro seperti tidak punya rasa kasihan sama sekali kepada Molly, dan Pietro pagi itu sangat sukses sekali membuat hati Molly yang awalnya berbunga-bunga menjadi layu seketika.


Pietro hanya diam saja ketika mendengar Molly seperti sedang menangis, dan Pietro pun seperti tidak ada keinginan untuk menenangkan Molly sama sekali.


Hingga tanpa sadar mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai juga didepan pagar besar rumah mereka yang ada ditengah hutan.


Pietro keluar sejenak untuk membuka pintu gerbang rumahnya itu, dan setelahnya Pietro memarkirkan mobilnya langsung didalam garasi.


Ketika mobil sudah terparkir rapi didalam garasi, Molly langsung keluar dari dalam mobil tanpa banyak berbicara sama sekali kepada Pietro.


Dan Molly memilih meninggalkan Pietro untuk langsung masuk kedalam rumah.


Sedang Pietro sendiri, dia langsung kembali kepintu gerbangnya untuk menutup pintu gerbangnya lagi.


Melihat pintu depan masih terkunci, Molly akhirnya memilih untuk berjalan lewat samping rumah untuk masuk melalui pintu belakang.


Dan benar saja fikir Molly, jika pintu belakang tidak pernah dikunci oleh Pietro karena untuk keluar masuk siKing.


Ternyata diruang Keluarga sedang ada siKing yang sedang tiduran diatas shofa disitu.


King yang merasa ada orang yang duduk disebelahnya, dia pun langsung terbangun dari tidurnya.


Namun ketika King melihat Molly yang duduk, dia langsung saja menundukkan lagi kepalanya sambil memejamkan matanya juga.


Molly yang masih sedih karena perkataan dari Pietro tadi, dia memilih memejamkan matanya sambil terus mengusap kepala siKing.


Dan untuk Pietro sendiri yang tidak melihat Molly, dia pun memilih untuk masuk kedalam rumah dan mencari keberadaannya Molly didalam rumah saja.


Ketika Pietro sudah masuk kedalam rumah, dia terus mencari keberadaannya Molly yang ternyata sedang berada diruang Keluarga bersama siKing.


Jiwa posesif dan cemburu dari Pietro pun muncul ketika Molly begitu dekat sekali dengan King.


Tanpa banyak berbicara Pietro langsung saja menggendong dan memindahkan Molly kedalam kamar.


King yang melihat Molly sedang digendong oleh Pietro, dia hanya membiarkannya saja dan memilih melanjutkan tidurnya lagi.


Molly yang masih bete dengan Pietro, dia hanya diam saja ketika dirinya sedang digendong seperti itu oleh Pietro.

__ADS_1


Sesampainya didalam kamar Pietro langsung saja menurunkan Molly diatas ranjang, dan Molly kali ini dia memperlihatkan wajah dingin kepada Pietro.


Pietro yang merasa Molly dingin kepadanya, dia pun langsung saja menindih badan Molly sambil mem63l41 wajahnya.


" My Queen marah?? ",, kata Pietro kepada Molly.


Molly tetap diam saja tidak mau menjawab perkataan dari Pietro.


" Apa karena perkataan Kakanda tadi didalam mobil ",, kata Pietro lagi kepada Molly.


Molly sungguh benar-benar sebal kepada Pietro, dan dia berusaha mendorong tubuh Pietro supaya menyingkir dari atas tubuhnya.


Tapi usahanya sia-sia saja, karena kekuatan dari Molly tidak seimbang dan sebanding dengan tubuh Pietro.


" Makanya sebelum Kakanda selesai berbicara itu didengarkan dulu ",, kata Pietro kepada Molly sambil menjawil hidung mancungnya Molly.


" Besok My Queen jangan memasak lagi makanan itu jika dirumah Kak Ivar, karena rasanya Kakanda tidak mau berbagi makanan dengan mereka, sebab masakan My Queen tadi semuanya Kakanda suka dan enak semua ",, kata Pietro kepada Molly sambil tersenyum manis.


Hingga saking manisnya membuat Molly terpesona melihat wajah Pietro.


" Apa Kakanda sedang merayu Molly?? ",, kata Molly kepada Pietro.


" Untuk apa Kakanda merayu My Queen?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


" Mungkin saja karena Kakanda takut Molly diamkan seharian ",, jawab Molly kepada Pietro.


" Kakanda tidak takut apapun My Queen,.......... jika kamu marah sekalipun dan Kakanda menginginkannya, Kakanda akan tetap mendapatkannya ",, kata Pietro kepada Molly.


Molly hanya tersenyum tipis mendengar perkataan dari Pietro tadi.


Karena memang benar apa kata Pietro, jika dia bisa mendapatkan dengan mudah apa yang dia inginkan, termasuk tubuh Molly sekalipun.


" Nanti My Queen masakin itu lagi ya untuk Kakanda, karena Kakanda sangat menyukai masakan yang tadi ",, kata Pietro lagi kepada Molly.


Senyum merekah yang sejenak layu dibibir Molly, sekarang kembali merekah lagi, dan mungkin lebih merekah dari yang sebelumnya.


" Dengan senang hati Molly akan memasakkannya untuk Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro sambil membalas pelukan dari Pietro.


Pietro yang mendengar jawaban dari Molly, dia langsung saja menyandarkan kepalanya didada Molly sambil menikmati masa-masa momen waktu mereka berdua.


Entahlah Molly apa tidak merasa keberatan dengan Pietro yang berada diatas tubuhnya seperti itu, tapi satu hal yang pasti dirasakan oleh Molly, sekarang dia merasa sangat nyaman sekali jika berdekatan dengan Pietro.


Sebab cuma Pietro saja yang saat ini dimiliki oleh Molly dan yang sangat peduli sekali dengannya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2