KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
SEPASANG


__ADS_3

Setelah drama menguras emosi, perasaan dan juga amarah khususnya untuk si Gilbert, akhirnya orang yang di tunggu-tunggu oleh mereka semua datang juga.


Siapa lagi jika Pietro, Pietro sampai di rumah sakit ketika waktu tepat sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Kalian semua bisa menghitung sendiri, berapa lama waktu yang Molly tunggu untuk menahan rasa sakit di perutnya itu.


Pietro tadi ketika dia sudah turun dari dalam pesawat yang dia tumpangi, tentu saja hal yang pertama kali di lakukannya adalah membuka ponsel miliknya.


Ketika ponsel miliknya sudah di buka, Pietro melihat ada begitu banyak panggilan tidak terjawab dari Kak Ivar dan juga pesan masuk dari sang Kakak masuk dengan sendirinya.


Sambil berjalan, Pietro sambil terus membaca semua pesan yang di kirimkan oleh Kak Ivar ke dalam ponselnya.


Tidak mau menunggu waktu lama lagi, Pietro langsung saja bergegas keluar dari dalam Bandara untuk bisa segera sampai di rumah sakit.


Bahkan Pietro memilih mengendarai mobilnya sendiri, dan anak buahnya dia suruh untuk naik ke mobil yang lainnya.


Pietro yang sudah sampai di rumah sakit, tanpa banyak bertanya kepada para suster, dia terus mencari di mana ruang perawatan Molly berada seperti petunjuk yang sudah di berikan oleh Kak Ivar melalui pesan di ponselnya.


Kedatangan Pietro di rumah sakit, langsung saja mengalihkan pandangan kaum hawa yang melihatnya, dari Dokter wanita, suster, serta para pengunjung rumah sakit perempuan yang lainnya.


Pietro tidak mempedulikan jika dia sedang di lihat seperti itu oleh semua kaum hawa, karena yang dia pikirkan cuma Molly dan Molly seorang.


Bahkan petugas medis yang sempat membicarakan Pietro tadi, dia tidak sengaja berpas-pasan dengan Pietro dan langsung terpesona melihat ketampanannya Pietro.


Jika petugas medis itu tahu, jika laki-laki yang sudah membuatnya terpesona adalah laki-laki yang membuatnya jengkel, pasti dia akan malu sendiri.


Di saat Pietro sudah sampai di depan ruang perawatannya Molly, tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, dia pun langsung saja membuka pintu ruangan tersebut dengan sangat kasar sekali.


Hal tersebut tentu saja membuat semua orang yang berada di dalam ruang perawatan itu langsung saja pada mengalihkan pandangan mereka semua ke arah Pietro.


" Kakanda ",, kata Molly ketika sudah melihat Pietro.


" Molly ",, panggil Pietro smabil bergegas mendekat ke arah ranjang pasien.


Wajah yang pucat dan mata yang menghitam di area lingkar mata terlihat jelas di mata Pietro ketika dia melihat Molly.


Pietro sama halnya dengan Keluarganya, dia tidak tidur sama sekali di dalam pesawat, karena pikiran dia sedang tidak merasa tenang sama sekali.


Pietro yang sudah sampai di samping Molly, dia langsung saja mengusap wajah Molly sambil mencium keningnya dengan sangat mesra sekali.


" Kakanda sudah pulang ",, kata Molly kepada Pietro dengan perasaan sangat senang sekali.

__ADS_1


Pietro belum menyadari jika di dalam ruangan itu sudah ada Gilbert, sang adik yang sudah pergi cukup lama dari rumah sang Kakak.


" Kamu belum melahirkan, ayo sini Kakanda bantu untuk mengeluarkan mereka My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.


Dan baru saja Pietro berkata seperti itu kepada Molly, tiba-tiba saja dia mendapatkan jitakan di kepalanya yang dilakukan oleh Kak Ivar.


" Jangan sembarangan saja jika berbicara, Molly itu mau melahirkan anak manusia, bukan anak kambing, datang-datang malah seenak jidatnya saja mau mengeluarkan sendiri anak kamu!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Ketika Kak Ivar baru saja diam, tiba-tiba Molly langsung berteriak dengan sangat keras sekali, dan sepertinya Molly sudah mau melahirkan.


Baby twins seperti menyadari kehadiran dari sang Ayah, makanya mereka di dalam perut Molly memberontak seperti itu hingga membuat Molly semakin kesakitan saja.


Semua orang tentu saja merasa sangat khawatir sekali kepada Molly, termasuk Pietro.


Dan mereka semua langsung segera memencet tombol darurat yang tersedia di situ untuk memanggil para Dokter.


Belum sempat para tenaga medis sampai di ruang perawatannya Molly, dengan mudahnya baby pertama Pietro dan Molly sudah lahir ke dunia ini.


Agnes yang melihat ada begitu banyak darah di ranjang pasiennya Molly dekat dengan kaki, dia yang penasaran langsung saja membuka selimut yang di pakai Molly.


Benar saja sudah ada satu baby yang lahir ke dunia ini, dan langsung menangis dengan sangat kencang sekali ketika di gendong oleh Agnes.


" Babynya sudah lahir satu ",, kata Agnes sambil menggendong keponakannya itu yang masih berlumuran darah dengan ari-ari yang masih menempel.


Ketika semua orang sedang pada takjub dengan pemikirannya sendiri, tiba-tiba saja ada suara seperti benda terjatuh, dan ketika sudah di lihat suara apa itu, ternyata Pietro sedang pingsan di situ.


" Hah pingsan,?? King Psikopat pingsan?? ",, kata semua orang kepada Pietro.


Kecuali Molly, karena dia seperti sedang berusaha mengeluarkan babynya yang ke dua.


Kak Ivar yang merasa gemas dengan Pietro, dia langsung saja menduduki dadanya Pietro dan langsung memberikan beberapa bogem mentah ke wajah mulusnya Pietro.


Dan berhasil, akhirnya Pietro sadar juga dari pingsannya dengan wajah yang penuh memar di wajahnya, karena ulah Kak Ivar.


" Anak kamu lahir, bukannya di gendong malah pingsan!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Bersamaan dengan sadarnya Pietro, para petugas tenaga medis sudah masuk ke dalam ruang perawatannya Molly.


Para tenaga medis itu merasa sangat terkejut sekali, karena ketika mereka masuk, mereka langsung melihat sudah ada salah satu bayi yang sudah lahir dengan posisi ari-ari masih menempel di perutnya.


Suara tangisan baby pertama sangat menggelegar sekali di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Dan semua orang kecuali Pietro, langsung saja di suruh keluar untuk memberikan ruang kepada para petugas tenaga medis untuk menangani Molly.


" Awas jangan pingsan lagi Kak!! ",, kata Gilbert sebelum dia berlalu keluar dari dalam ruang perawatan tersebut.


" Gilbert!! ",, kata Pietro kepada Gilbert dengan ekspresi sangat terkejut sekali.


Para tenaga medis itu langsung saja memberikan penanganan pertama untuk Molly dan juga baby pertamanya.


Selang lima menit kemudian, baby ke dua pun akhirnya lahir juga ke dunia ini menyusul sang Kakak.


Sungguh persalinan yang sangat mudah sekali di alami oleh Molly.


Pietro sampai belum bisa bergerak sama sekali, dia berdiri saja di samping Molly, dengan tubuhnya yang kaku sambil terus menatap ke arah ke dua babynya yang masih kecil yang berlumuran darah seperti itu.


" Syukur Puji Tuhan, ke dua babynya lahir dengan selamat, yang pertama berjenis kelamin laki-laki yang ke dua berjenis kelamin perempuan ",, kata Dokter yang menangani persalinannya Molly.


" Tuan, selamat anda sudah menjadi seorang Ayah ",, kata Dokter itu kepada Pietro.


" Heh!! ",, kata Pietro yang baru saja tersadar dari rasa terpakunya tadi ketika sang Dokter menyapanya.


" Selamat Tuan, anak anda ke duanya sehat, sempurna dan sepasang ",, kata Dokter itu lagi kepada Pietro dengan ramah.


" Eh iya Dokter terimakasih ",, jawab dari Pietro kepada sang Dokter.


Pietro saja sampai tidak sadar dia mengucapkan kata terimakasih kepada sang Dokter yang membantu menangani persalinannya Molly.


" Iya sama-sama Tuan ", jawab Dokter itu kepada Pietro.


Sang Dokter lalu memberikan penanganan untuk Molly pasca persalinan.


Sedang Pietro, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Molly sambil tersenyum dengan sangat-sangat lebar sekali seperti orang gila.


Dan Molly yang melihat senyuman dari Pietro yang seperti itu, dia hanya membalasnya dengan senyuman tipis di bibirnya, sambil terus menahan rasa sakit di bagian miliknya yang sedang di tangani oleh Dokter.


Mereka semua tidak tahu saja, khususnya Molly dan Pietro tidak menyadari, jika di sudut ruangan itu ada sesosok arwah yang sudah mengamati mereka semua sejak Molly masuk ke dalam ruang bersalin itu kemarin.


...๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ...


Dan siapakah arwah tersebut, kita lanjut part selanjutnya๐Ÿคญ.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2