KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
LUCY


__ADS_3

Beralih lagi ke rumah Pietro.


Molly yang sudah mendapatkan ramuan di perutnya yang tertusuk itu, dia hanya bisa lemas dan menahan rasa sakit di perutnya itu sambil mengeluarkan keringat dingin yang cukup banyak sekali dari dalam tubuhnya.


Sedang Greta dan Ansel, mereka merasa sangat tidak tega sekali melihat keadaan Molly yang terlihat sangat kesakitan sekali seperti itu.


Greta baru pertama kali itu melihat Molly terluka cukup parah seperti sekarang.


" Tuan kejam apakah Molly tidak kenapa-kenapa?? ",, tanya dari Greta kepada Pietro sambil menunjukkan wajah yang benar-benar sangat khawatir sekali.


" Dia tidak apa-apa ",, jawab singkat dari Pietro kepada Greta sambil melepaskan baju yang dipakainya.


Setelahnya Pietro langsung menempelkan ramuan tadi ke luka tusuk yang tadi diberikan oleh Benedic, serta luka sayatan pisau tadi di perut dan lengannya, di saat dia ingin menangkap Molly.


" Anda juga terluka, Tuan ",, kata Greta kepada Pietro.


Dan Molly yang mendengar perkataan dari Greta dia hanya bisa memandang Pietro dengan tatapan sendunya.


Mau membantu pun Molly tidak bisa, jadi bagaimana dia bisa mengobati sang suami yang sudah begitu peduli sekali dengannya.


Molly yang moodnya sedang naik turun karena faktor kehamilannya, dia sampai meneteskan air matanya melihat banyak luka di tubuh sang suami.


Rasa sesak di dalam dadanya seperti boom waktu yang ingin meledak saja, karena Molly merasa payah menjadi seorang istri untuk Pietro.


" Molly menangis Greta ",, kata Ansel yang melihat Molly menangis.


Dan perkataan dari Ansel membuat Greta bersama Pietro langsung saja mengalihkan pandangan mereka ke arah Molly.


Pietro pun dengan segera mendekat ke arah Molly, karena siapa tahu Molly menangis karena sedang merasa sangat kesakitan dengan luka tusuknya itu.


" My Queen menangis, kenapa?? ",, tanya dari Pietro kepada Molly.


" Molly tidak berguna Kakanda ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


" Molly selalu menyusahkan Kakanda, dan Molly selalu membuat Kakanda repot mengurus Molly yang terus seperti ini keadaannya ",, kata Molly lagi kepada Pietro.


" Ssssttt, kata siapa My Queen membuat Kakanda repot, My Queen itu istri Kakanda ",, kata Pietro mencoba menenangkan Molly yang sedang menangis.


" Bahkan membantu Kakanda mengobati luka Kakanda pun Molly tidak bisa sekarang ",, kata Molly sambil menangis dengan sangat bersedih sekali.


" Ini cuma luka kecil, tidak ada apa-apanya rasanya dibandingkan dengan luka tusuk di perut My Queen ",, jawab dari Pietro menenangkan Molly sambil mengusap wajah cantiknya Molly.

__ADS_1


Ketika Molly dan Pietro sedang dilanda keadaan melow dan sendu seperti itu, tiba-tiba saja King masuk ke dalam rumah tepatnya ke dalam kamar si Pietro sambil membawa ular piton yang cukup besar sekali ukurannya.


Molly yang melihat kedatangan dari King sambil membawa ular sebesar itu di dalam mulutnya, dia langsung pingsan seketika.


Mau sepintar apapun King, dia tetaplah seekor hewan, dan niat King adalah seperti biasanya, ingin membawakan makanan kepada Pietro dan Molly.


King juga sudah bersusah payah dalam menangkap ular piton besar itu, karena lilitan yang dilakukan oleh ular tersebut tadi ke tubuhnya .


Namun untung saja King tahu titik lemah dari ular tersebut, jadi dia bisa dengan mudah melumpuhkan ulat besar tersebut.


Greta dan Ansel saja mereka sampai membuka mulutnya ketika melihat ulah dari sang King.


Dan Pietro yang melihat Molly pingsan karena ulah King, dia langsung saja melempari King dengan menggunakan sepatu yang dipakainya.


" King apa yang kamu lakukan hah!! ",, kata Pietro kepada King.


" Lihat itu Molly jadi pingsan karenamu!! ",, kata Pietro lagi kepada King.


" Kan sudah aku bilang jika aku tidak makan ular, kenapa kamu masih membawakan ular kepadaku ",, kata Pietro dengan menahan rasa gemasnya itu kepada King.


Karena tidak sekali atau dua kali itu saja King membawakan Pietro seekor ular, sudah berulang kali, dan ularnya pun berbeda-beda.


King pun langsung saja berbalik badan ingin keluar dari dalam kamar dan meninggalkan ular tersebut di dalam kamar Pietro.


" King!! ",, panggil Pietro lagi kepada King.


King pun langsung berhenti sambil menghadap lagi ke arah Pietro.


" Bawa keluar juga ularnya, sana habiskan sendiri ",, kata Pietro kepada King.


Namun King malah tidak mendengarkan perkataan dari Pietro dan dia langsung keluar dari dalam kamar Pietro tanpa membawa ular piton tersebut.


Tentu saja membuat Pietro langsung marah, namun dia tahan, sebab Pietro sedang malas berteriak-teriak kepada King.


Ketika King baru saja keluar dari dalam kamar Pietro, tiba-tiba bell pintu gerbang rumah Pietro berbunyi cukup keras.


Pietro langsung sengaja menyuruh Greta dan Ansel untuk membukakan pintu gerbang rumahnya itu.


" Sana pergi bukakan pintu gerbang rumah saya!! ",, perintah dari Pietro kepada Greta dan Ansel.


Tanpa banyak berbicara, Greta dan Ansel langsung terbang menembus dinding untuk membukakan pintu gerbang rumah si Pietro.

__ADS_1


Ketika Greta dan Ansel sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Pietro, mereka langsung melihat ada dua mobil polisi dan mobil pribadi sedang terparkir di depan rumah Pietro.


" Ada Polisi datang ke sini, ada apa ya ini Ansel?? ",, tanya dari Greta kepada Ansel.


" Tidak tahu, mending kita buka saja dulu pintu gerbangnya, biar mereka bisa pada masuk dan kita jadi tahu apa maksud dari kedatangan mereka ke sini",, jawab dari Ansel kepada Greta.


Greta pun hanya mengangguk saja kepada Ansel, dan setelahnya mereka membuka pintu gerbangnya menggunakan kekuatan yang mereka miliki.


Pintu gerbang yang tiba-tiba terbuka sendiri membuat Lucy dan beberapa orang polisi itu merasa sangat heran sekali.


Iya yang datang ke rumah Pietro adalah Lucy adiknya Eron bersama beberapa Polisi untuk menangkap Pietro.


" Nona apakah kita tidak salah rumah orang yang ingin kami tangkap, tempatnya di tengah hutan begini dan rumahnya pun juga sangat menyeramkan sekali ",, kata salah satu Polisi kepada Lucy.


" Kita tidak salah rumah, sudah nanti kalian tangkap saja dia, karena dia sudah membunuh Kakak saya Eron ",, jawab dari Lucy kepada Polisi tersebut.


" Eh dia mau menangkap sang King Greta ",, kata Ansel kepada Greta.


" Iya aku juga mendengarnya ",, jawab dari Greta kepada Ansel.


" Sudah ayo kita masuk, saya yakin jika dia saat ini ada di dalam rumah, lihat saja garasi mobilnya penuh dengan mobilnya ",, kata Lucy kepada beberapa Polisi itu.


Akhirnya Lucy dan beberapa Polisi itu pun masuk juga ke dalam pekarangan rumah si Pietro.


Setelah sampai di depan rumah Pietro, Lucy langsung saja memencet bel pintu rumah Pietro supaya Pietro membukakan pintunya.


Dan ketika Pietro yang ingin mengeluarkan ular piton tadi, dia kali ini mendengar yang berbunyi adalah bell pintu rumahnya.


Tentu saja Pietro langsung berjalan ke arah pintu rumahnya, sambil mengalungkan ular piton tadi di lehernya untuk membukakan pintunya.


Lucy dan beberapa polisi itu langsung merasa sangat terkejut sekali, ketika pintu sudah terbuka mereka langsung melihat penampilan Pietro yang sedang bertelan74n9 dada sambil membawa ular piton besar di lehernya.


Greta dan Ansel yang melihat penampilan dari Pietro pun mereka merasa ngeri-ngeri sedap melihat ular sedang tersampir di pundaknya Pietro.


Walau ular itu sudah mati, tetap saja ukuran dari tubuh ular itu sangat menyeramkan sekali.


Dan Greta bersama Ansel juga langsung saja tertawa cukup keras, ketika melihat wajah terkejut dan ketakutan dari Lucy bersama beberapa Polisi itu karena melihat penampilan dari Pietro.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2