KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KESALAHPAHAMAN GILBERT


__ADS_3

Gilbert dan Angela saat ini sedang berjalan berdua menuju ke dalam ruang perawatannya Molly.


Sambil terus berjalan, mereka berdua juga sambil berbincang hangat untuk membicarakan kesibukan mereka masing-masing.


Angela dan Gilbert mereka berdua sudah cukup lama sekali tidak saling bertemu dan berkomunikasi, itulah mengapa saat ini banyak sekali perbincangan yang terjalin di antara mereka berdua.


" Jadi kamu setelah lulus kuliah pindah keluarga Negeri ikut dengan Kakak kamu Novan Angela, pantas saja aku tidak pernah bertemu atau melihat kamu lagi di sini ",, kata Gilbert kepada Angela.


" Memangnya jika aku masih berada di sini, kita bisa bertemu begitu?? ",, kata Angela kepada Gilbert sambil tertawa.


" Belum tentu juga sih ",, jawab dari Gilbert sambil ikut-ikutan tertawa juga.


" Ngomong-ngomong kita jalan berdua saja seperti ini, nanti jika pacar atau istri kamu melihat bagaimana?? ",, kata basa-basi dari Angela kepada Gilbert.


Kelihatannya sih basa-basi di mata Gilbert, tapi asal Gilbert tahu, jika Angela benar-benar sangat ingin tahu sekali kisah asmaranya Gilbert.


" Kamu sendiri bagaimana,?? dari dulu sudah banyak sekali laki-laki yang mendekati, masa satu pun dari mereka tidak ada yang menjadi kekasih atau suami kamu ",, tanya balik dari Gilbert kepada Angela.


" Bukan kamu sih yang mendekati ku, jadi ya tidak ada yang membuatku tertarik ",, jawab dari Angela kepada Gilbert sambil tertawa.


Gilbert langsung saja tertawa mendengar candaan dari Angela, padahal Angela menjawab itu serius sekali dari dalam hatinya.


Ketika Gilbert sedang berjalan sambil tertawa, dia tidak sengaja bertabrakan lagi dengan seorang wanita yang baru saja berdiri dari duduknya dan ingin berjalan sambil menunduk.


" Maaf ",, kata wanita itu kepada Gilbert.


Namun alangkah terkejutnya Gilbert, ketika wanita tersebut sudah mendongakkan kepalanya untuk menatap Gilbert.


" Elina?? ",, kata Gilbert dengan wajah terpaku menatap lekat wajah Elina.


" Gilbert ",, kata Elina juga kepada Gilbert.


Tidak cuma Gilbert saja yang terpaku dan terkejut, melainkan Elina pun sama halnya dengan Gilbert.


Elina tadi yang tidak kuat dengan rasa sakit di dalam hatinya, dia memilih untuk menghindar dan menjauh.


Setelah di pikir Elina, dia sudah berjalan cukup jauh, Elina yang melihat kursi tunggu yang kosong, dia lalu memutuskan untuk duduk di kursi tersebut sambil menatap kosong ke arah depan.

__ADS_1


" Gilbert ",, hanya kata itu yang di ucapkan oleh Elina di dalam hatinya.


" Rasanya sakit sekali hati ini melihatmu bersama wanita lain, apa aku periksakan saja hatiku ini ke Dokter Spesialis penyakit jantung yang ada di sini ",, kata Elina lagi di dalam hatinya.


Tes, tidak terasa air mata Elina menetes juga dari kelopak matanya.


Dan ketika Elina merasa malu jika ketahuan kalau dirinya sedang menangis, Elina pun memutuskan ingin beranjak dari situ menuju ke dalam kamar mandi dan cuci muka.


Akan tetapi alangkah terkejutnya Elina, ketika dia baru saja beranjak bangun dari duduknya, dia tidak sengaja menabrak laki-laki yang ingin di hindarinya, yaitu Gilbert.


" Apakah kamu sedang menangis Elina?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.


" Gilbert, dia siapa,?? apa kamu mengenalnya?? ",, tanya dari Angela kepada Gilbert.


Pandangan dari Elina pun langsung teralihkan ke arah Angela yang berdiri di samping Gilbert.


Tidak tahukah mereka bertiga, jika percakapan mereka bertiga di perhatikan oleh seseorang yang duduk di samping Elina tadi.


" Aku ........... ",, kata Elina tidak bisa melanjutkan perkataannya.


Elina reflek langsung menggandeng tangan laki-laki itu, hingga membuat laki-laki tersebut langsung berdiri dari duduknya.


" Aku tidak menangis Gilbert, hanya saja aku sedang merasa bahagia, karena dia baru saja melamarku ",, kata Elina kepada Gilbert sambil menggandeng mesra tangan laki-laki tersebut.


Laki-laki itu tentu saja merasa sangat bingung sekali, tapi dia memilih diam saja dengan membiarkan Elina terus menggandeng mesra tangannya.


Gilbert yang mendengar perkataan dari Elina, tentu saja dia merasa sangat-sangat terkejut sekali.


Gilbert tidak menyangka setelah cukup lama tidak bertemu, sekalinya bertemu dengan Elina, dia langsung mendengar kabar jika Elina akan segera menikah.


Aduh kasihan sekali si Gilbert, dia juga salah paham dengan Elina.


" Oh..... selamat ya Elina kalau begitu ",, kata Gilbert dengan suara sangat kaku sekali.


" Iya, terimakasih, maaf ya Gilbert kami duluan, karena kami sudah selesai memeriksa kesehatan kami berdua untuk bisa cepat mempunyai anak nanti ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Iya ",, jawab super singkat sekali dari Gilbert kepada Elina.

__ADS_1


Elina setelahnya langsung saja berlalu pergi dari hadapan Gilbert dan Angela, sambil terus menggandeng mesra tangan laki-laki yang tidak di kenalnya tersebut.


Sedangkan Gilbert dia terus menatap kepergian Elina dengan tatapan sendu dan sedihnya.


" Ayo Gilbert ",, kata Angela kepada Gilbert.


Dan pandangan dari Gilbert langsung teralihkan ketika mendengar suara dari Angela.


Ketika Elina merasa sudah cukup jauh dari pandangannya Gilbert, dia langsung saja menghentikan langkah kakinya sambil mengucapkan sesuatu kepada laki-laki yang sedang jalan bersamanya.


" Maafkan saya Tuan, dan terimakasih Tuan sudah mau berpura-pura menjadi calon suami saya ",, kata Elina kepada laki-laki tersebut.


" Jika dari kejadian ini ada seseorang yang merasa marah, saya siap Tuan untuk membantu anda mengklarifikasinya ",, kata Elina lagi kepada laki-laki itu yang hanya diam saja sambil terus menatap ke arah Elina.


" Ini kartu nama saya dan alamat saya juga tertera di situ, jika anda ingin meminta pertanggung jawaban atas sikap saya yang tadi, anda bisa menghubungi saya Tuan, saya permisi dulu ",, lanjut lagi perkataan dari Elina kepada laki-laki tersebut.


Setelah berbicara panjang kali lebar dan sambil memberikan juga kartu namanya, Elina pun langsung berlalu pergi meninggalkan laki-laki tersebut.


Dan laki-laki itu masih diam saja, sambil terus menatap kepergian dari Elina yang sedang berjalan terlihat lesu dengan wajah sedihnya itu.


" Elina Hedy ",, kata laki-laki itu ketika dia membaca kartu nama milik Elina.


Setelah membaca kartu nama milik Elina, laki-laki itu tersenyum miring penuh arti dan langsung kembali ke tempat duduknya yang tadi.


Sedangkan untuk Gilbert, setelah dia berjalan cukup jauh bersama Angela, akhirnya mereka berdua sampai juga di dalam ruang perawatannya Molly.


" Ini Kak Ivar minumannya ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


" Apakah di supermarket juga menjual wanita cantik Gilbert, hingga yang kamu dapatkan tidak cuma minuman tapi juga dia?? ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


Angela langsung saja tertawa ketika mendengar perkataan dari Kak Ivar.


Dan Gilbert langsung saja memutar bola matanya malas mendengar godaan dan ejekan dari Kak Ivar.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2