
Walau Greta tidak yakin kepada dirinya sendiri apakah dia masih di berikan kesempatan untuk berreinkarnasi, tapi dia tetap berkata kepada semua orang yang dia sayangi, jika dia akan berreinkarnasi di dalam tubuh salah satu baby kembarnya Pietro dan Molly.
Ayah Janu, Mama Hanna dan juga Kak Agler yang mendengar cerita dari Linn, jika Greta sudah pergi untuk selamanya dari dunia ini, walau terlihat bersedih, setidaknya mereka bertiga sudah berusaha ikhlas melepaskan kepergian dari Greta.
Dan Ayah Janu serta Mama Hanna meminta tolong kepada Kak Agler untuk mencari tahu di manakah tempat tinggal Keluarga Roderick berada, seperti yang di katakan oleh Greta di dalam mimpinya Linn.
Sejak beberapa bulan yang lalu Kak Agler selalu mencari keberadaannya Keluarga Kak Ivar, akan tetapi dia belum menemukannya.
Namun Kak Ivar tidak pantang menyerah untuk mencari keberadaan Keluarga Roderick.
Kembali ke rumah sakit lagi tempat Molly melahirkan baby kembarnya.
Ansel yang sudah melihat kelahiran dari baby yang ke dua, dia lalu mengikuti ke mana sang baby itu sedang mendapatkan perawatan.
Ansel mengamati baby tersebut dengan sangat lekat sekali di setiap inci tubuhnya, apakah tubuh baby girl dari Pietro dan Molly mempunyai tanda lahir seperti yang di miliki oleh Greta.
Wajah Ansel terlihat bersedih ketika dia tidak menemukan sesuatu di tubuh bayi mungil tersebut ketika sedang di bersihkan oleh para tenaga medis.
Setelah memastikan Ansel tidak melihat tanda-tanda yang mirip dengan tanda lahir milik Greta, Ansel pun kembali lagi ke ruangan Molly.
Padahal setelah kepergian dari Ansel, barulah terlihat jika di pundak kiri baby girlnya Pietro dan Molly mempunyai sebuah tahi lalat yang sama persis dengan milik Greta.
Itu artinya Greta benar-benar di berikan kesempatan oleh Tuhan untuk berreinkarnasi masuk ke dalam salah satu tubuh baby kembarnya Pietro dan Molly.
Molly yang saat ini sudah mendapatkan penanganan pasca persalinan oleh Dokter, sebentar lagi dia akan di pindahkan ke ruang perawatan biasa bersama sang baby twins.
Sedangkan Kak Ivar, Agnes dan Gilbert masih setia menunggu dengan sabar perkembangan dari Molly beserta baby twins di depan ruang bersalin tersebut.
Namun mereka bertiga menunggu tidak dengan cemas, melainkan dengan suara tawa yang mengiringi waktu menunggu mereka.
" Sudahlah Gilbert, kamu apa tidak capek daritadi tertawa terus seperti itu?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Gilbert yang daritadi tertawa terus menerus.
'' Habisnya lucu sih Kak ",, jawab dari Gilbert kepada Kak Ivar.
__ADS_1
" Masa seorang pembunuh kejam seperti Kak Pietro melihat bayinya dilahirkan malah pingsan, kan malu-maluin ",, kata Gilbert lagi kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh Agnes.
" Iya kamu benar Ibet, Kakak saja sebenarnya masih merasa geli dengan Ito yang sangat seram begitu tapi malah pingsan seperti tadi ",, kata Agnes kepada Gilbert sambil tertawa juga.
" Nah kan, lucu kan Kak ",, kata Gilbert kepada Agnes sambil masih tertawa.
" Mungkin Pietro sendiri sedang memakai perasaannya, jadinya begitu, dia pingsan melihat bayinya yang mungil masih berlumuran darah ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert dan Agnes.
" Tapi tetap saja, tidak cocok sama sekali dengan image yang melekat di dalam diri Kak Pietro Kak Ivar ",, jawab dari Gilbert kepada Kak ivar.
" Semoga saja Pietro di dalam sana tidak pingsan lagi jika melihat kelahiran baby ke duanya ",, kata Kak Ivar berbicara sendiri.
" Jika Kak Pietro sampai pingsan lagi untuk ke dua kalinya, Gilbert berjanji akan membelikan mobil mewah untuk hadiah kelahiran mereka berdua ",, kata Gilbert menyahuti perkataan dari Kak Ivar tadi.
" Ingat Ibet, janji adalah hutang ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.
" Ok Kakak, siap,!! kita lihat saja nanti ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.
Dan tidak lama setelah mereka semua sedang berbincang hangat seperti itu, brankar pasiennya Molly bersama ke dua box babynya di dorong keluar dari dalam ruang bersalin oleh para tenaga medis.
Mengetahui jika Molly akan di pindahkan ke ruang perawatan biasa, tadi Pietro meminta kepada para tenaga medis untuk memindahkan ke ruang perawatan terbaik alias VVIP yang ada di rumah sakit tersebut.
" Pindahkan istri saya ke ruang VVIP yang ada di rumah sakit ini, jangan membuat saya kecewa, karena saya bisa menghancurkan rumah sakit ini beserta kalian semua!! ",, begitulah yang di katakan oleh Pietro kepada para petugas tenaga medis.
Walau sedikit tidak percaya jika Pietro bisa menghancurkan rumah sakit tempat mereka bekerja, namun tetap saja mereka semua sedikit ketakutan, dan setelahnya para tenaga medis itu lalu mencarikan ruangan yang terbaik untuk Molly dan baby twinsnya.
Hingga akhirnya Molly dan baby twinsnya sampai juga di ruangan VVIP yang ada di rumah sakit tersebut.
Kak Ivar, Agnes dan Gilbert langsung saja mengucapkan terimakasih kepada para petugas tenaga medis ketika mereka semua sudah selesai melakukan tugasnya dengan baik.
Sedangkan Pietro jangan di tanya, dia memilih diam saja sambil terus menatap lekat ke arah ke dua baby kembarnya yang sedang tidur di dalam box babynya.
Setelah kepergian dari para petugas tenaga medis, Agnes tiba-tiba langsung menggendong salah satu baby twins yang berjenis kelamin laki-laki dan langsung dia berikan kepada Pietro.
__ADS_1
" Eh-eh-eh ",, kata Pietro kepada Agnes sambil menerima baby boynya.
Pietro terlihat sangat kaku sekali dalam menggendong babynya, karena memang di seumur hidupnya, baru kali ini Pietro menggendong seorang bayi.
" Nah mulai sekarang Ayah Ito harus berlatih menggendong baby ya ",, kata Agnes kepada Pietro.
" Sekarang Aunty Agnes mau menggendong baby girl yang lucu ini ",, kata Agnes kepada baby girlnya Pietro dan Molly.
Ansel yang masih berada di situ dan memilih bersembunyi di dalam persembunyiannya, dia masih terus mengamati semua orang dengan wajah sedihnya.
" Aaah lucu sekali baby ini, iiih gemes deh, jadi pingin membuatkan adik untuk Alva ",, kata Agnes sambil melihat ke arah baby girlnya Pietro.
" Tambah saja Kak, minimal dua begitu ",, kata Gilbert menyahuti perkataannya Agnes.
Sedang Kak Ivar dia juga langsung ikutan melihat ke arah keponakan perempuannya itu yang sedang di gendong sang istri.
" Iya lucu sekali ya Ma ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
Dan untuk Pietro sendiri, dia masih terus menggendong baby boynya, sambil dia tatap dengan sangat lekat sekali dengan tanpa ekspresi.
Pietro tidak terlihat senang maupun bersedih, wajah dia datar saja dengan mata yang tidak teralihkan dari wajah sang baby.
Sedangkan Molly, dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan semua Keluarganya itu yang sedang merasa senang dengan baby twinsnya.
" Ito, Molly, ternyata baby kamu mempunyai tanda lahir di pundak sebelah kirinya lho ",, kata Agnes dengan tiba-tiba kepada Molly dan Pietro.
Mendengar perkataan dari Agnes, pandangan Molly dan Pietro langsung teralihkan ke arah Agnes dengan mata yang terlihat seperti memikirkan sesuatu.
Dan Ansel yang mendengar dengan jelas perkataan dari Agnes, dia pun akhirnya keluar juga dari tempat persembunyiannya dan langsung menuju ke arah baby girlnya Pietro dan Molly dengan wajah yang berbinar senang sekali.
Pietro dan Molly yang melihat arwah Ansel sedang mendekat ke arah baby girl mereka, mereka berdua langsung saja saling pandang dengan pikiran mereka masing-masing.
Sedang Ansel yang melihat memang benar ada tahi lalat yang sama persis seperti milik Greta, dia pun langsung saja berbalik badan sambil tersenyum sangat lebar sekali ke arah Molly dan Pietro.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...