
Kembali ke rumah Kak Ivar lagi.
Gilbert yang merasa sudah cukup habis kesabarannya, karena dikerjai sang Kakak terus menerus, dia pun memutuskan ingin pergi saja dari dalam rumah.
Namun langkah kaki Gilbert langsung di tahan oleh sang Kakak, yaitu Kak Ivar dan Pietro.
" Kamu mau pergi kemana Ibet?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Gilbert.
" Mau cari angin, di sini sesak udaranya!! ",, jawab ketus dari Gilbert kepada Kak Ivar.
" Gilbert ",, gantian Pietro yang memanggil Gilbert.
" Apa lagi!! ",, jawab Gilbert kepada Pietro.
" Jangan memanggilku lagi, aku mau pergi,!! mau menemui seseorang dulu, bye!! ",, lanjut lagi perkataan dari Gilbert kepada Pietro sambil melangkahkan kakinya lagi.
" Gilbert!! ",, panggil dari Pietro lagi kepada Gilbert.
" Apa lagi sih Kak Pietro ",, jawab Gilbert sambil menahan rasa gemasnya untuk sang Kakak.
" Dua kelinci yang aku titipkan ke kamu mana?? ",, tanya dari Pietro kepada Gilbert.
" Aduh, mati aku!! ",, kata batin dari Gilbert sambil menepuk dahinya.
" Di mana dua kelinci itu Gilbert?? ",, tanya dari Pietro kepada Gilbert.
" Apakah kamu membawa kelinci ke sini Ito?? ",, tanya dari Agnes kepada Pietro.
" Iya, mau aku bikin barbequenan nanti malam ",, jawab dari Pietro kepada Agnes.
" Waah asik itu ",, kata Agnes dengan sangat senang sekali.
" Terus di mana kelincinya?? ",, tanya dari Agnes kepada Pietro.
" Tanya saja sama Gilbert, dia yang membawanya ",, jawab dari Pietro kepada Agnes.
" Di mana Ibet?? ",, tanya Agnes kepada Gilbert.
" Emm, Kak, Gilbert sudah ada janji penting, Gilbert pergi dulu ya, daaa ",, kata Gilbert mencari alasan kepada semua Kakak-kakaknya sambil ingin angkat kaki dari situ.
" Keluar dari pintu itu, akan aku buat ke dua kakimu patah!! ",, kata tenang nan mematikan dari Pietro kepada Gilbert.
Mendengar perkataan dari Pietro, Gilbert pun tentu saja langsung mengurungkan niatnya itu untuk kabur dari situ.
" Cepat cari kelinci itu sampai dapat, jika tidak dapat, kamu harus membeli daging yang berkualitas super untuk pesta kita malam nanti ",, perintah tegas dari Pietro kepada Gilbert.
Gilbert langsung saja menunjukkan wajah cemberutnya ketika mendengar perkataan dari sang Kakak.
Sebenarnya jika memilih yang mudah, Gilbert akan memilih membeli daging saja di supermarket.
__ADS_1
Namun masalahnya, daging super yang di sukai sang Kakak yaitu Pietro, pergramnya saja sudah mahal sekali harganya.
Apalagi jika mereka membeli daging tidak cukup 2 sampai tiga kilo saja, paling sedikit minimal harus dua puluh kilo.
Sebab sang Kakak yaitu Pietro kalau makan pasti banyak sekali, belum lagi jumlah orang di rumah itu juga ada banyak, apalagi sekarang di tambah ada Mama Jaena dan juga Molly yang sedang hamil kembar.
Bisa jebol deh itu kantong dompet milik Gilbert jika harus membeli daging super kesukaan sang Kakak dengan jumlah banyak.
" Iya-iya, ini akan Gilbert cari ",, jawab Gilbert kepada Pietro sambil berlalu naik ke atas tangga.
" Kamu mau kemana Ibet, ko naik lagi ke atas?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Gilbert.
" Mau ganti baju Kakak ",, jawab Gilbert sambil berlalu naik ke atas tangga.
" Oh ya Kakanda, bagaimana dengan pesawat jetnya, Molly seumur-umur tidak pernah naik pesawat jet ",, tanya dari Molly kepada Pietro selepas kepergian dari Gilbert tadi.
" Apakah kamu mau beneran membeli pesawat jet Pietro?? '',, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.
" Tergantung Kak ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.
" Why?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.
" Jika Gilbert mau menggunduli rambutnya, Pietro akan membelikan pesawat jet untuk Molly, supaya kita semua bisa berpergian keluar Negeri dengan mudah ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar dan masih didengar oleh semua orang.
" Kalau begitu nanti kita bujuk Gilbert saja biar dia mau gunduli rambutnya, supaya kita semua bisa keluar Negeri sesuka hati kita naik pesawat jet pribadi ",, kata Agnes menyahuti perkataan dari Pietro dengan sangat senang sekali.
" Ok, ide yang bagus itu Kak ",, jawab dari Pietro sambil tersenyum miring nan licik.
Namun jika itu beneran bisa terjadi, alangkah senangnya hati Pietro, karena rencana bohongannya bisa terlaksana juga.
Jika untuk membeli satu pesawat jet saja, tentu saja Pietro sangat mampu sekali, karena uang dia banyak, jika habis dia cari mangsa lagi saja sudah langsung jebol itu rekening.
Ketika mereka semua sedang berbincang seperti itu, Gilbert datang lagi dan dia sudah berganti baju dengan pakaian rumahannya yang cukup santai.
" Apakah tidak ada yang mau membantuku mencari kelincinya?? ",, tanya dari Gilbert kepada semua orang.
" Kakak mau bantu Gilbert, tapi ada syaratnya ",, kata Agnes kepada Gilbert.
" Apa syaratnya?? ",, tanya dari Gilbert kepada Agnes.
" Jika Kakak bisa menemukan kelincinya terlebih dahulu di bandingkan kamu, kamu harus mau di gunduli rambutnya, supaya Pietro jadi membeli pesawat jetnya, namun jika tidak ketemu kelincinya atau kamu yang menemukan kelincinya lebih dahulu, janji deh Kakak yang akan membelikan daging super kesukaan dari Ito, bagaimana deal?? ",, kata Agnes kepada Gilbert.
" Apaaaaaa?? ",, kata Gilbert kepada Agnes dengan ekspresi sangat terkejut sekali.
" Kakak setuju dengan syarat dari Kak Agnes Gilbert, dan di sini siapa lagi yang setuju dengan usul dari Kak Agnes?? ",, kata Pietro menyahuti perkataan dari Agnes tadi.
Molly, Mama Jaena, Agnes dan Alva yang masih kecil pun langsung ikut-ikutan mengangkat tangannya, namun tinggal satu orang saja yaitu Kak Ivar yang belum mengangkat tangannya sendiri.
" Kak Ivar, Kak Ivar ko diam saja, Kakak mau pilih mereka atau aku?? '',, tanya dari Gilbert kepada Kak Ivar.
__ADS_1
Kak Ivar sebenarnya kasihan dengan Gilbert, karena terlalu keseringan dikerjai oleh Pietro.
Namun ketika Kak Ivar melihat pelototan mata dari Agnes, dia pun akhirnya ikut-ikutan mengangkat tangannya pertanda setuju dengan syarat dari Agnes tadi.
Dan Pietro yang melihat Kak Ivar mengangkat tangannya juga, dia pun langsung tersenyum licik kepada Gilbert.
" Kalian semua memang jahat kepadaku!! ",, kata Gilbert kepada semua keluarganya dengan ekspresi marah.
Namun semua orang malah langsung tertawa melihat wajah menderitanya Gilbert.
" Baik Kak Agnes, Gilbert juga setuju, tapi Gilbert juga punya syarat untuk Kak Agnes ",, kata Gilbert kepada Agnes.
" Apa itu syaratnya?? ",, tanya dari Agnes kepada Gilbert.
" Jika nanti ke dua kelinci itu tidak bisa di ketemukan, Kak Agnes harus membeli daging super kesukaan dari Kak Pietro sebanyak seratus kilogram, bagaimana,?? sanggup ",, kata Gilbert kepada Agnes.
Agnes sebelum menjawab persyaratan dari Gilbert pun, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Kak Ivar dan juga Pietro.
Sebab daging sebanyak seratus kilogram itu tidak jumlah yang sedikit, dan pastinya akan membutuhkan uang yang sangat banyak sekali.
" Sanggup, bahkan jika di suruh membeli lebih dari itu akan Kakak turutin ",, bukan Agnes yang menjawab melainkan Pietro.
" Ok deal!! ",, jawab dari Gilbert kepada Pietro.
" Aku mau cari dulu kelincinya, jika yang menemukan aku lebih dulu, kalian tidak akan bisa menggunduli rambut kesayanganku ini ",, pamit dari Gilbert kepada semua orang.
Dan Gilbert langsung saja bergegas keluar dari dalam rumah untuk segera mencari ke dua kelinci tersebut.
Pietro hanya tersenyum miring saja mendengar perkataan dari Gilbert tadi.
" Ayo Ito kita harus segera ikutan mencari, karena jika kita yang menemukannya lebih dulu, rambut Ibet bisa kita gunduli, sebab aku suka melihat dia tersiksa seperti itu, lucu mukanya ",, kata Agnes kepada Pietro sambil tertawa.
" Sebenarnya kamu mau menginginkan pesawat jetnya apa ingin melihat Gilbert menderita Agnes?? ",, tanya dari Mama Jaena kepada Agnes.
" Dua-duanya Ma ",, jawab dari Agnes kepada sang Mama sambil tertawa.
Kak Ivar yang melihat tingkah dari sang istri yang seperti anak kecil, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Karena percuma saja Kak Ivar menegur mereka semua, terutama Pietro dan Agnes, sebab ujung-ujungnya nanti mereka berdua akan berulah lagi mengerjai Gilbert,
Dan untuk Pietro sendiri, tentu saja dia tidak akan membiarkan Gilbert bisa menemukan ke dua kelinci itu duluan, sebab dia juga ingin melihat sang adik tidak mempunyai rambut sementara waktu sesuai rencananya.
...๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ...
Hayooo sudah pada nunggui Up ya๐.
Maaf real lifenya lebih menyibukkan sekali๐คญ
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...