
Pietro belum melepaskan diri jika Molly belum melepaskan duluan pelukan mereka.
Dan Pietro juga merasakan jika tubuh Molly sedikit gemetar karena masih merasa takut karena ulah hantu tadi.
Pietro yang sudah tidak tahan kenapa Molly bisa sampai seperti itu, akhirnya dia melepaskan diri terlebih dahulu dari pelukannya Molly.
" My Queen............. ?? ",, panggil Pietro kepada Molly.
" Kamu kenapa?? ",, tanya Pietro kepada Molly dengan suara lembut namun tetap saja wajahnya tidak ada ekspresi sama sekali.
" Tadi............ tadi.........??, tadi disana Molly melihat banyak arwah gentayangan yang tubuh dan wajahnya sudah rusak atau tidak komplit Kakanda, mereka........... mereka ",, jawab Molly kepada Pietro dengan suara terbata-bata.
Pietro yang masih melihat wajah syok dari Molly dia langsung saja memeluk Molly lagi sambil mengusap punggung Molly dengan lembut.
" Ssssttttt, tidak ada apa-apa, didalam rumah ini aman, kalaupun ada mereka tidak akan bisa masuk kedalam rumah ini, percayalah kepada Kakanda ",, kata Pietro sambil terus menenangkan Molly.
" Tapi....... tapi Molly takut Kakanda?? ",, kata Molly lagi kepada Pietro.
Pietro pun langsung saja melepaskan pelukan mereka untuk melihat wajah Molly.
" Tenanglah, dan percaya sama Kakanda, mereka tidak akan bisa masuk kedalam rumah ini ",, kata Pietro lagi kepada Molly.
Molly hanya diam saja dengan wajahnya yang masih terlihat pucat itu.
" Ayo Kakanda antar kamu kedalam kamar ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Pietro.
" Tidak ada apa-apa didalam kamar, disana aman My Queen ",, kata Pietro lagi kepada Molly.
" Molly takut ",, kata Molly lagi kepada Pietro.
" Ada Kakanda My Queen ",, kata Pietro sambil menggendong Molly kedalam pelukannya.
Pietro membawa Molly kedalam kamar mereka supaya Molly tidak merasa takut lagi, dan sesampainya didalam kamar Pietro lalu memberikan bajunya lagi kepada Molly karena baju yang dipakai oleh Molly tadi sudah kotor terkena darah kancil.
__ADS_1
" Tunggulah didalam kamar sini dulu My Queen, Kakanda mau menyelesaikan daging kancil tadi ",, kata Pietro kepada Molly.
" Molly takut Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro sambil mencegah Pietro untuk keluar dari dalam kamar.
" Kakanda hanya sebentar, dan ini televisinya sudah Kakanda nyalakan supaya My Queen tidak merasa takut lagi ",, kata Pietro kepada Molly sambil memberikan remot televisi.
Molly yang melihat televisi ukuran sangat besar itu sudah menyala, dia langsung saja lupa dengan rasa takut yang dialaminya, sebab Molly baru kali itu melihat televisi yang ukurannya sangat besar sekali.
Karena seumur hidup Molly, dia tidak pernah melihat apa itu yang namanya televisi.
Kalian semua pasti tidak percaya dijaman modern seperti ini ada orang yang tidak pernah melihat televisi.
Jawabannya iya, karena faktor Ayah Calvin dulu tidak mampu membeli televisi sebab harganya mahal, dan juga tidak memperbolehkan Molly untuk pergi kerumah tetangga untuk menonton televisi.
Pietro yang melihat Molly sudah tidak mempedulikannya lagi karena acara televisi, dia pun langsung saja segera bergegas keluar dari dalam kamar untuk menyelesaikan pekerjaannya tadi.
Cuma membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja untuk Pietro menyelesaikan pekerjaannya.
Setelahnya Pietro langsung saja mencuci bersih daging kancil tadi diwastafel dapur sebelum dia menyimpannya didalam freezer.
Dan dirasa Molly tidak mencarinya lagi, Pietro yang sudah selesai dia lalu memilih melangkahkan kakinya menuju keruang pengobatannya.
Kakeknya dari masih muda memang sudah sangat suka sekali mengumpulkan dan menyimpan benda-benda seperti itu dari berbagai penjuru kota bahkan Negara, dan sekarang dia wariskan kepada Pietro.
Tidak lupa juga dulu ketika Pietro sudah mulai beranjak dewasa dan sang Kakek masih hidup, Kakek juga mengajari bagaimana cara menggunakan semua benda-benda yang diberikannya itu.
Kak Ivar dan Gilbert pun mereka berdua tidak tahu jika Pietro diberikan benda-benda seperti itu oleh Kakek mereka.
Itulah mengapa rumah Pietro terasa sangat panas sekali jika dimasuki arwah gentayangan seperti Greta dan lainnya.
Karena begitu banyak jimat yang berada didalamnya dan juga sudah diberikan ritual khusus yang dilakukan oleh Pietro dulu sebelum menempati rumahnya, seperti sang Kakek ajarkan.
Pietro yang sudah pernah mencobanya dulu, sekarang dia ingin mencoba memakainya lagi, karena dia menjadi penasaran dengan arwah yang baru saja dikatakan oleh Molly.
Pietro lalu memulai ritual sederhana yang dulu pernah sang Kakek ajarkan kepadanya.
__ADS_1
Dan hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja akhirnya Pietro sudah membuka mata batinnya lagi untuk melihat semua arwah yang ada disekitar rumahnya.
Tanpa merasa takut, Pietro yang sudah menyimpan semua benda-benda tadi kedalam tempatnya semula, dia lalu berjalan keluar dari dalam ruang pengobatan itu menuju kearah pekarangan rumah.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam kurang enam belas menit, dan pasti waktunya untuk para arwah gentayangan berkeliaran dimalam hari.
Pietro yang sudah membuka pintu belakang rumahnya, dia langsung melihat memang begitu banyak arwah gentayangan ada disitu.
" Ternyata kalian semua yang sudah menakut-nakuti My Queenku!! ",, kata Pietro dengan wajah Psikopat mode On.
Pietro lalu mencoba berjalan kearah arwah yang terlihat sekali ada didendam didalamnya untuk Pietro.
" Kamu..........!!, kamu mengikutiku sampai sini, apa kurang puas waktu hidup sudah saya bunuh seperti itu??!! ",, kata Pietro dengan nada sedikit mengejek kepada arwah yang ada didepannya.
" Saya membenci anda Roderick, dan saya tadi memang ingin membalas dendam dengan membunuh wanita tadi!! ",, kata arwah yang ternyata hantu kepala rusak yang matanya bolong tadi.
" Huh!!, coba saja kalau berani!! ",, kata Pietro sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya.
" Jangan sombong Tuan Roderick, saya sudah menjadi seperti ini, dan saya juga mempunyai kekuatan yang tidak bisa anda kalahkan!! ",, kata arwah itu lagi kepada Pietro.
" Cobalah!! ",, kata Pietro kepada arwah itu sambil mengeluarkan salib yang dibawanya dan dia langsung colokkan kedalam matanya yang bolong itu.
Arwah gentayangan itu langsung saja merasa sangat kesakitan sekali, dan Pietro lalu menarik hantu tadi menggunakan salib miliknya untuk dia bawa masuk kedalam rumahnya.
Baru saja masuk kedalam rumah Pietro, hantu kepala rusak itu sudah merasa sangat kepanasan sekali.
Pietro yang melihat hantu kepala rusak itu sangat kesakitan karena ulahnya, dia merasa sangat puas sekali.
Dengan sengaja Pietro terus menekan salib miliknya kedalam lubang mata sihantu, supaya hantu kepala rusak itu semakin kesakitan.
Dan tidak berlangsung lama sekitar baru lima belas menit lamanya berada didalam rumah siPietro, hantu kepala rusak itu langsung meleleh serta musnah seketika.
Ini sih yang namanya The Real Psikopat, tidak cuma dunia manusia saja dia kejam, dunia hantu pun bisa Pietro basmi tanpa takut sama sekali.
Sedang Molly sendiri dia yang awalnya sangat excited sekali menonton televisi untuk pertama kalinya, tahu-tahu televisinya yang sekarang menonton dia, sebab waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam dan Molly lama-kelamaan merasa mengantuk lagi.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...