KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
FREJA END


__ADS_3

Meninggalkan Pietro dan Molly yang sedang asik berpelukan.


Saatnya berpindah sejenak dikantor milik Keluarga Roderick.


Gilbert yang tadi sudah pergi dari penjara meninggalkan Freja yang terus menangis.


Gilbert langsung memilih untuk berangkat kekantornya, walau waktu masih terlalu pagi untuknya datang kekantor.


Sesampainya didalam kantor, Gilbert yang merasa dasi yang dipakainya seperti sedang mencekik lehernya, dia pun langsung saja sedikit melonggarkannya.


Kecewa kata itu yang lebih tepat sepertinya menggambarkan keadaan dari Gilbert kepada Freja.


Wanita yang beberapa bulan ini Gilbert kenal baik, cantik nyambung jika diajak mengobrol, bisa melakukan hal yang sangat memalukan sekali.


" Huh.......... setidaknya aku belum mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya kepada Freja ",, kata Gilbert sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi kerjanya.


" Tapi tetap saja, ada rasa yang tidak bisa aku jelaskan ketika mengetahui bahwa wanita yang aku sukai melakukan hal seperti itu ",, kata Gilbert lagi masih terus berbicara sendiri.


" Lebih baik aku memesan makanan dan mengisi perutku ini daripada memikirkan Freja yang tidak ada untungnya buat aku ",, kata Gilbert masih berbicara sendiri.


Setelahnya Gilbert mengambil ponselnya dan memilih makanan yang ingin dia makan pagi itu.


Sedang disisi lain tepatnya didalam penjara, setelah kepergian dari Gilbert tadi, Freja langsung saja menangis sejadi-jadinya lagi.


Dia merasa hancur, hidupnya, karirnya dan semua yang dia bangun serta jaga selama ini harus berantakan semuanya karena satu hal yang tidak dia ketahui penyebabnya kenapa dirinya bisa melakukan hal yang memalukan seperti itu.


Freja masih menangis sesenggukan sambil bersandar dibesi-besi penjara.


Dan ketika Freja sedang seperti itu, tiba-tiba saja ada Pak Polisi yang membukakan jeruji besi untuknya dan mengatakan jika ada Keluarga yang datang berkunjung.


Dengan lesu Freja pun menurut saja ketika dibawa menemui kedua orang tuanya.


Dan ketika Ayah Freja sudah melihat kedatangan Freja, sebuah tamparan yang sangat keras sekali langsung Freja dapatkan dari sang Ayah.


Mamahnya Freja yang merasa sangat kecewa juga kepada Freja, dia hanya bisa diam saja ketika sang suami sedang menampar wajah anak perempuannya itu.


" Ayah malu Freja,........... Ayah malu dengan sikap kamu yang seperti seorang 74l4n9 itu!! ",, kata sang Ayah kepada Freja.


" Maafkan Freja Ayah, Freja tidak tahu kenapa Freja bisa sampai melakukan hal itu semalam ",, kata Freja sambil menundukkan kepalanya kepada Ayahnya.


" Percuma saja kamu meminta maaf Freja, bisnis Ayah hancur, semua gara-gara kelakuan dari kamu!! ",, kata sang Ayah lagi kepada Freja dengan nada yang sangat marah sekali.


" Mamah juga sungguh malu sekali mempunyai anak seperti kamu Freja!!,........ rasanya menyesal sekali kami sudah memberikan kebebasan untuk kamu, tapi apa yang kamu berikan kepada kami.......... !! ",, kata sang Mamah juga kepada Freja.


" Maafkan Freja Mah,....... Mamah jangan membenci Freja juga ",, kata Freja kepada Mamahnya sambil menangis dengan sejadi-jadinya.


" Cukup Freja!!!, jangan menambahi kami beban lagi dengan suara tangisanmu itu!! ",, kata sang Ayah kepada Freja dengan nada yang teramat kecewa.

__ADS_1


" Ayah jangan berkata seperti itu kepada Freja, tolong bantu Freja untuk keluar dari dalam penjara ini Ayah........ ",, kata Freja kepada Ayahnya sambil berlutut dibawah kaki sang Ayah.


'' Kali ini Ayah akan membantu kamu untuk keluar dari dalam penjara ini, tapi setelah keluar kamu cari jalan kamu sendiri............ karena kami masih merasa marah dengan kamu Freja ",, kata sang Ayah kepada Freja.


Freja langsung menangis semakin histeris saja ketika mendengar perkataan dari sang Ayah.


Walau ada rasa marah tapi yang namanya orang tua, tetap saja tidak tega jika melihat anaknya didalam penjara seperti itu.


Setelah seharian sang Ayah dan pengacara yang disewanya untuk mengusahakan kebebasan bagi Freja, dengan uang dan jaminan akhirnya Freja bisa dibebaskan juga dengan bersyarat serta harus wajib lapor setiap dua kali dua puluh empat jam.


Freja ketika sudah keluar dari dalam penjara dia memilih kembali keapartemennya lagi.


Semua itu Freja lakukan, karena kedua orang tuanya sedang merasa marah dengannya.


Didalam kamar apartemennya, Freja seperti orang gila, karena terus-terusan merasa tertekan dengan semua pemberitaannya.


Karena berita tentang Freja masih terus disiarkan dan diberitakan didalam media cetak, televisi maupun media online.


Dan hal itu membuat Freja tidak berani menonton televisi maupun membuka ponselnya.


" Tidak, aku bukan seorang 74l4n9!! ",, kata Freja sambil meringkuk diatas ranjangnya.


" Tidak........... jangan kalian semua menghakimiku seperti itu!! ",, kata Freja lagi dengan sangat ketakutan sekali.


Tiba-tiba saja nafas Freja tersengal-sengal sangat berantakan sekali, karena ternyata dia baru saja bermimpi buruk tentang dirinya sendiri.


Tiba-tiba Freja melepaskan c3l4n4 d4l4mnya untuk melihat miliknya sendiri.


" Bahkan lu64n9 milikku sudah sangat lebar sekali seperti ini!! ",, kata Freja seperti orang gila.


" Siapa laki-laki yang mau denganku jika keadaanku seperti ini........... ",, kata Freja lagi dan lagi.


Sungguh kejiwaan Freja sepertinya sudah terguncang karena masalah yang sedang dihadapinnya saat ini.


Terlebih lagi kedua orang tuanya yang harusnya mengayominya, mereka malah mendiamkan Freja untuk menghadapi masalahnya sendiri.


Freja yang tertekan, dia sampai takut untuk keluar dari dalam kamar apartemennya, padahal dia sedang merasa sangat kelaparan sekali saat ini.


Bahkan ketika tadi Freja kembali kedalam kamar apartemennya lagi, dia selalu mendapatkan tatapan yang kurang menyenangkan dari semua orang yang ada disitu.


Disaat Freja sedang merasa kelaparan, tiba-tiba saja bel pintu kamar apartemennya berbunyi.


Dengan perasaan takut, Freja pun langsung saja memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.


Melihat yang datang adalah Manajer apartemen, Freja pun memberanikan diri bertanya kepadanya.


" Ada apa ya Tuan?? ",, tanya Freja sambil membuka sedikit pintunya.

__ADS_1


" Bolehkah kami masuk dulu sejenak Nona Freja?? ",, tanya dari Manajer apartemen kepada Freja.


Freja pun langsung saja membuka lebar pintu apartemennya untuk membiarkan Manajer dan kedua anak buahnya masuk kedalam kamar apartemennya.


Setelah mereka semua duduk diruang tamu yang ada disitu, sang Manajer pun langsung saja mengutarakan maksud dari kedatangannya.


" Begini Nona Freja ini tentang masalah yang sedang anda hadapi saat ini......... ",, kata sang Manajer apartemen kepada Freja.


" Karena anda sudah membuat keributan yang tidak bisa kami redam selama beberap hari lamanya, maafkan kami Nona, terpaksa kami harus menyuruh anda meninggalkan apartemen anda ini demi kenyamanan penghuni apartemen yang lain ",, lanjut lagi perkataan dari sang Manajer kepada Freja.


" Setiap hari banyak wartawan dan pemburu berita datang kesini untuk mencari anda Nona, dan pemilik gedung apartemen ini pun merasa terganggu dengan kedatangan dari semua para wartawan itu yang ingin memberitakan anda ",, kata sang Manajer lagi kepada Freja.


" Tapi ini apartemen saya, dan saya sudah melunasinya sejak beberapa tahun yang lalu ",, kata Freja kepada sang manajer.


" Kami tahu itu Nona, dan kami kesini sudah membawakan sebuah cek untuk membeli kembali apartemen anda, jadi silahkan anda mengambil cek ini dan segera tinggalkan apartemen ini Nona ",, jawab dari sang Manajer kepada Freja sambil menyerahkan selembar cek.


" Saya tidak mau!! '',, kata Freja dengan kekeh kepada sang manajer.


" Jika anda tidak mau, anda bisa kami usir paksa dari apartemen ini dan anda juga tidak akan mendapatkan setengah harga dari kamar apartemen anda ini Nona ",, jawab tenang dari sang Manajer kepada Freja.


" Jadi menurutlah Nona, karena jika menurut anda bisa mendapatkan harga penuh dari kamar apartemen anda ",, lanjut lagi perkataan dari sang Manajer kepada Freja.


" Baiklah, saya akan mengambil ceknya, dan beri saya waktu satu hari untuk bersiap-siap, besok kalian semua bisa datang kesini lagi jam sembilan pagi ",, kata Freja kepada sang manajer.


" Baik Nona kami akan memberi waktu sampai besok ",, jawab sang Manajer kepada Freja.


" Kalau begitu kami permisi dulu ",, pamit dari sang Manajer kepada Freja.


Setelahnya sang Manajer bersama kedua anak buahnya langsung saja berlalu pergi dari dalam kamar apartemen Freja.


Dan setelah kepergian dari sang Manajer tadi, Freja semakin stress saja dengan kehidupannya yang semakin hancur saja.


Freja menghancurkan semua barang-barang yang ada didalam kamar apartemennya sambil berteriak-teriak dan menangis histeris.


" Aku tidak berguna lagi hidup!! ",, kata Freja kepada dirinya sendiri.


" Tidak ada lagi gunanya semua kehidupanku!! ",, kata Freja lagi sambil menangis sejadi-jadinya.


Sampai saat ini Freja tidak mengetahui jika yang menyebabkan dirinya melakukan hal itu adalah Pietro.


Karena setelah hasil penyelidikan dari pihak kepolisian tidak ada orang lain yang masuk kedalam kamar apartemen Freja selain Freja sendiri.


Itulah yang membuat Freja semakin tidak mengerti kenapa Pietro tidak terdeteksi didalam kamera CCTV yang terpasang.


Freja yang kalut, stres dan tidak ada lagi tumpuan untuknya hidup, dia akhirnya memilih mengakhiri hidupnya dengan terjun bebas dari lantai kamar apartemennya dan meninggal ditempat kejadian.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2