KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PERJUMPAAN KEDUA


__ADS_3

Sebelum Elina kembali masuk kedalam kamarnya yang berada dilantai dua rumahnya Danish, Danish langsung saja mencegah Elina terlebih dahulu untuk menjawab pertanyaan darinya tadi.


" Elina ayo sini ikut sama Kakak ",, kata Danish kepada Elina sambil berjalan menuju keshofa ruang Keluarga.


Elina mau tidak mau dia langsung saja mengikuti langkah kaki dari sang Kakak.


" Katakan kepada Kakak, apa yang kamu lakukan didalam garasi tadi?? ",, tanya Danish kepada Elina.


" Eemm tidak ada Kak ",, jawab Elina kepada Danish.


" Jangan berbohong kepada Kakak Elina ",, kata Danish kepada Elina.


" Emm tadi Elina.......... ",, kata Elina sedikit ketakutan mengatakan dengan jujur kepada Danish.


" Tadi kenapa?? ",, kata Danish lagi kepada Elina.


" Tadi Elina ingin mencari tas milik Elina Kak, siapa tahu ketinggalan didalam mobil milik Kakak ",, kata Elina kepada Danish.


" Terus, apakah ada tasnya didalam mobil?? ",, tanya Danish kepada Elina.


" Tidak ada Kak ",, jawab Elina kepada Danish.


" Jika tidak ada didalam mobilnya Kakak, sekarang dimana tas tersebut Elina??, apa kamu ingat dimana terakhir menaruh tas kamu itu?? ",, tanya Danish kepada Elina.


" Sepertinya ketinggalan didalam mobil laki-laki yang Elina ajak kabur tadi deh Kak ",, kata Elina kepada Danish sambil tersenyum garing.


" Astaga adikku ini......... ",, gerutu dari Danish kepada Elina sambil menepuk dahinya.


" Apa kamu tahu Elina dimana laki-laki itu tinggal, dan apa isi didalam tas kamu itu?? ",, kata Danish kepada Elina.


" Elina tidak tahu dimana alamat rumah laki-laki tadi Kak, karena Elina asal saja menarik tangannya,..... ",, jawab Elina kepada Danish.


" Dan isi tas Elina ada Uang, ATM, kartu kredit, sama kartu tanda pengenal milik Elina Kak dan oh ya satu lagi, kunci mobil milik Elina ",, jawab Elina lagi kepada Danish.


" Astaga semua itu barang-barang penting Elina!!!, kamu itu yaaa ",, kata Danish dengan nada gemasnya kepada Elina.


" Iya Kak Elina tahu ",, sahut Elina dengan suara pelannya.


" Makanya tadi tidak perlu kabur dari Kakak, karena ujung-ujungnya kamu juga tidur didalam rumah Kakak Elina ",, kata Danish kepada Elina.


" Sudah kamu sekarang tidur, besok Kakak bantu untuk mencari dimana alamat laki-laki itu tinggal, dan Kakak lihat laki-laki tadi dia anak orang kaya, jadi tidak mungkin akan membawa kabur semua barang-barang milik kamu itu ",, kata Danis lagi kepada Elina.


" Iya baik Kak ",, jawab Elina kepada Danish.


Setelahnya Elina langsung saja beranjak berjalan menuju kedalam kamarnya, meninggalkan sang Kakak yang sedang terdiam seperti sedang berfikir.

__ADS_1


Keesokan harinya Elina dan Danish yang sedang sarapan, atensi mereka sedikit terganggu ketika ada salah satu penjaga rumah mereka sedang melapor kepada mereka berdua jika ada laki-laki tampan yang sedang mencari Elina.


Sontak hal tersebut membuat Danish dan Elina langsung saja meninggalkan makanan mereka berdua untuk melihat tamu yang pagi-pagi sekali datang kerumah mereka.


Laki-laki itu yang melihat sang Tuan rumah sudah keluar dari dalam rumah, dia langsung saja berdiri dari duduknya untuk menyapa kepada sipemilik rumah.


" Anda......... dan itu tasku.......... ",, kata Elina ketika sudah melihat siapa tamu yang datang sekarang.


Dan tamu itu adalah Gilbert.


Gilbert pagi tadi ketika sudah bangun dari tidur lelapnya, dia langsung saja bersiap-siap mandi untuk berangkat kekantor.


Masih pagi memang, karena Gilbert nanti sengaja ingin mencari alamat rumah milik Danish dari kartu tanda pengenal milik Elina.


Dan Elina sendiri alamat yang ada ditanda pengenalnya sudah ikut dengan sang Kakak, bukannya ikut dengan kedua orang tuanya yang tinggal beda Negara dengan mereka.


" Tidak ikut sarapan dulu Gilbert ",, begitulah kata ajakan dari Kak Ivar tadi ketika Gilbert berpamitan ingin pergi.


" Tidak Kak, nanti dikantor saja, sekarang Gilbert sedang ada keperluan ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.


" Gilbert berangkat dulu Kak ",, kata Gilbert lagi kepada Kak Ivar dan Agnes.


" Iya hati-hati dijalan ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert.


" Iya ",, jawab Gilbert sambil berlalu keluar dari dalam rumah menuju kedalam mobilnya.


" Oh Tuan, silahkan anda duduk kembali ",, kata Danish kepada Gilbert dengan ramah dan sopan.


" Terimakasih Tuan ",, jawab dari Gilbert kepada Danish.


Mereka bertiga langsung saja duduk dishofa yang ada diruang tamu saling berseberangan.


" Nona ini pasti milik anda bukan?? ",, kata Gilbert kepada Elina sambil menyerahkan tasnya.


" Iya itu tas milik saya Tuan, terimakasih banyak ",, jawab Elina kepada Gilbert sambil menerima tas miliknya.


" Tuan terimakasih banyak, karena Tuan sudah mau mengembalikan bahkan mengantarkan tas milik adik saya kerumah ini ",, kata Danish dengan ramah kepada Gilbert.


" Iya sama-sama Tuan, dan bisa dicek dulu apakah isi didalam tasnya ada yang berkurang ",, kata Gilbert kepada Danish dan juga Elina.


Elina reflek langsung mencoba mengecek isi dalam tasnya seperti perkataan dari Gilbert tadi.


" Tidak ada, semuanya masih komplit Tuan ",, jawab Elina kepada Gilbert.


Gilbert langsung saja tersenyum formal ketika mendengar perkataan dari Elina tadi.

__ADS_1


" Oh ya Tuan, apakah anda sudah sarapan, jika belum mari kita makan dulu bersama didalam ",, ajak sopan dari Danish kepada Gilbert.


" Tidak perlu Tuan, saya sudah sarapan tadi dirumah ",, jawab berbohong dari Gilbert kepada Danish.


" Ok baiklah, lain kali mungkin Tuan ",, kata Danish kepada Gilbert.


" Iya,......... emm kalau begitu saya permisi pulang dulu Tuan, mau berangkat kekantor, karena saya kesini cuma ingin mengembalikan tas milik Nona Elina ",, kata Gilbert kepada Danish.


Danish dan Elina langsung saja berdiri ketika melihat Gilbert sedang berdiri.


" Sekali lagi terimakasih Tuan, sudah repot-repot mengantarkan tas adik saya ",, kata Danish kepada Gilbert.


" Dan oh ya kita belum berkenalan ya sebelumnya ",, kata Danish kepada Gilbert.


" Perkenalkan Tuan nama saya Danish Hedy, dia adik kandung saya namanya Elina Hedy ",, kata Danish kepada Gilbert.


" Nama saya Gilbert Roderick Tuan Danish, panggil saja Gilbert ",, jawab Gilbert kepada Danish sambil tersenyum formal.


" Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Tuan Danish, Nona Elina ",, kata Gilbert lagi kepada Danish dan Elina.


" Iya Tuan '',, jawab Danish dan Elina sambil menganggukkan kepala mereka dengan bibir yang tersenyum ramah.


Dan setelahnya baik Danish serta Elina sebagai Tuan rumah yang baik, mereka berdua lalu mengantarkan Gilbert sampai kedepan teras rumah mereka.


Setelahnya Gilbert langsung saja berlalu masuk kedalam mobilnya untuk segera berangkat kekantor.


Sepeninggalan dari Gilbert, Danish dan Elina mereka berdua melanjutkan lagi sarapan mereka yang sedikit tertunda tadi.


" Apa yang Kakak bilang, jika laki-laki semalam dia anak orang kaya Elina, lihatlah penampilannya tadi, dan lagi mobil yang dia kendarai berbeda dengan yang semalam, bahkan kali ni mobilnya lebih mewah dan mahal dari yang sebelumnya ",, kata Danish kepada Elina sambil menikmati makanannya lagi.


" Iya Kak, kira-kira jika dia Elina jadikan pacar Kakak setuju tidak kak, kan lumayan dia kaya dan juga tampan ",, kata Elina kepada Danish sambil tersenyum menggoda.


" Kakak tidak pernah mengajari kamu menjadi perempuan seperti itu ya Elina!! ",, kata Danish kepada Elina dengan sangat tegas sekali.


" Apakah kamu mau jika Kakak dimanfaatkan perempuan seperti itu hah!! ",, sambung lagi perkataan dari Danish kepada Elina dengan nada yang sangat gemas sekali.


Dan Elina yang melihat wajah marah dari sang Kakak, dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali.


Diumurnya yang baru menginjak kedua puluh empat tahun Elina memang belum pernah pacaran sama sekali.


Karena waktu Elina, dia pergunakan untuk balap mobil dan balap mobil, hingga Elina sampai lupa untuk mencari kekasih, walau sudah banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya.


Selisih tiga tahun sama Gilbert, dan Gilbert pun sama halnya dengan Elina, belum pernah pacaran sama sekali namun sudah pernah dekat dengan banyak perempuan.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2