KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
ALEXANDER DAMARA


__ADS_3

Bunyi pisau, gunting, dan 54yatan-54yatan kulit pun terdengar menggema di dalam ruangan yang pengap dan minim cahaya itu.


Dan di dalam itu ada dua orang yang sedang mengeksekusi seseorang.


Yang satu sedang meng54yat-54yat tubuh dari mangsanya, dan yang satunya lagi sedang duduk terdiam sambil mengamati serta melihat orang yang sedang meng54yat tubuh seseorang.


Siapa lagi orangnya jika bukan Pietro yang sedang mengeksekusi tubuh dari mangsanya.


Sedangkan orang yang satunya adalah Alexander Damara sang bos kelas kakap yang sedang menyuruh dan membayar mahal pekerjaannya Pietro Roderick.


" Pekerjaan anda memang sangat rapi dan juga bagus sekali Tuan Roderick, dan saya selalu puas dengan hasilnya '',, puji dari Alex kepada Pietro.


" Iya, ini sesuai dengan keinginan anda Tuan Damara ",, jawab dari Pietro kepada Alex.


" Pekerjaan saya sudah selesai, dan saya harus segera pulang ke Moldova, karena istri saya sudah hamil besar ",, kata Pietro kepada Alex.


" Wah-wah-wah, ternyata gosip itu benar Tuan Roderick ",, kata Alex kepada Pietro.


" Jika sang King Psikopat yang di takuti dunia bisa takhluk juga dengan kaum yang bernama perempuan ",, kata Alex lagi kepada Pietro.


" Saya ingin melihat, siapakah wanita yang bisa meluluhkan hati yang sedingin anda Tuan Roderick ",, kata Alex lagi dan lagi kepada Pietro.


" Dia seorang wanita, yang pastinya punya lubang untuk bisa memuaskan saya Tuan Alex ",, jawab asal dari Pietro kepada Alex sambil membersihkan peralatan kerjanya.


Alex yang mendengar jawaban dari Pietro pun, dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali.


" Anda sungguh lucu sekali Tuan Roderick ",, kata Alex kepada Pietro.


Pietro hanya diam saja tidak menanggapi perkataan dari Alex, sambil terus membersihkan tangan dan juga peralatannya.


" Ayo mari Tuan Roderick, jika anda sudah selesai, kita bisa mengeteh dulu menikmati waktu santai kita sebelum anda kembali ke Negara anda ",, kata Alex kepada Pietro.


Pietro hanya mengangguk saja kepada Alex, dan setelahnya mereka berdua pun langsung berlalu keluar dari dalam ruangan eksekusi tersebut.


Alex ternyata mengajak Pietro untuk pergi ke mansionnya yang megah itu, dan sesampainya di mansion milik Alex, Pietro diberikan secangkir teh herbal oleh Alex.


" Mari silahkan di minum Tuan Roderick ",, kata Alex kepada Pietro.


Sebelum meminum tehnya, Pietro mencium aroma aneh dari dalam cangkir tersebut, dan Alex yang melihatnya, dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan sikap dari Pietro.

__ADS_1


" Apakah anda sengaja memberikan racun di dalam minuman saya Tuan Damara?? ",, tanya dari Pietro kepada Alex.


Alex yang mendengar pertanyaan dari Pietro, dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali, sambil menyuruh tangan kanannya yaitu Arga untuk membawakan uang sekoper yang sudah di persiapkan sebelumnya.


" Ini uang untuk anda, karena anda sudah bisa berhasil menebak jika di dalam minuman itu ada racun yang berbahaya bagi manusia ",, kata Alex kepada Pietro.


" Apa maksud anda Tuan Damara?? ",, tanya dari Pietro lagi kepada Alex.


" Saya memang sengaja ingin menguji anda Tuan Roderick, apakah anda bisa tahu jika saya sudah memberikan racun ke dalam minuman anda, dan jika anda tidak tahu tentu saja saya akan memberitahukannya biar anda tidak meminum teh tersebut ",, jawab dari Alex kepada Pietro.


" Akan tetapi jika anda tidak tahu, anda tidak akan mendapatkan uang ini, jadi sekarang ambillah hadiah uang ini untuk kelahiran anak anda Tuan Roderick, karena anda sudah berhasil menebaknya ",, sambung lagi perkataan dari Alex kepada Pietro.


" Di situ juga sudah ada cek untuk bayaran yang saya janjikan Tuan Roderick plus bonus spesial dari saya untuk istri anda ",, kata Alex lagi kepada Pietro.


Pietro langsung saja melihat dan menghitung dengan mengira-ngira saja berapa jumlah dari uang yang satu koper penuh tersebut.


Dan di atas uang itu memang ada dua lembar cek yang di sebutkan oleh Alex tadi.


" Ini?? ",, kata Pietro kepada Alex sambil memperlihatkan cek yang bukan untuknya.


" Iya, itu hadiah untuk istri anda Tuan Roderick ",, jawab dari Alex kepada Pietro.


" Oh silahkan Tuan Roderick, senang berbisnis dengan anda ",, jawab dari Alex sambil mengajak berjabat tangan Pietro.


Dan Pietro tentu saja menyambut jabat tangan dari orang terkaya di dunia itu dengan ramah.


Singkat cerita Pietro sudah kembali ke hotel tempatnya menginap, dan dia saat ini sedang santai-santai saja sambil menikmati wine berkualitas baik yang dia pesan dari pelayanan kamar hotel.


Sambil menatap lekat ke luar jendela kamar hotelnya, Pietro terus saja menikmati segelas wine yang sedang di bawanya.


Ketika sedang bersantai seperti itu, tiba-tiba saja telinga Pietro di alihkan dengan suara dering ponselnya yang dia taruh di atas ranjang.


Pietro lalu berbalik badan dan berjalan ke arah ranjang hotelnya untuk mengambil ponsel miliknya itu.


Dan ketika sudah dia mengambil ponselnya, Pietro langsung melihat nama Kak Ivar tertera di panggilan masuknya.


Tentu saja Pietro langsung mengangkat sambungan telepon tersebut.


" Halo Kak Ivar ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.

__ADS_1


" Halo Pietro, kapan kamu akan segera pulang, istri kamu Molly dia akan segera melahirkan ",, kata segera dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Apaaaa!! ",, jawab super terkejut dari Pietro kepada Kak Ivar.


Tentu saja Pietro sangat terkejut sekali, karena perkiraannya sendiri sang baby akan lahir nanti masih cukup lama.


Akan tetapi kenapa baru dia tinggal lima hari saja, baby twinsnya sudah mau lahir ke dunia ini.


" Suruh babynya masuk lagi ke dalam perut Molly Kak, Pietro akan pulang besok, dan pasti akan sampai di rumah masih sukup lama sekali ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Sembarangan saja ini anak kuda nil jika berbicara, memangnya kamu kira Molly cuma mau buang angin saja hah!! ",, kata gemas dari Kak Ivar kepada Pietro.


Iya mau bagaimanapun juga perjalanan yang akan Pietro tempuh masih cukup lama sekali, kurang lebih sekitar dua belas hingga sampai empat belas jam lamanya menggunakan pesawat jet pribadi miliknya.


" Tolong tangani Molly dulu Kak, Kak Agnes suruh mengintip baby twins dan katakan kepadanya, jangan keluar dulu sebelum Pietro sampai di sana, ok ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.


Sungguh perkataan dari Pietro membuat Kak Ivar rasanya ingin memotong lidahnya Pietro, supaya tidak bisa berbicara sekalian.


Daripada Pietro berbicara malah membuat orang yang mendengarnya menjadi naik darah, contohnya saja Kak Ivar yang sudah di buat naik darah oleh perkataannya Pietro.


" Kamu kira apa hah,!! seenak jidat kamu menyuruh orang seperti itu Pietro!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Pietro di seberang sana dia benar-benar merasa sangat khawatir sekali dengan keadaannya Molly beserta baby twinsnya, dan rasa khawatirnya ini seumur hidupnya baru kali ini dia rasakan.


Dan ketika Pietro mendengar perkataan dari Kak Ivar, dia malah garuk-garuk kepalanya saja karena bingung mau berkata apa lagi kepada sang Kakak.


" Kalau bisa cepat pulang sekarang juga, dan Molly saat ini sudah Kakak bawa ke rumah sakit!! ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.


Kak Ivar tanpa menunggu jawaban dari Pietro, dia langsung saja mematikan sambungan teleponnya tersebut.


Sedang Pietro tentu saja dia langsung menghubungi sang pilot untuk bisa menerbangkannya kembali pulang ke Negara asalnya, yaitu Negara Moldova.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Yang rindu dengan Alexander Damara, bisa mampir di Novel saya yang berjudul GADIS LUGU PEMIKAT HATI.πŸ€—


Maaf di sana nanti masih banyak typo berterbangan, karena saya belum sempat untuk merevisi🀭.


...πŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2