
Setelah berita memalukan dari Freja yang sudah menyebar satu Negara itu, sekarang dikejutkan lagi dengan berita bunuh dari Freja yang mati terjatuh dari lantai kamar apartemennya.
Sontak saja berita tersebut langsung saja menjadi trending lagi seperti berita yang sebelumnya.
Hanya nama Freja dan Freja saja semua media terus membuat berita.
Semua Keluarga Freja terutama kedua orang tua Freja sampai terpukul dengan kelakuan anaknya yang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri seperti itu.
Walau masih merasa marah, tetap saja yang namanya orang tua akan merasa kehilangan jika anak yang dia cintai meninggal dengan sangat mengenaskan seperti Freja.
Ada rasa penyesalan pastinya, karena disaat Freja sedang terpuruk seperti sekarang, mereka sebagai orang tua, bukannya mendampingi malah memperburuk kondisi mental dari Freja.
Namun semua itu sudah terlambat, nyawa Freja sudah tidak bisa dikembalikan lagi ketubuhnya.
Arwah Freja yang sudah keluar dari dalam tubuhnya, dia hanya bisa diam saja sambil terus memperhatikan semua orang yang sedang mengerumuni jasadnya.
Sedang Gilbert sendiri yang masih sibuk bekerja, dia tidak mengetahui perihal Freja yang sudah meninggal karena bunuh diri saat ini.
Disaat Gilbert sedang meeting dengan para staf kantor yang lainnya, bahkan ada sang Kakak juga yaitu Kak Ivar, tiba-tiba saja ponsel miliknya yang ada disaku jasnya berdering dengan sangat keras sekali.
Suara dering ponsel milik Gilbert membuat semua peserta rapat langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah Gilbert.
" Saya permisi sebentar ",, hanya kata itu yang Gilbert ucapkan kepada semua orang.
Setelahnya Gilbert langsung berlalu keluar dari dalam ruang rapat itu untuk mengangkat sambungan telefonnya yang dari temannya.
" Halo bro ada apa kamu menelfonku, aku sedang rapat ini ",, kata Gilbert kepada temannya.
" Gilbert, apakah kamu sudah tahu tentang berita hari ini??",, kata teman Gilbert kepada Gilbert.
" Berita tentang apa sih?? ",, tanya Gilbert kepada temannya.
" Itu lho wanita yang menjadi incaran kamu, dia melakukan aksi yang sangat memalukan seperti itu semalam ",, jawab dari teman itu kepada Gilbert.
" Iya kalau itu aku sudah tahu ",, kata Gilbert kepada temannya.
" Terus apakah kamu masih akan meneruskan mendekati dia Gilbert??, saran aku sih jangan, karena wanita itu pasti sudah tidak orisinil lagi, terlebih kamu nanti bisa dibunuh sama Kakak kamu Pietro jika nekat mendekatinya lagi ",, saran dari sang teman kepada Gilbert.
" Tentu saja aku tidak mau dengan dia lagi bro, sudah aku mau lanjut meeting lagi ",, jawab Gilbert kepada temannya.
" Eehh tunggu-tunggu, ada berita terbaru lagi tentang wanita itu, kamu sudah tahu belum?? ",, kata sang teman lagi kepada gilbert.
__ADS_1
" Ada apa lagi sih............?? ",, kata Gilbert kepada temannya.
" Wanita itu sudah ditemukan tewas bunuh diri terjun dari lantai kamar apartemennya siang tadi Gilbert ",, kata sang teman kepada Gilbert.
Nah perkataan dari temannya yang satu ini, baru membuat Gilbert menjadi sangat terkejut sekali.
Gilbert sampai berteriak cukup keras dan membuat karyawan kantor yang ada disitu sampai mengalihkan pandangan mereka kearah Gilbert.
" Kamu jangan bercanda denganku bro, tidak mungkin dia sudah meninggal, sedangkan tadi pagi aku masih menjenguknya didalam penjara ",, kata Gilbert kepada temannya.
" Iya sudah jika tidak percaya, sana lihat saja sendiri diberita, sudah keluar terus daritadi ",, jawab dari sang teman kepada Gilbert.
Tanpa banyak berbicara lagi dan menanggapi perkataan dari temannya, Gilbert memilih mematikan sambungan telefonnya itu.
Setelahnya Gilbert mencoba mencari kebenarannya dengan membuka berita online yang ada didalam ponselnya, dan benar saja jika Freja sudah ditemukan tewas terjatuh dari lantai kamar apartemennya.
" Freja ............... ",, kata Gilbert untuk Freja.
Gilbert sedikit syok, karena dia tidak menyangka hidup Freja sudah berakhir sampai disitu dan meninggal dalam keadaan yang cukup mengenaskan.
Sedang Freja sendiri yang sudah puas melihat tubuhnya sedang dikerumuni oleh banyak orang, dia memilih untuk terbang tidak tentu arah untuk mencari keberadaannya siPietro.
Iya Pietro sang King Psikopat oon kita, karena Freja ingin mengetahui kebenarannya kenapa dia bisa sampai melakukan hal yang sangat memalukan sekali seperti semalam.
" My Queen tidak apa-apa?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
Molly langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Pietro.
" My Queen sedang ada didalam dapur?? ",, tanya Pietro lagi kepada Molly.
" Sedang merapikan semua makanan yang kita beli kemarin, sekalian Molly ingin memasak untuk makan siang kita nanti Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Apa mau Kakanda bantu?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Tidak perlu, Kakanda lanjutkan saja pekerjaan Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Ok,......... jika My Queen mencari Kakanda, Kakanda sedang berada didalam ruang peralatan Kakanda ",, pesan dari Pietro kepada Molly.
" Iya baiklah ",, jawab Molly kepada Pietro.
Sebelum berlalu pergi, Pietro memberikan kecupan sekilas didahi Molly, membuat Molly langsung tersenyum kepada Pietro.
__ADS_1
Dan Pietro yang sudah berlalu pergi dari dalam dapur, membuat Molly langsung melangkahkan kakinya kearah kulkas untuk mengambil daging kancil yang sudah dipotong-potong oleh Pietro kemarin.
Melihat daging yang cukup banyak, Molly jadi teringat dengan King yang sudah membawakan daging itu untuknya dan Pietro kemarin.
Molly lalu mengambil potongan daging kancil tadi yang ukurannya cukup besar untuk dia berikan kepada King yang sudah berada didalam kandangnya.
Ketika Molly sudah membuka pintu belakang rumah, Molly langsung saja memanggil siKing untuk mendekat kearahnya.
" King apakah kamu mau ini?? ",, kata Molly sambil memamerkan daging mentah kepada King yang sedang m3n71l4t1 tubuhnya sendiri.
King tentu saja tergoda dengan daging yang sedang dibawa oleh Molly itu.
Tanpa menunggu waktu lama lagi King langsung berjalan mendekat kearah Molly.
Dan bukannya berjalan pelan-pelan, King yang hampir sampai didekat Molly, dia malah langsung saja menerjang tubuh Molly hingga membuat Molly terjengkang jatuh ketanah.
Molly yang terjatuh karena King dia reflek langsung berteriak dan hal itu didengar jelas oleh Pietro.
King yang sudah berada didatas tubuh Molly, dia seperti sedang mengajak bermain Molly, karena King terus m3n71l4ti wajah Molly membuat Molly merasa geli dengan air liurnya King.
Pietro yang tadi mendengar teriakan dari ratunya, dia langsung saja keluar dari dalam ruangan alat-alatnya menuju kedapur.
Sesampainya didapur didepan pintu belakang Pietro melihat King sedang bermanja-manja dengan Molly seperti itu.
Pietro yang merasa tidak suka dengan sikap dari King, dia langsung saja menyingkirkan tubuh King dari atas tubuh Molly.
" King!! don't ever touch Molly again " ( King!! jangan pernah lagi menyentuh Molly ) ",, kata Pietro kepada King dengan sangat tegas sekali.
Seperti mengerti perkataan dari Pietro, King langsung saja mengaum dengan sangat keras sekali kepada Pietro.
King seperti ingin mengatakan jika Pietro sangat menyebalkan sekali.
Sedang Molly yang sudah bangun dari rebahannya, dia langsung saja merapikan lagi bajunya yang sedikit berantakan sambil mengusap wajahnya yang penuh dengan air liurnya siKing.
Molly tidak marah sama sekali dengan sikap dari King tadi.
Sebab bagi Molly King seperti kucing besar yang lucu yang suka juga bermanja-manja dengannya sama seperti sang majikan, siapa lagi jika bukan Pietro tentunya.
Setelah memarahi King, Pietro langsung menarik tangan Molly untuk masuk kedalam rumah meninggalkan King yang sedang asik menikmati daging kancil yang diberikan oleh Molly tadi.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...