
Setelah melihat mangsanya sudah mati, Pietro pun berdiri dari duduknya di atas dada Neo, sambil membawa potongan kepala tanpa mata itu ke arah rak untuk penyimpanan piring.
Ketika piring yang biasanya di gunakan untuk memanggang di dalam oven sudah di pegangnya, Pietro lalu langsung menaruh kepala Neo tadi beserta ke dua bola matanya di atas piring tersebut.
Apakah Pietro akan memasukkan kepala Neo ke dalam oven, jawabannya iya anda benar sekali teman-teman.
Pietro memang akan mengoven kepala Neo menggunakan oven yang tersedia di situ.
Setelah memasukan kepala Neo beserta dua bola matanya tadi ke dalam oven, Pietro pun mengambil ponselnya untuk menghubungi semua anak buahnya.
Namun sebelum menelpon anak buahnya tadi, Pietro sudah lebih dahulu mencuci tangannya di wastafel yang ada di dalam dapur.
" Halo Tuan Pietro ",, sapa dari anak buah tersebut kepada Pietro.
" Kalian semua ke sini, bereskan mayat si pengkhianat ini ",, perintah Pietro kepada anak buahnya.
Anak buah itu langsung saja bertanya di manakah alamat yang harus mereka tuju, dan Pietro dengan sangat jelas sekali mengatakan di manakah alamat vila milik Neo berada.
Setelah selesai menghubungi anak buahnya, Pietro langsung berjalan lagi ke arah tubuh Neo tadi yang sudah dia potong kepalanya.
" Huh,!! mampu5 kan kamu sekarang Neo ",, kata Pietro sambil tersenyum miring penuh kemenangan.
Pietro merasa sangat puas sekali bisa membalas dan membunuh manusia munafik seperti Neo, yang tidak tahu kata terimakasih dan juga balas budi.
Walau Pietro seorang King Psikopat, tapi dia mempunyai sisi baik di dalam dirinya yang tidak banyak di ketahui oleh orang lain selain istri dan semua Keluarganya, yaitu Kak Ivar, Gilbert, Agnes, bahkan juga Mama Jaena.
Sambil menunggu anak buahnya pada datang ke vila milik Neo, dan juga kepala Neo selesai dia oven dengan suhu yang sangat panas sekali.
Pietro pun saat ini memilih untuk keluar menuju ke arah balkon samping vila, untuk menikmati udara dan pemandangan yang terlihat dari situ.
Tidak lama sekitar baru sepuluh menit Pietro menikmati udara segar di balkon tersebut, semua anak buah yang dihubunginya tadi sudah sampai di vila milik Neo.
Pietro lalu menyuruh para anak buahnya untuk membereskan mayat si Neo dan memusnahkan seluruh barang bukti yang tersedia di dalam vila tersebut.
__ADS_1
Tidak lupa juga Pietro memberitahukan kepada para anak buahnya, jika dia sedang mengoven kepala Neo beserta bola matanya tadi hingga benar-benar menjadi lunak.
Dan setelah semua anak buahnya mengerti tugas apa saja yang harus mereka kerjakan, Pietro pun langsung bergegas pulang menuju ke rumah pribadinya yang berada di dalam hutan.
Pietro mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi sekali, karena dia harus segera meminum penawar racun yang dia punya untuk menawarkan racun yang baru saja di minumnya tadi.
Sekitar kurang lebih satu jam lamanya, akhirnya Pietro sampai juga di rumah mewahnya yang ada di tengah hutan tersebut.
Kedatangannya langsung di sambut oleh si King yang sedang berjalan mendekati mobilnya.
Mungkin King sedang rindu dengannya, dan juga rindu dengan Molly, makanya ketika King mendengar ada suara mesin mobil yang sangat dia kenali, dia langsung saja berjalan mendekat ke arah pagar.
Melihat Pietro yang keluar tanpa Molly, King tetap berjalan di samping Pietro untuk ikut masuk ke dalam rumah.
Pietro yang sudah masuk ke dalam rumah, dia langsung saja bergegas menuju ke ruang pengobatannya untuk mencari penawar racun yang dia punya.
Walau racun yang di minumnya tadi sudah berhasil dia muntahkan, namun pasti ada sedikit yang sudah masuk ke dalam tubuhnya.
Setelah menemukan penawar racun yang dia punya, Pietro langsung meminum semua penawar racun satu botol itu untuk menawarkan racun di dalam tubuhnya.
Karena tubuhnya tiba-tiba menjadi lemas, dengan kepala yang terasa sangat pusing sekali.
Pietro lalu mencoba membaringkan tubuhnya di ranjang yang ada di dalam ruang pengobatannya, sambil mencoba menghubungi seseorang, dan orang yang akan di hubungi oleh Pietro adalah Gilbert.
Gilbert yang sedang rapat bersama Kak Ivar dan para Direksi Perusahaannya, dia pun segera permisi sebentar untuk mengangkat teleponnya, ketika melihat nama sang Kakak sedang menelponnya.
" Halo Kak Pietro ",, kata Gilbert ketika dia sudah keluar dari ruang meeting.
" Gilbert segeralah datang ke rumah Kakak yang ada di tengah hutan, dan juga belikan makanan yang banyak untuk Kakak ",, kata Pietro dengan suara berat terdengar seperti sedang sakit.
" Kakak sakit?? ",, tanya Gilbert dengan sangat khawatir sekali.
" Cepat datang ke sini, nanti kamu tahu sendiri ",, jawab Pietro sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
" Baik-baik Kak, Gilbert akan segera datang ke sana ",, jawab Gilbert kepada Pietro.
Setelahnya, tanpa mau menjawab perkataannya Gilbert, Pietro langsung mematikan sambungan telepon tersebut.
Gilbert yang merasa jika Kakaknya sedang tidak baik-baik saja, dia pun langsung segera masuk ke dalam ruang meeting untuk berbicara kepada Kak Ivar.
Kak Ivar yang mendengar kabar dari Gilbert, jika Pietro terdengar sedang membutuhkan bantuan, Kak Ivar pun langsung membubarkan meeting tersebut dan memilih untuk ikut Gilbert datang ke rumah Pietro.
" Kamu yang membeli makanan untuk Pietro, biar Kakak yang langsung segera ke rumah Kakak kamu itu ",, kata Kak Ivar sebelum masuk ke dalam mobilnya.
" Baik Kak ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.
Setelahnya Kak Ivar dan Gilbert berpisah mobil dan tujuan mereka masing-masing.
Pietro memang sengaja meminta untuk di belikan makanan yang banyak kepada Gilbert, karena jika penawar racun itu sudah berhasil masuk ke dalam tubuhnya, dia pasti akan muntah-muntah lagi dengan cukup hebat sekali untuk memuntahkan sisa-sisa racun yang ada di dalam tubuhnya.
Dan jika tubuhnya tidak langsung dia isi makanan, tubuh Pietro akan semakin lemas karena kekurangan tenaga.
Sedang Pietro sendiri yang sudah selesai menelpon Gilbert tadi, dia memilih untuk memejamkan matanya, dan membiarkan penawar racun tadi supaya bisa segera masuk ke dalam tubuhnya.
Dan untuk King sendiri, dia masih setia menunggu Pietro di dalam ruang pengobatan itu sambil ikut tiduran di lantai dekat ranjang.
Molly yang ada di rumah Kak Ivar, perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak sekali, entah apa yang membuat perasaannya menjadi tidak enak, namun yang pasti Molly tidak tahu akan hal itu.
Akan tetapi pikiran Molly selalu tertuju kepada Pietro terus, hingga membuat ke dua babynya juga ikut-ikutan rewel, karena kontak batin kepada Pietro dan juga Molly yang sedang tidak tenang perasaannya.
Bahkan Agnes dan Molly pun sampai di buat kerepotan untuk menangkan si kembar yang sedang rewel.
Karena pasalnya si kembar tidak pernah rewel seperti sekarang, sejak mereka dilahirkan di rumah sakit kemarin.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1