KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PASANGAN YANG COCOK


__ADS_3

Pietro yang melihat Molly sudah sadar dia langsung merasa sangat lega sekali.


Dan bertepatan juga dengan apa yang dia butuhkan sudah diambilkan semua oleh Kak Ivar maupun Gilbert.


" Pietro, ini daun herbalnya yang kamu butuhkan, sudah Kakak cuci bersih juga semua ini ",, kata Kak Ivar kepada Pietro sambil menaruh semua daun herbal itu ke atas meja.


" Dan ini Kak alat yang untuk Kakak menumbuk semua daun-daun itu ",, kata Gilbert juga kepada Pietro.


Pietro yang masih menenangkan Molly, dia langsung berkata kepada Molly untuk membuatkan ramuan herbal untuknya.


" Tunggu sebentar ya My Queen ",, kata Pietro kepada Molly sambil mengusap lembut pipinya Molly.


Molly hanya mengangguk lemah saja kepada Pietro dengan matanya yang sayu.


Setelahnya Pietro langsung saja turun dari atas ranjang untuk menumbuk semua daun herbal itu sebagai ramuan atau jamu jika di Indonesia supaya bisa diminum oleh Molly.


Kak Ivar dan Gilbert mereka berdua masih setia berada di dalam kamar si Pietro, sambil melihat bagaimana Pietro bisa sepintar itu mencampurkan setiap daun yang dia butuhkan.


Pietro yang sedang menumbuk semua daun herbal itu sambil membelakangi Molly, membuat Molly tidak sengaja melihat darah yang sudah mengering di punggung bajunya.


Walau pandangan Molly sayu dan sedikit samar-samar, tapi dia masih bisa melihat dengan jelas jika di punggungnya Pietro terdapat banyak darah.


" Kakanda ",, panggil Molly dengan suara lirih.


" Iya Ratuku ",, jawab Pietro sambil menghentikan kegiatannya.


Dan Pietro pun langsung saja bergegas mendekati Molly sebentar.


" Apakah My Queen membutuhkan sesuatu?? '',, tanya Pietro kepada Molly.


Molly langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Pietro.


" Molly cuma mau tanya, itu punggung Kakanda kenapa,?? ko banyak darah ",, tanya Molly kepada Pietro.


Pietro langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah belakang punggungnya sambil menarik sedikit bajunya untuk melihat darah yang di maksudkan oleh Molly.


Pietro yang tadinya sedikit lupa dengan bekas lukanya, sekarang dia jadi teringat ketika Molly bertanya seperti itu kepadanya.


" Oh tidak apa-apa, tadi Kakanda baru saja menembak burung dan darahnya tidak sengaja mengenai punggung Kakanda ",, jawab Pietro berbohong kepada Molly.


Beruntungnya Pietro karena Molly selalu percaya dengan perkataannya.


Dan Molly hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari Pietro.


" Kakanda lanjutkan lagi membuat ramuannya untuk kamu ya My Queen ",, kata Pietro lagi kepada Molly.


Lagi-lagi Molly hanya mengangguk saja menanggapi Pietro.


Kak Ivar dan Gilbert yang masih setia berdiri di situ dan mendengar sendiri jika darah yang mengering di punggungnya Pietro karena darah burung mereka berdua sangat tidak percaya sama sekali.

__ADS_1


" Gilbert yakin itu bukan darah burung deh Kak, masa iya darah burung sebanyak itu dan mengenai di punggung pula, kan tidak masuk akal?? ",, bisik Gilbert kepada Kak Ivar.


Pietro entah telinganya terbuat dari apa, dia bisa mendengar dengan jelas bisikan yang Gilbert lontarkan tadi kepada Kak Ivar.


Dan Pietro lalu menolehkan kepalanya ke arah Gilbert dan Kak Ivar dengan tatapan yang sangat mematikan sekali.


" Diam Gilbert, lihat mata Kakak kamu itu sudah mau keluar dari tempatnya ",, kata Kak Ivar menegur Gilbert.


Pietro walau mendengar perkataan dari Kak Ivar, dia memilih melanjutkan lagi membuat ramuannya, dan akhirnya tidak terasa ramuan itu pun selesai juga dibuatnya.


Pietro lalu menyaring air sari pati dari daun herbal itu untuk dia minumkan kepada Molly.


Sesampainya di samping ranjang, Pietro langsung saja memberikan ramuannya itu kepada Molly.


" My Queen minum ini dulu yuk ",, kata Pietro kepada Molly sambil membantu Molly untuk bangun dari rebahannya.


Dengan telaten Pietro membantu Molly untuk minum ramuan tersebut.


Dan Kak Ivar yang melihat Pietro yang mempunyai jiwa kejam bisa juga perhatian dengan seorang wanita yang di cintainya, membuatnya langsung berdoa di dalam hati, semoga dengan kehadiran dari Molly bisa menyadarkan Pietro ke jalan yang semestinya sebagai manusia biasa.


" Oh ya Pietro itu makanan untuk Molly, suruh Molly makan juga supaya tubuhnya ada tenaga ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Pietro tanpa banyak berbicara dia langsung saja mengambil makanan yang tadi di bawakan oleh Kak Ivar untuk dia suapkan kepada Molly.


" My Queen makan ya ",, kata Pietro lagi kepada Molly sambil mencoba menyuapi Molly.


Molly pun langsung membuka mulutnya ketika Pietro perhatian dengannya dengan mau menyuapinya makan seperti itu.


" Molly tadi ingin menyalakan ACnya Kakanda, tapi malah ke pencet suhu yang sangat dingin sekali, ingin sekali Molly mengatur ulang suhunya tapi Molly tidak mengerti ",, jawab Molly kepada Pietro dan masih didengar oleh Gilbert beserta Kak Ivar.


" Semoga cerita selanjutnya dari Molly tidak membuat Gilbert terkejut ",, kata batin dari Kak Ivar untuk Gilbert.


" Terus ",,kata Pietro kepada Molly.


" Molly sudah mencobanya terus untuk mengecilkan suhu AC nya tapi tetap tidak bisa, akhirnya remot AC nya Molly taruh di atas AC nya karena fikir Molly AC nya dingin seperti itu karena dia sedang berjauhan dengan remotnya ",, lanjut lagi cerita dari Molly kepada Pietro.


Dan Gilbert yang mendengar cerita dari Molly kepada Pietro, dia langsung saja membuka mulutnya dengan sangat lebar sekali.


" Besok lagi jika My Queen tidak bisa mematikan AC nya, AC nya pukul saja pakai benda keras biar rusak sekalian, kan kalau rusak nanti AC nya bisa mati sendiri ",, kata Pietro kepada Molly.


" Oh ya benar juga idenya Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro sambil menganggukkan kepalanya.


Dan Gubrak, Pietro malah memberikan solusi yang menyesatkan kepada Molly.


Bukannya menyuruh untuk meminta tolong atau yang lainnya, ini Pietro malah menyuruh Molly untuk merusak AC nya.


Semakin terbuka dengan lebarlah mulut Gilbert mendengar solusi absurd yang diberikan oleh Pietro kepada Molly.


Sedangkan Kak Ivar dia langsung saja memejamkan matanya mendengar solusi yang diberikan oleh Pietro kepada Molly.

__ADS_1


Karena Kak Ivar sedang menahan rasa gemas untuk sang adik yang sama saja bodohnya seperti Molly.


Ketika Kak Ivar sudah membuka matanya, dia langsung melihat Gilbert dengan ekspresi yang sangat hemm jelek sekali.


" Nah benar kan apa yang sudah aku katakan, wajah Gilbert saja sampai terlihat seperti sapi ketika mendengar pengakuannya Molly tadi ",, kata batin dari Kak Ivar untuk Gilbert.


Kak Ivar lalu reflek menutup mulutnya Gilbert menggunakan kedua tangannya supaya tidak kemasukan nyamuk maupun kecoa terbang.


Tindakan dari Kak Ivar membuat Gilbert langsung tersadar dari rasa terkejutnya mendengar cerita dari Molly tadi.


" Kak Molly dan Kak Pietro kalian berdua sama-sama bodoh!! ",, gerutu dari Gilbert untuk Molly dan Pietro.


Pietro yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia langsung saja menatap Gilbert dengan tatapan mautnya.


" Apa Kak??!!",, kata Gilbert ketika ditatap seperti itu oleh Pietro.


" Kak Molly dan Kak Pietro itu emmm ",, kata Gilbert lagi kepada Pietro langsung saja terhenti.


Karena mulut Gilbert langsung dibekap oleh Kak Ivar dan langsung juga ditarik keluar oleh Kak Ivar dari dalam kamar.


Molly yang melihat tingkah dari Kak Ivar dan juga Gilbert, dia hanya diam saja tanpa ada rasa marah ataupun terganggu sama sekali dengan ucapannya Gilbert tadi.


" Sudah kalian lanjutkan saja berbicara, biar Gilbert Kakak kurung dulu di dalam kamarnya ",, kata Kak Ivar kepada Molly dan Pietro sebelum dia berlalu keluar dari dalam kamar.


Setelahnya Kak Ivar lalu menutup pintu kamar itu dari depan.


" Sudah yang terpenting My Queen sekarang tidak kenapa-kenapa, makan yang banyak ya biar cepat sembuh ",, kata Pietro kepada Molly sambil menyuapi Molly lagi.


" Iya Kakaknda ",, jawab Molly kepada Pietro.


Sedang di luar kamarnya Pietro, Gilbert langsung saja meluapkan rasa gemasnya untuk Molly dan Pietro kepada Kak Ivar.


" Kak, Kakak kenapa malah menarik Gilbert keluar sih!! ",, marah dari Gilbert kepada Kak Ivar.


" Gilbert belum puas mengata-ngatai Kak Molly dan Kak Pietro yang mempunyai sifat sama-sama bodohnya itu ",, kata Gilbert lagi kepada Kak Ivar yang hanya diam saja.


" Rasanya Gilbert uuuuuuhhhh huuuuuuuuhhh gemas sekali ingin ngghhhhhh ...... ",, kata Gilbert lagi sambil menggenggam kedua tangannya seperti sedang mencekik lehernya Molly dan Pietro.


" Sungguh Gilbert tidak menyangka jika Molly akan mengatakan kalau suhu AC nya dingin karena berjauhan dengan remotnya ",, kata Gilbert lagi dan lagi dengan ekspresi yang masih sangat gemas sekali.


" Terlebih lagi Kak Pietro bukannya memberikan solusi yang baik, malah dia menyuruh Molly untuk menghancurkan AC nya saja ",, lanjut lagi perkataan dari Gilbert kepada Kak Ivar.


" Sungguh definisi berjodoh ya seperti mereka ",, kata Gilbert lagi dan lagi.


Kak Ivar yang lelah menanggapi Gilbert, dia memilih meninggalkan Gilbert untuk berlalu ke meja makan, untuk menikmati makan malamnya yang sedikit tertunda itu.


Meninggalkan Gilbert yang semakin menahan rasa gemasnya saja, karena Kak Ivar malah tidak mempedulikannya sama sekali.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2