KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BERTEMU


__ADS_3

Walau jam masih menunjukkan pukul dua siang, namun tidak menyurutkan niat dari Gilbert untuk segera bertemu dengan Elina.


Mengendarai mobil dengan segera dan tidak sabaran, Gilbert pun terus memacu mesin mobilnya supaya bisa segera sampai di rumah pribadi milik Elina.


" Aku tidak tahu jika kamu mempunyai rumah sendiri Elina ",, kata batin dari Gilbert sambil membayangkan wajah Elina.


" Sungguh aku tidak akan melupakan jasa dari Tuan Kenzo yang sudah menunjukkan jalan atas kegundahan hatiku untuk beberapa hari ini ",, kata Gilbert lagi sambil terus mengendarai mobilnya.


" Tunggu aku Elina, aku harap hari ini kamu berada di rumah ",, kata Gilbert lagi sambil terus tersenyum.


Gilbert sungguh sangat tidak sabaran sekali ingin segera bertemu Elina, dan walau Gilbert belum pernah berkunjung ke rumah Elina, setidaknya rumah Elina masih berada di satu kota yang sama dengannya, dan itu masih cukup mudah bagi Gilbert untuk mencarinya.


Hingga akhirnya setelah mengendarai mobilnya sekitar hampir satu jam lamanya, Gilbert sampai juga di sebuah rumah yang bisa di bilang cukup mewah yang sangat di yakini sekali oleh Gilbert jika rumah itu adalah rumah milik Elina.


" Dari alamat yang tertulis di kartu nama ini benar, jika rumah ini rumah milik Elina ",, kata Gilbert masih berada di dalam mobil sambil memperhatikan kartu nama milik Elina.


" Coba aku turun dulu dan memastikannya sendiri ",, kata Gilbert masih berbicara sendiri.


Gilbert pun setelahnya lalu turun dari dalam mobil dan berjalan menuju ke arah rumah yang di tuju.


Gilbert yang sudah sampai di depan pintu rumah tersebut, dia langsung saja memencet bell pintu rumahnya.


Namun setelah sudah di pencet sekitar empat sampai lima pencetan, sang pemilik rumah pun tidak keluar juga dari dalam rumah maupun membukakan pintunya untuknya.


Gilbert sedikit merasa kecewa, karena daritadi dia memencet bell pintu tidak ada yang membukakan pintu rumahnya.


Dan ketika Gilbert mencari seseorang untuk dia tanyai, dia tidak sengaja melihat seorang wanita muda yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.


Rumah wanita muda itu berada di sebelah rumahnya Elina, jadi Gilbert pikir, pasti wanita tersebut mengetahui di mana keberadaannya Elina di jam-jam seperti sekarang.


" Maaf, permisi Nona, bolehkah saya bertanya?? ",, kata Gilbert kepada perempuan tersebut.


" Iya Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya dari wanita tersebut kepada Gilbert.


" Pemilik rumah itu di mana ya Nona, karena saya sudah memencet bell pintu rumahnya daritadi dia tidak keluar juga?? ",, tanya Gilbert kepada wanita tersebut.

__ADS_1


" Oh jika dia tidak ada di rumah, coba anda kunjungi saja butiknya Tuan, mungkin dia ada di sana ",, jawab dari wanita itu kepada Gilbert.


" Apakah anda tahu di mana alamat butiknya Nona?? ",, tanya dari Gilbert lagi.


Wanita itu langsung saja menyebutkan alamat butik yang di miliki oleh Elina, dan Gilbert yang sudah mendapatkan informasi tersebut, dia langsung saja mengucapkan terimakasih kepada wanita itu.


Setelahnya Gilbert langsung saja buru-buru masuk ke dalam mobilnya lagi untuk menuju ke butik milik Elina.


Gilbert benar-benar sangat tidak sabar sekali ingin segera bertemu Elina, dan dia kali ini mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang sekali.


Sesampainya di butik yang dia tuju, sebelum memarkirkan mobilnya, Gilbert memperhatikan butik milik Elina dari luar yang bernuansa berbeda dari yang biasanya dia lihat di sebuah butik.


Dan butik itu bisa di bilang sangat besar sekali jika di lihat dari luar.


Gilbert lalu memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah di sediakan, dan setelah mobil sudah terparkir dengan rapi, Gilbert pun langsung saja bergegas masuk ke dalam butik tersebut.


" Waaah, ini butik apa bengkel, kenapa banyak sekali perlengkapan untuk mobil dan perlengkapan untuk para bikers?? ",, kata dari Gilbert yang sudah masuk ke dalam butik milik Elina.


Gilbert yang sudah masuk ke dalam butik, dia langsung saja di sambut ramah oleh karyawannya Elina yang semuanya berjenis kelamin laki-laki semua.


" Eh ko karyawannya laki-laki semua, lalu di mana Elina?? ",, kata batin dari Gilbert.


" Saya ingin bertemu dengan pemilik butik ini, dan saya sudah janjian sebelumnya, bisakah anda mengantarkan saya kepadanya?? ",, jawab dari Gilbert kepada karyawan tersebut.


" Oh anda ingin bertemu dengan Nona Elina, mari saya antarkan Tuan, kebetulan Nona Elina hari ini masuk ",, kata karyawan tersebut kepada Gilbert.


Gilbert hanya mengangguk saja kepada karyawan tersebut.


Dan setelahnya karyawan itu mengantarkan Gilbert ke dalam ruang kerjanya Elina.


" Ini ruangannya Tuan, silahkan anda masuk ",, kata karyawan tersebut kepada Gilbert.


" Terimakasih ",, jawab Gilbert kepada karyawan itu.


" Sama-sama Tuan ",, jawab dari sang karyawan dengan sangat ramah sekali.

__ADS_1


Sepeninggalan dari sang karyawan, Gilbert sebelum masuk, dia mencoba mengetuk pintunya terlebih dahulu.


Dan ketika sudah mendengar kata masuk dari Elina, Gilbert lalu mendorong pintu tersebut dan masuk ke dalam ruang kerjanya Elina.


Gilbert yang sudah masuk ke dalam ruang kerjanya Elina, dia langsung saja melihat Elina sedang cukup sibuk sekali, dengan kaca mata baca yang bertengger manis di hidung mancungnya, kali ini membuat penampilan Elina terlihat cukup feminim di mata Gilbert.


Elina tidak menyadari kedatangannya Gilbert, karena dia sedang fokus dengan berkas yang sedang di kerjakannya.


Di rasa Elina seperti sedang ada yang memperhatikannya, dia pun langsung saja mendongakkan kepalanya untuk melihat orang tersebut.


Betapa terkejutnya Elina, ketika dia sudah mendongakkan kepalanya langsung melihat Gilbert sudah berdiri di depannya, dengan senyum yang terlihat sangat manis sekali.


" Gilbert ",, kata Elina dengan ekspresi yang benar-benar sangat terkejut sekali.


Gilbert tanpa banyak berbicara, dia langsung saja berjalan mendekati Elina dan langsung membawa Elina ke dalam pelukannya.


" Elina, aku sangat merindukanmu ",, kata Gilbert sambil memeluk Elina dengan sangat erat sekali.


Tentu saja Elina yang masih merasa syok, dia hanya diam saja ketika di peluk seperti itu oleh Gilbert.


Elina tidak membalas maupun memberontak dari pelukannya Gilbert.


Dan ketika Elina sudah tersadar dari rasa syoknya, dia langsung melepaskan pelukannya Gilbert dengan mendorong cukup kuat tubuh Gilbert dari tubuhnya.


" Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku ada di sini Gilbert?? ",, tanya dari Elina kepada Gilbert.


" Dan kenapa kamu tiba-tiba memelukku begini,?? bagaimana nanti jika istri kamu tahu, aku tidak mau di sebut sebagai pelakor dalam rumah tanggamu Gilbert?? ",, tanya lagi dari Elina kepada Gilbert.


" Tapi aku suka di katakan pebinor dalam hubunganmu dengan Tuan Kenzo Elina?? ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.


Elina benar-benar terkejut sekali, ketika Gilbert tahu soal Kenzo, bahkan Elina sampai di buat membuka mulutnya cukup lebar karena mendengar perkataan dari Gilbert.


Setelah menjawab seperti itu kepada Elina, Gilbert pun langsung tersenyum manis sekali kepada Elina.


Sedangkan Elina-nya sendiri, dia masih mencerna semuanya yang sedang di alaminya saat ini bersama Gilbert yang tiba-tiba saja bisa datang ke butiknya dan memeluknya seperti tadi.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2