
Ketika Pietro mencium Molly dengan tiba-tiba, mereka pun akhirnya melakukan hubungan itu lagi dengan begitu nikmat sekali.
Pietro kali ini memperlakukan Molly bagai seorang ratu, hingga membuat Molly begitu merasakan kenikmatan yang tiada tara ketika melakukan hubungan itu lagi bersama sang suami.
Dan ketika Molly merasa sudah lelah, dia pun akhirnya tertidur juga dalam dekapan siPietro.
Molly yang biasanya membersihkan rumah yang besarnya saja tidak lebih besar dari kamar siPietro.
Dan sekarang seharian tadi dia membersihkan rumah milik Pietro yang sangat besar sekali itu sendirian, tanpa ada pembantu yang membantunya.
Membuat Molly merasa kecapekan sekali setelah selesai makan malam, alhasil Molly meminta ijin kepada Pietro jika dia ingin tidur lebih awal.
Pietro pun mengijinkannya dan membiarkannya saja jika Molly ingin tidur terlebih dahulu darinya.
Sedang Pietro sendiri yang melihat Molly sudah tidur, dia memilih mengoles, merapikan dan merawat semua peralatannya yang super-super tajam serta mahal yang dia punya.
Disaat Pietro sedang sibuk merawat semua alat-alat kerjanya, tiba-tiba saja ponsel dia berdering dengan sangat kencang sekali.
Sejenak Pietro meninggalkan kegiatannya untuk mengangkat sambungan telefonnya itu.
Melihat nama orang yang dikenalnya, dia pun langsung saja mengangkatnya.
" Halo Tuan Abraham........ ",, kata Pietro kepada orang yang bernama Abraham.
" Halo juga Tuan Roderick ",, sapa balik dari Tuan Abraham kepada Pietro.
" Ada apa anda menelfon saya?? ",, tanya Pietro kepada Tuan Abraham.
" Seperti biasa saya membutuhkan bantuan anda Tuan Roderick ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.
" Ok, apa yang bisa saya bantu?? ",, kata Pietro lagi kepada Tuan Abraham.
" Saya ingin anda membunuh seseorang yang sudah berani menggelapkan dana diPerusahaan saya Tuan Roderick ",, jawab dari Tuan Abraham kepada Pietro.
" Siapa namanya?? ",, tanya Pietro kepada Tuan Abraham sambil duduk dishofa yang ada didekatnya.
" Dia bernama Brush Tuan Roderick, nanti akan saya kirimkan fotonya keponsel anda ",, jawab dari Tuan Abraham kepada Pietro.
" Iya segera kirimkan fotonya keponsel saya ",, kata Pietro kepada Tuan Abraham.
" Tuan Roderick, tapi saat ini dia sedang melarikan diri dari kejaran anak buah saya keTurki, apakah anda mau terbang kesana untuk membalaskan rasa sakit hati saya?? ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.
__ADS_1
" Seperti biasanya pasti saya mau Tuan Abraham, dan jangan lupa bayaran yang sesuai dengan pekerjaan saya ",, jawab Pietro dengan tenang kepada Tuan Abraham.
" Oh tentu saja Tuan Roderick, karena saya sudah percaya dengan kemampuan anda ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.
" Nanti saya ingin anda memotong kedua tangan dan kedua kakinya saja tanpa harus membunuhnya Tuan, karena saya ingin melihat dia menderita ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.
" Bukannya tadi anda menyuruh saya untuk membunuhnya?? ",, kata Pietro kepada Tuan Abraham.
" Saya berubah fikiran Tuan Roderick, sepertinya lebih seru melihat dia hidup menderita dengan kecacatannya ",, jawab dari Tuan Abraham kepada Pietro sambil tersenyum licik, walau Pietro tidak melihatnya.
" Baiklah, kapan saya harus berangkat keTurki Tuan Abraham ",, tanya Pietro kepada Tuan Abraham.
" Secepatnya jika semua surat-suratnya sudah selesai diurus oleh anak buah saya ",, jawab dari Tuan Abraham kepada Pietro.
" Baiklah, kalau begitu nanti anda kabari saya saja ",, kata Pietro kepada Tuan Abraham.
" Baik Tuan Roderick, senang berbisnis dengan anda ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.
Tidak lama ponsel Pietro berdering pelan dan bergetar, yang menandakan jika ada sebuah pesan masuk.
Ketika sudah dibuka oleh Pietro ternyata pesan tersebut dari Tuan Abraham yang mengirimkan biodata dari Tuan Brush tadi.
" Uang itu untuk uang muka kepada anda Tuan Roderick, sisanya sekaligus bonusnya akan saya transferkan kerekening anda lagi nanti jika pekerjaan anda sudah selesai ",, pesan yang dikirimkan dari Tuan Abraham kepada Pietro.
" Ok '',, balas singkat dari Pietro kepada Tuan Abraham.
Pietro yang sudah mengecek berapa transferan uang yang diterimanya, dia lalu ingin melanjutkan lagi pekerjaannya.
Namun tiba-tiba saja Pietro teringat sesuatu, jika saat ini dia sudah tidak sendirian lagi, sekarang dia sudah mempunyai seorang istri yang harus dia jaga dan dia lindungi.
" Molly...........?? ",, kata Pietro sambil termenung sendiri.
" Bagaimana aku bisa pergi keTurki, jika sedangkan ada Molly sekarang dirumah ini?? ",, kata Pietro lagi kepada dirinya sendiri.
Pietro yang kebingungan mencari jalan keluar, dia hanya bisa berjalan tidak tentu arah didalam ruang peralatannya sambil terus berfikir.
Ingin sekali Pietro mengajak Molly, namun Pietro takut jika Molly dalam bahaya jika ada yang mengatahui kalau Molly adalah istrinya.
Jika Molly ditinggal sendirian dirumah, Pietro serasa tidak tenang jika bekerja, karena harus berjauhan dengan Molly disini.
__ADS_1
Pietro yang tidak bisa menemukan jalan keluarnya, akhirnya dia memilih beranjak pergi menuju kedalam kamarnya untuk melihat keadaan dari Molly.
Ketika sudah masuk kedalam kamar, Pietro memandangi Molly yang sudah tidur dengan sangat lekat sekali.
" Aku tidak bisa menemukan jalan keluar ",, kata Pietro sambil memijat dahinya.
" Lebih baik aku tidur dulu bersama Molly, siapa tahu besok aku sudah bisa menemukan jalan keluarnya ",, kata Pietro untuk dirinya sendiri.
Setelahnya Pietro ikut merebahkan badannya diranjang sampingnya Molly.
Pietro mencoba memejamkan matanya sambil membawa Molly kedalam dekapannya.
Dan akhirnya Pietro pun bisa lelap juga dalam tidurnya.
Ketika Pietro sudah tidur kurang lebih dua jam, tiba-tiba saja Molly tidur mengigau sambil memanggil-manggil nama kedua orang tuanya.
" Ayah........ Mamah, jangan pergi, Molly rindu, Ayah......... Mamah.......... ",, kata Molly dengan mata yang masih terpejam.
Pietro yang mempunyai sikap siaga yang besar, dia langsung saja terbangun ketika mendengar Molly tidur berbicara sendiri.
"Ayah.............. ", kata Molly lagi.
" Hei My Queen, Molly....... sadarlah!! ",, kata Pietro sambil menepuk-nepuk pipi Molly.
" Mamah, Ayah.........!! ",, kata Molly dengan keringat yang bercucuran sekali.
" My Queen, sadar!!, wake up My Queen........ ",, kata Pietro kepada Molly dengan sedikit kasar menepuk pipi Molly.
Dan akhirnya Molly terasadar dan bangun juga dari mimpinya tersebut.
Nafas Molly langsung tersengal-sengal ketika sudah bangun, bahkan dada dia terasa sangat sesak sekali.
" My Queen, apa yang kamu mimpikan hingga membuatmu seperti ini?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
Molly lalu mengalihkan pandangannya kearah Pietro, dan tanpa diduga oleh Pietro, Molly langsung saja memeluk Pietro dengan mata yang tiba-tiba menangis.
Pietro yang kebingungan dia hanya bisa membalas pelukan dari Molly sambil terus mencoba menenangkannya.
" Tidurlah lagi, ada Kakanda disini ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly pun lalu mencoba untuk tidur lagi, namun malam itu setelah mengalami mimpi itu Molly menjadi tidak bisa tidur lagi, walau Pietro sudah memberikan kenyamanan dan dekapan hangat untuknya.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...