KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
ELINA - DANISH


__ADS_3

Meninggalkan Pietro sejenak, Kak Ivar serta Gilbert, kita akan membahas Elina sekarang.


Elina yang menunggu sang Kakak datang ke rumahnya bersama sang Ayah, akhirnya lama-kelamaan dia pun ketiduran juga.


Elina ternyata cukup lama tidurnya, dan dia terbangun ketika ponsel miliknya yang dia taruh di sebelah kepalanya berdering dengan sangat kencang sekali.


Tanpa melihat siapa yang sedang menelponnya, Elina langsung mengangkatnya.


" Halo ",, kata Elina dengan mata terpejam dan suara serak orang mengantuk.


" Elina bangun,!! Kakak sudah sampai di depan rumah kamu bersama Ayah, dan ini semua belanjaannya sangat berat sekali!! ",, teriak dari Danish kepada Elina.


Elina sontak saja langsung terbangun dengan mata yang terbuka sangat lebar sekali, ketika mendengar suara teriakan dari sang Kakak di telepon.


" Elina keluar Kak ",, jawab Elina dengan segera sambil melompat dari atas ranjangnya.


Dengan berjalan terburu-buru menuruni tangga rumahnya, karena Elina tidak mau membuat sang Kakak dan Ayahnya menunggu terlalu lama.


Hingga akhirnya, Elina sampai juga di depan pintu rumahnya dan membukakannya untuk Danish dan Ayah Eric.


Ayah Eric yang sudah melihat Elina, dia langsung tersenyum manis dan langsung memeluk sayang Elina.


Walau Ayah Eric sekilas terlihat normal seperti manusia pada umumnya, namun jika di perhatikan secara jelas, Ayah Eric masih terlihat sekali jika dia baru saja sembuh dari masa depresinya.


Jika Ayah Eric tersenyum manis sambil memeluk Elina, berbeda dengan Danish yang menunjukkan wajah cemberut sambil menabrak tubuh Elina untuk segera masuk ke dalam rumah.


Danish sedikit merasa sebal, karena dia tadi sudah mengetuk pintu cukup lama dan memencet bell pintu rumah Elina, akan tetapi tidak segera di bukakan juga pintunya.


Terlebih belanjaan yang Elina pesan cukup berat sekali dan juga banyak, membuat tangan Danish lama-lama menjadi pegal sendiri.


" Kamu itu ya, kalau tidur seperti orang mati ",, gerutu Danish kepada Elina yang menyusulnya masuk ke dalam dapur.


" Hehehe maaf Kak ",, jawab Elina seperti tanpa berdosa saja.


" Sudah sini biar Elina saja yang menatanya di dalam kulkas ",, kata Elina sambil meminta belanjaan yang di mintanya tadi.


" Tolong masakin masakan ke sukaan Kakak dan Ayah ya, itu bahan-bahannya sudah Kakak belikan, dan untuk suami kamu Gilbert, Kakak tidak tahu apa makanan kesukaannya ",, kata Danish kepada Elina.


Elina yang mendengar perkataan dari sang Kakak, dia langsung mengecek semua sayuran, daging, ikan atau bahan-bahan masakan yang lainnya.

__ADS_1


" Ini sudah cukup Kak, untuk Gilbert semua ini dia suka ko ",, jawab Elina kepada Danish.


" Baiklah kalau begitu tunggu dulu, akan Elina masakan untuk Kakak dan Ayah ",, kata Elina lagi kepada Danish.


Danish hanya mengangguk saja kepada Elina, dan setelahnya Danish memilih untuk keluar dari dalam dapur menuju ke ruang keluarga untuk menemani sang Ayah tercintanya yang sedang menonton televisi.


Elina sepeninggalan dari Danish, dia langsung memulai memasak masakan yang di inginkan oleh sang Kakak dan juga Ayahnya.


Cukup lihai Elina dalam memasak, karena dia sudah sering memasakkan untuk Danish maupun Ayah Eric.


Ketika Elina sedang sibuk memasak, tiba-tiba Danish datang lagi ke dalam dapur, karena dia ingin mengambil air minum dingin di dalam kulkas.


" Apa ada yang bisa Kakak bantu Elina?? ",, tanya Danish kepada Elina sambil meminum air minumnya.


" Tolong ambilkan sayur itu sama daging yang itu dong Kak, di cuci sekalian ya ",, jawab Elina kepada Danish.


" Ok ",, jawab singkat Danish kepada Elina.


Danish pun lalu mengambil sayur dan daging yang tadi Elina tunjuk untuk dia cuci.


" Oh ya Elina, tadi katanya kamu ingin menceritakan sesuatu kepada Kakak, apa itu?? ",, tanya Danish sambil meneruskan kegiatannya.


Elina yang sudah lupa karena kedatangan Danish dan Ayah Eric, dia menjadi teringat lagi ketika di tanya oleh Danish.


" Tadi ketika Elina pergi ke Cafe bersama Dena dan Axela, Elina mengalami hal buruk Kak ",, jawab Elina kepada Danish.


" Hal buruk apa Elina?? ",, tanya Danish lagi kepada Elina.


" Elina dil3c3hk4n oleh seorang laki-laki Kak, dia sampai berani memegang dagu, dan lebih parahnya dia juga berani mer3m45 p***t Elina Kak ",, jawab Elina kepada Danish.


Gantian Danish yang langsung menghentikan kegiatannya untuk berjalan mendekati Elina.


Karena Danish benar-benar merasa terkejut sekali mendengar cerita tersebut dari sang adik yang sangat membuatnya marah.


" Siapa yang sudah berani mel3c3hk4nmu Elina, katakan kepada Kakak!! ",, kata Danish terdengar sangat marah sekali.


" Kakak tenang saja, semua ini sudah selesai ",, jawab Elina kepada Danish.


" Selesai bagaimana,?? kalau Gilbert tahu, dia pasti akan lebih marah daripada Kakak!! ",, kata Danish kepada Elina.

__ADS_1


" Ketika laki-laki itu ingin berbuat lebih lagi kepada Elina, tiba-tiba saja ada seorang laki-laki yang membantu Elina untuk membalas perbuatan laki-laki tersebut Kak ",, cerita Elina kepada Danish.


" Siapa laki-laki yang sudah baik membantu kamu Elina?? ",, tanya Danish kepada Elina.


" Kak Pietro Kak, Kak Pietrolah yang sudah menolong Elina dan membawa laki-laki itu entah ke mana ",, jawab Elina kepada Danish.


" Tuan Pietro Roderick, Kakak ipar kamu?? ",, tanya Danish untuk lebih memastikannya lagi.


" Iya Kak, Kak Pietro Kakak ipar Elina ",, jawab Elina kepada Danish.


" Bagaimana ceritanya Tuan Pietro bisa tiba-tiba ada di dalam Cafe yang sama denganmu Elina?? ",, tanya Danish lagi kepada Elina.


" Kak Pietro memakai pakaian yang tidak bisa Elina kenali Kak, dan dia sudah berada di dalam Cafe sebelum Elina datang bersama teman-teman Elina ",, jawab Elina kepada Danish.


" Ok, Kakak sekarang mengerti ",, kata Danish kepada Elina.


" Dan Kakak yakin laki-laki yang sudah berani m3l3c3hk4nmu itu, dia sudah berpindah alam karena Kakak Ipar kamu itu Elina ",, lanjut lagi perkataan Danish kepada Elina.


Elina hanya mengangguk pelan sambil tersenyum kepada Danish.


" Sudah kamu sekarang tenangkan diri ya, jangan terlalu di pikirkan, nanti kamu bisa ketakutan sendiri dan jika kamu ingin keluar kalau Gilbert tidak bisa mengantarkanmu, bilang saja sama Kakak, Kakak akan siap mengantarkanmu ke mana saja ",, kata Danish kepada Elina.


" Baik Komandan ",, jawab Elina sambil hormat kepada Danish.


Danish yang merasa gemas dengan sikap Elina kepadanya, dia langsung mengusap kepala Elina sambil tertawa.


Setelahnya, mereka berdua lalu meneruskan kegiatan mereka lagi yang sedikit tertunda tadi.


Elina dan Danish lalu memilih memasak berdua di dalam dapur milik Elina.


Sambil berbincang dan menghabiskan waktu seperti biasanya, Elina dan Danish sangat menikmati sekali momen berdua mereka ketika sedang memasak.


Walau Danish seorang laki-laki, tapi dia juga bisa sedikit memasak, karena Danish sudah terbiasa hidup seorang diri.


Entah Danish kapan mau mencari pendamping hidup, namun yang pasti sekarang Danish masih menikmati waktu kesendiriannya sebagai laki-laki jomblo yang bebas sambil mengurus Ayah Eric.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2