
Jika Pietro sedang enak-enakkan tidur sambil memeluk tubuh kecil nan ramping milik Molly.
Berbeda lagi dengan keadaan dari Kak Ivar dan Gilbert yang sedang pusing sendiri dengan apa yang mereka lakukan.
Dan saat ini Gilbert sedang berada didalam Gereja yang akan menjadi tempat saksi pernikahannya Pietro serta Molly.
" Aku sudah menemukan Gereja dan Pak Pendetanya, sekarang aku mau menelfon Kak Ivar dulu,......... ",, kata Gilbert kepada dirinya sendiri.
Gilbert lalu mencoba mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya untuk mencari nomor kontak sang Kakak.
" Eeh tapi lebih baik aku menghubungi Kak Agnes saja ah, untuk memberitahukan berita menggemparkan ini, pasti seru ",, kata Gilbert sambil masih berbicara sendiri.
Setelahnya Gilbert bukannya menghubungi Kak Ivar malah menghubungi Agnes istri dari Kak Ivar.
Agnes yang sedang menonton televisi diruang Keluarga setelah kepergian dari Gilbert tadi.
Dia langsung saja mendekat kearah telefon rumahnya yang sedang berdering itu.
" Halo kediaman Ivar Roderick disini, dengan siapa saya berbicara?? ",, kata Agnes kepada Gilbert.
" Kak ini aku Gilbert ",, kata Gilbert kepada Agnes.
" Oh Ibet, ada apa Ibet?? ",, kata Agnes kepada Gilbert.
" Kak, Kak Ivar akan menikah lagi sekarang!! ",, kata Gilbert dengan langsung to the point kepada Agnes.
Agnes yang memiliki sifat sedikit rada tidak nyambung, dia tidak langsung ngeh dengan perkataan dari Gilbert tadi.
Dan harapan tinggal harapan saja bagi Gilbert, sebab apa yang dibayangkan serta diharapkan oleh Gilbert salah besar.
Jika Gilbert berfikir Agnes akan langsung terkejut atau menangis, dan berteriak memekakkan telinganya ketika mendengar perkataannya tadi, Gilbert salah besar.
Karena Agnes dia tidak langsung tanggap dengan apa yang dikatakannya tadi.
" Oh Kak Ivar akan menikah lagi ",, kata Agnes kepada Gilbert dengan nada yang cukup santai.
Gilbert yang ada diseberang sana, dia langsung saja menepuk jidatnya dengan gemas.
" Dasar Kakak ipar O0n ",, gerutu dari Gilbert tanpa suara untuk Agnes.
" Kak Agnes......... yang akan menikah lagi itu Kak Ivar suami Kakak sendiri, bahkan sekarang Kak Ivar sedang mencari gaun pengantin untuk mempelai wanitanya, apakah Kak Agnes tidak merasa sedih begitu?? ",, kata Gilbert kepada Agnes dengan suara lembut penuh perhatian, supaya langsung ngena dihatinya Agnes.
Dan benar saja, ketika Gilbert menjelaskan kepada Agnes bernada tenang serta lembut seperti itu, Agnes langsung sadar dengan perkataan yang tadi sudah dikatakan oleh Gilbert.
__ADS_1
" Apaaaaaaaaaaaaa!!!, Ayah Ivar akan menikah lagi!!! ",, kata Agnes ketika baru sadar dengan kata-kata dari Gilbert tadi.
Bahkan Agnes langsung berteriak dengan sangat keras sekali, membuat telinganya Gilbert langsung berdenging.
Dan bodohnya Gilbert dia tidak menjawab perkataan dari Agnes, malah langsung menganggukkan kepalanya.
Sungguh dua manusia yang sama-sama anehnya.
" Ibet jangan sembarangan kalau berbicara kamu!!, awas saja jika salah memberikan informasi kepada Kakak, Kakak gunduli itu rambut!! ",, kata Agnes lagi kepada Gilbert.
" Sumpah Kak Agnes, Gilbert tidak berbohong, sekarang saja Gilbert disuruh untuk mencari Gereja dan Pak Pendetanya sama Kak Ivar ",, kata Gilbert kepada Agnes.
" Sekarang kamu ada dimana Ibet, pulang dan jemput Kakak, antarin Kakak keGereja yang kamu maksud itu ",, kata Agnes kepada Gilbert.
" Ok, Kakak siap-siap dari sekarang, karena Gilbert akan segera pulang ",, kata Gilbert kepada Agnes.
" Iya Kakak tunggu ",, jawab Agnes kepada Gilbert.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka pun terputus juga.
" Huaaaaaaaa Ayah Ivar jahat sama Mamah, Huwaaaaaaa ",, kata Agnes setelah sambungan telefonnya terputus sambil menangis dengan sangat keras sekali.
" Huhuhuhuhu, awas saja ya Ayah Ivar jika sudah sampai Gereja, akan Mamah potong itu burung milik Ayah, biar Ayah tidak bisa malam pertama dengan istri baru Ayah itu ",, kata Agnes lagi dengan keadaan masih menangis.
Sedang Gilbert sendiri setelah menghubungi Agnes, dia langsung saja menghubungi Kak Ivar, dan Kak Ivar menyuruh Gilbert untuk menunggunya diGereja itu dulu sampai dia datang.
Gilbert salah, seharusnya sebelum menghubungi Agnes, dia memastikannya terlebih dahulu kepada Kakaknya yaitu Ivar.
Tapi ya sudahlah sudah terlanjur juga Gilbert memberitahukan kepada Agnes, jadi kita lihat saja apa yang akan dilakukan Agnes kepada Kak Ivar nanti ketika sudah sampai diGereja.
Gilbert hanya mengiyakan saja perkataan dari Kak Ivar tadi, namun kenyataannya, Gilbert tidak menunggu Kak Ivar, malah dia langsung saja tancap gas untuk menjemput sang Kakak Iparnya yaitu Agnes.
" Walau Kak Agnes sedikit menyebalkan, dan Kak Ivar adalah Kakak kandungnya Gilbert sendiri, tapi tetap saja Gilbert tidak suka dengan yang namanya perselingkuhan ",, kata Gilbert sambil mengendarai mobilnya untuk menjemput Agnes.
" Kita lihat saja, apakah sifat ketelmian dari Kak Agnes bisa membatalkan pernikahan dari Kakak nanti ",, kata Gilbert lagi kepada dirinya sendiri.
Setelahnya Gilbert semakin mempercepat laju mobilnya supaya bisa segera sampai dirumah Kak Ivar.
Dan untuk Kak Ivarnya sendiri, dia yang sudah mendapatkan gaun pengantin yang dipilihnya, dia langsung saja segera tancap gas juga untuk menuju kerumah siPietro.
Dengan keadaan yang sedikit terburu waktu, karena Kak Ivar takut jika Molly diapa-apain lagi oleh Pietro dirumahnya, membuat Kak Ivar sedikit tidak bisa berfikir dengan tenang ketika sedang mengendarai mobilnya.
" Rasanya mobilku ini seperti sangat lambat sekali jalannya ",, gerutu dari Kak Ivar sambil terus mengendarai mobilnya.
__ADS_1
" Semoga saja gadis kecil cantik itu masih hidup tidak dimakan oleh Pietro ",, doa aneh dari Kak Ivar untuk Molly.
Pietro yang sudah membuat Kak Ivar kalang kabut, dan Gilbert serta Agnes yang sedang pada salah faham karena fikiran jelek dari Gilbert.
Dengan seperti tanpa dosa, Pietro yang sudah membuat semua orang menjadi kelimpungan sendiri seperti itu, dia malah asik tidur bersama Molly, dengan Pietro yang masih memeluk tubuh Molly dengan sangat erat sekali.
" Geli sekali rasanya, dan aku ingin sekali menyuruh dia menyingkir dari tubuhku, tapi aku tidak berani ",, kata batin dari Molly ketika dia terbangun dari tidurnya karena ulah dari Pietro.
Ya bagaimana mau tidak geli, jika Pietro selama dia tidur terus menempel-nempelkan wajahnya kebukit milik Molly yang sebelah kanan yang masih tertutup baju.
Apakah Pietro sadar dengan kelakuannya itu kepada Molly??, jawabannya tidak, karena seumur hidup Pietro baru merasa nyaman tidur berdua dengan seseorang ya bersama Molly seorang.
Tidur dari Pietro sedikit terganggu ketika tiba-tiba saja dia mendengar suara dering ponselnya yang cukup memekakkan telinga.
Dengan mata yang masih terpejam dia langsung saja mencoba menggapai ponsel miliknya yang ada diatas meja lampu samping ranjang.
" Iya....... ",, kata Pietro ketika mengangkat sambungan telefonnya itu sambil memainkan bibirnya dipinggiran bukitnya Molly.
" Kamu sedang apa Pietro, cepat bersiap-siap, karena Kakak sudah menemukan Gereja dan Pak Pendetanya ",, kata seseorang kepada Pietro.
Dan ternyata yang menelfon Pietro adalah Kak Ivar.
" Iya, Pietro tunggu dirumah ",, kata Pietro kepada Kak Ivar sambil memainkan bibirnya dibukit milik Molly yang masih tertutup rapat dengan baju yang dipakai oleh Molly.
Sungguh Molly rasanya ingin memberontak, tapi sayang tangan dia sedang buat alas kepalanya Pietro.
Dan jikalaupun tangan dia terbebas dari tindihan badannya Pietro, Molly juga tidak berani memberontak kepada Pietro.
" Ok, dan ingat jangan apa-apan gadis itu, kamu dengar Kakak Pietro?? ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.
" Pietro tidak apa-apakan dia Kak, tapi Pietro cuma minta n3n3n saja sama dia sekarang ",, jawab Pietro dengan gamblangnya kepada Kak Ivar.
Dan memang benar saat ini Pietro sudah menaikkan kaos yang dipakai oleh Molly hingga keatas dadanya.
Kepala Kak Ivar semakin berdenyut saja mendengar kata Pietro.
" Astaga anak ini, stop lakukan itu Pietro!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro dengan cukup tegas sekali.
Dan tanpa mempedulikan perkataan dari Kak Ivar yang sedang pusing sendiri mendengar jawabannya tadi, Pietro malah dengan santainya langsung saja mematikan sambungan telefon dari Kak Ivar dengan sepihak.
Membuat Kak Ivar yang sedang mengendarai mobilnya, dia semakin menambah laju kecepatannya supaya bisa segera sampai dirumah Pietro.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...