
Pietro yang sudah memberikan bogem mentah kepada Gilbert, dengan santainya dia langsung saja meminta kunci mobil milik Kak Ivar karena dia ingin segera pulang kerumahnya.
" Kak mana kunci mobilnya ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.
" Untuk apa?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.
" Aku mau pulang ",, jawab singkat dari Pietro kepada Kak Iar.
" Kakak antar saja, sekalian kita mau mapir kerumah kamu ",, kata Kak Ivar kepada Pietro sambil menyuruh Agnes untuk masuk kedalam mobil
Tapi ketika Kak Ivar baru saja membuka pintu mobil, dia langsung berbicara sebentar kepada Gilbert.
" Dan kamu Ibet, mau ikut kita atau mau kembali kekantor terserah kamu saja ",, kata Kak Ivar kepada Gilber.
" Eeeh Gilbert tentu saja ikut dengan kalian dong ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar sambil bergegas masuk kedalam mobilnya sendiri.
Setelah mendengar jawaban dari Gilbert, Kak Ivar langsung saja masuk kedalam mobilnya diikuti oleh Pietro bersama Molly.
Masih sama seperti tadi, Molly langsung mengeluarkan keringat dingin, dan juga perutnya serasa dikocok-kocok selama mobil itu berjalan.
Dan Pietro yang ikut duduk dibelakang bersama Molly, dia hanya cuek saja ketika melirik sang istri sedang merasa kurang fit seperti itu.
Sedang Kak Ivar yang melihat Molly dari spion tengah mobil, dia langsung saja bertanya kepada Molly.
" Molly apakah kamu tidak apa-apa?? ",, tanya Kak Ivar kepada Molly.
Molly tanpa banyak berbicara dia langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Kak Ivar.
Agnes yang mendengar perkataan dari Kak Ivar tadi, dia langsung saja menolehkan pandangannya kearah belakang, dan langsung melihat Molly sedang seperti itu keadaannya.
" Molly apa kamu tidak tahan naik mobil?? ",, tanya Agnes kepada Molly.
Masih enggan membuka mulutnya, Molly langsung menggangguk cepat kepada Agnes.
Agnes yang merasa kasihan kepada Molly, karena wajahnya terlihat pucat seperti hantu, dia teringat jika didalam dashboard mobilnya dia menyimpan minyak oles yang tertinggal kemarin.
Kak Ivar yang melihat Agnes sedang mencoba membuka dashboard mobil dia hanya diam saja dan membiarkannya.
" Ahaa, ketemu...........ini Molly bawa saja minyaknya, siapa tahu sedikit membantu kamu menghilangkan rasa mual yang sedang kamu rasakan sekarang ",, kata Agnes kepada Molly sambil memberikan minyak oles tadi.
Dengan segera Molly langsung saja mengambil minyak oles tadi dari tangan Agnes.
" Terimakasih Nyonya ",, kata Molly kepada Agnes.
" Eeh ko Nyonya??, panggil saya Kakak.......... kan sekarang kamu sudah menjadi adik iparku Molly ",, jawab ramah Kak Agnes kepada Molly.
__ADS_1
" Baik Kak ",, jawab Molly kepada Agnes.
Agnes hanya tersenyum manis saja kepada Molly sambil terus mengagumi kecantikan alami yang dimiliki oleh Molly.
Sedang Molly sendiri dia langsung membuka minyak oles tadi dan dia langsung menghirup aroma minyaknya serta minyak oles tadi dia berikan juga ketengkuk belakangnya.
" Harumnya, aaah sedikit lega rasanya ",, kata batin dari Molly sambil memejamkan matanya menghirup aroma minyak tadi.
Pietro yang duduk disebelah Molly, walau dia hanya diam saja ternyata Pietro sedang memperhatikan sekali apa yang sedang dilakukan oleh Molly.
" Ternyata dia suka dengan minyak oles, bisa aku buatkan nanti dirumah ",, kata batin Pietro sambil melirik Molly.
Sedangkan kita bergeser kerumah siPietro sejenak.
Greta dan Ansel yang sudah sampai dirumah siPietro, dengan malu-malu Greta langsung saja mengucapkan terimakasih kepada Ansel.
" Eeem Ansel terimakasih karena kamu sudah mengantarkanku kesini ",, kata Greta kepada Ansel.
" Iya sama-sama, jangan lupa nanti kapan-kapan kamu berkunjung kerumahku Greta ",, kata Ansel kepada Greta.
" Tapi aku tidak tahu dimana rumah kamu Ansel?? ",, tanya Greta kepada Ansel.
" Tidak apa-apa, nanti jika aku ada waktu luang aku akan menjemputmu dan mengajak kamu main kerumahku ",, jawab Ansel kepada Greta.
" Aku pergi dulu Greta ",, pamit Ansel kepada Greta.
" Iya ",, jawab singkat dari Greta kepada Ansel.
Setelahnya Ansel langsung saja terbang dan menghilang dari hadapannya Greta untuk kembali pulang kerumahnya sendiri.
Dan setelah kepergian dari Ansel, Greta langsung saja mencoba mencari Molly didalam rumah siPeitro.
" Molly........... ",, panggil Greta kepada Molly.
" Lho ko tidak ada??, dimana dia?? ",, kata Greta ketika sudah sampai didalam kamar siPietro.
Greta langsung terbang lagi untuk menembus dinding dan mencari keberadaan dari siMolly sahabatnya.
Sambil terus memanggil-manggil nama Molly, Greta belum menemukan sama sekali dimana keberadaan dari Molly didalam rumah siPietro.
" Molly kamu dimana sih, kenapa kamu tidak ada dirumah ini, dan tubuhku pun sudah tidak tahan berlama-lama didalam rumah ini?? ",, kata Greta dengan nada yang bersedih sambil mengusap tubuhnya yang terasa panas itu.
" Aaaah panas, aku tidak tahan........... ",, kata Greta lagi dan dia akhirnya memutuskan untuk terbang keluar menembus genting rumah siPietro.
" Kenapa rumah Tuan itu begitu panas sekali ketika aku masuki, ada apakah didalam rumah tersebut?? ",, kata Greta lagi sambil bertanya tanya kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
" Molly kamu dimana??, kenapa kamu meninggalkanku sendirian disini?? ",, kata Greta sambil menangis dengan tersedu-sedu.
Dan ketika Greta sedang menangis tersedu-sedu diatas rumah siPietro, tiba-tiba saja dia melihat ada dua buah mobil yang memasuki pekarangan rumah siPietro.
Greta langsung menghentikan suara tangisannya untuk memperhatikan mobil milik siapakah itu.
Ketika mobil sudah berhenti dan Molly juga sudah keluar dari dalam mobil dengan berpakaian gaun pengantin seperti itu, kedua mata Greta langsung saja melotot hingga keluar dari tempatnya karena dia sedang merasa sangat terkejut sekali.
Greta langsung saja mengambil bola matanya yang copot itu untuk dia pasangkan lagi ketempatnya.
" Molly??, apakah Molly sudah menikah dengan Tuan kejam itu?? ",, kata Greta untuk Molly.
Setelah berkata seperti itu Greta langsung terbang mendekat kearah Molly dan semua orang.
Sedang Molly yang sudah keluar dari dalam mobil, dia langsung saja mencoba berjalan menuju kedalam rumah bersama yang lainnya.
Tapi sayang seribu sayang, Molly yang sedikit kurang fit badannya, dan dia berjalan sedikit melamun, alhasil tidak sengaja kaki Molly menyandung tanjakan rumah yang ada didepan rumah siPietro.
Molly langsung mengaduh kesakitan dengan ibu jari kakinya Molly langsung juga mengeluarkan darah.
Atensi dari mereka semua langsung teralihkan kepada Molly yang tiba-tiba langsung mengaduh seperti itu.
" Aduuuh kakiku sakit ",, kata Molly sambil mengangkat sedikit gaun pernikahannya untuk melihat kakinya yang sakit itu.
" Astaga daritadi kamu berarti tidak menggunakan alas kaki ya Molly?? ",, kata Agnes ketika sudah melihat kaki milik Molly.
" Ito, kamu kan uangnya banyak kenapa Molly tidak kamu belikan sepatu atau sandal begitu!! ",, kata dari Agnes kepada Pietro.
" Dan lagi kamu tadi juga tidak memberikan perhiasan kepada Molly, apa kamu sudah miskin Pietro??!! ",, jiwa emak-emak julid didalam diri Agnes langsung saja keluar didepan Pietro.
Sebab Agnes sedang merasa gemas dengan Pietro, dan sedang merasa kasihan kepada Molly.
Kak Ivar dan Gilbert yang mendengar perkataan dari Agnes mereka hanya bisa diam saja tidak tahu mau berkata apa.
Pietro yang mendengar perkataan tadi, tidak mau mempedulikan perkataan dari Agnes, karena dia langsung sibuk untuk melihat luka yang ada dikaki Molly.
Setelahnya Pietro tanpa banyak berbicara dia langsung menggendong Molly untuk dia bawa masuk kedalam rumahnya.
Kali ini Pietro tidak menggendong Molly seperti karung beras, melainkan ala bridalstyle dengan cukup romantis dipandang semua orang.
Greta yang juga ada disitu, dia masih speechles karena belum bisa mencerna pemandangan yang baru saja dilihatnya itu antara Molly dan Pietro yang sedang memakain pakaian pengantin.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1