
Sungguh sepertinya Pietro perlahan-lahan benar-benar ingin berubah menjadi manusia normal sama seperti yang lainnya.
Semua itu berkat Kak Ivar yang tidak ada kata menyerah untuk menasehati adik oonnya itu.
Dan juga semua ini berkat kehadiran Molly serta baby kembar di kehidupannya Pietro.
Rumah di tengah hutan sudah cukup lama tidak Pietro tinggali lagi sejak kelahiran dari si kembar.
Serta ke semua anak buah Pietro yang jumlahnya cukup banyak sekali itu, semuanya tidak ada yang dia pecat.
Karena semua anak buahnya tersebut, Pietro tetap pekerjakan untuk menjadi bodyguard Keluarganya, menjadi karyawan tokonya serta ada yang dia tugaskan untuk mengurus perkebunan tanaman herbalnya.
Pietro belum bisa sepenuhnya meninggalkan para anak buahnya tersebut.
Karena mereka semua masih membutuhkan pengawasannya dan juga bimbingannya untuk mengurus perkebunan serta toko obat herbal miliknya.
Semua karyawan toko obat herbal milik Pietro tidak ada yang perempuan, karena Pietro dari dulu sebelum mengenal Molly, dia seperti anti dengan perempuan.
Cuma Molly saja wanita yang benar-benar bisa meluluhkan hatinya Pietro.
Satu bulan sebelum pembukaan toko obat herbal King Pietro.
Pietro yang sedang berunding dengan Kak Ivar dan juga Gilbert di ruang kerja Kak Ivar, untuk membahas pembukaan toko obat herbal miliknya, Kak Ivar pun mencoba bertanya kepada Pietro.
" Apakah kamu jadi akan pindah dari rumah kamu itu Pietro?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.
Karena orang yang menyuruh Pietro untuk pindah rumah sebenarnya juga Kak Ivar.
Sebab Kak Ivar tidak mau jika ke dua ponakannya yang lucu itu harus hidup dan tumbuh di dalam hutan yang jauh dari peradapan.
Karena desakan dari Kak Ivar, serta Molly dan si kembar yang terus menjadi alasan, untuk membuat Pietro berubah pikiran.
Akhirnya Pietro pun setuju juga dengan usul dari Kak Ivar untuk pindah dari rumahnya yang berada di tengah hutan tersebut, yang sudah ditinggalinya kurang lebih hampir dua puluh tahun lamanya.
" Jadi Kak ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.
" Baguslah, Kakak senang mendengarnya ",, kata Kak Ivar kepada Pietro dan masih di dengar Gilbert yang juga ada di situ.
" Terus kapan rencananya kamu akan pindah Pietro?? ",, tanya Kak Ivar lagi kepada Pietro.
" Satu hari setelah pembukaan toko obat herbalku Kak ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.
__ADS_1
" Ok, katakan kepada Kakak jika kamu membutuhkan bantuan dari Kakak ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari Kak Ivar.
" Kakak juga sengaja sudah memesankan satu set dapur untuk rumah kamu itu beserta isinya, komplit, sama sofa satu set untuk ruang Keluarga ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.
" Sekalian juga carikan asisten rumah tangga Kak, untuk mengurus rumahku nanti ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.
" Iya baiklah, nanti Kakak akan coba menghubungi teman Kakak ",, jawab Kak Ivar kepada Pietro.
Pietro pun lagi dan lagi hanya mengangguk saja kepada Kak Ivar.
" Dan kamu Gilbert ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.
" Hmm iya Kak ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.
" Kapan rencananya kamu akan pindah rumah?? '',, tanya Kak Ivar juga kepada Gilbert.
" Pindah ke mana,?? Gilbert kan sudah punya rumah, itu rumah milik Elina yang Gilbert tinggali sekarang ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.
" Iya, ke rumah kamu sendirilah Gilbert, apakah kamu akan selamanya menumpang di rumah istri kamu itu, apa kamu tidak malu huh?? ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.
" Kakak kan tahu sendiri, rumah milik Gilbert belum jadi, belum selesai pembangunannya, masa Gilbert sudah di suruh untuk pindah?? '',, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.
" Berbicara apa memangnya?? ",, tanya Gilbert sambil menatap ke arah dua Kakaknya.
Kak Ivar lalu seperti berbicara kepada Pietro, melalui bahasa mimik mukanya, untuk mengatakan sejujurnya kepada Gilbert.
Dan Pietro yang mengerti, dia lalu mencoba berbicara kepada Gilbert sang adik.
" Gilbert, rumah milik Elina yang kamu tempati jual saja, dan rumah milik kamu yang sedang kamu bangun itu, tetaplah kamu bangun sampai jadi, tapi nanti jika sudah jadi, jangan kamu tinggali ",, kata Pietro kepada Gilbert.
" Maksudnya bagaimana Kak, ko tidak boleh Gilbert tinggali jika sudah jadi?? ",, kata Gilbert kepada Pietro.
" Jika rumah Elina Gilbert jual, lalu rumah itu tidak boleh Gilbert tinggali, apakah Gilbert dan Elina Kakak suruh tinggal di atas pohon begitu?? ",, kata Gilbert lagi kepada ke dua Kakaknya.
Pietro yang belum selesai berbicara langsung di sela oleh Gilbert, dia reflek langsung menjitak kepala Gilbert.
" Makanya, jika Kakak berbicara dengarkan dulu ",, kata Pietro kepada Gilbert.
" Rumah itu jika sudah jadi, jadikanlah sebagai markas kamu bersama para anak buah kamu Gilbert ",, kata Pietro lagi kepada Gilbert.
__ADS_1
" Dan sebagai gantinya, kamu bersama Elina tinggallah di rumah sebelah Kakak, karena rumah sebelah Kakak sudah Kakak bayar lunas khusus sebagai hadiah untuk kamu yang sudah membantu Kakak membangun toko obat herbal milik Kakak ",, lanjut lagi perkataan Pietro kepada Gilbert.
Gilbert sungguh benar-benar merasa sangat bahagia sekali, bagaimana dia tidak merasa bahagia, jika rumah super mewah yang tidak kalah mewahnya dengan rumah milik Pietro nantinya akan menjadi rumahnya .
Karena Pietro saat ini memang pindah di perumahan khusus untuk kalangan orang-orang kaya saja, sebab perumahan tersebut semuanya adalah rumah-rumah yang sangat super mewah sekali.
Gilbert yang merasa bahagia, karena baru saja di belikan rumah super mewah sekali oleh sang Kakak, melebihi rumah yang sedang dia bangun.
Gilbert reflek langsung menerjang tubuh sang Kakak yang sedang duduk di kursi sebelahnya, hingga membuat kursi yang di duduki oleh Pietro, sampai terjengkang ke belakang.
Membuat Pietro dan Gilbert langsung terjatuh dengan posisi Gilbert berada di atas tubuh si Pietro.
Kak Ivar yang melihat sikap ke dua adiknya tersebut, dia bukannya membantu untuk membangunkan mereka berdua, malah memilih tertawa dengan sangat keras sekali.
" Kamu menyingkirlah dari atas tubuh Kakak Gilbert!! ",, kata Pietro sambil mendorong tubuh Gilbert dengan sangat kuat sekali.
" Terimakasih Kak Pietro, terimakasih ",, kata Gilbert sengaja sambil mencium pipi Kakaknya.
Pietro tentu saja langsung mengusap bekas ciumannya Gilbert, karena dia merasa sangat jijik sekali.
" Kamu menjijikkan!! ",, kata Pietro kepada Gilbert.
Gilbert bukannya marah, dia malah langsung tertawa tanpa dosa kepada Pietro.
Walau begitu, Pietro juga tidak merasa marah kepada Gilbert, justru dia ikut senang di dalam hatinya, bisa melihat adik bungsunya sedang merasa bahagia sekali karena hadiah pemberiannya.
Sesuai janji dan perkataan dari Pietro, jika mereka akan pindah ke rumah baru mereka nanti, setelah satu hari pembukaan toko herbal King Pietro.
Tibalah saatnya saat ini baik Pietro dan Gilbert mengajak istri mereka untuk pindah di rumah baru mereka yang sangat super mewah sekali itu.
Sama seperti sebelumnya, yang mereka undang untuk menghadiri syukuran rumah baru milik Pietro dan Gilbert hanya Keluarga terdekat mereka saja.
Dan nantinya, setelah tour untuk melihat-lihat isi rumah mewah milik Pietro, mereka semua akan berpindah dan bergantian melihat-lihat rumah mewah milik Gilbert yang berada di sebelah rumah Pietro.
Jarak rumah Pietro dan Gilbert jika di tempuh dari rumah Kak Ivar, hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menitan saja.
Cukup dekat sekali bukan, semua itu sengaja Pietro pilih, supaya dia dan Gilbert tidak berada jauh dengan Kakaknya tersebut yang sangat mereka sayangi.
...❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️...
Hiduplah dengan normal mulai sekarang My King🤗😉.
__ADS_1
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...