KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MANDI


__ADS_3

Pagi pun menjelang, dan tidak terasa juga waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Namun sang punya rumah yang berada ditengah hutan itu belum pada terbangun juga, siapa lagi jika bukan Molly dan Pietro.


Disaat waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, Pietro yang sudah terbangun terlebih dahulu dari Molly, dia langsung saja memberikan ciuman bertubi-tubi kewajah Molly sedang tidur menghadap kearahnya.


Cup, cup........


Cup, dan cup............


Pietro terus mengecup semua wajah Molly yang masih memejamkan matanya, dan yang paling sering Pietro kecup adalah pipi dan juga bibir Molly.


Hingga kegiatan yang dilakukan oleh Pietro itu menggangu tidurnya Molly.


Molly terbangun siang seperti itu, bisa dihitung pakai jari dalam setahun, dan terkahir kali Molly bangun siang itu ketika Ayahnya meninggal kemarin.


Pietro langsung tersenyum tipis kearah Molly yang sedang mencoba membuka mata indahnya itu.


" Kakanda?? ",, kata Molly dengan suara serak-serak karena baru saja bangun tidur.


" Ayo bangun ",, kata singkat dari Pietro kepada Molly.


Pietro pun setelah berkata seperti itu kepada Molly, dia langsung saja melepaskan pelukan tubuh Molly, dan langsung beranjak kedalam kamar mandi untuk menuntaskan h474t serta mandi sekaligus.


Sedang Molly sendiri, dia memilih bersandar disandaran ranjang sambil mengumpulkan tenaganya terlebih dahulu.


Disaat Molly sedang meregangkan otot-otot ditubuhnya, tiba-tiba saja ponsel milik Pietro yang berada diatas meja samping ranjang pun berdering dengan cukup kencang sekali.


" Apa itu yang berbunyi?? ",, kata Molly sambil mencoba mendekat kearah ponsel milik Pietro.


" Apa ini?? ",, kata Molly sambil memperhatikan ponsel yang sedang dia pegang.


Disaat Molly sedang memutar-mutar ponsel yang dia pegang, tidak sengaja panggilan masuk itu kepencet oleh tangan Molly.


Dan secara bersamaan ada suara laki-laki dipanggilan masuk itu yang membuat Molly terkejut sampai melempar ponsel milik Pietro keatas ranjang dekat dengan kakinya.


Pietro yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan melihat ponselnya dilempar seperti itu oleh Molly dengan keadaan Molly sedang sangat ketakutan, membuat Pietro langsung saja segera mendekat kearah Molly.


" My Queen.......... ",, panggil Pietro kepada Molly.


" Itu.......... itu benda itu ada suara seseorang, Molly takut Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro sambil menunjuk ponsel milik Pietro.


Pietro yang mendengar perkataan dari Molly, dia langsung saja mengambil ponselnya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi kepada ponselnya.

__ADS_1


" Haloooo!!, halo.......... ",, begitulah suara orang yang sedang menelfon Pietro.


Dan Pietro pun langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu yang ternyata dari Kak Ivar.


" Halo Kak ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.


" Kamu kemana saja sih Pietro, sudah Kakak telefon daritadi tidak kamu angkat, sekalinya kamu angkat malah tidak ada suaranya ",, kata gemas dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Pietro baru saja bangun tidur Kak, dan tadi yang mengangkat adalah Molly ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.


" Sudah-sudah, Kakak menelfon kamu cuma ingin memberitahu jika Kakak nanti malam mengundang kamu dan Molly untuk makan malam dirumah, sekalian nanti istri Kakak meminta kamu dan Molly untuk menginap dirumah Kakak, bagaimana Pietro?? ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Iya baiklah ",, jawab singkat dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Ok hanya itu yang ingin Kakak sampaikan, Kakak mau lanjut bekerja lagi ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Iya ",, jawab singkat dari Pietro lagi kepada Kak Ivar.


Setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.


Sedang Molly daritadi dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan Pietro yang sedang berbicara dengan benda kecil yang aneh menurut Molly.


" Ayo My Queen bersiap-siap ",, kata Pietro kepada Molly.


" Kemana?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


Setelahnya Molly mencoba turun dari atas ranjang untuk menuju kedalam kamar mandi.


Sedang Pietro sendiri dia langsung masuk kedalam ruang walk in closetnya untuk berganti baju.


Disaat Molly sudah masuk kedalam kamar mandi, dia langsung keluar lagi dan memanggil-manggil nama Pietro.


" Kakanda............. Kakanda ada dimana?? ",, panggil Molly kepada Pietro.


Pietro yang mendengar panggilan dari Molly, dia pun langsung saja keluar dari dalam ruang walk in closet dalam keadaan cuma memakai celana d4l4mnya saja.


" Iya My Queen......... ",, jawab Pietro kepada Molly.


Molly yang melihat tingkah Pietro cuma memakai celana d4l4m saja seperti itu, dia langsung sekilas memejamkan matanya.


" Kakanda, Molly tidak tahu bagaimana cara menggunakan alat-alat untuk mandi ",, kata Molly dengan suara pelan kepada Pietro.


Pietro yang mendengar perkataan dari Molly, dia langsung saja berjalan menuju kedalam kamar mandi.

__ADS_1


" Ini shower namanya, begini cara menyalakannya, dan begini cara mematikannya ",, kata Pietro kepada Molly.


" Terus itu gunanya untuk apa??, buang air besarkah?? ",, kata Molly kepada Pietro sambil menunjuk closet.


" Iya, dan begini cara menyiramnya ",, kata Pietro dengan sabar menjelaskan kepada Molly.


Pietro lalu menunjukkan dan memberitahukan hal-hal apa saja yang ada didalam kamar mandi modern miliknya kepada Molly.


" Apa My Queen sudah faham?? '',, tanya Pietro kepada Molly.


Molly langsung saja mengangguk kepada Pietro.


Setelahnya Pietro langsung saja keluar lagi dari dalam kamar mandi meninggalkan Molly sendirian didalam situ.


Molly seperti mendapatkan mainan baru ketika didalam kamar mandi itu.


Sepeninggalan dari Pietro, dia langsung menghidupkan shower dan main-main dibawahnya dengan sangat senang sekali.


Seumur-umur Molly baru kali itu mandi dibawah shower seperti itu, bahkan dia juga memenuhi bathtube dengan air dan semua sabun yang Pietro miliki dia tuang semua kedalam bathtube tersebut, hingga mengeluarkan busa yang sangat banyak sekali.


" Wooooo, disini menyenangkan sekali ",, kata Molly sambil bermain dengan busa-busa ciptaannya.


" Dulu saja aku kalau mandi hanya menggunakan gayung dan juga ember seadanya, bahkan air pun harus memompa dulu dari sumur belakang ",, kata Molly lagi sambil meniup busa yang ada didatangannya.


Molly yang teringat belum melepakan bajunya, dia lalu melepaskan bajunya dan meletakkannya disembarang tempat.


" Waaaaaahhh aku sangat suka sekali kamar mandinya, sangat luas, bagus dan juga hmm wangi ",, kata Molly sambil berusaha berendam didalam bathtube.


Pietro yang sudah menunggu Molly diluar kamar mandi, dan merasa Molly terlalu lama didalam kamar mandi, dia pun langsung saja beranjak menuju kedalam kamar mandi untuk melihat Molly.


Pintu kamar mandi yang tidak dikunci dari dalam, membuat Pietro bisa langsung membukanya dari luar.


Dan ketika Pietro sudah membuka pintu kamar mandinya, dia langsung melihat Molly sedang bermain dengan semua busa yang hampir memenuhi semua lantai kamar mandinya dalam keadaan tidak memakai pakaiannya sama sekali.


Molly belum menyadari jika Pietro sedang melihat kelakuannya sambil menyandarkan tubuhnya dipintu kamar mandinya.


Sungguh kelakuan Molly dimata Pietro seperti anak kecil, namun lucu dan menggugah seleranya untuk mendekat.


...❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️...


Ehem......... ehem, apakah Pietro akan melakukannya lagi kepada Molly😁🤭.


Kita lanjut part selanjutnya🤪.

__ADS_1


...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...


...***TBC***...


__ADS_2