KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
SELIMUT TERNYAMAN


__ADS_3

Dan di sinilah Pietro setelah kepergian dari sang Paman dan Bibi tadi.


Dia sengaja menunggu Lucy sendirian di rumah itu dengan lampu yang sengaja dia matikan semuanya di seluruh rumah.


Lucy yang sudah melihat dan mendengar perkataan dari Pietro, dia langsung berusaha ingin kabur dari dalam rumah tersebut.


Sedang Pietro yang melihat Lucy melarikan diri dengan menaiki tangga dan ingin masuk ke dalam kamarnya, dia hanya membiarkannya saja.


Lucy yang sudah masuk ke dalam kamarnya, dia langsung sama menutup pintunya dengan rapat-rapat dan tidak lupa juga dia kunci dari dalam.


" Sepertinya si pria gila itu tidak mengikutiku sampai sini, aku harus secepatnya lari dari sini ",, kata Lucy dengan sangat ketakutan sekali.


Setelahnya Lucy mencari cara bagaimana caranya dia bisa keluar dari dalam kamarnya itu untuk menghindari Pietro.


Kamar dia pun Lucy berantakin semua, untuk mencari bahan atau barang yang bisa dia gunakan untuk turun keluar dari dalam jendela kamarnya yang tinggi itu.


" Sepertinya menggunakan seprai-seprai ini bisa aku gunakan untuk turun dari dalam kamarku ini ",, kata Lucy sambil mencoba mengikat semua seprai-seprai yang dia punya.


Lalu Lucy mencoba menalikan semua seprai itu tadi di tiang jendela yang ada di dalam kamarnya.


Sedangkan Pietro dia masih asik saja duduk di ruang keluarga sambil menyilangkan ke dua tangannya di belakang kepalanya.


Lucy pun setelah bersusah payah, akhirnya dia sampai juga di tanah yang dia pijak, dan dia langsung merasa sangat senang sekali bisa terbebas dari cengkeraman sang Psikopat alias Pietro.


Lucy boleh senang sesaat, karena yang namanya sudah berurusan dengan Pietro tidak akan bisa terlepas begitu saja.


Dan benar saja, alangkah terkejutnya Lucy ketika dia sedang berbalik badan ingin melarikan diri dari situ, dia dibuat sangat-sangat terkejut sekali, ketika melihat ada empat orang laki-laki yang berbadan gagah hampir sama dengan Pietro sedang menatap tajam ke arahnya.


" Anda mau pergi kemana Nona?? ",, tanya salah satu laki-laki itu kepada Lucy.


" Siapa kalian!! ",, kata Lucy kepada ke empat laki-laki tersebut.


Dan ke empat laki-laki itu adalah semua anak buah dari Pietro, yang seperti tidak mempunyai rasa humor sama sekali, sebab wajahnya sangat menyeramkan dan juga flat serta dingin.


Lucy yang takut tetap saja dia mencoba ingin kabur dari anak buahnya si Pietro, akan tetapi sayang sekali, dia sudah langsung bisa tertangkap oleh ke empat anak buahnya Pietro tersebut.


Anak buahnya Pietro pun langsung saja membawa Lucy masuk kembali ke dalam rumah, kehadapannya Pietro yang masih setia duduk di ruang Keluarga.


" Oh, ada tamu rupanya ",, kata Pietro ketika melihat Lucy sedang ketangkap oleh para anak buahnya.


" Silahkan duduk Nona ",, kata ramah menakutkan dari Pietro kepada Lucy.


" Kalian segera buatkan minum untuk tamu spesialku ini, cepat!! ",, kata Pietro kepada semua anak buahnya.


Para anak buah itu pun langsung saja bergegas masuk ke dalam dapur untuk membuatkan minuman seperti perintah dari Pietro.

__ADS_1


Pietro pun terus menunjukkan wajah menyeramkannya kepada Lucy sambil juga tersenyum miring kepadanya.


Dan Lucy tentu saja dia semakin ketakutan melihat wajahnya Pietro yang seperti itu.


" Sepertinya kamu suka bermain-main dulu ya Lucy, ok, aku akan turuti permintaan kamu itu, karena aku juga suka bermain-main ",, kata Pietro kepada Lucy dengan Psikopat mode onnya.


Ketika anak buah itu sudah selesai membuatkan minuman untuk Lucy, dia pun langsung saja memberikannya kepada Pietro.


" Ini Tuan minumannya ",, kata salah satu anak buah kepada Pietro sambil memberikan minuman tersebut.


" Ini minumlah Lucy, itu adalah minuman spesial yang di buat oleh anak buahku untukmu ",, kata Pietro sambil menyerahkan minuman tadi kepada Lucy.


" Tidak mau!! ",, kata Lucy kepada Pietro sambil membanting gelas berisi minuman tadi.


" Sampai kapanpun aku tidak akan mau meminum minuman yang sudah kalian buatkan untukku, karena aku yakin di dalamnya sudah di berikan racun untukku!! ",, kata Lucy lagi kepada Pietro.


Melihat gelas minuman tadi sudah pecah, Pietro pun langsung menyuruh anak buahnya lagi.


" Ambilkan lagi yang sama seperti tadi ",, perintah dari Pietro kepada anak buahnya.


" Baik Tuan ",, jawab dari anak buah itu kepada Pietro.


" Jika aku ingin memberikanmu racun, sudah dari dalu aku meracunimu Lucy!! ",, jawab tenang dari Pietro kepada Lucy.


Dan tidak lama minuman yang Pietro inginkan pun akhirnya datang juga.


" Baik Tuan ",, jawab serempak dari ke empat anak buah itu kepada Pietro.


Setelahnya ke empat anak buah itu langsung mencoba meminumkan minuman tadi kepada Lucy.


Dua orang memegangi Lucy, dan dua yang lainnya meminumkan minuman tadi ke dalam mulutnya Lucy.


Lucy sangat gelagapan sekali dengan ulah dari ke empat anak buah itu yang memaksanya meminum minuman aneh tersebut.


Setelah selesai meminum minuman itu, Lucy langsung saja terbatuk-batuk karena dia sangat sulit sekali untuk bernafas tadi.


" Bagaimana Lucy, apakah kamu suka dengan minuman pemberian dari anak buahku?? ",, tanya Pietro kepada Lucy sambil tersenyum miring.


" Minuman apa yang kamu berikan kepadaku,!! rasanya sangat aneh sekali ",, kata Lucy kepada Pietro dengan ekspresi yang terlihat marah.


" Nanti kamu juga tahu sendiri Lucy ",, jawab Pietro lagi kepada Lucy dengan sangat tenang sekali.


Dan tidak lama minuman itu pun bereaksi di tubuhnya Lucy.


Minuman itu adalah saripati dari daun herbal yang sudah dimodifikasi oleh Pietro, yang bisa membuat peminumnya menjadi berhalusinasi tingkat tinggi.

__ADS_1


" Aku ingin tidur, aku ini seorang putri, kenapa aku berada di dalam rumah jelek seperti ini!! ",, kata Lucy sudah mulai melantur berbicaranya.


Pietro yang melihat jika ramuannya sudah bekerja di dalam tubuhnya Lucy, dia pun langsung mengkode anak buahnya untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


Dan para anak buah itu yang mengerti kode dari Pietro, mereka langsung saja mengangguk patuh kepada Pietro.


Setelahnya Pietro memilih pergi dari dalam rumah itu menggunakan mobil milik anak buahnya, dan mobil milik sang Jenderal tadi, Pietro menyuruh anak buahnya nanti untuk mengantarkannya ke rumah Dinas sang Jenderal.


" Ayo akan kami antar Nona ke rumah anda yang sangat bagus sekali ",, kata salah satu anak buah kepada Lucy.


" Siapa kalian,?? apa kalian semua prajuritku?? ",, kata Lucy kepada ke empat anak buah itu.


Anak buah itu pun langsung saja mengangguk tipis kepada Lucy.


" Waah saya punya prajurit, ayo cepat segera antarkan saya pulang ",, kata Lucy kepada para anak buah tersebut dengan sangat senang sekali.


Setelahnya ke empat anak buah itu langsung membawa Lucy ke arah sebuah lubang galian yang ada di teman belakang rumah, yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh para anak buahnya Pietro.


" Apakah ini istana saya?? ",, tanya Lucy kepada para anak buah tersebut sambil menunjuk lubang galian tersebut.


" Iya Nona, silahkan masuk dan turunlah ke dalam ",, jawab dari salah satu dari anak buah tersebut.


Lucy pun tanpa paksaan dia langsung saja masuk ke dalam lubang galian yang tingginya melebihi kepalanya itu.


" Wah nyaman sekali di sini ",, kata Lucy dengan anehnya.


" Jika anda suka, kami juga akan memberikan selimut yang sangat nyaman kepada anda Nona ",, jawab dari salah satu anak buah itu lagi kepada Lucy.


" Ayo mana berikan selimutnya kepada saya, cepat, saya sudah kedinginan ini ",, kata Lucy kepada anak buah itu.


" Sebentar Nona ",, jawab dari anak buah itu kepada Lucy.


Setelahnya para anak buah itu langsung saja menurunkan alias mengubur Lucy dengan tanah bekas galian tadi.


Karena Lucy yang sedang berhalusinasi, dia yang ingin di kubur pun merasa sangat senang sekali, bahkan tanah yang sudah berada di dalam, dia tutupkan di ke dua kakinya.


Bahkan Lucy terus meminta yang banyak tanah itu yang dia sebut sebagai selimut.


Hingga akhirnya tanah itu sudah memenuhi lubang galian tersebut, dan kalian semua pasti sudah tahu bukan bagaimana kelanjutnya.


Pastinya Lucy end karena dia di kubur hidup-hidup seperti itu oleh para anak buahnya si Pietro.


Sungguh sangat menyeramkan sekali berurusan dengan orang yang bernama Pietro Roderick.


Bahkan Pietro tanpa mengotori tangannya, sudah ada yang membereskan orang yang sudah mengacau hidupnya.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2