
Pietro ketika sudah membuka pintu rumahnya, dia terlihat tenang dan santai saja melihat Lucy membawa beberapa anggota polisi ke rumahnya.
Sambil mengusap tubuh ular yang sudah mati, Pietro pun menanyakan kepada Lucy apa maksud dari kedatangannya ke rumahnya.
" Ada apa kamu datang ke sini?? ",, tanya dari Pietro kepada Lucy.
Belum sempat Lucy menjawab, dia dan beberapa Polisi tadi, di buat terkejut dengan kedatangan dari King dari dalam rumah.
" Aaa....anda memelihara seekor sing Tuan ",, kata salah satu Polisi dengan ada yang terdengar sangat gugup sekali.
" Oh dia ",, jawab dari Pietro sambil melirik ke arah King yang berhenti di sampingnya.
" Singa di Negara ini sudah dilindungi oleh Pemerintah Tuan, jadi anda tidak boleh sembarangan memeliharanya ",, kata salah satu Polisi yang lainnya dengan berani kepada Pietro.
" Saya juga melindunginya selama beberapa tahun ini, dan jika bukan saya yang merawatnya, mungkin dia sudah mati sejak masih kecil ",, jawab tenang dari Pietro kepada Polisi tersebut.
" Tetap saja anda tidak bisa memeliharanya seperti itu ",, bantah dari sang Polisi tadi kepada Pietro.
" Lantas, apakah anda akan memenjarakan saya karena saya memelihara dia?? ",, tanya santai dari Pietro lagi kepada Polisi tersebut.
" Sudah-sudah, kenapa kalian malah membahas Singa sih, sudah cepat Pak Polisi tangkap dia, karena dia sudah membunuh Kakak saya Eron!! ",, kata Lucy kepada para Polisi tersebut.
Para Polisi itu pun langsung saja mengeluarkan borgol mereka dan segera memborgol ke dua tangannya Pietro.
Pietro tenang saja ketika ke dua tangannya di borgol seperti itu oleh para Pak Polisi.
Namun ketahuilah jika di dalam hatinya Pietro dia menyimpan amarah yang besar untuk Lucy.
Lucy yang melihat Pietro ditangkap oleh para Polisi suruhannya, dia langsung menunjukkan wajah licik dan senang secara bersamaan.
" Kamu akan membusuk di penjara Pietro, semua bukti sudah mengarah kepadamu!! ",, kata Lucy kepada Pietro.
" Huh!! ",, kata Pietro kepada Lucy sambil tersenyum miring.
" Justru kamu yang harus bersiap-siap Lucy, karena nyawa kamu tinggal hitungan hari saja, atau mungkin jam!! ",, jawab dari Pietro dengan tenang kepada Lucy.
Lucy langsung saja menunjukkan wajah marahnya ketika mendengar perkataan dari Pietro tadi.
Greta dan Ansel yang berada di situ juga, mereka merasa khawatir ketika Pietro akan segera dibawa pergi oleh para Polisi tersebut.
Sedangkan di dalam rumah, masih ada Molly yang sedang membutuhkan bantuannya.
" Tuan kejam bagaimana dengan Molly?? ",, kata dari Greta kepada Pietro.
" Kalian tenang saja, dan jaga Molly, sebab saya tidak akan lama di penjaranya ",, jawab dari Pietro kepada Greta.
__ADS_1
" Baik Tuan kejam ",, jawab dari Greta kepada Pietro.
Sedang Ansel dia hanya mengangguk saja kepada Pietro.
Lucy dan beberapa Polisi itu merasa heran dengan Pietro yang tiba-tiba saja berbicara sendiri.
Ketika Pietro akan dimasukkan ke dalam mobil Polisi oleh para Polisi itu, Gilbert akhirnya datang juga di saat yang tepat.
Dengan segera Gilbert langsung keluar dari dalam mobilnya untuk mendekati sang Kakak.
" Lho akan dibawa kemana Kakak saya Pak Polisi?? ",, tanya dari Gilbert kepada para Polisi tersebut.
" Dia akan saya masukkan ke dalam penjara, dan dia akan membusuk di dalam sana selama-lamanya, hahahaha ",, jawab dari Lucy dengan sangat senang sekali kepada Gilbert.
" Tenang saja Gilbert, Kakak bisa mengatasinya, sekarang kamu jaga Molly, bawa dia ke rumah Kak Ivar saja, karena Molly sedang sakit ",, kata Pietro kepada Gilbert.
" Baiklah Kak ",, jawab Gilbert kepada Pietro.
Setelahnya Pietro langsung di masukkan ke dalam mobil polisi dan para Polisi itu langsung juga membawa Pietro ke kantor Polisi.
Tidak sekali atau dua kali Pietro dimasukkan ke dalam penjara seperti itu, tapi tidak tahu apa alasannya nanti tidak lama Pietro akan dikeluarkan lagi dari dalam penjara.
Mungkin karena hampir semua para anggota Polisi yang mempunyai jabatan tinggi di Kepolisian, mereka semua sudah sangat mengenal sekali dengan Pietro.
Oleh sebab itu mereka para anggota Polisi tidak akan berani memenjarakan Pietro, karena nantinya nama mereka pasti akan terseret juga di dalamnya.
Sedangkan Lucy yang masih berada di situ dan sedang berdiri berhadap-hadapan dengan Gilbert, dia langsung saja tersenyum miring sambil menunjukkan wajah pongah nan sombongnya.
" Tunggu saja kehancuranmu Lucy ",, kata Gilbert kepada Lucy.
" Huh,!! siapa takut, dan aku pastikan Kakak kamu yang sok itu dia akan mati di dalam penjara!! ",, jawab dari Lucy kepada Gilbert dengan sangat yakin sekali.
" Kita lihat saja nanti!! ",, jawab dari Gilbert kepada Lucy.
Lucy setelahnya dia memilih pergi meninggalkan Gilbert sendirian di situ.
Dan setelah kepergian dari Lucy, Gilbert langsung mencoba masuk ke dalam rumah.
Namun alangkah terkejutnya Gilbert ketika dia melihat King sedang memakan ular piton yang sangat besar sekali seperti itu.
" Astaga, sepertinya semua penghuni rumah ini perlu di masukkan ke dalam rumah sakit jiwa ",, gerutu dari Gilbert ketika melihat si King sedang makan ular tersebut.
" Permisi King, jangan makan aku, karena dagingku sudah aku gadaikan di Bank, jadi jika ingin makan aku kamu tebus dulu di sana ya ",, kata Gilbert ketika ingin melewati King.
Sungguh perkataan absurd Gilbert mengundang gelak tawa dari Greta dan juga Ansel yang mendengarnya.
__ADS_1
King yang sudah mengetahui jika Gilbert adalah saudara dari majikannya, dia hanya membiarkannya saja dan terus asik memakan ular tersebut.
Setelah Gilbert bisa masuk ke dalam rumah, dia langsung mencoba mencari keberadaannya Molly.
Di saat Gilbert tidak menemukan Molly di dalam kamar, dia pun mencoba mencari ke dalam ruangan yang lainnya.
Dan alangkah terkejutnya Gilbert ketika dia melihat Molly sedang memejamkan matanya seperti tidak sadarkan diri, karena memang Molly masih tidak sadarkan diri karena ulah King tadi.
" Kak Molly sakit apa ya?? ",, kata Gilbert sambil berdiri di samping ranjang.
" Kak, Kak Molly ",, panggil dari Gilbert kepada Molly.
Tentu saja Molly tidak akan bisa menyahut panggilan tersebut.
" Apa Kak Molly sedang pingsan?? ",, tanya dari Gilbert kepada dirinya sendiri.
Gilbert lalu mengecek keadaannya Molly dan benar saja Molly masih pingsan daritadi.
" Astaga benar, Kak Molly sedang pingsan, lebih baik aku segera membawanya ke rumah Kak Ivar ",, kata dari Gilbert sambil mencoba menggendong Molly.
Untung saja Molly sudah dipakaikan baju oleh Pietro tadi, kalau tidak Gilbert pasti bisa melihat tubuh indahnya Molly.
Ketika Gilbert ingin mengendong Molly, kaos oblong yang dipakai oleh Molly tidak sengaja tersingkap ke atas sedikit dan memperlihatkan luka tusukan tadi.
" Astaga ini kenapa perutnya Kak Molly ",, kata Gilbert dengan nada yang terdengar terkejut.
Gilbert lalu mencoba menaikan lagi kaosnya Molly itu, dan semakin terlihat jelaslah luka tusukan pisau yang menganga yang sudah diberikan sebuah tumbukan daun obat tadi oleh Pietro.
" Astaga, Kak Molly kenapa,?? bukannya tadi di rumah sakit dia tidak kenapa-kenapa?? ",, kata Gilbert dengan nada yang benar-benar sangat syok sekali.
" Apa yang sebenarnya terjadi, dan Kak Molly kan sedang hamil, aku harus segera membawanya ke rumah ",, kata Gilbert lagi pada dirinya sendiri.
Tidak mau menunggu waktu lama lagi, Gilbert langsung membawa Molly ke dalam mobilnya untuk dia bawa pulang ke rumah Kak Ivar.
Sedangkan Greta dan Ansel yang melihat kedatangan dari Gilbert tadi, mereka berdua sudah merasa sangat tenang dan juga senang sekali, karena Molly ada yang menjaga.
Dan sebenarnya kaos yang dipakai oleh Molly yang tersingkap tadi, itu ulah dari Greta yang sengaja meniupnya supaya Gilbert mengetahui luka yang dialami oleh Molly.
Gilbert yang sudah mengunci rapat rumah Kakaknya itu beserta pintu gerbangnya, dia langsung saja mengendarai mobilnya supaya bisa segera pergi dari situ, dan bisa segera sampai di rumah sang Kakak.
Sebab Gilbert benar-benar merasa sangat khawatir sekali dengan keadaannya Molly.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1