KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
NAH KAN??


__ADS_3

Tadi sebelum Gilbert datang ke acara pemakamannya Mama Juni, Gilbert dan Pietro yang sudah sampai di rumah Kak Ivar.


Gilbert yang biasanya ceria, dia kali ini hanya diam saja, dan ekspresi wajahnya sangat super datar sekali.


Bahkan kedataran dari wajah Gilbert, lebih datar lagi dari wajah Pietro.


Dingin, seperti tidak tersentuh, seperti itulah gambaran yang tepat untuk diri Gilbert sekarang.


Semua itu karena sifat dari sang Kakak ke dua yaitu Pietro, yang sudah membunuh Mama dari wanita yang sudah di lamarnya.


Pietro tahu jika sang adik sedang marah kepadanya, tapi Pietro tidak tahu bagaimana cara membujuk sang adik, karena itu bukan keahliannya.


Dan untuk Gilbert sendiri yang sudah sangat tahu sekali bagaimana sifat dari sang Kakak Pietro, antara marah dan benci pun bercampur menjadi satu untuknya.


Ingin menyalahkan sang Kakak, pasti itu ada di dalam diri Gilbert, namun ada juga rasa ingin memaafkan Pietro, semua itu menumpuk di dalam dadanya.


Dalam hal ini, jika semua orang belum pada mengetahui bagaimana sifat, karakter dan juga kepribadian dari Pietro dengan sebenar-benarnya, mereka semua pasti akan menyalahkan Pietro, kenapa sih harus di bunuh, kenapa sih harus begini dan kenapa harus begitu.


Pietro semenjak mendapatkan suntikan ramuan rahasia dari sang Kakek, sifat dia sudah berubah hampir tiga ratus enam puluh derajat.


Yang Pietro tahu di dalam otaknya, jika dia tidak suka dengan orang yang sudah membuatnya marah, jika ada orang yang sudah berani mengusik hidupnya, prinsip dia cuma satu, orang itu harus mati di tangannya karena tidak ada kata ampun di kamusnya.


Kilas balik kenapa Pietro membunuh Mama Juni, lihatlah kenapa dia sampai di sebut sang King Psikopat yang berdarah dingin dan mesin pembunuh di Keluarga Roderick.


Itu karena Pietro tidak akan memberi ampun kepada semua orang, baik itu perempuan atau laki-laki jika dia sudah berani mengusik ketenangannya.


Jadi jangan salahkan Pietro sepenuhnya kenapa dia membunuh Mama Juni, karena Mama Junilah yang tidak bisa berpikir dengan jernih terlebih dahulu, malah langsung main pukul kepala Pietro menggunakan guci seperti itu dan membuat kepalanya sampai berdarah.


Kak Ivar yang melihat kedatangan dari Gilbert dengan ekspresi seperti yang tidak seperti biasanya, dia pun menjadi tanda tanya.


Bahkan ketika Kak Ivar mencoba bertanya kepada Gilbert, Gilbert pun cuma melewatinya saja tanpa mau menoleh ataupun menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Pietro yang datang bersama Gilbert, Kak Ivar pun langsung mencoba bertanya kepada Pietro.


" Kamu dari mana Pietro, dan Gilbert kenapa wajahnya terlihat seperti itu?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.


Pietro yang sudah duduk di shofa samping sang Kakak pun, langsung saja menjawab pertanyaan tersebut.


" Wajah Gilbert kenapa memangnya Kak?? ",, tanya balik dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Tidak bisa seceria seperti biasanya, dan terlihat seperti sedang marah ",, jawab dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Oh, itu karena Mamanya Nona Elina baru saja Pietro bunuh Kak ",, jawab tenang, santai dari Pietro kepada Kak Ivar.


Nah seperti inilah salah satunya sifat yang di miliki oleh Pietro, dia seperti tidak merasa bersalah, walau sudah menghilangkan nyawa sekali pun, sebab pikir Pietro, dia cuma membalas perbuatan dari Mama Juni saja kepadanya tadi.


Tentu saja Kak Ivar sangat terkejut sekali mendengar jawaban dari Pietro yang terdengar begitu santai sekali dalam mengucapkannya.


" Apa kamu bilang Pietro,?? membunuh Mamanya Nona Elina?? '',, tanya dari Kak Ivar untuk lebih memastikannya lagi.


" Iya ",, jawab santai lagi dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Kenapa Mamanya Nona Elina bisa sampai kamu bunuh Pietro,?? apa dia berbuat salah kepadamu ",, tanya dari Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Dia memukul kepala Gilbert menggunakan guci yang sama besarnya seperti yang terjadi dengan Kakak kemarin ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


Berbicara sama Pietro itu seperti bicara sama anak kecil, harus membutuhkan ekstra kesabaran.


Kak Ivar yang mendengar jawaban dari Pietro, dia langsung saja berdiri dari duduknya untuk melihat kepala sang adik.


" Ada apa sih Kak?? ",, tanya dari Pietro kepada Kak Ivar yang sedang melihat kepalanya.


" Ini kepala kamu robek dan juga masih ada bekas darah yang mengering di rambut, serta lukanya juga masih mengeluarkan darah, apa kamu tidak merasakan sakit di kepala kamu Pietro?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.

__ADS_1


" Tidak, biasa saja, sakitnya juga tidak seberapa, nanti jika sudah Pietro obati besok juga sudah sembuh, memangnya Kakak cemen ",, jawab dari Pietro sambil mengejek Kak Ivar.


Kak Ivar hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar ejekan dari sang adik.


" Terus hubungan dari Gilbert dan Elina bagaimana Pietro,?? pasti jadi renggang gara-gara kamu?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Tidak tahu, tapi sepertinya Gilbert sedang marah kepada Pietro Kak, karena Gilbert baru saja melamar Elina dan di terima ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Astaga, kenapa jadi ribet sekali sih urusannya ",, kata Kak Ivar sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Kamu bisa tidak sih Pietro, sekali-sekali jangan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah, kan jadinya runyam begini!! ",, marah dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Gilbert sudah melamar Elina, dan Elina sudah menerima lamaran dari Gilbert, jika Mamanya kamu bunuh seperti ini, bagaimana nasib hubungan mereka, pasti keluarganya tidak bakal setuju jika Elina menikah dengan Gilbert yang mempunyai Kakak seorang pembunuh ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro yang hanya bisa diam saja.


" Kakak tidak mau tahu, kamu pokoknya harus meminta maaf kepada Gilbert, dan juga Keluarga Elina!! ",, kata Kak Ivar memberikan ultimatum kepada Pietro.


" Bagaimanapun caranya kamu harus bisa membuat Elina dan Gilbert bersatu di pelaminan dengan tidak adanya rasa dendam di dalam dada semua orang ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Jika Elina dan Gilbert tidak bisa bersatu, jangan pernah lagi menganggap Kakak sebagai Kakak kamu Pietro, karena Kakak sudah capek menasihati kamu dan tidak pernah kamu dengarkan ",, kata Kak Ivar lagi dan lagi kepada Pietro yang hanya diam saja.


Setelah itu Kak Ivar langsung saja beranjak pergi dari hadapannya Pietro untuk masuk ke dalam kamarnya.


Meninggalkan Pietro yang hanya diam saja daritadi seperti sedang memikirkan sesuatu.


Runyam, berantakan, dan juga akan saling terpecah belah sama seperti Keluarga Ayah Eric, begitulah kondisi dari ke tiga saudara itu.


Dan ketika Pietro sedang melamun di tempat duduknya, tiba-tiba saja pandangannya teralihkan oleh kedatangan dari Gilbert yang sudah rapi memakai pakaian serba hitam plus kaca mata hitamnya.


Karena Gilbert ingin menghadiri pemakaman dari Mama Juni.


Pietro yang melihatnya, dia mencoba bertanya kepada Gilbert, namun Gilbert yang sedang marah dengan sang Kakak, tentu saja dia tidak mempedulikannya dan terus berlalu pergi menuju ke dalam mobilnya.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2