KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KEDATANGAN GILBERT


__ADS_3

Gilbert yang mendengar perkataan dari Alva, dia pun langsung saja bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk menaruh semua barang-barang bawaannya termasuk tas dan juga kopernya.


Namun sebelum itu Gilbert tadi berpamitan dulu kepada Alva untuk masuk ke dalam kamar.


Dan sesampainya di dalam kamar, Gilbert langsung mengambil hadiah atau oleh-oleh yang sudah dia persiapkan sebelumnya untuk dia berikan kepada sang keponakan cantiknya itu.


Ketika Gilbert baru saja keluar dari dalam kamarnya, dia langsung melihat Alva sedang bermain di ruang Keluarga di temani sama asisten rumah tangga yang bekerja di situ.


" Alva ",, panggil dari Gilbert kepada Alva.


" Iya Paman ",, jawab dari Alva kepada Gilbert.


" Ini oleh-oleh untuk kamu sayang ",, kata Gilbert kepada Alva sambil menyerahkan oleh-olehnya yang dibawanya.


" Horeee, terimakasih Paman Gilbert ",, jawab dari Alva kepada Gilbert dengan sangat senang sekali.


" Paman mau menyusul Ayah sama Mama kamu dulu ya sayang ke rumah sakit, kamu baik-baik di rumah ya sama Bibi, jangan nakal ya ",, kata Gilbert kepada Alva.


" Baik Paman ",, jawab dari Alva kepada Gilbert.


" Bi titip Alva ya, kunci semua pintu, jendela dan pagar, dan nanti saya juga akan berpesan kepada penjaga di luar supaya berjaga lebih ketat lagi, karena tidak ada orang di rumah ini ",, pesan dari Gilbert kepada asisten rumah tangganya.


" Baik Tuan Gilbert ",, jawab dari asisten rumah tangga itu kepada Gilbert.


Setelah itu Gilbert langsung saja berlalu pergi untuk menuju ke rumah sakit terdekat.


Gilbert pergi hanya dengan bermodal nekat saja, tanpa mau bertanya atau mengabari terlebih dahulu kepada sang Kakak jika dirinya sudah kembali pulang ke rumah.


Dan Gilbert menebak jika Molly di bawa ke rumah sakit yang terdekat dengan rumah mereka.


Sedangkan di rumah sakit tempat Molly sedang mendapatkan perawatan.


Molly masih saja terus menahan rasa sakit di perutnya itu, sambil terus menangis dengan menyebut nama si Pietro.


" Kakanda pulang, Molly sudah tidak tahan, rasanya sangat sakit sekali ",, kata Molly dengan lirih sambil terus mengusap perutnya.


Kak Ivar dan Agnes yang berada di situ, sampai merasa heran sekali dengan kondisi Molly.


Karena setiap Molly di cek oleh Dokter, dia tidak ada tanda-tanda mau melahirkan, namun Mollynya sendiri sudah sangat kesakitan sekali.


" Mah kita harus bagaimana ini, Ayah tidak tega melihat Molly seperti ini, apa kita mengikuti saran dari Dokter saja untuk mengoperasi caesar perutnya Molly?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Agnes.


" Tidak!! ",, bentak dari Molly kepada Kak Ivar.

__ADS_1


Kak Ivar dan Agnes yang berdiri di samping brankar pasiennya Molly sampai terkejut, ketika Molly membentak Kak Ivar seperti tadi.


Dan baru kali itu juga Kak Ivar di bentak oleh Molly.


" Sampai kapanpun Molly tidak mau di operasi, Molly mau menunggu Kakanda saja!! ",, kata Molly lagi kepada Kak Ivar.


" Kakanda pulang, aduuuh sakit ",, kata Molly sambil terus mengeluh sakit di perutnya.


" Kita lebih baik tunggu Ito pulang Ayah, karena memang sepertinya mereka tidak mau keluar karena menunggu sang Ayah pulang ",, jawab Agnes kepada Kak Ivar.


" Ya Tuhan, semoga semuanya baik-baik saja, dan untuk Pietro semoga dia cepat sampai di sininya ",, kata Kak Ivar berdoa kepada Tuhan.


Dan perkataan dari Kak Ivar tentu saja langsung di aamiinkan oleh Agnes.


" Kak Agnes sakit ",, kata Molly kepada Agnes.


" Kamu yang sabar ya Molly, ayo ambil nafas dan keluarkan secara perlahan ",, kata Agnes kepada Molly.


Molly langsung saja mengikuti intrupsi dari Agnes dengan menarik nafasnya dan mengeluarkannya secara perlahan.


Kak Ivar yang sudah tidak tahan melihat kondisinya Molly yang sudah kesakitan seperti itu, dia pun mencoba menghubungi Pietro lagi, namun tetap saja Pietro tidak bisa di hubungi.


Dan Pietronya sendiri, saat ini dia terus melihat ke arah jam yang melingkar apik di pergelangan tangan kekarnya itu.


" Andai aku bisa membuat ramuan penghilang, akan aku buat ramuan itu dan akan aku pergunakan jika dalam keadaan seperti sekarang ",, kata Pietro dengan sambil terus menggerakkan kakinya karena merasa cemas.


" Pietro masih tidak bisa dihubungi ",, kata Kak Ivar berbicara sendiri.


Ketika Kak Ivar sedang sibuk mengotak-atik ponselnya sambil mencoba mengirimkan pesan kepada Pietro, tiba-tiba saja telinga mereka semua mendengar jika ruang perawatan dari Molly ada yang mengetuk dari luar.


Kak Ivar yang berada dekat dengan pintu, dia pun langsung saja berjalan ke arah pintu tersebut untuk membukakannya.


Alangkah terkejutnya Kak Ivar, ketika dia sudah membuka pintu dan melihat yang berdiri di balik pintu tersebut adalah Gilbert, adik yang sudah lama belum di lihatnya itu.


Kak Ivar yang merasa senang, dia pun sampai sedikit berteriak sambil memeluk Gilbert.


" Gilbert ",, kata Kak Ivar sambil langsung memeluk Gilbert.


Pelukan dari Kak Ivar langsung saja di balas oleh Gilbert tidak kalah eratnya.


Atensi dari Agnes dan Molly langsung teralihkan ke arah pintu ketika mendengar nama Gilbert di sebut oleh Kak Ivar.


Gilbert yang tadi sudah sampai di rumah sakit tempat Molly sedang di rawat, dia langsung saja bertanya kepada petugas resepsionis apakah di rumah sakit tersebut ada Keluarga Roderick yang ingin melahirkan.

__ADS_1


Sungguh Gilbert merasa sangat senang sekali, ketika petugas resepsionis menjawab jika di rumah sakit itu memang ada Keluarga Roderick yang sedang ingin melahirkan dan bernama Molly.


Tentu saja tidak mau menunggu lama lagi, Gilbert langsung meminta petunjuk di manakah kamar ruang inap dari Molly berada.


Dan akhirnya di sinilah Gilbert sekarang, sudah berada di depan Kak Ivar.


" Ayo masuk, kapan kamu pulang Gilbert?? ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Ini baru saja sampai Kak, dan ketika Gilbert tanya kepada Alva di mana Kakak sama Kak Agnes berada, Gilbert langsung saja menuju ke sini ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh Agnes maupun Molly.


" Kak Agnes ",, sapa Gilbert kepada Agnes sambil memeluk sang Kak Ipar.


" Tambah gemuk kamu ya Ibet ",, kata Agnes kepada Gilbert sambil membalas pelukan dari Gilbert tadi.


" Iya Kak, Gilbert akui, Gilbert tambah gemuk sekarang ",, jawab dari Gilbert kepada Agnes sambil tertawa.


" Kak Molly ",, sapa dari Gilbert juga kepada Molly, sambil memeluk Molly yang sedang rebahan.


Molly hanya bisa tersenyum tipis saja kepada Gilbert, karena dia sedang menahan rasa sakit di perutnya.


" Ayo Kak Molly semangat ya Kak, supaya ke dua keponakan Gilbert lahir dengan sehat semua ",, semangat dari Gilbert kepada Molly.


" Iya ",, jawab lirih dari Molly kepada Gilbert.


" Ngomong-ngomong Kak Pietro ada di mana Kak Ivar?? ",, tanya dari Gilbert kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh semua orang.


" Ito masih belum pulang, itulah mengapa ini babynya tidak mau keluar, karena menunggu kehadiran dari Ayahnya ",, bukan Kak Ivar yang menjawab melainkan Agnes.


" Memangnya Kak Pietro pergi ke mana Kak?? ",, tanya dari Gilbert lagi kepada Keluarganya.


" Ito sedang membu...... ",, perkataan dari Agnes langsung terpotong oleh perkataan dari Kak Ivar.


" Pietro sedang ada keperluan dengan temannya di luar Negeri ",, jawab dari Kak Ivar sambil mengkode Agnes dan Gilbert.


" Oh iya-iya, Gilbert tahu, semoga saja Kak Pietro segera sampai di sini ",, kata Gilbert yang mengerti maksud dari Kak Ivar.


Sedang Agnes yang melihat plototan mata dari Kak Ivar, dia langsung saja tertawa ketika hampir saja keceplosan berbicara.


Untung saja Agnes tadi tidak sampai keblabasan menjawab jujur kepada Gilbert, kalau iya entahlah bagaimana nanti apa yang di pikirkan oleh Molly untuk sang suami yaitu Pietro.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2