
Tanpa sadar hari sudah berganti dengan hari, dan minggu sudah berganti dengan minggu, hingga tidak terasa sudah berjalan enam bulan saja dari kejadian Pietro yang meminum racun.
Dan umur dari si kembar tentu saja sudah menginjak usia ke tujuh bulan, begitupun dengan baby Ansel, mereka semua semakin lucu serta semakin menggemaskan saja bagi semua orang yang melihatnya.
Saat ini adalah hari minggu, karena sejak kemarin tidak ada waktu luang untuk mereka berkumpul keluarga.
Karena baik Pietro, Kak Ivar dan juga Gilbert, mereka bertiga sedang pada sibuk mempersiapkan pembukaan untuk toko obat herbal milik Pietro.
Semua orang terutama Molly, mereka semua sangat mendukung sekali keinginan Pietro yang ingin membuka toko obat herbal miliknya sendiri.
Sesuai keinginan Pietro, semua racikan obat buatannya sudah di buatkan hak patennya, serta Pietro juga sudah mempunyai pengimpor rempah-rempah herbal untuk bahan baku obat dan ramuannya dari berbagai Negara, bahkan ada dari Indonesia juga lho.
Mempunyai banyak kenalan dari kalangan para pejabat, pembisnis hebat dan juga para mafia, membuat Pietro sangat mudah sekali mendapatkan pengimpor bahan-bahan herbalnya dan juga mudah memasarkan obat herbal racikannya itu sampai menembus pasar internasional.
Walau pembukaan tokonya masih lusa depan, namun semua obat-obat herbal milik Pietro sudah mulai di pasarkan ke pasar Internasional sejak satu minggu yang lalu.
Sekarang semua Keluarga Roderick, di hari minggu ini sedang pada menghadiri pesta kebun yang di adakan oleh Keluarga Hartigan.
Dan semua Keluarga Roderick baru pertama kali ini berkunjung ke rumah Keluarga Hartigan.
Keluarga Hartigan memang sengaja mengadakan pesta kebun dan hanya Keluarga Roderick saja yang mereka undang, karena mereka ingin semakin dekat satu sama lainnya.
" Tuan Pietro, selamat atas di bukanya toko obat herbal milik anda itu Tuan ",, kata Kak Agler kepada Pietro.
Pietro langsung tersenyum menanggapi perkataan dari Kak Agler sambil mengangguk.
" Saya harap anda akan datang di acara pembukaan toko obat herbal milik saya nanti Tuan Agler ",, kata Pietro kepada Kak Agler.
" Tentu saja Tuan Pietro, kita semua akan menghadiri pembukaan toko obat herbal milik anda yang terbesar dan satu-satunya di kota ini ",, jawab Kak Agler kepada Pietro.
Bagaimana tidak terbesar dan satu-satunya, karena sepuluh ruko Pietro renovasi menjadi satu, untuk dia jadikan toko obat herbal versinya.
Dan toko obat herbal itu memang belum ada di Negara Moldova sana, sudah seperti mall dan supermarket saja bukan toko obat herbal milik Pietro.
" Waaah, hebat sekali kamu Nak Pietro ",, kata Ayah Janu kepada Pietro, ketika mendengar perkataan dari Kak Agler tadi.
" Kalau Ayah membutuhkan obat herbal untuk persendian Ayah, itu Tuan Pietro punya obatnya ko Ayah ",, kata Linn menyahuti perkataan dari Ayah Janu tadi.
" Oh ya Nak Pietro?? ",, tanya Ayah Janu kepada Pietro.
__ADS_1
" Ada Tuan, nanti saya akan memberikannya kepada anda ",, jawab Pietro kepada Ayah Janu.
" Terimakasih banyak Nak Pietro ",, kata Ayah Janu kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Ayah Janu.
Ayah Janu merasa sangat senang sekali mendengar jawaban dari Pietro, dan dia rasanya sudah sangat tidak sabar sekali, ingin segera mencoba meminum obat racikan tradisional milik Pietro itu.
Jika di Indonesia mungkin di kenal dengan sebutan jamu kali ya.
Pietro sendiri walau sudah sering melihat baby Ansel, akan tetapi dia belum menyadari jika baby Ansel adalah reinkarnasi dari Ansel yang di kenalnya dulu.
Walau awalnya Pietro merasa sedikit aneh mendengar baby Ansel diberinama sama dengan arwah Ansel, tapi dia tidak sampai berpikiran untuk mengecek tanda lahirnya baby Ansel.
Ketika saat ini baby Ansel sedang di gendong oleh Molly yang duduk di sebelahnya, Pietro baru melihat sendiri jika baby Ansel memiliki daun telinga sama seperti ciri-ciri yang di sebutkan oleh Ansel dulu, dan juga jangan lupakan Pietro juga melihat tahi lalat cukup besar sekali ukurannya di belakang telinga sebelah kanan.
" Apakah dia reinkarnasi dari arwahnya Ansel?? ",, kata batin Pietro sambil terus melihat ke arah baby Ansel.
" Bisa jadi, tapi aku tidak mau mengatakannya terlebih dulu kepada yang lainnya, lebih baik akan aku selidiki sendiri dulu hingga dia besar dan tumbuh kembang bersama baby A ",, kata batin Pietro lagi untuk baby Ansel.
Mereka semua tidak menyadari, jika Pietro sedang memperhatikan baby Ansel dengan sangat lekat sekali seperti itu.
Singkat cerita, tibalah waktunya di mana Pietro harus meresmikan toko obat herbalnya itu, yang tokonya dia berinama King Pietro, sama seperti nama semua merek obat yang akan di pasarkannya.
Nama yang sudah paten dan tidak akan ada yang bisa merubah atau mengambilnya secara bebas, serta nama itu akan menjadi ciri khas obat herbal yang di jual oleh Pietro.
Semua orang yang mendapatkan undangan khusus dari Pietro beserta Kak Ivar untuk menghadiri acara pembukaan toko herbal tersebut.
Mereka semua sudah pada datang sejak tadi, dan yang di undang oleh Kak Ivar atau Pietro adalah Keluarga mertuanya Kak Ivar, Keluarga Hartigan serta Keluarga Hedy, yaitu Keluarganya Elina.
Lebih tepatnya hanya orang-orang terdekat saja yang Keluarga Roderick Undang.
Dengan di potongnya pita besar oleh Pietro, penanda jika toko sudah resmi di buka dan di operasikan serta di buka untuk umum.
Sorak bahagia langsung terdengar di situ dari semua orang, ketika Pietro akhirnya meresmikan pembukaan dari toko obat herbalnya.
Setelah pita sudah terpotong, Pietro lalu mengajak masuk semua orang untuk melihat-lihat isi dalam tokonya tersebut.
Bagian depan adalah tempat semua racikan obat herbal yang sudah jadi dan siap akan di pasarkan, dan pegawai tokonya semuanya adalah para anak buah Pietro yang dulu sering membantunya mengeksekusi para mangsanya.
__ADS_1
Sedang di bagian belakang, di gunakan untuk meracik obatnya yang akan mereka pasarkan.
Ada yang berbentuk serbuk, pil, bahkan berbentuk minuman, tidak cuma racikan obat saja, bahkan di toko obat herbal milik Pietro juga menjual berbagai penawar racun sesuai racun yang terkena di dalam tubuh manusia, dan masih ada banyak yang lainnya, yang ke semuanya herbal tanpa ada campuran dari obat kimia.
Pembukaan toko obat herbalnya Pietro, sudah menyebar dari mulut ke mulut oleh masyarakat sekitar.
Dan hampir semua warga Negara Moldova, sudah sangat penasaran sekali ingin mencoba ramuan racikan obat herbal milik Pietro sesuai dengan penyakit yang mereka rasakan.
Bahkan awalnya para kenalannya Pietro yang mempunyai kedudukan tinggi itu, pada tidak percaya dengan niat Pietro yang ingin berubah dan berhenti dari membunuh.
Namun setelah mereka melihat sendiri kegigihan Pietro dalam membangun dan mendirikan toko obat herbalnya tersebut.
Mereka semua akhirnya percaya dan mendukung serta juga membantu Pietro untuk memasarkan obat herbalnya itu.
Mesin-mesin canggih pun sudah Pietro punya untuk menunjang pembuatan obat herbalnya, dan dia memesan mesin tersebut langsung dari pabriknya.
Dengan pengerjaan yang memakan waktu yang cukup singkat dan harga yang selangit, akhirnya mesin itu pun bisa selesai juga tepat waktu bersamaan dengan di bukanya toko obat herbal milik Pietro.
Nantinya, jika para pengunjung toko obat herbal itu ingin tahu bagaimana cara pembuatan racikan obat herbalnya, Pietro sudah menyediakan layar yang cukup besar sekali di dalam tokonya, supaya bisa di lihat oleh para pembeli.
Dan jika para pembeli ingin melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan obat herbalnya, mereka semua yang sudah memenuhi syarat dari para pegawai tokonya Pietro.
Para pengunjung atau pembeli obat herbalnya Pietro, bisa berjalan ke sisi sebelah kiri, karena di sisi sebelah kiri itu, mereka semua bisa melihat secara langsung dari jendela kaca bening yang sangat besar sekali ukurannya yang tembus pandang langsung ke dalam pabrik pembuatan obat herbal tersebut.
Dari luar sungguh terlihat sangat higenis sekali dan terjaga akan kebersihannya, sebab Pietro memang sangat menyukai kebersihan.
Apalagi yang dia produksi adalah obat-obat herbal yang memang harus bersih tempatnya.
Bahkan rumah milik Pietro yang berada di tengah hutan, sudah beralih fungsi menjadi tempat tinggal para anak buahnya, sekaligus menjadi kebun tanaman herbal yang sengaja Pietro tanam sendiri di samping dan belakang rumahnya yang luas itu.
...πππππππππππππ...
Nah, sekarang pertanyaannya, Pietro mengajak Molly dan si kembar tinggal di mana coba??π€.
Yang tahu komen di bawah yukπππ€.
...π οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈ...
...***TBC***...
__ADS_1