
Tadi ketika Elina masih meluapkan emosinya di sirkuit tempatnya biasa berlatih.
Di rumah Danish, di sana masih terjadi perbincangan yang cukup sengit antara Danish beserta ke dua orang tuanya.
Setelah kepergian dari Luke tadi dari dalam rumahnya, Danish langsung saja berbicara kepada ke dua orang tuanya.
" Ayah kenapa Ayah tidak sadar jika Elina tidak mau di jodohkan kepada Luke!! ",, kata Danish kepada Ayah Eric.
" Dan Elina tadi juga mengatakan jika dia sudah mempunyai kekasih Ayah ",, sambung lagi perkataan dari Danish kepada Ayah Eric.
" Paling juga itu akal-akalan dari Elina saja, untuk menolak perjodohan ini ",, kata Ayah Eric masih tetap kekeh ingin menjodohkan Elina.
" Terserah Ayah saja!! ",, kata Danish kepada Elina.
Dan setelahnya Danish langsung saja berlalu masuk ke dalam kamarnya meninggalkan ke dua orang tuanya.
Sekitar jam tujuh malam, Danish yang sudah ada janji dengan rekan bisnisnya, dia yang sudah rapi langsung saja keluar dari dalam kamarnya untuk segera pergi.
Namun ketika Danish baru saja membuka pintu rumahnya, dia tidak sengaja di kejutkan oleh kedatangan dari Luke lagi di rumahnya.
" Tuan Luke ",, kata Danish menyapa Luke.
" Tuan Danish, anda sudah rapi sekali, apakah anda mau pergi?? ",, kata Luke kepada Danish.
" Iya, saya ada janji dengan rekan bisnis saya ",, jawab dari Danish kepada Luke.
" Kamu ke sini apa ingin mencari Elina?? ",, tanya dari Danish kepada Luke.
" Iya Tuan, apakah Elinanya ada di rumah ",, jawab dari Luke kepada Danish.
" Elina belum pulang sejak tadi siang, apakah anda mau masuk dulu Tuan, di dalam masih ada Ayah dan juga Mama ",, kata Danish kepada Luke.
" Boleh, eem kalau boleh tahu, biasanya Elina akan pulang jam berapa ya Tuan?? ",, tanya dari Luke kepada Danish.
" Biasanya dia kalau sudah selesai latihan dan jika tidak nongkrong dengan teman-temannya, dia akan langsung pulang ke rumah ",, jawab dari Danish lagi kepada Luke.
" Kalau begitu bolehkah saya menunggu di dalam sekalian mengobrol dengan Tuan Eric Tuan Danish?? ",, kata Luke kepada Danish.
" Iya silahkan masuk saja Tuan Luke, dan saya permisi dulu sudah di tunggu sama kolega saya ",, jawab dari Danish kepada Luke.
" Hati-hati di jalan Tuan Danish ",, kata Luke kepada Danish.
Danish hanya mengangguk saja kepada Luke.
__ADS_1
Dan setelahnya Danish langsung masuk ke dalam mobilnya untuk bertemu dengan rekan bisnisnya.
Sedang Luke dia langsung saja masuk ke dalam rumah Danish untuk berbincang bersama Ayah Eric sambil menunggu Elina pulang.
Satu jam kemudian waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, dua jam, tiga jam, akhirnya Danish pulang juga dari acara pertemuannya itu.
Ketika Danish sudah sampai di rumahnya, Danish masih melihat ada mobil milik Luke terparkir rapi di teras rumahnya.
Dan benar saja di saat Danish sudah masuk ke dalam rumah, dia langsung melihat Luke masih berbincang dengan Ayah Eric di ruang Keluarga.
Tidak ada Mama Juni di situ, sebab dia sudah masuk ke dalam kamar untuk tidur.
" Anda belum pulang Tuan Luke, dan apakah Elina juga belum pulang Ayah?? ",, kata Danish kepada Luke dan Ayah Eric.
" Belum Tuan, maaf keasikan mengobrol dengan Tuan Eric jadi lupa waktu ",, jawab dari Luke kepada Danish.
" Adik kamu belum pulang, ini sudah malam, nomor ponselnya juga tidak aktif, apakah kamu tidak mau mencarinya Danish ",, jawab dari Ayah Eric kepada Danish.
" Biar sajalah Ayah, ini semua juga karena Ayah, nanti dia juga pulang sendiri ",, kata Danish kepada Ayah Eric.
Biasanya jika Elina tidak pulang sekitar jam sembilan malam, Danish sudah akan sibuk mencari di manapun Elina berada.
Namun berhubung sekarang situasinya berbeda dan Danish sangat tahu sekali jika Elina malas untuk pulang karena sang Ayah.
Jadi Danish sekarang sengaja membiarkannya saja, sebab pikir Danish biar Elina tenang dulu keadaannya, daripada pulang nanti malah akan semakin berantem dengan sang Ayah.
" Tapi kata Nak Luke, tadi ketika di sirkuit katanya Elina sudah mau menerima perjodohan ini Danish ",, kata Ayah Eric kepada Danish.
Danish yang mendengar perkataan dari sang Ayah, dia langsung saja menatap ke arah Luke.
Dan Luke yang di tatap seperti itu oleh Danish dia langsung menundukkan kepalanya, karena sudah ketahuan berbohong.
" Apakah benar itu Tuan Luke, jika Elina mengatakan hal itu kepada anda?? ",, tanya dari Danish kepada Luke.
Luke hanya diam saja tdak bisa menjawab pertanyaan mudah tersebut dari Danish.
" Lihatlah,!! Tuan Luke saja tidak bisa menjawab pertanyaan semudah itu dari Danish Ayah ",, kata Danish kepada Ayah Eric.
" Terlebih akan hal itu, Ayah tetap akan menjodohkan Elina dengan Luke Danish!! ",, jawab kekeh dari Ayah Eric kepada Danish.
" Ini sudah jam sebelas malam lebih, kalian tunggu saja sampai Elina pulang, dan Tuan Luke tinggallah di sini sampai Elina pulang, nanti jika sudah pulang mari kita tanyakan bersama-sama apakah dia mau di jodohkan dengan anda Tuan Luke ",, kata Danish kepada Ayah Eric dan juga Danish.
" Saya permisi dulu mau ganti baju ",, kata Danish lagi kepada ke dua orang tersebut.
__ADS_1
Setelah itu Danish langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju dan bersih-bersih badannya.
Dan ketika Danish sudah selesai melakukan rutinitasnya itu, dia langsung keluar lagi dari dalam kamarnya untuk ikut bergabung bersama Luke dan juga Ayah Eric di ruang Keluarga.
Satu jam menunggu lagi, dua jam hingga berjam-jam lamanya, sampai mereka sudah tertidur di atas shofa yang ada di ruang Keluarga, namun Elina belum menunjukkan batang hidungnya pulang ke rumah.
Hingga akhirnya sekitar jam empat dini hari, telinga mereka semua mendengar bel pintu rumah yang sedang berbunyi.
Lukelah orang pertama yang mendengar suara bell pintu rumah yang berbunyi, dan dia lalu membangunkan Ayah Eric, setelahnya Ayah Eric langsung membangunkan Danish.
Setelah bangun mereka bertiga lalu bergegas menuju ke arah ruang tamu untuk membukakan pintu kepada orang yang memencet bell tersebut.
Dan di saat pintu sudah terbuka, mereka semua langsung melihat Elina yang sudah pulang di antar oleh Gilbert dalam keadaan yang cukup berantakan dengan banyak cap badak di lehernya.
" Kurang ajar, 6471n94n anda ya,!! memulangkan anak gadis saya jam segini hah!! ",, kata Ayah Eric dengan tiba-tiba kepada Gilbert sambil memukuli wajahnya Gilbert.
Gilbert yang tidak ada persiapan, dia langsung saja tersungkur di lantai dengan Ayah Eric berada di atas tubuhnya sambil memukulinya dengan membabi buta.
Tentu saja Danish dan juga Elina langsung mencegah sang Ayah yang sedang memukuli Gilbert.
Sedang Luke tadi yang awalnya terkejut melihat Elina pulang dalam keadaan seperti itu bersama seorang laki-laki, hatinya tentu saja langsung merasa marah sekali.
Akan tetapi ketika Luke melihat Gilbert tiba-tiba di pukuli seperti itu oleh Ayah Eric, senyum licik pun terlihat di bibirnya yang seksi itu.
Tidak tahukah Ayah Eric dan Luke, jika dia berani bermacam-macam dengan Keluarga Roderick, ada mesin pembunuh yang siap akan membunuh mereka kapan saja.
" Ayah stop!! ",, teriak super tegas sekali dari Elina kepada Ayah Eric.
" Ayah apa yang Ayah lakukan hah,!! apa Ayah mau membunuh Gilbert!! ",, kata Elina kepada Ayah Eric sambil membantu Gilbert untuk bangun dari rebahannya di atas lantai.
" Dia laki-laki kurang ajar yang sudah berani memulangkanmu di jam segini Elina dalam keadaan yang seperti ini!! ",, jawab dari Ayah Eric kepada Elina.
" Elina sungguh tidak mengenal Ayah sekarang, karena dia Ayah tidak bisa mengerti karakter anak Ayah sendiri!! ",, kata Elina kepada Ayah Eric sambil menunjuk Luke.
" Dia itu kekasih Elina yang sebentar lagi akan menikahi Elina, karena dia sudah melamar Elina dan Elina menerimanya,!! tapi Ayah tidak bertanya dulu kepada Elina, tapi malah langsung memukulinya seperti itu,!! apakah ini sikap Ayah yang patut di contoh oleh anak-anaknya??!! ",, kata Elina lagi sambil marah-marah kepada Ayah Eric.
" Kak Danish, jika besok nanti Kakak punya anak perempuan dan pulang bersama laki-laki, jangan di tanya dulu langsung pukuli dia kalau bisa bunuh saja laki-laki yang bersama anak Kakak itu ",, kata Elina kepada Danish.
" Nanti Elina juga akan begitu, akan menyuruh suami Elina untuk memukuli laki-laki yang dekat dengan anak Elina, karena yang namanya anak pasti akan mencontoh ke dua orang tuanya, dan Ayahlah yang mengajari kita seperti itu Kak ",, lanjut lagi perkataan dari Elina kepada Danish sambil menyindir Ayah Eric.
Ayah Eric tentu saja hanya bisa diam saja, karena semua perkataan dari Elina langsung menusuk relung jantungnya.
Sungguh pagi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang di alami oleh Gilbert hari itu secara bersamaan.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...