KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KAK IVAR GEMAS


__ADS_3

" Pietro......... buka pintunya, Kakak tahu kamu ada didalam Pietro ",, begitulah suara teriakan dari Kak Ivar yang didengar oleh Pietro maupun Molly dengan samar-samar.


" Kak Ivar ",, kata Pietro sambil memandang wajah cantiknya Molly.


" Siapa Kak Ivar itu Tuan?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


Pietro tidak menjawab perkataan dari Molly, dia memilih langsung saja beranjak berdiri dari atas tubuhnya Molly.


Dan dengan santainya pula, seperti tidak merasa berdosa, Pietro langsung menarik handuk yang sedang dipakai oleh Molly untuk dia pakai lagi.


" Aduuuuuhh ",, kata Molly mengaduh kesakitan, ketika Pietro sedikit kasar menarih handuk yang sedang dipakainya tadi.


Setelah itu, Pietro melilitkan handuk tadi kepinggangnya lagi, dengan santainya tidak mempedulikan Molly yang sedang tel4nj4n9, dia malah melenggang pergi dari dalam kamar menuju keruang tamu rumahnya untuk membukakan pintu kepada sang Kakak.


Sedang Molly sendiri ketika ditinggal pergi lagi seperti itu oleh Pietro, dia langsung saja melilitkan selimut baru yang tadi sudah diambil oleh Pietro.


Dan ketika Pietro sudah membuka pintu rumahnya, benar saja yang datang kerumahnya adalah Kak Ivar Kakak kandungnya sendiri.


" Lama sekali kamu membuka pintunya Pietro, seperti sedang menyembunyikan sesuatu saja ",, kata Kak Ivar kepada Pietro sambil menyindir.


Mau bagaimanapun Kak Ivar menyindir Pietro, dia tetap saja tidak mengerti akan sindiran seperti itu.


" Ada apa Kakak tumben sekali jam segini datang kerumahku??, apa Kakak tidak bekerja?? ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.


" Dan Kakak mau kemana?? ",, tanya Pietro kepada Kak Ivar yang seperti ingin mencari tahu sesuatu didalam rumah Pietro.


" Kakak sedang mencari perempuan yang tadi dikatakan oleh Ibet kepada Kakak ",, jawab Kak Ivar dengan jujur kepada Pietro.


" Oh dia ada didalam kamar Pietro sekarang ",, jawab jujur juga dari Pietro kepada Kak Ivar.


Kak Ivar langsung saja menghentikan langkah kakinya ketika dia mendengar jawaban dari Pietro.


" Kamu menyembunyikan gadis itu didalam kamar?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.


Dan lucunya Pietro langsung saja mengangguk patuh kepada Kak Ivar.


" Kamu sudah apakan dia Pietro??!! ",, tanya tegas dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Pietro ajak tidur, seperti Kakak meniduri Kak Agnes ",, jawab lugu dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Apa tadi kamu baru saja menidurinya Pietro, hingga membuatmu cuma memakai handuk seperti ini saja??!! ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Iya........... ",, jawab jujur dari Pietro lagi kepada Kak Ivar dengan menampilkan wajah lugu bin b0d0hnya.


" Astaga adikku ini ",, kata Kak Ivar sambil menghela nafasnya.


" Kakak kenapa menghela nafas??, apa Kakak mau meninggal sekarang?? ",, kata Pietro ketika melihat Kakaknya sedang menghela nafas.

__ADS_1


'' Sembarangan saja sib0d0h ini berbicara ",, kata Kak Ivar sambil memukul kepala siPietro dengan sangat keras sekali.


Namun Pietro yang kepalanya dipukul seperti itu oleh Kak Ivar, dia hanya diam saja tidak mau membalas.


" Sekarang kamu masuk lagi kedalam kamar ............. ",, kata Kak Ivar belum selesai namun sudah dipotong lebih dulu oleh perkataan dari Pietro.


" Iya, terimakasih Kak,........... kalau begitu aku mau melanjutkan lagi kegiatanku dengan dia yang terganggu dengan kedatangan dari Kakak ",, kata Pietro memotong perkataan dari Kak Ivar.


" Kakak belum selesai berbicara Pietro!! ",, kata Kak Ivar sambil menjitak kepala siPietro.


" Lha terus Kakak menyuruh Pietro masuk lagi kedalam kamar untuk apa, jika bukan untuk tidur lagi dengannya?? ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.


" Sabar-sabar........... ",, kata Kak Ivar sambil mengusap dadanya.


Begitulah kelakuan dari Pietro dan Gilbert yang sering menguras kesabaran dari Kak Ivar.


Walau Pietro garang dengan semua orang, namun dia akan baik cuma kepada Kakak dan juga adiknya saja.


Dan sepertinya akan bertambah satu orang lagi, yaitu Molly.


" Makanya jika Kakak belum selesai berbicara itu jangan dipotong dulu ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Ajak dia keluar dan Kakak tunggu kalian berdua diruang Keluarga!! se.......ka........rang!! ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.


Setelahnya Kak Ivar langsung saja berlalu pergi meningglakan Pietro menuju keruang Keluarga yang ada dirumahnya Pietro.


Pietro yang sudah masuk kedalam kamarnya lagi, dia langsung saja melihat Molly sedang duduk diatas ranjangnya dengan selimut yang dia gunakan untuk membungkus tubuh t3l4njn9nya itu.


Sambil berdiri tidak jauh dari Molly, Pietro menatap lekat kearah Molly hingga membuat Molly menjadi tambah ketakutan sekali.


" A.....anda kenapa Tuan, melihat saya seperti itu?? ",, tanya Molly kepada Pietro sambil menundukkan wajahnya.


Tanpa banyak berbicara kepada Molly, Pietro langsung saja pergi lagi meninggalkan Molly menuju kedalam ruang walk in closetnya.


Sedang Molly sendiri, dia sedikit .............mungkin bukan sedikit lagi melainkan semakin bingung saja dengan sikap aneh dari Pietro yang tidak bisa ditebaknya.


Setelah Pietro beberapa menit didalam ruang walk in closet miliknya, Pietro keluar dari ruangan tersebut sambil membawa sebuah kaos oblong dan celana kolornya yang panjang, sejenis celana training.


Entah pakaian itu untuk dia pakai sendiri, atau akan dia berikan kepada Molly.


" Pakailah!! ",, kata Pietro sambil melempar baju yang dibawanya tadi kepada Molly.


Dan ternyata baju yang diambilnya tadi, Pietro berikan kepada Molly, bukan untuk dia pakai sendiri.


" Saya harus pakai ini Tuan?? ",, kata Molly kepada Pietro.


" Iya, dan saya sudah memilihkan yang ukurannya paling kecil diantara semua pakaian saya, karena jika saya mengambilkan dulu baju untuk kamu diruang pengobatan saya, Kak Ivar akan kelamaan menunggu ",, jawab Pietro kepada Molly.

__ADS_1


" Eemm........... ba.....baiklah Tuan ",, jawab Molly terpaksa pasrah kepada Pietro.


Setelahnya Molly langsung saja berdiri dari duduknya, dan mencoba berjalan dengan tertatih menuju kedalam kamar mandi untuk berganti baju.


Namun ketika Molly baru dua langkah berjalan, dia sudah langsung saja dicegah oleh Pietro.


" Kamu mau kemana?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


" Mau ganti baju didalam kamar mandi Tuan ",, jawab Molly kepada Pietro.


" Buka.............!! ",, kata tegas dari Pietro kepada Molly.


" Hah!! ",, kata Molly sangat terkejut sekali.


" Saya bilang buka selimutnya dan pakailah disini saja!! ",, kata Pietro lagi kepada Molly dengan sambil menunjukkan wajah garangnya.


" Ta..........tapi Tuan ",, kata Molly kepada Pietro.


" Cepat buka dan pakai saya bilang!!, atau kamu mau saya yang memakaikan itu!! ",, kata Pietro lagi kepada Molly dengan nada yang semakin sangat tegas sekali.


" Ba..........baiklah Tuan ",, jawab Molly akhirnya kepada Pietro dengan perasaan takut-takut.


Dengan sangat malu sekali serta sangat takut dan juga tertekan, mau tidak mau akhirnya Molly melepaskan lilitan selimut yang dipakainya tadi dihadapannya Pietro.


Setelahnya Molly langsung saja memakai baju dan celana milik Pietro tadi yang langsung membuat tubuh ramping nan mulus milik Molly tenggelam dibuatnya.


Sedang Pietro sendiri, ketika dia melihat Molly sangat kebesaran sekali memakai pakaiannya, dia langsung saja menggelengkan kepalanya.


" Bukan bajuku yang kebesaran untuk kamu, melainkan badan kamu yang sangat kekecilan sekali ",, kata Pietro kepada Molly.


Dan Molly sendiri yang sudah memakai kaos serta celana milik Pietro, dia langsung saja mendekapnya dengan erat.


Terlebih dengan celana yang sedang dipakainya itu, yang seakan ingin melorot terus kebawah, karena size pinggang milik Molly dengan pinggang milik Pietro sangat berbeda sekali.


" Tunggu disini, saya mau ganti baju dulu ",, kata Pietro kepada Molly.


Dan Molly langsung dibuat melototkan matanya karena ulah dari Pietro, karena Pietro dengan santainya melepaskan lilitan handuk yang dipakainya itu didepannya.


Serta Pietro berjalan kesana kemari dengan santainya didalam kamar untuk mengambil pakaiannya sendiri.


Ketika Pietro ingin masuk kedalam ruang walk in closetnya, dia yang melewati Molly langsung memberikan kecupan sekilas dibibir Molly yang sedang sedikit terbuka karena terkejut tadi.


Dan senyum tipis mengembang dibibir seksinya siPietro ketika sudah mengecup bibir Molly sambil berjalan menuju keruang walk in closetnya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2