
Singkat cerita semakin hari semakin berkembang saja ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Molly dalam menggunakan ponselnya, namun tidak dengan laptopnya, karena Pietro belum mengajarinya sama sekali.
Molly yang sedang asik bersantai sambil memainkan ponselnya di ruang Keluarga, tiba-tiba saja ponsel milik Pietro yang tertinggal di atas meja berdering dengan sangat kencang sekali.
Sang punya ponsel yang kebetulan sedang berada di dalam kamar mandi untuk menunaikan hajat pun alhasil dia tidak tahu jika ada panggilan masuk ke dalam ponselnya.
Dan Molly yang melihatnya, dia hanya membiarkannya saja tanpa mau sama sekali untuk mengangkat sambungan telepon tersebut.
" Iiiihh ponsel milik Kakanda berisik sekali ",, gerutu dari Molly untuk ponsel milik Pietro.
Tidak berlangsung lama, Pietro pun akhirnya selesai juga berada di dalam kamar mandinya.
Pietro yang sudah selesai dari dalam kamar mandi, dia langsung ikut bergabung lagi bersama Molly untuk duduk di ruang Keluarga.
Molly yang melihat kedatangan dari Pietro, dia langsung saja memberitahukan jika ponselnya daritadi berdering terus.
" Kakanda, ponselnya daritadi berdering terus berisik ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro hanya diam saja dan dia memilih langsung untuk melihat siapakah yang sudah menelponnya.
Ketika sudah dilihat oleh Molly, ternyata yang menelpon adalah salah satu anak buahnya.
Tanpa menunggu waktu lama Pietro pun langsung saja mencoba menelpon balik anak buahnya itu.
" Halo Tuan Pietro ",, kata sang anak buah ketika sudah mengangkat sambungan telepon dari Pietro.
" Ada apa?? ",, tanya Pietro kepada anak buahnya.
" Tuan, Tuan Brush sudah kita tangkap sesuai perintah anda, dan kami juga sudah membawanya ke markas ",, lapor anak buah itu kepada Pietro.
" Bagus, malam ini dia akan saya eksekusi ",, jawab Pietro kepada anak buahnya.
" Siapkan semua alat-alat yang saya butuhkan untuk mengeksekusi dia ",, kata Pietro lagi kepada anak buahnya.
" Siap Tuan Pietro, segera akan kita laksanakan ",, jawab dari anak buah itu kepada Pietro.
Dan tanpa berpamitan terlebih dahulu, Pietro langsung saja mematikan sambungan teleponnya dengan sepihak.
Saat ini Pietro menelpon sedikit menjauh dari Molly, supaya Molly tidak mendengar percakapannya dengan sang anak buah.
Setelah selesai menelpon anak buahnya Pietro langsung saja menghubungi Tuan Abraham.
__ADS_1
" Halo Tuan Roderick ",, sapa dari Tuan Abraham kepada Pietro.
" Tuan Abraham, Tuan Brush sudah berhasil kami tangkap, dan saat ini dia sudah berada di markas saya, secepatnya anda akan mendapatkan sesuatu yang anda inginkan ",, kata Pietro kepada Tuan Abraham.
Sungguh Tuan Abraham sangat senang sekali bisa mendapatkan kabar dari Pietro yang mengatakan jika orang yang sudah membuatnya marah sebentar lagi akan tamat riwayatnya.
" Bagus Tuan Roderick, segera eksekusi dia, karena saya sudah tidak sabar melihat dia cacat dan hancur di seumur hidupnya ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.
" Baik, nanti saya akan menghubungi anda lagi jika sudah selesai ",, kata Pietro kepada Tuan Abraham.
" Baik Tuan Roderick ",, jawab dari Tuan Abraham kepada Pietro.
Dan akhirnya sambungan telepon mereka pun terputus juga.
Pietro lalu mencoba kembali berjalan mendekat ke arah Molly lagi.
Sesampainya didepan Molly, Pietro langsung duduk di shofa yang ada di sampingnya Molly.
" My Queen ",, panggil Pietro kepada Molly.
" Iya Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Malam ini My Queen tidur di rumah Kak Ivar saja ya, karena malam ini Kakanda sedang ada pekerjaan yang tidak bisa Kakanda tinggalkan ",, kata Pietro kepada Molly.
" Kakanda tidak bisa menjelaskan, namun yang pasti jika kamu sendirian di sini, nanti Kakanda tidak akan bisa tenang dalam bekerja ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Iya baiklah kalau begitu Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro.
" Ayo segera bersiap-siap dan bawa baju seperlunya saja untuk dipakai di sana ",, kata Pietro kepada Molly.
" Iya ",, jawab singkat dari Molly kepada Pietro.
Akhirnya setelah melakukan perjalanan beberapa menit lamanya, mobil yang ditumpangi oleh Molly dan Pietro sampai juga di dalam pekarangan rumah Kak Ivar.
Suara deru mesin mobil yang masih menyala membuat Kak Ivar yang sedang berada di ruang tamu sedikit penasaran siapakah yang sedang datang ke rumahnya.
Setelah Kak Ivar keluar dari dalam rumah, dia langsung melihat ternyata yang datang adalah Pietro bersama Molly.
" Kalian datang, ayo masuk ",, kata Kak Ivar kepada Pietro dan juga Molly.
" Iya Kak Ivar ",, jawab Molly kepada Kak Ivar.
__ADS_1
Sedang Pietro dia hanya diam saja.
Setelahnya mereka berdua pun langsung saja masuk ke dalam rumah Kak Ivar dan langsung menuju ke ruang Keluarga.
" Sepi sekali, dimana Kak Agnes dan Gilbert Kak?? ",, tanya Pietro kepada Kak Ivar.
" Kak Agnes sedang ikut acara piknik di sekolahannya Alva dan akan pulang besok, sedangkan Gilbert, entahlah dia sudah pergi sejak tadi siang belum pulang sampai sekarang ",, jawab dari Kak Ivar kepada Pietro.
" Kak, Pietro titip Molly malam ini, nanti malam Pietro ada pekerjaan lagi ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.
" Apa kamu tidak bisa meninggalkan pekerjaan itu Pietro?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.
Pietro hanya menggelengkan kepalanya saja tidak mau banyak berbicara sebab di sampingnya sedang ada Molly.
" Iya sudah terserah kamu saja Pietro ",, jawab Kak Ivar kepada Pietro yang seperti sudah putus asa.
" Molly jika kamu capek beristirahatlah dulu sana di dalam kamar ",, kata Kak Ivar lagi dan kali ini kepada Molly.
" Iya Kak Ivar ",, jawab Molly kepada Kak Ivar.
" Istirahatlah My Queen, Kakanda mau pergi sekarang biar cepat selesai pekerjaannya, nanti jika Kakanda sudah selesai urusannya My Queen akan Kakanda jemput ",, kata Pietro kepada Molly.
" Baiklah Kakanda, kalau begitu Molly ke kamar dulu ya Kakanda, Kak Ivar ",, pamit Molly kepada Pietro dan juga Kak Ivar.
Kak Ivar hanya mengangguk saja kepada Molly, sedang Pietro dia langsung memberikan kecupan mesra di dahi Molly seperti biasanya sebelum dia pergi.
Ketika Molly sudah pergi dari ruang Keluarga Kak Ivar langsung saja mencoba menasihati Pietro lagi seperti biasanya.
Dan seperti biasanya pula Pietro hanya diam saja mendengarkan tanpa mau meresapinya di dalam hati setiap nasihat yang diucapkan oleh Kak Ivar kepadanya.
" Sudahlah Kak, apa Kakak tidak capek menasihati Pietro terus menerus seperti ini dari dulu ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.
" Kamu itu adik Kakak Pietro, sampai kapanpun Kakak tidak akan pernah capek untuk menasihatimu, karena itu sudah tanggung jawabnya Kakak ",, jawab Kak Ivar kepada Pietro.
" Terserah Kakak saja, Pietro mau pergi dulu, titip Molly Kak, jangan sampai dia terluka atau lecet sedikitpun di tubuhnya ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.
" Jika sampai Molly lecet atau terluka, akan Pietro rubuhkan ini rumah biar sekalian rata sama tanah ",, lanjut lagi perkataan dari Pietro kepada Kak Ivar sambil berlalu keluar dari dalam ruang Keluarga.
Sedang Kak Ivar dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah sang adik yang dari dulu sangat sekali untuk dirubah.
Dan Pietro sendiri yang sudah keluar dari dalam rumah Kak Ivar dia langsung saja mengendarai mobilnya menuju ke markasnya untuk mengeksekui mangsanya.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...