KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
ADUHAI


__ADS_3

Masih dengan posisi yang sama yaitu Gilbert masih menikmati jelly milik Elina dan Elina masih menikmati lidah Gilbert yang sedang bermain manja di jellynya itu.


" Aaaaah Gilbert, rasanya aku sudah tidak tahan ",, kata Elina dengan tiba-tiba kepada Gilbert.


Gilbert yang mendengar racauan mulut dari Elina, dia pun langsung saja mendongakkan wajahnya untuk menatap Elina.


" Tapi aku tidak bisa melakukannya sekarang Elina, aku tidak mau, karena kita belum menikah ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.


" Sumpah aku sudah tidak tahan Gilbert, bisakah kamu membantuku, seumur-umur aku tidak pernah merasakan rasa seperti ini di dalam tubuhku, dan ini sangat menyiksaku ",, kata Elina dengan mata yang sudah berkabut 941rah.


" Lagi pula ini punya kamu sudah on daritadi, apa kamu juga tidak tersiksa Gilbert ",, kata Elina lagi kepada Gilbert sambil m3r3m45 manja ninut-ninutnya Gilbert.


" Aaaaah Elina, kamu malah membuatnya semakin tegak berdiri ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Bantulah aku Gilbert, ayolah, nanti gantian aku yang akan memuaskanmu ",, kata Elina kepada Gilbert.


Gilbert sebelum menjawab perkataan dari Elina, dia langsung saja melihat ke arah jam tangannya yang mahal itu.


" Ini sudah hampir jam dua pagi Elina ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Tidak apa-apa ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.


" Apakah kita mau melakukannya di sini?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.


Elina langsung saja mengangguk kepada Gilbert.


" Baiklah, sana pindah di kursimu lagi ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Lepaskanlah c3l4n4 d4l4m kamu itu ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.


Sudah kepalang tanggung dan pikiran juga sudah tidak karuan lagi, akhirnya Elina menurut saja ketika di suruh untuk melepaskan c3l4n4 d4l4mnya itu.


Hingga sekarang Elina benar-benar sudah tidak memakai selembar kain apapun di hadapan Gilbert.


Walau lampu di dalam mobil sengaja tidak Gilbert nyalakan, tapi Gilbert masih bisa melihat cukup jelas, bentuk tubuhnya Elina yang sangat indah sekali itu.


Godaan yang begitu besar saat ini, tentu saja membuat dinding pertahanan dari Gilbert robohlah sudah.


Namun Gilbert saat ini masih berusaha menahannya sekuat tenaga, supaya dia tidak memasuki Elina.


Elina yang sudah kembali duduk di kursinya lagi, Gilbert langsung saja semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Elina.


Sedang Elina dia sudah siap, jika Gilbert akan memasukinya saat ini, seakan pasrah itulah yang Elina lakukan sekarang.

__ADS_1


Gilbert memberikan kecupan sekilas di bibir Elina, semakin kebawah hingga akhirnya dia sampai juga di p4h4nya Elina.


Gilbert yang sudah sampai di p4h4nya Elina, dia langsung membuka ke dua kaki Elina yang satu dia naikkan di atas dashboard mobil yang satunya dia naikkah ke sandaran kursi jok mobil.


Dan setelahnya Gilbert langsung menenggelamkan wajahnya di liang surga dunia milik Elina.


Gilbert langsung memainkan lidahnya itu dengan cara memasukkan lidahnya ke dalam lubang sinkhole milik Elina, mengh154p kulit kecil yang ada di tengah-tengahnya, hingga membuat Elina menjadi tidak karuan sekali rasanya.


" Aaaaahh Gilbert, aaaaahh ",, d354h dari Elina untuk Gilbert.


Baru pertama kali Gilbert melakukan itu kepada seorang wanita, namun insting laki-laki dewasanyalah yang menuntunnya dengan cepat.


Sudah sama-sama dewasa, dan Gilbert yang tidak lagi ragu dalam memberikan foreplay kepada Elina, dia pun terus menikmati liang surga dunia milik Elina dengan sangat nikmat sekali.


D354han, demi d354h4n terus keluar dari dalam mulutnya Elina.


" Aaah Gilbert, aku sudah tidak tahan ",, kata Elina lagi kepada Gilbert.


Setelah meracau tidak jelas daritadi, akhirnya Elina sampai juga pada puncak kenikmatannya yang sudah sangat menyiksanya sejak tadi.


Lega, iya seperti itulah yang di rasakan oleh Elina sekarang, dan Gilbert yang baru pertama kali merasakan c41r4n kenikmatan dari seorang wanita, walau ragu dia tetap m3n9h154pnya sampai habis.


Deru nafas yang tidak beraturan saat inilah yang sedang di perlihatkan Elina kepada Gilbert.


Masih sambil mengatur nafasnya, Elina langsung mengangguk kepada Gilbert.


" Sekarang lepaskanlah celana kamu Gilbert ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Tidak perlu Elina, biar nanti aku tuntaskan sendiri ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.


" Akan lebih enak jika orang lain yang menuntaskannya, ayo bukalah saja Gilbert ",, kata Elina kepada Gilbert.


Antara mau dan tidak mau, karena sudah kepalang tanggung, serta Gilbert juga sudah tidak tahan, akhirnya Gilbert mau juga menurunkan celana yang di pakainya itu beserta c3l4n4 d4l4mnya juga.


Hingga akhirnya terlihatlah ninut-ninutnya Gilbert yang sizenya tidak mengecewakan Elina.


" Wow, hmm, sepertinya nikmat ",, kata Elina sambil men9urut ninut-ninut milik Gilbert.


" Aaaah kenapa tangan kamu terasa enak sekali Elina ",, kata Gilbert sambil memejamkan matanya.


Elina yang melihat Gilbert terbuai seperti itu, dia pun langsung saja mencium Gilbert tepat dibibirnya dengan tangan yang masih bermain manja di ninut-ninutnya Gilbert.


Setelah puas berciuman, Elina pun langsung saja memasukkan ninut-ninut milik Gilbert ke dalam mulutnya.

__ADS_1


" Huuuuuhhhh, Elinaaaahhh ",, kata Gilbert kepada Elina sambil memejamkan matanya.


" Aaaaah Elina, kamu membuatku melayang ",, kata Gilbert lagi untuk Elina yang sedang bermain dengan ninut-ninutnya.


Elina terus memainkan ninut-ninut milik Gilbert dengan sangat menggebu sekali, men9h154p, men71l4t dan mel1l1t kepala ninut-ninutnya dengan sangat agresif sekali.


Dan hingga akhirnya Gilbert yang sudah tidak tahan, keluarlah juga cairan lem sepatu miliknya itu.


Elina yang polos masalah begituan, dia pun dengan sengaja langsung menelan habis cairan lem tersebut.


" Not bad ",, kata Elina ketika sedang membersihkan ninut-ninut Gilbert menggunakan mulutnya.


Gantian sekarang deru nafasnya Gilbert yang sangat berantakan sekali karena baru saja melepaskan lem sepatu miliknya.


Tubuh Gilbert sedang merasakan gemetar, karena seluruh otot-otot sarafnya baru saja menegang sebab tadi dia sedang melayang tinggi di angkasa.


" Terimakasih Elina, dan benar kata kamu, lebih enak di keluarkan oleh orang lain, daripada sendirian ",, kata Gilbert sambil mengusap wajah cantiknya Elina.


Elina hanya tersenyum manis saja kepada Gilbert, sambil mencoba memakai kembali pakaiannya.


" Ayo akan aku antarkan pulang, sekalian aku akan berbicara kepada Kakak kamu Danish untuk segera menikahi kamu secepatnya ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Iya ayo sayang ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.


Gilbert langsung tersenyum super manis sekali ketika dia baru saja di panggil sayang seperti itu oleh Elina.


Elina dan Gilbert yang sudah selesai membenahi serta memakai pakaiannya kembali.


Gilbert langsung saja menyalakan mesin mobilnya lagi untuk pergi dari daerah situ.


Tanpa terasa mereka bermain di dalam mobil sekitar kurang lebih satu jam lamanya.


Ketika perjalanan pulang ke rumah Danish, Gilbert dan Elina saling terus melempar senyuman, sebab mereka malam itu benar-benar merasa sangat bahagia sekali.


" Apakah kamu menyesal Elina karena baru saja melakukan kegiatan indah kita malam ini?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.


" Justru jika kamu ingin mengulanginya lagi, dengan senang hati aku akan memberikannya Gilbert " ,, jawab dari Elina kepada Gilbert.


Senyum manly langsung terbit di bibir Gilbert, ketika mendengar jawaban dari Elina tadi.


Sambil berbincang mesra di dalam mobil, akhirnya tanpa mereka sadari, mobil yang Gilbert kendarai sampai juga di rumah Danish ketika waktu sudah hampir menunjukkan pukul empat dini hari.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2