
Tidak terasa Molly pun tertidur hampir beberapa jam lamanya, saat ini pun waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, dan dia baru saja ada gerakan seperti ingin bangun dari tidur cantiknya itu.
Molly yang sudah merasa cukup lama tidurnya dan istirahatnya kali ini sangat nyenyak sekali, dia langsung saja mencoba membuka matanya.
Alangkah terkejutnya Molly ketika dia sudah membuka mata langsung melihat jika jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
" Astaga aku sudah tidur cukup lama sekali!!, Kakanda......... astaga aku sudah punya suami yang harus segera aku urus kebutuhannya, kenapa aku malah ketiduran seperti ini ",, kata Molly kepada drinya sendiri.
Setelah itu Molly langsung saja mencoba untuk turun dari atas ranjang tersebut untuk mencari keberadaannya siPietro.
" Aduuuhh sakit sekali m155 ^ku.........!! ",, kata Molly langsung mengaduh kesakitan ketika dia baru saja berjalan satu langkah.
Sambil menahan rasa sakit dibagian 53l4k4n94nnya dan juga bagian m155 ^nya Molly tetap berusaha berjalan untuk keluar dari dalam kamar.
" Aaaaaahhh sakit....... ",, kata Molly ketika dia baru saja membuka pintu kamar.
Pietro yang daritadi berada diruang tamu rumahnya ketika sudah bosan memainkan ponselnya, dia lalu mencoba memainkan laptop miliknya.
Namun atensi dia teralihkan ketika mendengar suara Molly yang sedang berteriak mengaduh.
Dengan segera Pietro langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk menuju kedalam kamarnya.
" My Queen........ kamu kenapa?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Kakanda, milikku sakit sekali ",, jawab Molly kepada Pietro.
Eeeeh dasar siPietro yang fikirannya tidak bisa ditebak, bukannya bertanya kepada Molly kenapa sakit.
Dia malah langsung saja menarik paksa celana yang dipakai oleh Molly hingga membuat Molly langsung saja terkejut sekali.
" Kakanda mau apa??......... ",, tanya Molly sambil menutupi m155 ^nya itu.
Pietro yang tidak banyak berbicara dia langsung saja menggendong Molly untuk dia bawa kedalam ruang pengobatannya dalam keadaan Molly tidak memakai celananya lagi.
Molly walau dia sudah berstatus istri dengan Pietro, tapi dia masih sangat malu sekali jika harus b3rt3l4nj4n9 seperti itu keadaannya didepan Pietro.
Pietro yang sudah membawa Molly kedalam ruang pengobatannya, dia langsung saja menaruh Molly diranjang pengobatan yang ada disitu.
Dan tanpa diduga lagi oleh Molly, Pietro langsung saja membuka kedua kaki Molly dengan sangat lebar sekali seperti wanita yang ingin melahirkan.
Molly sungguh-sungguh dan sungguh sangat malu sekali dengan tingkah Pietro yang sedang melihat m155 ^nya seperti itu.
Bagikan seperti seorang Dokter, Pietro langsung saja mengecek m155 ^ Molly tanpa malu atau risih sama sekali.
__ADS_1
" Milik kamu lecet dibagian dalamnya, dan ini 53l4k4n94nnya juga iritasi ",, kata Pietro kepada Molly.
" Kakanda,................ ",, panggil Molly dengan suara pelan karena malu.
" Apa.............. ?? ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Sudah ya, aku malu biar aku tahan saja rasa sakitnya ",, kata Molly kepada Pietro.
" Tidak ini tidak bisa dibiarkan, jika kamu terus-terusan sakit seperti ini nanti adik kecilku bisa menjadi jomblo ",, jawab Pietro lagi kepada Molly.
" Mana adik kecilnya Kakanda, kenapa aku tidak melihatnya disini?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
Dan Molly benar-benar tidak faham dengan adik kecil yang Pietro maksudkan tadi.
Pietro yang tidak mempedulikan perkataan dari Molly, dia langsung saja berbalik badan untuk membuatkan ramuan dari tumbuhan yang dia punya untuk dia tumbuk dan olah untuk mengobati rasa sakit yang dirasakan oleh Molly.
Sedang Molly sendiri yang ditinggal Pietro menyiapkan ramuan, dia langsung saja menutup kedua kakinya lagi, karena rasanya sangat tidak nyaman sekali m155 ^nya dibuka lebar-lebar seperti itu.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Pietro membuatkan obat untuk Molly, dan ketika dia sudah selesai, Pietro langsung saja melangkahkan kakinya kearah Molly lagi.
" My Queen buka kakinya!! ",, perintah dari Pietro kepada Molly.
Dengan malu-malu Molly langsung saja membuka kedua kakinya.
Setelahnya Pietro langsung saja mengoleskan dan menempelkan ramuan dari tumbuh-tumbuhan yang sudah ditumbuknya dengan halus tadi kebagian m155 ^nya Molly.
" Aaaaaaaaa, periiiiiiiihhhh .......... ",, teriak dari Molly ketika ramuan obat yang Pietro oleskan tadi mengenai m155 ^nya yang lecet dan iritasi.
" Tahan!! ",, hanya kata itu yang Pietro ucapkan kepada Molly.
" Sakiiit Kakanda ",, kata Molly sambil meneteskan air matanya.
" Sudah selesai, jangan diturunkan dulu kakinya, biar ramuannya kering dulu, baru bisa dibilas ",, kata Pietro kepada Molly sambil cuci tangan.
Akhirnya mau tidak mau Molly terus membuka kedua kakinya seperti wanita yang sedang ingin melahirkan, supaya cepat kering ramuan tadi.
" Tunggu disini, akan aku ambilkan makanan untuk kamu ",, kata Pietro kepada Molly.
" Tungguuu!! ",, cegah dari Molly kepada Pietro.
Pietro yang hampir saja membuka pintu ruang pengobatan, langsung saja dia urungkan ketika Molly mencegahnya.
" Apa??!! ",, kata Pietro kepada Molly.
__ADS_1
" Nanti saja, tolong temani aku disini, aku takut .......... ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro pun akhirnya kembali lagi duduk dikursi yang ada disebelah ranjang yang sedang Molly tempatin.
Ketika Pietro sudah berada disamping Molly, yang dilakukan oleh Pietro hanya cuma memandangi wajah Molly seperti tanpa berkedip sama sekali.
Hal itu membuat Molly menjadi semakin tambah malu sekali dengan tingkah dari Pietro.
" Ka.........kan.....da, kenapa melihatku seperti itu?? ",, tanya Molly kepada Pietro dengan sedikit gugup.
" Tidak ada!! ",, jawab super singkat dari Pietro kepada Molly.
Ketika Molly ingin bertanya lagi kepada Pietro, tiba-tiba saja telinga Pietro dan Molly mendengar bel pintu rumah mereka yang berbunyi.
Tanpa banyak berbicara lagi dengan Molly, Pietro pun langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk melihat siapakah tamu yang sudah berani datang kerumahnya dijam segitu.
Molly kali ini dia tidak bisa mencegah Pietro yang sedang pergi meninggalkannya untuk membukakan pintu rumah mereka.
Dan Pietro yang sudah keluar dari dalam rumahnya, dia langsung saja berjalan menuju kepintu gerbang rumahnya yang sangat tinggi menjulang sekali itu.
Jika Kak Ivar dan Gilbert yang datang, mereka pasti akan membuka pintu gerbangnya sendiri karena memang pintu gerbang rumah Pietro tidak dia kunci, dan Kak Ivar atau Gilbert mereka berdua baru akan memencet bel pintu rumahnya atau mengetuk dan menggedor pintunya.
Ketika Pietro sudah membuka pintu gerbang rumahnya, dia langsung melihat Edith teman kuliahnya dulu yang sudah berdiri disamping mobilnya sambil tersenyum sangat super manis sekali kepadanya.
Edith benar-benar menjalakan apa yang tadi dia katakan, dan dia saat ini sudah berada didepan rumah siPietro.
" Hai Pietro??, bolehkah aku masuk??, apa kamu tidak kasihan kepadaku yang sudah jauh-jauh kesini tidak kamu suruh masuk dulu?? ",, kata Edith kepada Pietro dengan nada yang dibuat semanis mungkin.
" Iya..... ",, jawab super singkat dari Pietro kepada Edith.
Edith pun langsung saja merasa kegirangan ketika Pietro menyuruhnya masuk.
Tanpa menunggu waktu lama, Edith langsung saja masuk kembali kedalam mobil untuk memarkirkan mobilnya masuk kedalam pekarangan rumah siPietro.
Sedang siPietro sendiri dia memilih langsung saja masuk kedalam rumahnya tanpa menunggu Edith terlebih dahulu.
Edith yang sudah memarkirkan mobilnya dia langsung saja keluar dari dalam mobil dan langsung segera menyusul Pietro yang sudah masuk kedalam rumahnya.
Semoga saja Edith tidak melakukan hal yang membuat Pietro marah, karena jika sampai itu terjadi, katakan say hay pada dunia, karena sebentar lagi itu artinya ajal dia akan berakhir ditangan sang King Psikopat.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1